Memahami Apa itu Retail, Fungsi dan Contoh Bisnis Retail

Thursday, 11 February 2021
Rininta Oktaviana
Rininta Oktaviana
memahami-pengertian-bisnis-retail

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Pengertian Retail

Ritel atau disebut juga retail adalah kegiatan memasarkan barang ataupun jasa dalam satuan atau eceran secara langsung kepada konsumen akhir. Barang yang dibeli konsumen akan digunakan sebagai konsumsi pribadi atau rumah tangga saja, bukan untuk dijual kembali.

Pelaku bisnis retail membeli barang dari agen, distributor atau produsen, kemudan dijual kembali kepada konsumen akhir. Dia juga berperan penting sebagai penghubung antara produsen dan konsumen. Karena hal itu, bisnis retail dianggap sebagai bagian penting supply chain (rantai pasokan).

memahami-pengertian-bisnis-retail

Memahami Pengertian Bisnis Retail (Sumber: Freepik.com)

Sejarah dan Perkembangan Retail di Indonesia

Awal mula kemunculan bisnis retail di Indonesia ditandai dengan dibukanya usaha retail pertama pada 23 April 1963 dengan berdirinya Sarinah sebagai toserba (toko serba ada) di jalan M.H. Thamrin, Jakarta.

Gagasan ini diinisiasi oleh Soekarno dengan mengadopsi konsep retail di negara-negara Barat dan Jepang. Toserba ini bukan hanya berbentuk perusahaan yang semata-mata mencari keuntungan melainkan badan sosial sebagai stabilator harga kebutuhan masyarakat. Soekarno mengatakan bahwa Sarinah akan menjual beras, sayur, buah dan daging murah produksi petani kecil. Tapi hal ini tak pernah terwujud karena huru-hara berdarah 30 September 1965.

Kemudian, pada tahun 1970-1980 golongan kelas menengah mulai membangun retail modern dengan format supermarket atau department store. Retail modern yang didirikan di era ini di antaranya, Matahari (11 Maret 1986), Hero (23 Agustus 1971) dan Ramayana (14 Desember 1983).

Memasuki periode tahun 1980-1990-an perkembangan bisnis retail di Indonesia semakin mengalami peningkatan ditandai dengan adanya retail modern berformat convenient store seperti Indomaret (21 November 1988) dan Alfamart (22 Februari 1989). Kemudian adanya kebijakan ekonomi di masa orde baru di mana retail asing bisa masuk ke Indonesia.

Seiring berjalannya waktu, retail pun terus berinovasi dan kini bermunculan usaha retail berskala kecil hingga menengah yang hadir di tengah masyarakat. Sehingga, masyarakat pun semakin mudah dalam mendapatkan barang kebutuhan. Keberadaan retailpun turut serta mengambil bagian dalam perekonomian nasional Indonesia.

Sarinah-Retail-Pertama-di-Indonesia

Sarinah Retail Pertama di Indonesia (Sumber: Bisnis.com)

Klasifikasi Bisnis Retail dan Contohnya

1. Berdasarkan Kepemilikan

Ada 3 jenis retail berdasarkan kepemilikan yaitu, retail mandiri (independent retail firm), waralaba, kelompok usaha (corporate chain).

Retail mandiri dikelola secara mandiri tanpa bergabung dengan toko atau pihak manapun, contohnya adalah koperasi, warung, ruko, dan toko kelontong.

Sedangkan waralaba merupakan ritel yang dioperasikan secara mandiri namun melibatkan pihak pusat (franchisor) dan turunan (franchisee) jadi status kepemilikannya terdapat sebuah perusahaan induk. Contoh waralaba banyak ditemui pada bisnis retail makanan.

Terakhir kelompok usaha, mengacu pada jaringan retail dalam grup sebuah perusahaan besar yang saling terakit dalam satu manajemen, contohnya seperti swalayan dan department store.

2. Berdasarkan Produk yang Dijual

Berdasarkan produk yang dijual ada 2 jenis retail yaitu, product retailing yang menjual barang dan service retailing yang menawarkan jasa

Beberapa contoh dari product retailing adalah toserba, retail makanan dan obat, retail berbentuk minimarket yang menjual kebutuhan sehari-hari, toko mainan, dll.

Service retailing contohnya, layanan perbaikan bengkel resmi perusahaan otomotif, perawatan taman, layanan sopir, pengasuh anak, dsb.

