Logo Bee Web

Utang Wesel Adalah: Karakteristik, Jenis dan Contohnya

Utang wesel adalah bagian dari kewajiban perusahaan kepada pihak lain yang dibuktikan dengan janji tertulis, berikut ciri dan contohnya
Penulis: Lutfatul Malihah
Kategori:
Dipublish Tgl: Tuesday, 9 January 2024

Utang wesel adalah salah satu instrumen keuangan yang telah lama digunakan dalam dunia bisnis, utang jenis ini memiliki peran yang signifikan dalam memfasilitasi transaksi perdagangan dan kegiatan ekonomi.

Wesel sendiri merupakan surat perintah pembayaran yang dikeluarkan oleh pihak pembeli kepada penjual, memberikan jaminan pembayaran di masa mendatang.

Keberadaannya tidak hanya mencerminkan hubungan kepercayaan antara pelaku bisnis, tetapi juga memainkan peran penting dalam mengoptimalkan likuiditas perusahaan.

Apa itu Utang Wesel? Utang Wesel Adalah ...

Wesel Tagih Dan Wesel Bayar

Wesel adalah alat pembayaran piutang yang biasa digunakan dalam beberapa aktivitas, salah satunya saat berbisnis (Credit: Freepik.com)

Menurut Kasmir (2017) pengertian utang wesel adalah bagian dari kewajiban perusahaan atau bisnis kepada pihak lain yang dibuktikan dengan janji tertulis tanpa syarat tertentu untuk membayarkan sejumlah uang yang pada tanggal yang sudah ditentukan sebelumnya.

Bedanya dengan jenis utang yang lain, utang wesel dapat dijual oleh si pemegangnya, meskipun demikian nilai utang yang harus dibayar tidak berubah. Adapun dalam pencatatannya, utang wesel termasuk dalam akun hutang dagang.

Utang wesel dalam akuntansi juga bisa disebut dengan pinjaman yang dilakukan individu atau perusahaan menggunakan bukti secara tertulis, tanpa memerlukan syarat dan jaminan apapun baik untuk debitur atau kreditur.

Sederhananya, kelebihan utang wesel adalah jangka waktu pelunasan yang pendek yang akan menguntungkan kreditur, sehingga pengembalian dana juga akan semakin cepat, selain itu adanya bukti tertulis bisa menjanjikan rasa aman karena terikat secara hukum yang jelas.

Meskipun demikian, utang wesel juga memiliki kekurangan, salah satunya adalah risiko kredit, karena utang wesel bergantung pada kemampuan pembeli untuk memenuhi kewajiban pembayaran. Apabila pembeli mengalami kesulitan keuangan atau gagal membayar, penerbit wesel dapat menghadapi risiko tidak terbayarnya utang.

Baca Juga: Wesel Tagih Adalah Permintaan Bayaran Atas Utang

Perbedaan Utang Wesel dan Utang Usaha

Mengutip dari website mhcautomation.com, ada beberapa perbedaan utang wesel dan utang usaha, yakni:

1. Bentuk Kesepakatan

Perbedaan pertama utang wesel dan utang usaha dan utang wesel adalah dari bentuk kesepakatannya. Dimana utang wesel selalu dalam bentuk formal dan tertulis, melibatkan perjanjian dengan ketentuan lebih rinci, seperti syarat pembayaran. Sedangkan utang usaha lebih informal dan sering kali dalam bentuk kesepakatan verbal, terutama terkait dengan pengeluaran harian bisnis.

2. Syarat dan Ketentuan

Berikutnya adalah syarat dan ketentuan hutang, dimana syarat utang wesel mengandung rincian yang spesifik seperti periode jatuh tempo, tingkat bunga, jadwal pembayaran, dan klausa terkait pembayaran yang diatur sejak penandatanganan nota perjanjian.

Sedangkan untuk utang usaha jarang memiliki syarat tertentu, sering hanya mencantumkan tanggal jatuh tempo, biaya keterlambatan, dan mungkin diskon pembayaran cepat, tanpa spesifikasi kewajiban kepada kreditur.

