Logo Bee Web

Audit Internal Adalah, Jenis, Tujuan dan Perbedaannya

Audit internal adalah sebuah proses penilaian independen yang sistematis terhadap operasional bisnis, simak pengertian lngkapnya disini
Penulis: Lutfatul Malihah
Kategori:
Dipublish Tgl: Friday, 8 September 2023

Audit internal adalah sebuah proses penilaian independen yang sistematis terhadap efektivitas, keandalan, dan kepatuhan suatu organisasi terhadap kebijakan, prosedur, serta peraturan yang berlaku. Baik organisasi negeri atau swasta dalam bentuk bisnis.

Dimana melalui pemeriksaan mendalam terhadap berbagai aspek operasional dan pengendalian internal, internal audit memiliki peran krusial dalam mendeteksi potensi risiko, memastikan akuntabilitas, serta meningkatkan kinerja organisasi secara keseluruhan.

Kenali lebih dalam apa itu audit internal pada penjelasan artikel di bawah ini:

Apa itu Audit Internal? Audit Internal Adalah …

Audit internal

Audit internal adalah sebuah proses penilaian independen yang sistematis terhadap sistem sebuah organisasi (Credit: Freepik.com)

Pengertian internal audit adalah proses evaluasi independen dan sistematis yang dilakukan oleh suatu tim atau departemen dalam suatu organisasi yang dilakukan oleh manajemen organisasi atau perusahaan itu sendiri,  untuk mengevaluasi efektivitas, efisiensi, serta kepatuhan terhadap kebijakan, prosedur, dan peraturan internal yang berlaku.

Tujuannya adalah untuk memberikan keyakinan kepada manajemen bahwa pengendalian internal berjalan sesuai rencana, mengidentifikasi potensi risiko, menemukan pelanggaran, dan memberikan rekomendasi perbaikan yang dapat meningkatkan kinerja dan tata kelola organisasi secara keseluruhan.

Selain itu, Audit internal bertujuan untuk membantu manajemen dalam pengambilan keputusan yang lebih baik dan memastikan akuntabilitas yang tepat. Sederhana, audit internal dilakukan oleh 'orang dalam' perusahaan untuk memastikan kesesuaian akuntabilitas sebelum atau tidak dilakukan oleh pihak eksternal.

Baca Juga: Apa Itu Audit? Pengertian, Tujuan, dan Jenisnya Lengkap!

Fungsi dan Tujuan Audit Internal

Berikut beberapa fungsi dari pelaksanaan audit internal adalah:

1. Penilaian Pengendalian Internal

Salah satu fungsi utama dari audit internal adalah mengevaluasi efektivitas pengendalian internal dalam suatu organisasi. Apakah biaya yang dikeluarkan masih dalam tahap wajar, sesuai dengan standar SAP dan sejenisnya.

Dengan adanya audit ini akan sangattl membantu dalam proses mengidentifikasi kelemahan dalam sistem pengendalian, memastikan bahwa aset dan sumber daya dilindungi dengan baik, dan membantu mencegah potensi kecurangan atau penyimpangan.

2. Deteksi dan Pengurangan Risiko

Selain berfungsi sebagai pengendalian internal, fungsi lain dari audit internal adalah untuk mengidentifikasi potensi risiko yang mungkin mempengaruhi pencapaian tujuan organisasi.

Tim audit yang bertugas akan menganalisis aspek-aspek seperti keuangan, operasional, dan kepatuhan untuk mengidentifikasi area-area yang rentan terhadap risiko. Dengan demikian, organisasi dapat mengambil tindakan pencegahan atau mitigasi risiko yang sesuai.

3. Memberikan Rekomendasi Perbaikan

Berikutnya, tidak hanya mengidentifikasi masalah atau potensi risiko, tetapi juga memberikan rekomendasi untuk memperbaiki proses atau praktik yang ada. Tim audit akan memberikan saran untuk perbaikan yang lebih baik, efisien, dan sesuai dengan praktik terbaik dalam industri.

Dengan adanya rekomendasi ini tim dapat membantu manajemen dalam mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja dan tata kelola organisasi.

Secara keseluruhan, fungsi-fungsi ini memastikan bahwa audit internal tidak hanya berfokus pada kepatuhan terhadap peraturan, tetapi juga pada peningkatan kinerja dan efisiensi organisasi secara keseluruhan.

