🌙 Ketupat Lebaran Disc. upto 20%, Pebisnis Ritel Merapat!
00
Hari
:
00
Jam
:
00
Menit
:
00
Detik
Logo Bee Web

Buku Besar Akuntansi: Manfaat, Bentuk, Contoh, Lengkap

Buku besar akuntansi sebuah tempat pencatatan dari kumpulan seluruh laporan keuangan. Bagaimana isi format dan contoh buku besar akuntansinya?
Penulis: Lutfatul Malihah
Kategori:
Dipublish Tgl: Monday, 16 January 2023

Buku besar akuntansi menjadi sebuah tempat pencatatan penting dari kumpulan seluruh laporan keuangan, mulai dari jurnal penjualan, jurnal pembelian hingga pengeluaran. Dalam artikel ini akan membahas tentang apa itu buku besar hingga contoh buku besar akuntansi.

Dalam penyusunannya seorang akuntan perlu ketelitian karena sedikit saja kesalahan akan mempengaruhi hasil kedepannya. Lantas bagaimana untuk yang tidak jago akuntansi? apakah ada solusi? Berikut deretan penjelasan lengkap di bawah ini:

Apa itu Buku Besar Akuntansi?

Buku Besar Akuntansi

Apakah Buat Buku Besar Harus Jago Akuntansi?

Buku besar akuntansi merupakan salah satu alat akuntansi yang digunakan untuk mencatat transaksi keuangan perusahaan secara terperinci. Selain itu, buku ini juga termasuk dalam salah satu dari tiga buku utama yang digunakan oleh seorang akuntan untuk mencatat transaksi bisnis. Buku besar merupakan registrasi detail dari setiap transaksi yang dilakukan perusahaan.

Isi dari buku besar terdiri dari beberapa jurnal, yaitu jurnal umum, jurnal penjualan, jurnal pembelian, dan jurnal pengeluaran. Dengan setiap transaksi yang tercatat dalam buku besar diklasifikasikan sebagai akun tertentu, dan setiap akun diklasifikasikan sebagai aset, utang, ekuitas pemegang saham, pendapatan atau biaya.

Hasil akhir dari akuntansi buku besar adalah laporan laba rugi dan laporan posisi keuangan yang menggambarkan kondisi keuangan perusahaan pada suatu saat.

Baca Juga: Pengertian Buku Besar, Fungsi, Manfaat dan Bentuknya

Apa saja Manfaat Serta Fungsi dari Buku Besar?

Secara singkat, buku besar membantu mengukur kinerja perusahaan, membantu mengontrol keuangan, menghitung laba bersih, menghitung kas bersih, dan memperkirakan pendapatan masa depan.

1. Mengelola Keuangan Bisnis

Membantu mengatur dan mengelola keuangan perusahaan dengan lebih baik, karena setiap transaksi keuangan akan tercatat dengan detail dan terorganisir dengan baik. Dengan adanya buku besar ini keuangan perusahaan akan lebih mudah dipanta dan dikelola, karena telah memiliki sitem manajemen yang lebih jelas.

2. Membantu dalam Penyusunan Laporan Kauangan

Mempermudah proses penyusunan laporan keuangan perusahaan, karena semua transaksi keuangan sudah tercatat dengan rapi dan terorganisir dengan baik dalam buku besar. Dengan mudahnya proses pencatata keuangan ini maka pebisnis akan lebih mudah dalam melakukan analisis keuangan. keuangan perusahaan, karena buku besar menyediakan informasi yang cukup detail tentang keuangan perusahaan.

3. Memantau Resiko Kerugian Bisnis

Buku besar akuntansi keuangan akan membantu mengelola risiko keuangan perusahaan, karena buku besar menyediakan informasi yang cukup detail tentang keuangan perusahaan, sehingga dapat membantu mengidentifikasi dan mengelola risiko keuangan yang mungkin terjadi.