3. Jangka Waktu Pembayaran

Sedangkan dari segi pembayaran utang wesel dapat dibayar dalam waktu satu tahun (utang jangka pendek) atau lebih dari satu tahun (utang jangka panjang). Berbeda dengan utang usaha yang harus dilunasi dalam waktu 12 bulan atau kurang.

4. Konversi dalam Buku Besar

Dalam buku besar utang wesel tidak dapat diubah menjadi utang usaha dan dianggap sebagai perjanjian yang tetap. Sedangkan utang usaha bisa diubah menjadi utang wesel jika perusahaan memerlukan waktu pembayaran lebih dari 12 bulan.

5. Penerima Pembayaran

Dari segi penerima pembayaran utang wesel berkaitan dengan pembelian aset atau pinjaman besar, sehingga penerima pembayaran umumnya adalah perusahaan kredit dan bank. Sedangkan utang usaha biasanya berasal dari pembelian kecil dan reguler, sehingga pemasok dan supplier umumnya menjadi penerima pembayaran.

6. Risiko

Perbedaan utang wesel dan utang usaha selanjutnya adalah dari segi resiko, dimana utang wesel memiliki resiko yang lebih tinggi, oleh karena itu dalam pembuatan perjanjian utang dicantumkan dan ditulis secara jelas mengenai syarat-syarat dan ditetapkannya.

Sedangkan untuk utang usaha dianggap rendah resiko karena terkait dengan pengeluaran umum dan banyak perusahaan baik dalam pembayaran tagihan dan memiliki kredit yang baik.

7. Jenis Kewajiban

Selanjutnya dari jenis kewajiban, dimana utang wesel dapat dicatat sebagai kewajiban jangka pendek atau jangka panjang tergantung pada periode pembayaran. Sedangkan, utang usaha akan dicatat sebagai kewajiban jangka pendek.

Karakteristik Utang Wesel

Ilustrasi Pebisnis Menghitung

Salah satu karakteristik utama dari utang wesel adalah jangka waktu pembayarannya (Credit: Freepik.com)

Berikut adalah beberapa karakteristik utang wesel:

1. Jangka Waktu

Utang wesel dapat memiliki jangka waktu yang bervariasi, baik jangka pendek (kurang dari satu tahun) maupun jangka panjang (lebih dari satu tahun), tergantung pada perjanjian yang dituangkan dalam promissory note.

2. Bunga

Jumlah bunga pada utang wesel biasanya ditentukan dalam promissory note. Bunga dapat dikenakan sesuai dengan persentase tertentu atas jumlah pokok dan berlaku selama periode tertentu.

3. Jaminan

Utang wesel dapat dijamin atau tidak dijamin. Jika dijamin, promissory note dapat mencantumkan aset atau properti yang dijadikan jaminan untuk memastikan pembayaran.

4. Penerbit

Penerbit utang wesel biasanya adalah pihak yang meminjamkan dana atau memberikan kredit. Contohnya bank, lembaga keuangan, atau individu yang memberikan pinjaman.

5. Jumlah Pokok

Jumlah pokok utang wesel mencakup jumlah utama yang dipinjamkan atau yang harus dibayar kembali. Ketentuan ini ditentukan dalam promissory note.

6. Tanggal Jatuh Tempo

Promissory note menetapkan tanggal jatuh tempo, yaitu waktu ketika utang wesel harus dilunasi atau pembayaran harus dilakukan. Tanggal ini dapat bersifat jangka pendek atau jangka panjang, sesuai dengan perjanjian.

7. Tempat Pembayaran

Tempat pembayaran utang wesel dapat ditentukan dalam promissory note. Pembayaran dapat dilakukan di bank tertentu atau lokasi lain yang disepakati oleh kedua belah pihak.

Jenis-Jenis Utang Wesel

Utang wesel dibedakan menjadi beberapa jenis, berikut diantaranya:

1. Utang Wesel Jangka Pendek

Jenis pertama adalah usaha wesel jangka pendek, yakni bentuk utang wesel yang memiliki jangka waktu pelunasan kurang dari satu tahun.Dalam konteks ini, perusahaan menerbitkan surat utang untuk membayar utang usaha yang jatuh tempo dalam waktu singkat.

