Logo Bee Web

Apa itu Uang Giral? Ini Pengertian, Jenis dan Perbedaannya

uang giral adalah simpanan Bank Indonesia (BI) dan Bank Umum, yang setiap saat dapat ditukarkan menjadi uang kartal sebesar nilai nominalnya.
Penulis: Lutfatul Malihah
Kategori:
Dipublish Tgl: Sunday, 18 February 2024

Uang giral adalah bentuk uang yang tidak berwujud yang saat ini bisa dikatakan mendominasi peredaran ekonomi modern. Dengan transformasi dari uang kertas dan logam ke transaksi digital, giral memfasilitasi aktivitas ekonomi tanpa kehadiran fisik yang nyata.

Artikel ini kita akan memahami apa yang dimaksud dengan uang giral, karakteristiknya, jenis, perbedaan dan beberapa informasi terkait lainnya.

Uang Giral Adalah ...

Uang giral adalah

Rekening koran adalah salah satu contoh uang giral (Credit: Freepik.com)

Mengutip dari laman bi.go.id, uang giral adalah simpanan milik swasta domestik pada Bank Indonesia (BI) dan Bank Umum, yang setiap saat dapat ditarik dan ditukarkan menjadi uang kartal sebesar nilai nominalnya.

Termasuk rekening giro rupiah, kewajiban segera seperti transfer dan remittance, serta tabungan rupiah yang dapat ditarik sewaktu-waktu.

Selain itu, uang giral juga dapat diakses dan digunakan oleh pemiliknya untuk transaksi keuangan tanpa perlu menggunakan uang kartal secara langsung.

Pada dasarnya jenis ini dibedakan menjadi 2 jenis yakni demand deposits money dan time deposite money, namun time deposits money tidak dianggap sebagai uang giral karena tidak dapat diambil sewaktu-waktu.

Baca Juga: Apa Itu Deposit? Deposit Adalah Uang Jaminan

Karakteristik Uang Giral

Berikut ini beberapa karakteristik umumnya:

  • Tidak berwujud dalam bentuk fisik seperti koin atau uang kertas. Sebaliknya, nilai uang ini dicatat secara elektronik atau dalam bentuk rekening.
  • Dapat  dicairkan atau ditukarkan dengan uang kartal (uang kertas dan koin) sesuai dengan nilai nominalnya.
  • Mudah ditransfer antar rekening atau akun, tanpa perlu menggunakan uang fisik.
  • Biasanya dikelola oleh lembaga keuangan seperti Bank Indonesia (BI), Bank Umum, atau lembaga keuangan lainnya.
  • Fleksibilitas tinggi, karena dapat digunakan untuk berbagai jenis transaksi.

Perbedaan Uang Kartal dan Uang Giral

Ada tiga hal dasar yang membedakan uang kartal dan giral, yakni bentuk, sifat dan cara penggunaannya.

1. Sifat

Dari segi sifat, uang giral tidak bersifat fisik atau tidak berwujud secara langsung. Nilainya dicatat dalam bentuk rekening atau catatan elektronik. Sedangkan uang kartal bersifat fisik, terdiri dari uang kertas dan koin yang dapat dilihat dan diraba secara langsung.

2. Bentuk

Kemudian dari segi bentuk, uang giral dalam bentuk rekening giro, tabungan, atau instrumen keuangan elektronik seperti kartu debit atau kredit. Sedangkan uang kartal dalam bentuk uang kertas dan koin yang dapat dipergunakan langsung sebagai alat pembayaran.

3. Cara Penggunaan

Terakhir dari segi cara penggunaan, giral umumnya digunakan dalam transaksi non-tunai, seperti transfer antar rekening, pembayaran elektronik, atau penggunaan kartu debit/kredit. Pemilik uang dapat melakukan transaksi tanpa perlu menggunakan uang kartal.

Sedangkan uang kartal digunakan secara langsung dalam transaksi tunai. Uang kartal sering digunakan untuk pembelian barang atau jasa secara fisik, meskipun penggunaan kartu debit dan kredit semakin umum dalam transaksi sehari-hari.