Susunan Isi Buku Besar Akuntansi

Prinsip Akuntansi

Format Buku Besar Akuntansi Terdiri dari Jurnal Penjualan, Pembelian, dst (Sumber: Freepik.com)

Isi dari buku besar akuntansi tergantung dari jurnal yang digunakan oleh perusahaan. Namun secara umum, buku besar akuntansi akan mencakup informasi seperti:

1. Tanggal Transaksi

Informasi pertama yang wajib ada dalam buku besar akuntansi adalah tanggal dimana prises transaksi keuangan terjadi, tanggal ini juga akan memudahkan bagian finance dalam melakukan report atau audit keuangan.

2. Keterangan Transaksi

Isi buku besar berikutnya adalah keterangan transaksi, yang merupaka bentuk deskripsi singkat tentang transaksi yang terjadi, seperti jenis barang atau jasa yang dibeli atau dijual, atau jenis biaya yang dikeluarkan. Dengan adanya keterangan ini pebisnis aka lebih mudah mengetahui apa saja pengeluaran perusahaan dan dari mana saja pemasukan perusahaan selama ini.

3. Nomor Akun

Dalam hal ini kode unik digunakan untuk mengidentifikasi akun yang terkait dengan transaksi keuangan. Kode unik ini juga yang akan membedakan setiap transaksi yang berkemungkinan sama.

4. Debet atau Kredit

Debet atau kredit: debet dan kredit merupakan istilah yang digunakan untuk menunjukkan pergerakan dana dari satu akun ke akun lainnya.

5. Nama Akun

Informasi berikutnya adalah nama akun nama akun ini dijadikan sebagai identitas terkait transaksi keuangan yang terjadi, sekaligus untuk memisahkan setiap jenis transaksi yang terjadi.

6. Jumlah Saldo

Saldo akun jumlah dana yang tersisa di akun setelah transaksi keuangan tercatat.

Bentuk-Bentuk Buku Besar Akuntansi

Dalam membuat buku besar, ada 3 bentuk yang perlu Anda ketahui. Berikut penjelasannya ketiganya :

1. Buku Besar Berbentuk T

Buku Besar Akuntansi Bentuk T

Bentuk pertama adalah T adalah bentuk buku besar akuntansi yang paling umum. Buku besar berbentuk T memiliki satu kolom untuk mencatat setiap transaksi pada tanggal tertentu. Setiap kolom mencakup kolom debet dan kredit.

2. Buku Besar Skontro

Buku Besar Bentuk Skontro

Berikutnya adalah bentuk skontro, yang merupakan buku besar yang memiliki tiga kolom untuk mencatat setiap transaksi pada tanggal tertentu. Kolom-kolom ini meliputi kolom debet, kredit, dan skontro.

3. Buku Besar Staffel

Buku Besar Bentuk Staffel

Terakhir adalah buku besar staffel, merupakan bentuk buku besar akuntansi yang menggunakan empat kolom untuk mencatat setiap transaksi pada tanggal tertentu. Kolom-kolom ini meliputi kolom debet, kredit, skontro, dan staffel.

Cara Membuat Buku Besar Akuntansi

Membuat buku besar akuntansi merupakan proses yang penting untuk mencatat semua transaksi keuangan perusahaan. Membuat buku besar akuntansi bisa sangat membantu Anda dalam mencatat dan mengelola keuangan perusahaan.

Namun, proses membuat buku besar ini tidak semudah yang Anda pikirkan. Proses membuat buku besar membutuhkan pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang akuntansi.

Pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang akuntansi akan membantu Anda dalam mencatat semua transaksi keuangan dengan benar dan tepat sasaran. Dengan membuat buku besar secara tepat, Anda akan mampu menyusun laporan laba rugi dan laporan posisi keuangan yang akurat.

Jadi, jika Anda ingin membuat buku besar akuntansi, pastikan Anda memiliki pengetahuan dan pemahaman yang cukup tentang akuntansi. Setelah itu, Anda bisa mengikuti langkah-langkah di bawah ini untuk membuat buku besar akuntansi.

