Logo Bee Web

Persona Adalah: Komponen, dan Manfaatnya dalam Pemasaran

Buyer persona adalah alat yang berguna untuk membantu dalam menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih personal. Simak selengkapnya disini
Penulis: Lutfatul Malihah
Kategori: ,
Dipublish Tgl: Monday, 7 August 2023

Dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif, pemahaman mendalam tentang target audiens menjadi salah satu faktor penting dalam mencapai kesuksesan.  Salah satu alat yang efektif untuk mendekati hal ini adalah dengan menggunakan buyer persona atau perwakilan fiktif dari segmen pelanggan yang potensial.

Persona ini kerap diterapkan dalam proses pemasaran agar lebih mudah dalam mendekati konsumen. Simak pengertian, komponen, dan manfaat dari persona dalam konteks bisnis pada artikel di bawah ini:

Pengertian Persona Adalah

Cara Memahami Buyer Persona

Persona adalah gambaran 'imajinasi' konsumen ideal (Credit: Freepik.com)

Persona dalam konteks bisnis adalah gambaran khas dan terperinci dari konsumen ideal atau calon pelanggan yang diidentifikasi berdasarkan data yang dikumpulkan dari riset pasar, analisis data, dan wawancara langsung.

Pembentukan persona bertujuan untuk menggambarkan karakteristik demografis, perilaku, preferensi, dan kebutuhan mereka secara lebih mendalam.

Dengan memiliki gambaran yang jelas tentang persona, bisnis dapat merancang strategi pemasaran yang lebih efektif dan berfokus pada kebutuhan pelanggan potensial mereka.

Dalam praktik pemasaran istilah ini dinamakan dengan buyer persona. Buyer Persona adalah alat pemasaran yang digunakan untuk menciptakan gambaran yang jelas dan terperinci tentang calon pelanggan ideal atau target audiens suatu bisnis

Baca Juga: Mengenal Buyer Persona, Elemen, Manfaat dan Cara Membuatnya

Fungsi Penting Buyer Persona dalam Pemasaran Produk

Mengapa buyer persona menjadi penting dalam strategi pemasaran? Berikut penjelasannya:

1. Membantu Mengenali Siapa Calon Pelanggan

Buyer persona membantu bisnis untuk benar-benar memahami siapa calon pelanggan mereka. Dengan mengetahui karakteristik, kebutuhan, dan masalah yang dihadapi target audiens, bisnis dapat menciptakan produk, layanan, dan kampanye pemasaran yang lebih relevan dan efektif.

2. Pengenalan Peluang Pasar

Manfaat berikutnya adalah mengenali peluang pasar, dimana melalui proses pembuatan buyer persona, bisnis dapat mengidentifikasi peluang pasar yang belum tergarap.

Dengan memahami secara rinci kebutuhan dan keinginan calon pelanggan, bisnis dapat mengembangkan produk atau layanan baru yang sesuai dengan permintaan pasar.

3. Penentuan Strategi Pemasaran yang Tepat

Berikutnya dengan mengetahui saluran komunikasi dan media sosial yang sering digunakan oleh buyer persona, bisnis dapat mengarahkan sumber daya pemasaran mereka secara efektif. Hal ini membantu menghindari pemborosan sumber daya pada saluran yang kurang relevan.

4. Personalisasi Pengalaman Pelanggan

Buyer persona memungkinkan bisnis untuk menyajikan pengalaman yang lebih personal dan menyenangkan bagi calon pelanggan. Dengan mengetahui preferensi dan kebiasaan mereka, bisnis dapat menyediakan solusi yang lebih sesuai dengan kebutuhan individu.

Komponen Utama Buyer Persona

Persona adalah

Dalam membuay buyer persona secara umum harus memiliki beberapa komponen penting dibawah ini (Credit: Freepik.com)

Pembuatan buyer persona melibatkan beberapa komponen utama berikut diantaranya:

1. Nama

Pertama ada nama, nama adalah bagian dari elemen yang mempersonalisasikan buyer persona. Memberikan nama pada persona membantu dalam memberikan identitas dan memudahkan dalam berbicara tentangnya.

Contoh: Sarah "Si Pencari Inspirasi" - Seorang wanita berusia 28 tahun yang sangat antusias dalam mencari ide-ide kreatif untuk proyek seni dan desainnya.

2. Foto

Kemudian, dalam menerapkan buyer persona perlu menyertakan foto dalam buyer persona meningkatkan pemahaman visual tentang calon pelanggan dan membuatnya terasa lebih nyata.

