🎉 Promo Spesial Ritel, Dapatkan Disc. Rp. 750.000
00
Hari
:
00
Jam
:
00
Menit
:
00
Detik
Logo Bee Web

Contoh Buku Besar dan Tata Cara Pembuatannya

Untuk mempermudah proses pencatatan laporan keuangan seorang akuntan perlu mengetahui terlebih dahulu contoh buku besar atau general ledger.
Penulis: Rizal Arisona
Kategori:
Dipublish Tgl: Monday, 27 February 2023

Untuk seseorang yang sudah lama terjun ke dalam dunia bisnis tentunya sudah tidak asing lagi dengan contoh buku besar  atau general ledger. Buku Besar sendiri mempunyai peranan yang sangat kursial bagi sebuah bisnis. Hal itu dikarenakan buku itu berisi tentang akun.

Nantinya akun-akun di dalam buku besar itu mempunyai fungsi untuk meringkas transaksi yang telah ditulis sebelumnya pada sebuah jurnal. Oleh karena itu di dalam pembuatannya tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Lantas bagaimana cara membuat buku besar itu?.

Apa itu Buku Besar?

Buku Besar atau bisa disebut general ledger merupakan buku yang didalamnya merangkum tentang perubahan akun pada suatu bisnis. Perubahan akun itu bisa terjadi dikarenakan adanya kegiatan transaksi keuangan. Pada siklus akuntansi sendiri buku besar ini mempunyai peranan sangat penting.

Hal itu dikarenakan tanpa adanya buku besar untuk menelusuri perubahan yang terjadi pada akun aktiva, modal dan kewajiban akan terasa sulit. Umumnya buku besar ini digunakan oleh perusahaan untuk membuat sebuah laporan keuangan  seperti neraca dan laporan laba rugi.

Di mana acuan yang digunakan untuk membuat laporan keuangan pada contoh buku besar di neraca itu adalah  akun-akun riil seperti utang usaha, modal dan kas. Sementara bentuk laporan laba rugi akan mengacu pada akun nominal misalnya pendapatan, penjualan.

Perlu diketahui bahwa jumlah buku besar yang dibutuhkan oleh setiap perusahaan itu antara satu dengan lainnya akan berbeda. Hal itu bisa terjadi dikarenakan adanya beberapa faktor yang mempengaruhinya seperti jenis keuangan, aset yang dimiliki dan volume transaksi.

Jenis-Jenis Buku Besar

Sebelum melanjutkan pembahasan tentang contoh buku besar, alangkah baiknya Anda mengetahui terlebih dahulu jenis-jenis dari buku besar tersebut. Di mana berdasarkan luas informasinya buku besar itu dikelompokkan menjadi dua seperti berikut.

1. Buku Besar Umum

Buku Besar Akuntansi

Contoh Buku Besar

Jenis buku besar umum atau general ledger Umum merupakan jenis buku besar yang di dalamnya berisi tentang rangkuman semua perubahan pada akun tertentu di siklus akuntansi. Sama halnya dengan namanya informasi yang disajikan pada buku besar jenis ini mempunyai sifat umum bagi akun.

Sedangkan untuk informasinya  yang terdapat pada contoh besar akuntansi bersumber dari jurnal umum yang dimiliki oleh setiap akun. Adapun informasi yang berasal dari jurnal umum itu seperti kas, piutang usaha, perlengkapan, penjualan, modal dan pendapatan.

2. Buku Besar Pembantu

Buku besar Pembantu adalah jenis buku besar yang di dalamnya berisi  informasi lebih terperinci terkait akun di general ledger seperti rekening-rekening khusus tentang . Untuk buku besar pembantu ini dibedakan lagi menjadi 2, seperti berikut :

a. Buku Besar Pembantu Piutang Usaha

Bagi seorang pebisnis, general ledger pembantu ini sering disebut sebagai buku piutang khusus yang di dalamnya merangkum secara rinci informasi dalam contoh buku besar  mengenai kredit, jumlah Transaksi dan di mana tempat terjadinya kegiatan transaksi tersebut.

Bukan hanya itu saja namun di dalam buku pembantu piutang usaha ini di dalamnya juga menyajikan informasi mengenai dengan siapa perusahaan itu melakukan kegiatan transaksi secara kredit. Dikarenakan fungsinya sangat penting maka Anda perlu mengetahuinya.

b. Buku Besar Pembantu Utang

Buku besar pembantu utang ini di dalamnya menyajikan informasi mengenai catatan khusus terkait kegiatan pemasokan secara lebih terperinci. Adapun beberapa informasi yang harus dicatat pada buku pembantu utang ini seperti siapa pemasok dan berapa jumlah utangnya.

Baca Juga: Buku Besar Pembantu: Kenapa Buku Ini Penting?