Beecloud Untuk Catat Keluar Masuk Uang Bisnis

Jenis-jenis Uang Giral

Berikut adalah jenis uang giral yang umum beredar di masyarakat:

  • Cek: Surat perintah pembayaran dari pemegang rekening kepada bank, pemilik rekening dapat menggunakan cek untuk membayar kepada pihak ketiga atau mengambil uang dari rekening tersebut.
  • Giro: Rekening bank untuk penyetoran dan penarikan dana non-tunai. Hal ini memungkinkan nasabah untuk melakukan transfer dana antar rekening dan melakukan transaksi tanpa menggunakan uang tunai.
  • Deposito: Simpanan di bank dengan jangka waktu tetap. Atinya, nasabah setuju untuk menyimpan uang dalam jangka waktu tertentu dan mendapatkan bunga sebagai imbalan.
  • Kartu Kredit: Alat pembayaran dengan kredit, pembayaran berkala. Pemegang kartu dapat menggunakan kredit yang disetujui tanpa harus membayar tunai saat transaksi.
  • Bilyet: Surat berharga yang mencatat kepemilikan atau klaim. Dapat berupa bilyet deposito, bilyet giro, atau bilyet yang mewakili kepemilikan atas komoditas tertentu.
  • Uang elektronik: Uang yang disimpan secara elektronik untuk pembayaran non-tunai. Contoh termasuk kartu debit, dompet digital, atau transaksi menggunakan perangkat elektronik lainnya.
  • Wesel: Surat perintah pembayaran dari individu kepada bank. Biasanya digunakan dalam transaksi perdagangan internasional sebagai jaminan pembayaran.

Baca Juga: Utang Wesel Adalah: Karakteristik, Jenis dan Contohnya

Proses Terbentuknya Uang Giral

Secara garis besar, terbentuknya uang giral karena nasabah menyimpan uang kartal mereka ke dalam bank. Selain itu ada 4 proses lainnya yang membentuk uang giral yakni:

1. Primary Deposit (Simpanan Utama)

Nasabah menyimpan uang kartal ke dalam bank umum, kemudian ketika uang kartal disimpan, bank mencatatnya sebagai simpanan dalam bentuk uang giral. Selanjutnya, pemilik uang mendapatkan buku cek yang dapat digunakan untuk melakukan pembayaran.

2. Loan Deposit (Simpanan Pinjaman)

Berikutnya, ketika seseorang meminjam uang dari bank, dan uang tersebut diberikan dalam bentuk simpanan di bank. Namun, uang pinjaman tidak diberikan dalam bentuk tunai tetapi disimpan dalam rekening, bisa diambil kapan saja.

3. Uang Kuasi (Simpanan Berjangka)

Proses berikutnya, nasabah memiliki simpanan dalam bentuk simpanan berjangka, seperti deposito berjangka, sertifikat deposito, atau tabungan. Akan tetapi, uang kuasi tidak dapat langsung digunakan untuk transaksi dan perlu diambil terlebih dahulu dari bank atau lembaga keuangan bukan bank.

4. Derivative Deposit (Simpanan Turunan)

Proses terakhir, terjadi ketika seseorang menjual surat berharga ke bank, bank mencatat hasil penjualan surat berharga tersebut sebagai deposit dari penjual. Dengan demikian, giral diciptakan melalui transaksi penjualan surat berharga.

Dengan kombinasi dari empat proses tersebut, uang giral tercipta dan dapat digunakan dalam berbagai transaksi tanpa perlu menggunakan kartal secara fisik. Bank bertindak sebagai perantara dalam mengubah uang kartal menjadi uang giral dan mencatat setiap transaksi sehingga memudahkan kegiatan ekonomi masyarakat.

Manfaat Uang Giral bagi Beberapa Pihak

Berikut adalah manfaat giral untuk beberapa pihak:

#Nasabah

  • Nasabah dapat dengan mudah melakukan transaksi non-tunai, seperti transfer dan pembayaran.
  • Meningkatkan keamanan dan efisiensi pengelolaan keuangan.
  • Untuk nasabah yang menempatkan dana dalam bentuk deposito, giral memberikan manfaat berupa bunga yang dibayarkan oleh bank sebagai imbal hasil atas simpanan tersebut.