Utang wesel jangka pendek sering kali digunakan untuk kebutuhan finansial sementara dan memberikan fleksibilitas bagi perusahaan dalam manajemen likuiditas.

2. Utang Wesel Jangka Panjang

Berbeda dengan jangka pendek untuk utang wesel jangka panjang adalah kewajiban pembayaran yang timbul dari peristiwa masa lalu dengan jangka waktu pelunasan lebih dari satu tahun.

Utang ini biasanya diterbitkan oleh perusahaan untuk membayar utang usaha yang telah jatuh tempo, utang wesel jangka panjang ini dapat dibagi menjadi dua kategori yakni, wesel tidak berbunga dan wesel berbunga, tergantung pada perhitungan diskonto.

Baca Juga: Diskonto Adalah: Jenis, Cara Kerja dan Manfaatnya

3. Utang Wesel Bunga Tetap

Selanjutnya adalah utang wesel bunga tetap, yakni utang yang merujuk pada surat utang yang memiliki tingkat bunga yang tetap sepanjang masa berlakunya utang.

Dalam konteks ini, perusahaan dan kreditur menetapkan tingkat bunga yang akan diterapkan pada jumlah pokok utang sejak awal perjanjian.

Jenis utang ini memberikan kepastian terkait pembayaran bunga selama masa berlakunya utang, yang memungkinkan perusahaan untuk melakukan perencanaan keuangan yang lebih stabil.

4. Utang Wesel Bunga Mengambang

Sebaliknya, utang wesel bunga mengambang memiliki tingkat bunga yang dapat berubah sesuai dengan kondisi pasar atau indeks tertentu.

Tingkat bunga pada utang ini dapat disesuaikan secara periodik berdasarkan faktor-faktor ekonomi yang relevan. Utang wesel bunga mengambang memberikan fleksibilitas yang lebih besar.

Khususnya dalam menghadapi fluktuasi suku bunga, tetapi juga melibatkan tingkat ketidakpastian terkait dengan pembayaran bunga yang mungkin berubah dari waktu ke waktu.

Contoh Utang Wesel dan Pencatatannya

Berikut beberapa contoh kasus utang wesel jangka panjang dan pendek:

# Contoh Utang Wesel Jangka Panjang

Pada tanggal 01 Jan 2024, PT. Selalu Sukses menyepakati perjanjian dengan Bank ABC untuk meminjam dana sebesar Rp420 juta dengan tingkat suku bunga 12% per tahun dan jatuh tempo pembayaran selama 3 tahun dengan termin pembayaran setiap 6 bulan sekali.

Dana yang diterima pada 01 Jan 2024, dan pada akhir bulan Agustus 2025, saat termin pembayaran pertama, jumlah yang harus dibayarkan dapat dihitung sebagai berikut:

  • Pokok Pinjaman (Setengah dari Jumlah Pinjaman): Rp420.000.000/6 = Rp70.000.000
  • Bunga Pinjaman (Suku Bunga Tahunan x Jumlah Pinjaman x Waktu Sejak Terakhir Bayar): Rp420.000.000 x 12% x 8/12 = Rp33.600.000

Sehingga, total pembayaran pada termin pertama (akhir Agustus 2025) adalah:

Rp70.000.000 + Rp33.600.000 = Rp 103.600.000

Contoh Utang Wesel Jangka Waktu Panjang

# Contoh Utang Wesel Jangka Pendek

Pada tanggal 10 Mei 2024, Bisnis Ritel 'Sukses Selalu' membutuhkan dana sebesar Rp150 juta untuk mendukung proyek ekspansi bisnisnya.

Mereka memutuskan untuk mendapatkan pinjaman dari Bank ABC dengan tingkat suku bunga pinjaman sebesar 6% per tahun. Sebagai bentuk perjanjian, Bisnis Ritel 'Sukses Selalu' menerbitkan utang wesel yang jatuh tempo pada tanggal 10 November 2024.

Dengan demikian, pada saat jatuh tempo, total jumlah yang harus dibayarkan oleh Bisnis Ritel 'Sukses Selalu' pada 10 November 2024 dapat dihitung sebagai berikut:

= Rp150.000.000 + (6%/2 x Rp150.000.000) = Rp159.000.000.

