Web Logo Bee
Penulis: Lutfatul Malihah

Cara Menghitung HPP (Harga Pokok Penjualan) Mudah, Lengkap

Kategori: ,
Dipublish Tgl: Thursday, 29 December 2022

Cara menghitung HPP atau harga pokok penjualan seharusnya menjadi hal wajib yang diketahui oleh para pebisnis, untuk mendapatkan bisnis yang stabil dan menguntungkan.

Untuk menghitung harga pokok penjualan ini ada beberapa cara yang bisa dilakukan, namun dengan faktor penentu yang biasanya sama yakni biaya variabel dan biaya tetap. Informasi selengkapnya simak di bawah ini:

Apa itu HPP (Harga Pokok Penjualan)?

Cara Menghitung Hpp (harga Pokok Penjualan)

Perhitungan HPP Akan Mempengaruhi Keuangan Bisnis (Sumber: Freepik.com)

Harga pokok penjualan atau HPP adalah jumlah pengeluaran dan beban yang dikeluarkan secara langsung atau tidak langsung untuk menghasilkan produk baik berupa barang atau jasa. HPP ini bisa meliputi biaya bahan baku, tenaga kerja hingga overhead.

Sebuah bisnis harus mampu menentukan harga pokok penjualannya pada semua produk yang ditawarkan, guna mendapatkan keuntungan yang optimal sehingga bisnis yang dijalankan bisa berjalan dengan lancar.

Menghitung harga pokok penjualan tidak bisa dilakukan sembarangan, selain biaya yang dikeluarkan untuk menentukan harga pokok juga perlu memperhatikan siapa target pasar yang akan dituju.

Cara mencari hpp terbilang susah-susah gampang, namun cukup sederhana. Meskipun demikian, dampak yang akan ditimbulkan tidak bisa dibilang biasa-biasa saja. Karena salah perhitungan HPP bisa menyebabkan kerugian bisnis.

Biaya yang bisa dikategorikan masuk ke dalam perhitungan hpp adalah setiap biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk memproduksi sebuah produk yang mereka tawarkan.

Seperti, biaya produksi, biaya impor, assembly dan beberapa biaya lain yang berkaitan dengan proses produksi. Dengan adanya penentuan harga pokok produksi ini maka perusahaan bisa mencatat secara detail setiap pengeluaran yang dibutuhkan, sehingga bisa meminimalisir kerugian.

Komponen Perhitungan HPP (Harga Pokok Penjualan)

Sebelum melakukan harga pokok penjualan perlu menyiapkan beberapa komponen perhitungannya terlebih dahulu, diantaranya:

1. Persediaan Awal Barang

Komponen pertama yang perlu disiapkan pertama adalah data mengenai persediaan barang dari proses periode pembukuan sebelumnya. Data persediaan awal ini bisa menjadi tolak ukur perhitungan modal yang dibutuhkan dalam proses produksi berikutnya.

Persediaan awal barang ini bisa dikatakan sebagai sisa produk dari barang dari periode sebelumnya yang bisa digunakan kembali untuk periode saat ini.

Contohnya, toko A pada ingin menyetok ulang barang dagangannya, sebut saja minyak sedangkan pada bulan lalu toko A masih memiliki 10 minyak dengan merek dan jenis yang sama. 10 minyak dari bulan lalu inilah yang dimaksud dengan persedian awal barang.

2. Persediaan Akhir Barang

Sebaliknya, sedangkan persediaan akhir barang bisa dikatakan sebagai persediaan yang tersedia di periode akhir perusahaan, untuk memperoleh data ini seorang pengusaha bisa memperoleh data ini ketika mengolah data perusahaan di akhir periode.

3. Pembelian Bersih

Komponen berikutnya adalah pembelian harga bersih, yang merupakan sebuah usaha dan upaya yang dilakukan oleh pebisnis untuk membeli produk dengan cara tunai maupun kredit.

Biaya pembelian bersih ini bisa dihitung dari "Biaya Angkut Pembelian - Biaya Potongan dan Retur Pembelian"

Ada beberapa unsur yang termasuk dalam biaya pembelian bersih, diantaranya:

  • Pembelian kotor
  • Pengurangan harga
  • Retur pembelian
  • Potongan pembelian

Cara Menghitung HPP dengan Mudah Anti Ribet

Cara Menghitung Hpp

Ilustrasi Pebisnis Menghitung HPP (Harga Pokok Penjualan) dalam Satu Periode (Sumber: Freepik)

Secara umum ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk menghitung HPP, cara ini bisa dipilih salah satu sesuai dengan kebutuhan masing-masing, berikut cara menghitung hpp lengkap dengan rumus hpp-nya:

1. LIFO

Cara menghitung HPP yang pertama adalah LIFO  atau Last In First Out, yang artinya persediaan akhir yang masuk adalah barang yang pertama kali dicatat sebagai barang yang dijual.