Perbedaan Audit Internal dan Eksternal

Ada beberapa hal yang sangat mendasar yang membedakan audit internal dan eksternal, berikut diantaranya:

1. Tujuan Utama

  • Audit Internal, menilai efektivitas pengendalian internal, memastikan kepatuhan terhadap kebijakan internal, serta memberikan rekomendasi untuk perbaikan proses.
  • Audit Eksternal, memberikan opini independen mengenai kebenaran dan kewajaran laporan keuangan perusahaan kepada pemangku kepentingan eksternal seperti investor, kreditur, dan otoritas perpajakan.

2. Pelaku Utama

  • Audit Internal: Dilakukan oleh tim atau departemen audit internal yang merupakan bagian dari organisasi sendiri.
  • Audit Eksternal: Dilakukan oleh firma akuntan publik independen yang tidak memiliki afiliasi langsung dengan perusahaan dan memiliki sertifikasi profesional.

3. Independensi

  • Audit Internal: Tim audit internal bekerja untuk perusahaan dan berfokus pada penilaian internal, sehingga independensinya dapat lebih terbatas.
  • Audit Eksternal: Auditor eksternal harus menjaga independensinya dari perusahaan yang diaudit, untuk memberikan penilaian yang obyektif dan tidak bias terhadap laporan keuangan.

4. Ruang Lingkup

  • Audit Internal: Fokus audit internal lebih luas, mencakup evaluasi pengendalian internal, efisiensi operasional, kepatuhan terhadap kebijakan, serta rekomendasi perbaikan.
  • Audit Eksternal: Fokus audit eksternal terutama pada pemeriksaan dan verifikasi laporan keuangan, termasuk menyelidiki transaksi dan catatan akuntansi yang mendasarinya.

5. Pemangku Kepentingan

  • Audit Internal: Informasi dan rekomendasi dari audit internal ditujukan kepada manajemen dan dewan direksi perusahaan.
  • Audit Eksternal: Hasil audit eksternal ditujukan kepada pemangku kepentingan eksternal seperti investor, pemerintah, dan lembaga keuangan.

Prosedur Audit Internal

audit internal adalah

Ilustrasi presentasi hasil audit internal (Credit: Freepik.com)

Berikut ini langkah-langkah dalam melakukan prosedur audit internal:

Baca Juga: 10 Standar Audit Menurut GAAP Serta Prosedur Penerapannya

1. Perencanaan Jadwal dan Proses Audit

Pertama, dalam tahap ini, auditor internal merencanakan jadwal audit dan menetapkan bagaimana proses audit akan dilaksanakan. Koordinasi antara auditor internal dan manajemen penting, terutama untuk menentukan frekuensi sinkronisasi internal sebelum jadwal audit eksternal.

2. Pelaksanaan Proses Audit

Setelah perencanaan, langkah berikutnya adalah melaksanakan audit secara kontinu hingga laporan keuangan manajemen terperiksa dengan baik. Proses ini tidak harus dilakukan setiap hari, dan durasi serta intensitas audit disesuaikan dengan kesepakatan antara perwakilan manajemen dan auditor, misalnya 2 minggu sekali atau 1 bulan sekali.

3. Penyusunan Laporan

Setelah tahap pelaksanaan audit internal selesai, auditor internal mengevaluasi hasil audit dan menyusun laporan. Laporan ini penting untuk memberikan gambaran hasil audit kepada pihak manajemen guna pengambilan keputusan selanjutnya.

4. Pengambilan Tindak Lanjut

Dalam proses audit, auditor internal mungkin menemukan kesalahan seperti miskalkulasi, inkonsistensi penulisan, atau data yang mencurigakan. Setelah laporan hasil audit internal disusun, auditor memberikan saran dan rekomendasi kepada manajemen untuk memperbaiki kesalahan dalam laporan keuangan.

Contoh Laporan Hasil Audit Internal

Berikut beberapa contoh laporan Hasil Audit Internal:

Download File Di Sini

Download File di Sini

# Format Laporan Audit Internal

Berikut adalah keterangan format laporan audit secara singkat yang biasa digunakan:

1. Penjelasan Umum

  • Identifikasi perusahaan yang diaudit.
  • Tanggal dan periode audit.

2. Tujuan dan Lingkup

  • Tujuan audit yang dijalankan.
  • Lingkup area dan proses yang diaudit.