#Bank

  • Bank dapat menggunakan dana yang disimpan dalam bentuk giral untuk memberikan pinjaman atau investasi lainnya.
  • Transaksi non-tunai dapat mengurangi biaya operasional bank terkait dengan pemrosesan dan keamanan uang fisik.
  • Bank dapat mengelola likuiditas dengan lebih baik karena giral memungkinkan mereka mengatur aliran dana secara lebih fleksibel, terutama dalam hal rekening giro.

#Pemerintah

  • Penggunaan giral menciptakan jejak transaksi yang dapat membantu pemerintah dalam memantau aktivitas ekonomi, mengukur pertumbuhan ekonomi, dan merencanakan kebijakan fiskal.
  • Pemerintah dapat memonitor dan mengendalikan suplai uang, yang dapat berpengaruh pada tingkat inflasi di negara tersebut.
  • Menciptakan transparansi dalam sistem keuangan, memudahkan pemerintah dalam melakukan audit, pengawasan, dan perencanaan keuangan secara lebih efektif.

Kesimpulan

Dapat disimpulkan jika uang giral memberikan sejumlah dampak pada perekonomian negara, baik positif maupun negatif. Dari sisi positif, penggunaan uang ini mempercepat efisiensi transaksi, meningkatkan likuiditas bank, dan memberikan fleksibilitas finansial bagi nasabah.

Namun, dari sisi negatif, risiko keamanan digital, ketergantungan pada sistem elektronik, dan potensi kesenjangan akses dapat menjadi tantangan.

Oleh karena itu, pengembangan dan regulasi yang bijak diperlukan untuk memaksimalkan manfaat dan mengatasi risiko yang mungkin timbul seiring dengan peran giral dalam perekonomian.

10 Contoh Barang Bebas, Barang Ekonomi dan Perbedaannya
Dalam keseharian kita, terdapat berbagai macam barang yang dapat diakses dengan bebas tanpa adanya batasan atau pembatasan tertentu. Contoh barang
Baca Juga
Mengenal Indeks Harga Konsumen, Fungsi dan Informasi Lainnya
Indeks harga konsumen atau ihk adalah indeks yang mengukur harga rata-rata dari barang dan jasa yang dikonsumsi oleh masyarakat umum,
Baca Juga
ROE adalah Return on Equity, Begini Fungsinya Untuk Bisnis
ROE adalah singkatan dari Return on Equity, yakni salah satu dari jenis return yang biasa terjadi di perusahaan, dua jenis
Baca Juga
Pasar Monopolistik: Pengertian, Ciri, dan Contohnya, Lengkap!
Pasar monopolistik termasuk dalam pasar persaingan tidak sempurna, jenis pasar ini mulai hadir ketika tidak ditemukan rasa kepuasan terhadap sistem
Baca Juga
Jenis Kegiatan Ekonomi, Pelaku, serta Tujuan Kegiatan Ini
Setiap kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya ialah kegiatan ekonomi dan jenis kegiatan ekonomi ini ada beragam.
Baca Juga
Sistem Ekonomi Campuran: Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contoh
Sistem ekonomi campuran adalah suatu sistem yang menggabungkan aspek pemerintahan dan swasta dalam mengelola perekonomian suatu negara. Dalam sistem ini,
Baca Juga
Customer Service Bee

148rb+ Pengusaha Sudah Pakai Bee

"Operasional makin lancar, bisnis terkontrol dan mudah discale-up"
Hubungi Tim Bee sekarang untuk konsultasi GRATIS
Logo Bee Web
Software Akuntansi & Kasir No. 2 di Indonesia. Memudahkan Pemilik Bisnis dan Akuntan untuk mengerjakan dan menganalisa keuangan lebih cepat, mudah, dan akurat. Gratis Trial atau Demo Gratis dengan Tim Bee.
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Chat via WA
Alamat Kantor
Surabaya: Jl. Klampis Jaya 29J, SurabayaBandung: Ruang 59 - Jl. Surya Sumantri No.59, Sukawarna, Bandung
Jakarta: Jl. Mampang Prapatan VIII No. 3B, Jakarta Selatan (Sementara Tutup)
Copyright © 2024 Bee.id
magnifiercrossmenu