3. Berdasarkan Strategi Pemasaran

Apabila dilihat dari strategi pemasaran, ada 2 teknik pemasaran retail yaitu in-store retailing dan non-store retailing. In-store reatiling adalah teknik di mana penjual maupun pembeli bertatap muka secara langsung di toko fisik seperti gerai atau warung. Sehingga, konsumen dapat melihat barang yang akan mereka beli secara langsung.

Selanjutnya, non-store retailing adalah teknik di mana penjual maupun pembeli tidak bertatap muka secara langsung melainkan secara online. Non-store retailing banyak ditemukan dalam marketplace.

Dalam klasifikasi ini, masing-masing retailer juga menawarkan produk dengan harga bervariasi, dari murah hingga mahal untuk setiap merek barang yang sama. Dalam klasifikasi ini, pengecer yang menawarkan harga tinggi biasanya memberikan pelayanan khusus atau promo menarik.

bisnis-retail-berdasarkan-strategi-pemasaran

Contoh In-Strore-Retailing (Sumber: Pexels.com)

4. Berdasarkan Lokasi

Dari lokasi jenis retail dikelompokkan menjadi 3 yaitu, strip development, downtown central business district dan shopping center.

Strip development atau lahan komersial yang telah dikembangkan sehingga memiliki akses langsung ke jalan dan area parkir. Downtown central business atau pusat bisnis dan komersial. Sedangkan shopping center atau pusat perbelanjaan merupakan tempat bisnis retail yang lokasinya digabung dalam satu bangunan.

5. Berdasarkan Skala Usaha

Berdasarkan skalanya, bisnis retail dibagi menjadi 2 yaitu retail besar dan retail kecil.

Retail besar adalah toko yang menyediakan barang dalam jumlah besar. Contohnya, supermarket, hypermart, dan department store. Sementara retail kecil memiliki jumlah barang yang dijiual relatif sedikit. Retail kecil ada dua jenis juga retail kecil berpangkal yang memiliki kios dan menetap, kemudian retail kecil tidak berpangkal yang berdagang dengan berkeliling.

Baca Juga: Mengapa Bisnis Ritel Anda Harus Memiliki Aplikasi Penjualan?

Mengapa Retail Penting?

Proses bisnis retail adalah mata rantai terakhir dalam rantai pasokan (supply chain) dan menjadi perantara antara produsen dan konsumen. Pengecer atau retailer adalah bagian penting yang memungkinkan produsen fokus memproduksi barang tanpa harus memikirkan upaya untuk berinterkasi dengan pelanggan atau konsumen akhir.

Retail juga harus membuat barang yang telah diproduksi oleh produsen mudah dibeli oleh konsumen. Itulah mengapa retail ditandai dengan adanya tenaga penjualan, toko fisik, website, toko online, katalog, deskripsi produk, foto menarik, dsb.

Retail adalah tentang menampilkan produk, menggambarkan fitur dan manfaat produk, menyimpan produk, memproses pembayaran, dan melakukan apa pun untuk mendapatkan produk yang tepat dengan harga yang tepat untuk pelanggan yang tepat pada waktu yang tepat.

Beberapa pengecer menawarkan layanan tambahan seperti konsultasi belanja pribadi dan pembungkus unik dan spesial untuk menambahkan sesuatu yang ekstra pada pengalaman konsumen.

Apa Bedanya Retail dengan Grosir?

beda-retail-dan-grosir

Perbedaan Utama Retail dan Grosir Terletak pada Harga (Sumber: Pexels.com)

Secara umum perbedaan antara retail dan grosir terletak pada harga. Harga retail selalu lebih tinggi dari harga grosir karena adanya biaya tambahan penjualan barang kepada konsumen akhir seperti tenaga kerja, sewa, iklan, dsb. Grosir menjual barang dalam jumlah besar tanpa khawatir tentang aspek-aspek tersebut.

Toko grosir biasanya menjual produk dalam jumlah besar yang memungkinkan mereka untuk menjual dengan harga yang lebih rendah daripada harga retail yang menjual produk dalam jumlah kecil dari barang dagangan  di toko-toko yang memiliki harga sewa tinggi.

Bisnis grosir tidak berhubungan dengan konsumen akhir, tujuan mereka adalah menjual produk dalam jumlah besar ke bisnis retail.