Contoh Utang Wesel Jangka Waktu Pendek

Jadi, pada tanggal jatuh tempo, Bisnis Ritel 'Sukses Selalu' harus membayar kembali pinjaman sebesar Rp159 juta kepada Bank ABC, termasuk bunga yang telah dihitung sesuai dengan tingkat suku bunga pinjaman yang telah disepakati.

KESIMPULAN

Utang wesel adalah instrumen keuangan yang digunakan untuk mendokumentasikan perjanjian peminjaman antara pemberi pinjaman dan peminjam. Secara keseluruhan, utang wesel memberikan kerangka perjanjian tertulis yang menyeluruh, mencatat jumlah pokok, suku bunga, dan tenggat waktu pembayaran, memberikan kejelasan dan transparansi dalam proses pinjaman.

Pakai Beecloud Mudah Kontrol Hutang Dan Piutang Untuk Mengelola Kondisi Arus Kas Usaha

Untuk Anda yang ingin kelola utang dan piutang dagang lebih terkontrol bisa menggunakan software akuntansi online Beecloud, dengan Beecloud Anda dapat secara efisien memantau dan merekam setiap transaksi utang wesel serta piutang dagang.

Memungkinkan pelacakan yang akurat terhadap setiap kewajiban dan pembayaran. Fitur-fitur seperti pencatatan otomatis, laporan keuangan real-time, dan kemudahan akses melalui platform online membuat proses manajemen keuangan lebih efektif.

Klik banner di atas untuk informasi lebih lengkap dan dapatkan penawaran khusus uji coba khusus pengguna pertama!

General Ledger, Bukti Akurat Detail Keuangan Perusahaan
Tahukah Anda mengapa banyak tempat usaha kecil bisa berkembang menjadi kelas menengah hingga besar tetapi perusahaan besar berbalik pailit atau
Baca Juga
Laporan Keuangan Neraca: Komponen, Cara Membuat, dan Contohnya
Dalam ranah akuntansi, dikenal istilah laporan keuangan neraca. Laporan ini adalah salah satu dari beberapa jenis laporan keuangan. Laporan ini
Baca Juga
Neraca Keuangan Perusahaan, Pokok Vital Penentuan Kebijakan
Sebuah perusahaan baik yang masih berkembang atau yang telah maju wajib memiliki neraca keuangan yang dilaporkan setiap bulannya. Neraca keuangan
Baca Juga
Panduan Lengkap Jurnal Umum dan Cara Membuatnya
Jurnal umum adalah salah satu instrumen keuangan yang vital dalam proses pencatatan transaksi bisnis. Dengan fungsi utamanya sebagai catatan resmi
Baca Juga
5 Perbedaan Hutang dan Piutang dalam Keuangan Bisnis
Halo, Pebisnis! Dalam mengelola bisnis, penting bagi Anda untuk memahami konsep keuangan yang mendasar, salah satunya adalah hutang dan piutang.
Baca Juga
Harga Pokok Produksi: Unsur, Metode, dan Cara Membuatnya
Untuk Usaha Kecil Menengah (UKM) menentukan harga pokok produksi sangat penting di mana salah satu manfaatnya yaitu untuk menentukan harga
Baca Juga
Customer Service Bee

148rb+ Pengusaha Sudah Pakai Bee

"Operasional makin lancar, bisnis terkontrol dan mudah discale-up"
Hubungi Tim Bee sekarang untuk konsultasi GRATIS
Logo Bee Web
Software Akuntansi & Kasir No. 2 di Indonesia. Memudahkan Pemilik Bisnis dan Akuntan untuk mengerjakan dan menganalisa keuangan lebih cepat, mudah, dan akurat. Gratis Trial atau Demo Gratis dengan Tim Bee.
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Chat via WA
Alamat Kantor
Surabaya: Jl. Klampis Jaya 29J, SurabayaBandung: Ruang 59 - Jl. Surya Sumantri No.59, Sukawarna, Bandung
Jakarta: Jl. Mampang Prapatan VIII No. 3B, Jakarta Selatan (Sementara Tutup)
Copyright © 2024 Bee.id
magnifiercrossmenu