Contoh: Menampilkan foto seorang wanita dengan senyuman cerah, tengah berdiri di depan kanvas kosong dengan palet cat dan kuas di tangannya, sesuai dengan karakteristik seorang sarah

3. Usia

Mengetahui usia buyer persona membantu dalam memahami fase hidup dan preferensi mereka yang relevan dengan kelompok usia tersebut. Contoh: Sarah memiliki usia antara  25-30 tahun.

4. Alamat atau Lokasi Tempat Tinggal

Informasi tentang lokasi tempat tinggal membantu dalam memahami konteks geografis dan budaya pelanggan potensial. Contoh: Tinggal di kota metropolitan besar, seperti New York City.

5. Pekerjaan

Komponen buyer persona selanjutnya adakah mengetahui pekerjaan buyer persona membantu dalam memahami kebutuhan, masalah, dan keinginan yang relevan dengan lingkungan kerjanya. Contoh: Seorang desainer grafis yang bekerja secara freelance.

6. Tujuan (Goals)

Komponen tujuan ini adalah apa yang ingin dicapai oleh buyer persona, baik dalam aspek pribadi maupun profesional. Contoh: Tujuan Sarah adalah menjadi seorang desainer grafis terkenal dengan karyanya yang menginspirasi banyak orang.

7. Gain Points (Poin Keuntungan)

Selanjutnya adalah gain points, Ini merujuk pada manfaat atau hal positif yang dicari oleh buyer persona ketika menggunakan produk atau layanan.

Contoh: Sarah mencari platform desain yang menyediakan beragam template dan alat kreatif untuk membantunya mengembangkan karya seni yang unik tanpa batasan.

Pada dasarnya komponen buyer persona tidak memiliki acuan khusus, sebab komponen bisa disesuaikan dengan kebutuhan bisnis masing-masing.

Cara Menentukan Buyer Persona

Berikut ini langkah-langkah dalam menentukan buyer persona:

Menentukan Buyer Persona adalah langkah penting dalam strategi pemasaran yang efektif. Berikut adalah langkah-langkah lengkap beserta penjelasan untuk menentukan Buyer Persona:

1. Riset dan Mengumpulkan Data yang Relevan

Langkah pertama dalam menentukan buyer persona adalah dengan mengumpulkan data dan informasi tentang calon pelanggan Anda dari berbagai sumber.

Termasuk survei, data pelanggan yang ada, analisis pasar, wawancara langsung, atau data demografis dari industri terkait. Data ini akan menjadi dasar untuk memahami calon pelanggan Anda dengan lebih mendalam.

2. Identifikasi Segmen Pelanggan Utama

Tentukan segmen pelanggan utama yang paling relevan dengan produk atau layanan Anda. Misalnya, jika Anda menjual produk kesehatan, Anda mungkin memiliki segmen pelanggan seperti ibu rumah tangga yang peduli dengan kesehatan keluarga atau atlet yang berfokus pada nutrisi dan kebugaran.

3. Identifikasi Ciri-Ciri Umum

Carilah pola dan kesamaan dalam data yang telah Anda kumpulkan. Identifikasi ciri-ciri umum dari calon pelanggan dalam setiap segmen, seperti usia, jenis kelamin, pendapatan, pekerjaan, atau kebiasaan pembelian.

4. Buat Profil Buyer Persona

Kemudian, berdasarkan data yang telah Anda kumpulkan dan ciri-ciri umum yang telah diidentifikasi, buatlah profil buyer persona untuk setiap segmen pelanggan.

Profil ini harus mencakup informasi lengkap tentang calon pelanggan, seperti nama, usia, pekerjaan, lokasi tempat tinggal, tujuan, hambatan, sikap terhadap merek, dan lain-lain.

5. Berikan Nama dan Gambaran Visual

Berikan nama pada setiap buyer persona untuk memberikan identitas yang lebih nyata. Selain itu, tambahkan gambaran visual berupa foto atau ilustrasi yang mencerminkan karakteristik persona tersebut.

Kemudian jelaskan tujuan utama dari masing-masing buyer persona, apa yang mereka coba capai, dan tantangan apa yang dihadapi dalam mencapai tujuan tersebut. Ini membantu Anda dalam memahami kebutuhan dan masalah yang relevan dengan setiap persona.

6. Identifikasi Poin Keuntungan

Jika proses sebelumnya sudah dilakukan, lanjutkan dengan menentukan poin keuntungan atau manfaat yang dicari oleh setiap buyer persona ketika menggunakan produk atau layanan Anda. Poin ini akan membantu Anda dalam mengarahkan strategi pemasaran dan penjualan untuk setiap persona.