Contoh Buku Besar Berdasarkan Bentuknya

Berdasarkan bentuknya buku besar itu juga dikelompokkan menjadi tiga bagian. Di mana ketiga buku besar itu mempunyai fungsi masing-masing. Adapun jenis-jenis buku besar yang dibedakan berdasarkan bentuknya seperti berikut ini.

1. Bentuk Skontro (Standar)

general ledger Bentuk Skontro

Contoh General Ledger Bentuk Skontro

Di antara sekian banyak bentuk buku besar di pasaran Skontro lah yang paling banyak digunakan untuk mencatat transaksi keuangan. Hal itu dikarenakan bentuk dari buku besar ini sangatlah simple di mana hanya tersedia dengan dua kolom saja.

Meskipun hanya tersedia  dua kolom namun buku besar ini jauh lebih lengkap jika dibandingkan dengan yang berbentuk huruf T. Dalam hal ini bagi Anda yang tertarik dengan buku besar itu bisa membelinya di toko alat tulis terdekat dari rumah atau secara online di marketplace.

2. Bentuk Huruf T

Buku Besar Bentuk Bentuk T

General Ledger Bentuk T

Contoh buku besar berdasarkan bentuknya pertama yaitu memiliki wujud menyerupai huruf T. Dikarenakan bentuknya sangat simpel dan sederhana membuat buku besar huruf T ini banyak digunakan oleh para akuntan ketika sedang melakukan pencatatan laporan keuangan.

Biasanya buku besar berbentuk huruf T itu dimanfaatkan untuk melakukan kegiatan analisis transaksi pada siklus akuntansi. Bukan hanya itu saja namun buku tersebut juga bisa dimanfaatkan untuk menjelaskan mekanisme secara rinci terkait penggunaan akun-akun.

3. Bentuk Staffel

general ledger Bentuk Staffel

General Ledger Bentuk Staffel

Karakteristik dari buku besar satu ini yaitu memiliki laju saldo dengan bentuk halaman. Perlu diketahui bahwa pada buku besar jenis ini terdapat dua macam General Ledger tiga kolom yang memiliki lajur saldo tunggal. Kemudian buku besar yang memiliki lajur saldo rangkap.

Cara Membuat Buku Besar Akuntansi

Langkah-langkah setelah mengetahui beberapa jenis jenis buku besar yang sering digunakan untuk mencatat transaksi dalam sebuah bisnis, alangkah baiknya Anda mengetahui juga tentang cara membuat buku besar akuntansi tersebut.

1. Memasukkan Data Tanggal

Kegiatan pembuatan buku besar itu hanya bisa dilakukan ketika semua transaksi sudah dicatat terlebih dahulu pada jurnal. Setelah itu Anda hanya perlu memasukkan data tanggal proses postingan buku besar pada selembaran kertas.

Tetapi pastikan terlebih dahulu tanggal postingan yang dicantumkan dalam General Ledger itu telah sesuai dengan contoh jurnal umum dan besar. Jika sudah selesai bisa langsung menuliskan kode akun yang mengacu pada jenis transaksi di jurnal umum juga.

Lalu di bagian kolom debit bisa mengisikan angka sesuai dengan transaksi yang posisinya berada di jurnal umum. Di bagian kolom kredit isikan juga angka yang sama dengan diposisi jurnal umum. Dalam hal ini untuk memasukkan angkanya tidak boleh salah,

2. Menghitung Saldo Akhir

Setelah semua data berhasil dimasukkan maka tahap berikutnya yang perlu Anda lakukan di dalam kegiatan contoh buku besar yaitu menghitung saldo akhir. Untuk mempermudah proses penghitungannya gunakan alat bantu berupa kalkulator atau Microsoft Excel.

Namun agar hasilnya lebih akurat sangat disarankan untuk menggunakan Software Akuntansi Software akuntansi adalah program komputer yang digunakan untuk mencatat, mengelola, dan menganalisis transaksi keuangan perusahaan.

Salah satu fungsi utama dari software akuntansi adalah untuk membantu perusahaan membuat buku besar dan laporan keuangan dengan lebih mudah dan efisien.

Beeaccounting Catat Jual Beli Bayar Langsung Jadi Laporan Keuangan

Dengan software akuntansi seperti Beeaccounting, perusahaan dapat mencatat transaksi secara otomatis dan menghasilkan laporan keuangan dalam waktu singkat. Selain itu, software akuntansi juga membantu perusahaan untuk mengelola berbagai aspek keuangan, seperti pencatatan pembayaran dan penerimaan, pengelolaan persediaan, dan pelacakan piutang dan utang.