Fungsi Bisnis Retail

Bisnis retail berperan penting dalam rantai persedian sebagai saluran distribusi. Berikut adalah fungsi-fungsi krusial bisnis retail:

1. Pemasaran Produk

Bisnis retail tidak sekadar menjual barang, namun juga mempromosikan barang dan mengedukasi konsumen akan produk yang dijualnya. Hal ini sangat membantu produsen meningkatkan popularitas produk. Tanpa adanya bisnis retail, produsen harus memikirkan bagaimana menghasilkan produk yang bisa bersaing dengan produk lain sembari berhubungan dengan konsumen. Hal ini bisa mengganggu proses produksi dan mengacaukan kesediaan barang.

2. Memudahkan Konsumen

Fungsi bisnis retail untuk memudahkan konsumen membeli barang secara satuan dan menyediakan berbagai jenis barang dalam satu lokasi. Tanpa adanya bisnis retail, konsumen haru memenuh kebutuhan mereka secara langsung kepada produsen. Bayangkan, saat membutuhkan sebuah barang Anda harus membelinya ke pabrik terlebih dahulu, tentu akan sangat merepotkan. Berapa banyak pabrik yang harus dikunjungi jika Anda ingin belanja bulanan?

3. Memberikan Keuntungan untuk Produsen dan Grosir

Bisnis retail tidak hanya menguntungkan konsumen dalam hal kemudahan berbelanja, tetapi juga bisa memberikan keuntungan finansial bagi produsen dan grosir. Biasanya mereka membeli stok barang dengan jumlah banyak. Uang yang diterima produusen akan dijadikan diputar kembali untuk proses produksi barang.

fungsi-dan-peran-bisnis-retail

Fungsi Bisnis Retail untuk Observasi Pasar (Sumber: Freepik.com)

4. Mengobservasi Pasar

Karena bisnis retail berhubungan langsung dengan konsumen, maka retail menjadi ujung tombak untuk mengetahui perilaku konsumen dan tren pasar. Bisnis retail mendapatkan timbal balik langsung dari konsumen, sehingga bisnis retail bisa mengembalikannya pada grosiran atau produsen. Dengan demikian, keberlangsungan produk bisa terjaga.

5. Menawarkan Jenis dan Harga Beragam

Umumnya bisnis retail membeli dalam jumlah besar dari produsen ataupun pedagang grosir lalu memecahkannya atau memotongnya menjadi jumlah kecil atau paket kecil agar sesuai dengan kebutuhan setiap konsumen akhir. Harga yang ditawarkan pun sangat beragam. Hal ini menciptakan variasi pasar yang akan berbanding lurus dengan peningkatan kepuasan konsumen.

6. Penyimpanan Persediaan

Sebagai pemegang stok untuk produsen dan untuk konsumen. Retail memelihara inventaris yang memungkinkan ketersediaan produk secara instan bagi konsumen. Ini akan membantu menjaga harga selalu stabil dan memungkinkan produsen untuk mengatur produksinya. Konsumen juga hanya perlu menyimpan sesedikit mungkin atau bahkan tidak perlu menyimpan stok produk di rumahnya karena pengecer telah menyimpan persediaan yang cukup untuk kebutuhan konsumennya.

Baca Juga: 3+ Software Minimarket Seperti Indomaret & Alfamart

Inspirasi Bisnis Retail yang Menguntungkan

Bisnis retail memiliki potensi besar karena kebutuhan konsumen akan terus ada. Konsumen juga yang menentukan bisnis retail apa yang sedang tren dan diminati sehingga memiliki potenis keuntungan besar. Berikut beberapa inspirasi bisnis retail yang berpotenis memberikan keuntungan besar apabila dilakukan dengan strategi matang:

1. Toko Online

Selama masa pandemi masyarakat diimbau untuk meminimalisir kegiatan di luar rumah dan berkumpul di area yang banyak orang. Adanya perubahan perilaku masyarakat ini membuat retail toko online memiliki potensi besar. Di kota-kota besar selama pandemi banyak dari mereka lebih suka belanja kebutuhan pokok dan kebutuhan bulanan secara online.

Jumlah pengguna internet di Indonesia yang terus tumbuh menyebabkan potensi berjualan barang atau jasa secara online pun makin menjanjikan. Bahkan, dengan modal yang sangat terbatas pun Anda bisa mulai berjualan dengan bergabung lewat marketplace besar yang banyak tersedia.

inspirasi-toko-online

Contoh Inspirasi Retail Toko Online (Sumber: Freepik.com)

2. Retail Kesehatan dan Kecantikan

Masih dalam masa peralihan keadaan normal yang baru di mana kesehatan adalah hal utama. Retail obat-obatan farmasi juga masih dan akan terus mempunyai prospek menjanjikan. Seperti masker yang saat ini merupakan kebutuhan utama bukan lagi keperluan tambahan.