2. FIFO

Berikutnya yang bisa dilakukan untuk menghitung HPP adalah dengan menggunakan FIFO atau First In First Out, artinya barang yang dibeli di awal maka akan dijual lebih awal juga, sehingga jika ada transaksi penjualan maka harga pokok akan dinilai dari barang yang dibeli lebih awal.

3. Average

Seperti artinya cara menghitung HPP ini dilakukan dengan mengambil harga pokok rata-rata, dimana harga pokok penjualan barang yang dijual dan produksi akan dibebankan keseluruhan dengan harga pokok rata-rata. Caranya adalah dengan membagi jumlah barang perolehan dengan jumlah jumlah barangnya.

4. Laba Kotor

Selain dengan menggunakan ketiga cara diatas, cara menghitung HPP bisa dilakukan dengan melakukan perhitungan laba kotor.

Berdasarkan jurnal karya Arif Bijaksana menjelaskan jika metode laba kotor ini bisa menaksir HPP persediaan barang dagangan pada akhir periode. Dengan beberapa tahapan berikut ini:

  • Pertama, menentukan persentase laba kotor dari penjualan bersih dalam periode pelaksanaan penaksiran nilai dari persediaan barang.
  • Dengan cara mengurangkan persentase 100% dengan persentase laba kotor dari periode sebelumnya ketika melakukan penaksiran nilai persediaan barang.
  • Hasilnya pengurangan akan dikalikan dengan jumlah bersih aktual pada periode pelaksanaan penaksiran nilai persediaan barang.

Baca Juga: 4 Tahap dan Cara Mudah Menghitung Harga Pokok Produksi

5. Persediaan Eceran

Berikutnya adalah cara menghitung HPP dengan menggunakan metode persediaan eceran yang didasari oleh hubungan harga pokok penjualan barang yang disediakan untuk dijual eceran, yang mengandung dua komponen utama dari nilai penjualan yakni HPP dan laba kotor.

Metode ini sering digunakan untuk toko atau perusahaan ritel untuk menghitung hpp dari persediaan barang dagangannya pada satu periode akuntansi dan jika manajemen membutuhkan data.

Ada beberapa tahapan yang bisa dilakukan dalam menghitung HPP persediaan eceran, diantaranya:

  • Menentukan persentase dari harga pokok sebuah barang dagangan yang akan dijual dengan harga eceran.
  • Rumus: (Nilai harga pokok barang barang dagangan yang tersedia/ nilai harga eceran) x 100%.
  • Menghitung jumlah nilai dari persediaan barang dagangan pada akhir periode.
  • Mengalikan hasil dari presentasi dengan nilai persediaan barang dagang akhir. Guna mengetahui dan memperoleh nilai harga pokok barang dagangan akhir.

Penggunaan metode persediaan eceran untuk menaksir HPP dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:

Cara Menghitung HPP Perusahaan Jasa

Rumus HPP yang ditetapkan untuk menghitung harga pokok penjualan pada perusahaan jasa sedikit berbeda dengan jenis perusahaan lainnya.

Karena perusahaan jasa pada umumnya tidak memiliki barang fisik yang muncul dan dihitung laba ruginya.

Komponen-Komponen HPP pada Perusahaan Jasa

  • Biaya bahan baku, pada dasarnya perusahaan jasa tidak mengenal komponen bahan baku karena jasa tidak menghasilkan sebuah barang/ produk.
  • Biaya tenaga kerja langsung, contoh membayar seorang pekerja lepas untuk sebuah proyek tertentu.
  • Biaya pengiriman, hal ini bisa saja dibutuhkan contohnya saja ketika perusahaan jasa akan mengirimkan dokumen dan sejenisnya.
  • Biaya marketing, contoh paling dasar yang menggambarkan biaya marketing adalah biaya iklan atau upah karyawan pemasaran.

Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) Perusahaan Jasa

Berikut gamparan sederhana perhitungan HPP perusahaan jasa yang digambarkan dalam sebuah perusahaan jasa ukir kayu.