Fungsi Buku Besar Pada Keuangan Bisnis

Penyebab utama mengapa Anda perlu mengetahui contoh buku besar perusahaan dagang  yang benar dikarenakan, General Ledger itu mempunyai fungsi penting bagi keberlangsungan sebuah bisnis. Adapun beberapa fungsi dari buku besar untuk keuangan bisnis seperti berikut

1. Media untuk Meringkas Data Transaksi

Fungsi pertama dari buku besar yaitu bisa digunakan untuk meringkas data transaksi. Hal itu bisa terjadi dikarenakan di dalam buku besar nantinya semua transaksi akan dikelompokkan berdasarkan kategorinya masing-masing, sehingga tidak perlu lagi mencatatnya manual.

2. Untuk Rekam Jejak Utama Laporan Keuangan Perusahaan

Dikarenakan nantinya semua transaksi pada jurnal umum akan dimasukkan ke dalam buku besar maka rekam jejak laporan perusahaan bisa tersimpan. Dengan begitu jika suatu saat ada permasalahan terkait keuangan perusahaan bisa langsung melakukan kroscek.

Mengingat di dalam kegiatan pembuatan laporan keuangan itu seorang akuntan dituntut harus bisa teliti dalam memasukkan transaksi pada buku besar, maka sebelum memulai melakukan pencatatan itu pastikan telah mengetahui terlebih dahulu contoh buku besar yang benar itu.

Baca Juga: Pengertian Buku Besar, Fungsi, Manfaat dan Bentuknya

Kesimpulan : 

Dari artikel di atas bisa disimpulkan bahwa contoh buku besar terbukti sangat membantu para akuntan suatu perusahaan dalam kegiatan menyusun laporan keuangan di akhir bulannya. Bukan hanya itu saja namun hasil akhir dari laporan keuangan itu juga jauh lebih akurat.

Artikel Terkait

Software Kasir Murah dan Terpercaya Bee.id
Bingung mencari software kasir murah tapi kualitas bagus dan terpercaya? Jika Anda ingin tahu caranya, di bawah ini ada 9
Baca Juga
5 Hal yang Dapat Dilakukan dengan Laporan Keuangan
Dalam menjalankan usaha, banyak sekali yang harus dilakukan. Salah satunya, adalah membuat laporan keuangan. Bisnis yang besar maupun bisnis kecil
Baca Juga
Pengertian Neraca Saldo, Contoh dan Cara Membuatnya
Membuat neraca saldo atau trial balance merupakan hal yang harus dilakukan secara tepat. Jenis pencatatan akuntansi ini adalah sebuah pondasi
Baca Juga
10 Karakteristik Informasi Akuntansi dan Penjelasannya
Karakteristik informasi akuntansi memiliki beberapa hal penting yang harus memenuhi standar kualitas untuk menjadi berguna bagi pengambilan keputusan dan analisis.
Baca Juga
Standar Akuntansi ETAP, Manfaat, Prinsip dan Contohnya
SAK ETAP atau yang disebut juga dengan standar akuntansi ETAP adalah sebuah standar yang mendasari pembuatan laporan keuangan, terutama pada
Baca Juga
Tahukah Anda Perbedaan Debit dan Kredit? Hati-Hati Tertukar!
Perbedaan debit dan kredit mungkin sudah tidak asing bagi yang terbiasa menyusun laporan keuangan. Keduanya menjadi bukti terjadinya transaksi baik
Baca Juga

Artikel Populer

Wednesday, 15 March 2023
Model AIDA: Pengertian, Kelebihan dan Contohnya
Baca Juga
Sunday, 4 December 2022
Berbagai Contoh Proposal Bisnis Lengkap dengan Rinciannya
Baca Juga
Wednesday, 28 June 2023
7 Contoh Positioning Produk Brand Ternama dan Strateginya
Baca Juga
Wednesday, 18 October 2023
Contoh Matriks SWOT, Pengertian dan Strategi Penerapannya
Baca Juga
Wednesday, 7 June 2023
Feedback Artinya: Jenis, Fungsi, beserta Cara Mendapatkannya
Baca Juga
Wednesday, 7 February 2024
4 Tahapan Proses Manajemen Strategi, Fungsi dan Komponennya
Baca Juga
Customer Service Bee

148rb+ Pengusaha Sudah Pakai Bee

"Operasional makin lancar, bisnis terkontrol dan mudah discale-up"
Hubungi Tim Bee sekarang untuk konsultasi GRATIS
Logo Bee Web
Software Akuntansi & Kasir No. 2 di Indonesia. Memudahkan Pemilik Bisnis dan Akuntan untuk mengerjakan dan menganalisa keuangan lebih cepat, mudah, dan akurat. Gratis Trial atau Demo Gratis dengan Tim Bee.
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Chat via WA
Alamat Kantor
Surabaya: Jl. Klampis Jaya 29J, SurabayaBandung: Aer Space - Jl. Karang Tinggal No.41B, Cipedes, Bandung
Jakarta: Jl. Mampang Prapatan VIII No. 3B, Jakarta Selatan (Sementara Tutup)
Copyright © 2024 Bee.id
magnifiercrossmenu