Selain itu, tren skincare yang mulai diminati masyarakat juuga membuat banyak orang berbondong-bondong membeli produk perawatan wajah atau tubuh. Kondisi ini menghadirkan banyak brand skincare lokal yang memproduksi skincare sesuai kebutuhan kulit masyarakat Indonesia. Inspirasi bisnis ini juga masih hot untuk Anda coba.

inspirasi-toko-skincare

Contoh Inspirasi Retail Toko Skincare (Sumber: Pexels.com)

3. Retail Toko Gadget

Setiap harinya, ada banyak teknologi baru yang dikembangkan dan dibenamkan pada gadget seperti smartphone, kamera, jam tangan, dan lainnya. Itu sebabnya bisnis retail berjualan gadget punya potensi keuntungan yang juga sangat tinggi. Dengan diluncurkannya smartphone baru setiap tahunnya, konsumen tentu ingin berganti smartphone

inspirasi-toko-gadget

Contoh Inspirasi Retail Toko Gadget (Sumber: Freepik.com)

Cara Merintis Bisnis Retail

1. Persiapkan Modal

Hal pertama yang harus Anda siapkan adalah menyiapkan modal usaha. Banyak atau sedikitnya modal yang dibutuhkan tergantung pada skala bisnis retail yang akan Anda bangun.

2. Memilih Produk

Setelah membaca inspirasi bisnis retail, sebenarnya banyak pilihan produk yang atau jasa yang bisa dipilih. Ada baiknya, memilih produk atau jasa yang dibutuhkan banyak orang dan Anda tahu seluk-beluknya agar proses operasionalnya bisa berjalan lebih mudah.

3. Mencari Lokasi

Lokasi menjadi poin krusial dalam merintis usaha retail, sebab lokasi yang gampang dijangkau dan ramai dilalui masyarakat akan menarik banyak pengunjung untuk mendatangi usaha yang Anda dirikan.

4. Rekrut Karyawan

Langkah selanjutnya adalah merekrut karyawan yang berkompeten dalam menjalankan tugasnya. Karyawan yang handal akan membuat pelanggan merasa nyaman untuk berbelanja atau menggunakan produk yang dijual, sehingga memberikan pengalaman yang baik untuk kembali berbelanja di kemudian hari.

5. Cari Supplier

Mencari supplier yang memiliki kualitas produk atau jasa yang baik menjadi salah satu kunci lainnya dalam bisnis retail akan berkembang atau tidak. Barang atau jasa yang berkualitas tentunya akan membuat para pelanggan kembali menggunakan usaha yang kita tawarkan.

6. Promosi

Wajib mempromosikan produk atau jasa yang Anda jual, bisa melalui media sosial, pengiklanan, dll. Tujuannya supaya lebih banyak orang yang mengetahui bisnia retail yang Anda rintis beserta produk yang dijual.

Kesimpulan

Bisnis retail adalah mata rantai terakhir dalam rantai pasokan (supply chain) dan menjadi perantara antara produsen dan konsumen. Retail adalah tentang menampilkan produk, menggambarkan fitur serta manfaat produk, menyimpan produk, memproses pembayaran, dan melakukan apa pun untuk mendapatkan produk yang tepat dengan harga yang tepat untuk pelanggan yang tepat pada waktu yang tepat.

Jika Anda ingin memulai bisnis retail, Anda juga sangat membutuhkan teknologi untuk memudahkan operasional. Hal ini penting karena teknologi membantu Anda mengelola usaha dengan baik tanpa takut adanya kebocoran, kecurangan maupun human error.

Software Kasir Beepos menggunakan teknologi canggih yang mengadopsi kebutuhan konsumen kekinian. Beepos tersedia dengan dua versi yaitu versi Desktop dan Mobile, keduanya bisa diakses secara realtime online di mana saja dan kapan saja.

Coba gratis Software Kasir Beepos selama 14 hari dengan klik di sini, atau klik gambar di bawah ini.

Kontrol-Bisnis-Retail-Realtime-Beepos

Banyak Berbagi Banyak Rejeki :
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on print
Print
Artikel Yang Mungkin Anda Suka :