7.  Verifikasi dengan Data Riil

Pastikan profil buyer persona yang telah Anda buat sejalan dengan data riil dan wawancara yang Anda lakukan. Jika diperlukan, lakukan penyesuaian untuk memastikan representasi persona seakurat mungkin.

Setelah buyer persona selesai dibuat, gunakan informasi yang telah Anda kumpulkan untuk mengarahkan strategi pemasaran Anda. Sesuaikan pesan pemasaran, saluran komunikasi, dan taktik pemasaran dengan kebutuhan dan preferensi masing-masing buyer persona.

Kesimpulan

Menerapkan persona dalam bisnis adalah langkah strategis yang dapat membawa berbagai manfaat. Dengan memahami secara mendalam karakteristik, kebutuhan, dan preferensi calon pelanggan.

Konteks persona tidak jauh dari istilah buyer persona, yakni sebuah alat yang berguna untuk membantu dalam menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih personal, meningkatkan retensi pelanggan, dan mengidentifikasi peluang pasar yang belum tergarap.

Pastikan jika Anda benar-benar mengenali siapa konsumen Anda sehingga lebih mudah dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi mereka. Ngomong-ngomong soal pelayanan yang baik Anda bisa menggunakan software kasir online Beepos. Mudahkan Anda dalam memberikan program layanan yang akan meningkatkan penjualan.

Mulai dari program promo, mambeship, berbagai metode pembayaran kekinian dan praktis serta masih banyak lagi. Oh iya paling penting lagi, terintegrasi software pembukuan. Bukan hanya pelanggan saja yang Akan dimudahkan tapi juga Anda. Dapatkan segra gratis uji coba TERBATAS hanya untuk Anda pengguna pertama. Cek selengkapnya pada banner di bawah ini:

Beepos Bisa Bikin Usaha Anda Makin Modern Dan Kekinian Dengan Fitur Pembayaran E Wallet

Mengetahui Bentuk-Bentuk Pasar dan Contohnya
Pasar adalah tempat bertemunya penawaran dan permintaan untuk barang dan jasa. Dalam ekonomi, pasar sendiri dibedakan menjadi beberapa jenis salah
Baca Juga
5+ Konsep Pelayanan Prima jadi Kunci Gaet Pelanggan
Berbagai bidang industri/bisnis pasti memproduksi produk maupun jasa untuk pelanggan. Ketika berhubungan dengan pelanggan, pastikan untuk menerapkan konsep pelayanan prima
Baca Juga
Brand Adalah dan Cara Membangun Brand Yang Kuat
Anda mungkin sudah sering mendengar istilah "brand" yang sering dilontarkan akhir-akhir ini, tetapi apa arti brand adalah sebenarnya? Dan yang
Baca Juga
Working Capital: Komponen, Cara Menghitung dan Strateginya
Keberhasilan suatu bisnis tidak hanya ditentukan oleh seberapa baik produk atau layanan yang ditawarkan, tetapi juga seberapa kuat fondasi keuangannya.
Baca Juga
Ciri-Ciri Pasar Modern, Contoh & Perbedaan Pasar Tradisional
Pasar modern menjadi suatu fenomena yang semakin mendominasi pemandangan ekonomi di berbagai negara. Bagi mereka yang terbiasa dengan istilah ini,
Baca Juga
7+ Tips Memberi Nama Toko yang Bagus dan Mudah Diingat
Anda sedang bingung mencari nama toko yang bagus buat bisnis? Nama apa yang cocok digunakan, bagaimana tips memilih nama, semuanya
Baca Juga
Customer Service Bee

148rb+ Pengusaha Sudah Pakai Bee

"Operasional makin lancar, bisnis terkontrol dan mudah discale-up"
Hubungi Tim Bee sekarang untuk konsultasi GRATIS
Logo Bee Web
Software Akuntansi & Kasir No. 2 di Indonesia. Memudahkan Pemilik Bisnis dan Akuntan untuk mengerjakan dan menganalisa keuangan lebih cepat, mudah, dan akurat. Gratis Trial atau Demo Gratis dengan Tim Bee.
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Chat via WA
Alamat Kantor
Surabaya: Jl. Klampis Jaya 29J, SurabayaBandung: Ruang 59 - Jl. Surya Sumantri No.59, Sukawarna, Bandung
Jakarta: Jl. Mampang Prapatan VIII No. 3B, Jakarta Selatan (Sementara Tutup)
Copyright © 2024 Bee.id
magnifiercrossmenu