  1. Pertama-tama, Anda harus menentukan jurnal apa yang akan digunakan untuk mencatat setiap transaksi keuangan. Jurnal yang paling umum digunakan adalah jurnal umum, jurnal penjualan, jurnal pembelian, dan jurnal pengeluaran.
  2. Setelah itu, Anda harus mencatat setiap transaksi keuangan yang terjadi dalam jurnal yang telah dipilih. Setiap transaksi yang tercatat harus diklasifikasikan sebagai akun tertentu dan akun-akun tersebut harus diklasifikasikan sebagai aset, utang, ekuitas pemegang saham, pendapatan atau biaya.
  3. Setelah itu, Anda harus menghitung saldo akun untuk setiap akun yang tercatat dalam buku besar. Untuk setiap akun, saldo debit harus sama dengan saldo kredit.
  4. Setelah itu, Anda harus menyusun laporan laba rugi dan laporan posisi keuangan yang menggambarkan kondisi keuangan perusahaan pada suatu saat.
  5. Terakhir, Anda harus menyimpan buku besar tersebut untuk tujuan audit dan pelaporan.

Jurnal-Jurnal dalam Buku Besar

Jurnal Penjualan

Ilustrasi Pencatatan Transaksi (Sumber: Freepik.com)

Buku besar akuntansi terdiri dari beberapa jurnal, yaitu:

  • Jurnal umum: merupakan jurnal yang digunakan untuk mencatat semua transaksi keuangan yang terjadi di perusahaan, termasuk pemasukan, pengeluaran, dan pemindahan dana antar akun.
  • Jurnal penjualan: merupakan jurnal yang digunakan untuk mencatat semua transaksi penjualan yang terjadi di perusahaan, termasuk penjualan barang atau jasa kepada pelanggan
  • Jurnal pembelian : merupakan jurnal yang digunakan untuk mencatat semua transaksi pembelian yang terjadi di perusahaan, termasuk pembelian bahan baku, persediaan, atau aset lainnya.
  • Jurnal pengeluaran: merupakan jurnal yang digunakan untuk mencatat semua pengeluaran yang terjadi di perusahaan, termasuk biaya overhead, gaji karyawan, dan pembayaran utang.

Baca Juga: Pencatatan Jurnal Pembelian, Pengertian, Jenis dan Contohnya

Selain jurnal-jurnal tersebut, buku besar juga dapat mencakup jurnal-jurnal lain yang diperlukan sesuai dengan kebutuhan perusahaan, seperti jurnal piutang, jurnal persediaan, dan jurnal aset tetap.

Contoh Buku Besar Akuntansi

Contoh isi buku besar akuntansi adalah sebagai berikut:

Buku Besar Akuntansi

Ilustrasi Buku Besar Akuntansi (Sumber: Bee.id)

Dari contoh di atas, dapat dilihat bahwa pada tanggal 1 Januari tercatat saldo awal persediaan sebesar Rp. 1.000.000. Pada tanggal 2 Januari terjadi pembelian bahan baku sejumlah Rp. 500.000. Dan di tanggal 3 Januari terjadi penjualan tunai Rp. 100.000. Sehingga saldo akhir Buku Besar Persediaan sebesar Rp. 1.400.000

Lalu di Buku Besar Piutang Usaha, pada tanggal 4 Januari terjadi penjualan kredit sejumlah Rp. 300.000. Pada tanggal 8 Januari terjadi pelunasan piutang, sehingga total saldo akhirnya adalah Rp. 0 alias lunas.