3. Metodologi Audit

  • Pendekatan dan teknik audit yang digunakan.
  • Sumber data yang diuji dan analisis yang dilakukan.

4. Hasil Temuan

  • Rangkuman temuan positif dan negatif.
  • Identifikasi masalah atau risiko yang diidentifikasi.

5. Rekomendasi

  • Tindakan perbaikan yang diusulkan.
  • Rekomendasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas.

6. Kesimpulan

  • Ringkasan hasil audit secara keseluruhan.
  • Evaluasi terhadap tingkat kepatuhan dan risiko.

7. Tindak Lanjut

  • Tindakan yang akan diambil sebagai respons atas temuan.
  • Penetapan waktu dan pihak yang bertanggung jawab.

8. Pernyataan Penutup

  • Penghargaan kepada pihak yang terlibat dalam audit.
  • Tanda tangan dan nama auditor.

Kesimpulan

Kesimpulannya, apa itu audit internal? Audit ini memiliki peran penting dalam memastikan keandalan laporan keuangan dan pengelolaan bisnis secara keseluruhan.

Dengan memiliki laporan keuangan yang lengkap dan pembukuan bisnis yang rapi, perusahaan dapat lebih mudah menjalankan proses audit internal dengan efektif. Tips ini tidak hanya membantu mengamankan transparansi, tetapi juga memberikan wawasan berharga untuk memperbaiki operasional dan tata kelola organisasi.

Coba gunakan software akuntansi online Beecloud, catat penjualan dan pembelian lebih rapi dengan fitur laporan akuntansi otomastis langusng jadi kurang dari 5 menit. Cek informasi langganan selengkapnya pada banner di bawah ini.

Beecloud Terintegrasi Laporan Akuntansi Langsung Jadi

Buku Besar adalah Dokumen Akuntansi, Ini Penjelasannya
Apa itu Buku Besar? Buku besar adalah dokumen akuntansi utama yang berisi semua akun yang dimiliki oleh sebuah bisnis, artinya
Baca Juga
Kerangka Konseptual Akuntansi: Panduan Lengkap dan Tujuannya
Kerangka Konseptual Akuntansi merupakan landasan utama dalam aktivitas keuangan. Artikel ini menjelaskan secara komprehensif konsep, pentingnya, cara membuat, dan tingkatan
Baca Juga
Mengenal dan Mengetahui Sejarah Akuntansi
Sejarah Akuntansi - Pernahkah terbesit di pikiran Anda mengenai asal usul dari akuntansi? Saat ini hal yang menjadi patokan dalam
Baca Juga
Jurnal Pengeluaran Kas, Contoh dan Cara Membuatnya
Jurnal pengeluaran kas digunakan untuk mencatat transaksi pengeluaran dalam bentuk kas, khususnya pembayaran uang yang dilakukan secara tunai. Jurnal ini
Baca Juga
Memahami Akuntansi Perpajakan, Prinsip, Contoh, dan Caranya
Akuntansi perpajakan adalah bidang akuntansi yang berfokus pada pencatatan dan penyajian data keuangan untuk memenuhi kewajiban perpajakan suatu entitas. Di
Baca Juga
Apa Itu Rekonsiliasi Bank? Cek Penjelasan Rekonsiliasi Adalah
Rekonsiliasi adalah penyesuaian yang dikenal dalam istilah perbankan dan akuntansi. Proses ini penting untuk mencegah kerugian perusahaan, ketahui artinya di
Baca Juga
Customer Service Bee

148rb+ Pengusaha Sudah Pakai Bee

"Operasional makin lancar, bisnis terkontrol dan mudah discale-up"
Hubungi Tim Bee sekarang untuk konsultasi GRATIS
Logo Bee Web
Software Akuntansi & Kasir No. 2 di Indonesia. Memudahkan Pemilik Bisnis dan Akuntan untuk mengerjakan dan menganalisa keuangan lebih cepat, mudah, dan akurat. Gratis Trial atau Demo Gratis dengan Tim Bee.
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Chat via WA
Alamat Kantor
Surabaya: Jl. Klampis Jaya 29J, SurabayaBandung: Ruang 59 - Jl. Surya Sumantri No.59, Sukawarna, Bandung
Jakarta: Jl. Mampang Prapatan VIII No. 3B, Jakarta Selatan (Sementara Tutup)
Copyright © 2024 Bee.id
magnifiercrossmenu