- Biaya tenaga kerja: 6 karyawan dengan upah Rp100.000/ jam

- Biaya Transportasi: 2 truk dengan jarak 250 km = 500 km, total Rp1.000.000

- Biaya Marketing: 20% total nilai proyek

Sehingga:

  1. Total jumlah nilai proyek (12 jam/ hari) = Rp. 5.000.000/12 jam sehingga total per jam senilai: Rp. 416.666/ jam.
  2. BKL = total karyawan x pegawai / 12 jam = Rp. 50.000/ jam
  3. Biaya Transportasi= Rp. 1.500.000/ 12 jam = Rp. 125.000
  4. Marketing =  20% x Rp. 2.000.000 = Rp. 400.000/ 12 jam = Rp. 33.333
  5. Sehingga total biaya COR/ unit = Rp50.000 + Rp. 125.000 + Rp. 33.000 = Rp. 208.333
  6. Total laba kotor: Rp. 416.000 - Rp. 208.333 = Rp. 207.667

Rumus HPP untuk Perusahaan Manufaktur

Untuk menghitung harga pokok produksi (HPP) ada beberapa rumus yang dibutuhkan, dalam hal ini adalah perusahaan manufaktur. Berikut rumus perhitungan HPP pada perusahaan manufaktur:

Baca Juga: 3 Rumus Mencari HPP di Perusahaan Manufaktur

1. Perhitungan Bahan Baku

Rumus HPP Biaya Bahan Baku = (Persediaan Awal Bahan Baku + Persediaan Awal Bahan Baku) – Persediaan Akhir Bahan Baku

2. Perhitungan Biaya Produksi

Rumus HPP Total Biaya Produksi = Bahan Baku + Biaya Tenaga Kerja Langsung + Biaya Overhead Produksi

3. Perhitungan Harga Pokok Produksi

Rumus Harga Pokok Produksi = Total Biaya Produksi + Persediaan Awal Barang - Persediaan akhir Barang

4. Perhitungan Bahan Baku

Rumus Perhitungan bahan Baku = Persediaan Awal Bahan Baku + Pembelian Bahan Baku - Persediaan Akhir Barang Baku

5. Menghitung Total Biaya Produksi

Rumus Perhitungan Biaya Produksi = Bahan Baku yang Digunakan + Biaya Tenaga Kerja Langsung + Biaya Overhead Produksi

6. Menghitung Harga Pokok Produksi

Rumus Harga Pokok Produksi = Total Biaya Produksi + Persediaan Awal Barang - Persediaan Akhir Barang

7. Menghitung Harga Pokok Penjualan

Rumus HPP = Harga Pokok Produksi + Persediaan Awal Barang Jadi - Persediaan Akhir Barang Jadi

Agar Anda lebih mudah mengontrol dan menentukan HPP produk yang dijual, coba gunakan software akuntansi Beeaccounting. Anda tidak perlu lagi menghitung hpp manual lagi.

22 Des Cta Ba

Sistem perhitungan HPP pada Beeaccounting menggunakan metode average. Cara pakainya sederhana, Anda hanya perlu masukkan data lalu HPP akan otomatis muncul dengan mudah.

Tidak perlu khawatir takut bingung, karena tim support akan siap siaga membantu permasalahan Anda dalam jam kerja. Informasi selengkapnya bisa klik pada banner di bawah ini.

Anggaran Adalah: Pengertian, Klasifikasi, Jenis dan Manfaat
Anggaran adalah salah satu topik yang perlu dibahas karena perannya sangat penting bagi beberapa orang. Khususnya para pengusaha yang saat […]
Baca Juga
Apa Itu Scan Produk dan Mengapa Penting Bagi Bisnis Anda?
Berbicara tentang scan produk, apa yang terlintas dalam benak Anda? Apakah sebuah kode batang yang terdapat pada produk belanjaan Anda? […]
Baca Juga
Contoh Neraca Lajur untuk Memudahkan Penyusunan Laporan Keuangan
Membahas dunia akuntansi tentu tidak akan habisnya. Bahkan jenis neraca saja banyak ada neraca pembayaran, neraca saldo bahkan ada neraca […]
Baca Juga

148rb+ Pengusaha Sudah Pakai Bee

"Operasional makin lancar, bisnis terkontrol dan mudah discale-up"
Hubungi Tim Bee sekarang untuk konsultasi GRATIS
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Kontak
No. GSM klik bawah ini
Logo GSM Telp
Alamat Kantor
Surabaya: Jl. Klampis Jaya 29J, SurabayaBandung: Aer Space - Jl. Karang Tinggal No. 41B, Bandung
Jakarta: Jl. Mampang Prapatan VIII No. 3B, Jakarta Selatan (Sementara Tutup)
Copyright © 2023 Bee.id
magnifiercrossmenu