Format Buku Akuntansi Excel

Contoh Buku Besar Akuntansi di Excel

Contoh Buku Besar Akuntansi di Excel

Format buku akuntansi Excel adalah format pencatatan transaksi yang sangat populer di kalangan akuntan dan profesional keuangan. Format buku akuntansi Excel terdiri dari beberapa tabel berikut diantaranya:

  1. Transaksi keuangan, terdiri dari informasi jurnal umum, jurnal penjualan, jurnal pembelian, dan jurnal pengeluaran.
  2. Akun terkait transaksi, seperti informasi ini dapat berisi informasi tentang akun aset, utang, ekuitas pemegang saham, pendapatan, dan biaya.
  3. Laporan laba rugi dan laporan posisi keuangan yang menggambarkan kondisi keuangan perusahaan pada suatu saat.

Dengan format buku akuntansi Excel dapat membantu Anda dalam mencatat transaksi keuangan secara terperinci dan efisien.

Ingin buat laporan buku besar akuntansi langsung jadi, tanpa perlu pusing mikirin sana-sini Anda bisa mendapatkan dengan menggunakan Software Akuntansi Beeacounting.

Anda tidak perlu lagi pusing catat sana sini, takut ada yang keselip, hilang dan sebagainya karena dengan menggunakan Beeaccounting Anda bisa mencatat semua transaksi dengan mudah, merekam data secara otomatis, digunaan offline dan dicustom sesuai keinginan.

Informasi selengkapnya bisa cek banner di bawah ini. Segera ada Gratis Trial untuk Anda pengguna pertama:

Beeaccounting, Software Akuntansi Sekali Bayar Lifetime, Cukup 1x Bayar

Apa itu Biaya Penyusutan Alat? Begini Cara Menghitungnya
Biaya penyusutan alat adalah hal yang mengacu pada penyebaran biaya peralatan setelah dikurangi nilai sisa sepanjang umur peralatan tersebut. Selanjutnya, 
Baca Juga
Contoh Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang
Setiap perusahaan dagang selalu memiliki misi yang diharapkan suatu saat dapat terlaksanakan. Untuk mendukung itu semua, pastinya harus didukung dengan
Baca Juga
Sistem Informasi Akuntansi: Pengertian, Fungsi, Serta Contoh
Sistem Informasi Akuntansi (SIA) adalah sebuah sistem yang biasanya digunakan oleh perusahaan atau organisasi untuk mengelola keuangan mereka dan menyediakan
Baca Juga
Apa itu Dividen? Berikut Penjelasan Lengkapnya
Dividen adalah salah satu kata yang sering kita dengarkan. Kata dividen identik dengan sebuah perusahaan umum atau juga perusahaan yang
Baca Juga
Cara Buat Laporan Neraca 5 Menit & Tanpa Jago Akuntansi
Laporan Neraca - Akuntansi merupakan hal yang sangat perlu diperlajari bagi semua orang, khususnya untuk yang sedang menjalankan usaha. Tidak
Baca Juga
Accrual Basis Adalah Metode Pencatatan Akuntansi Basis Akrual
Mode pencatatan akuntansi dibedakan menjadi dua jenis yakni accrual basis adalah metode berbasis cash dan accrual basis adalah metode berbasis
Baca Juga
Customer Service Bee

148rb+ Pengusaha Sudah Pakai Bee

"Operasional makin lancar, bisnis terkontrol dan mudah discale-up"
Hubungi Tim Bee sekarang untuk konsultasi GRATIS
Logo Bee Web
Software Akuntansi & Kasir No. 2 di Indonesia. Memudahkan Pemilik Bisnis dan Akuntan untuk mengerjakan dan menganalisa keuangan lebih cepat, mudah, dan akurat. Gratis Trial atau Demo Gratis dengan Tim Bee.
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Chat via WA
Alamat Kantor
Surabaya: Jl. Klampis Jaya 29J, SurabayaBandung: Aer Space - Jl. Karang Tinggal No.41B, Cipedes, Bandung
Jakarta: Jl. Mampang Prapatan VIII No. 3B, Jakarta Selatan (Sementara Tutup)
Copyright © 2024 Bee.id
magnifiercrossmenu