Logo Bee Web

Apa itu Distribusi? ini Pengertian, Jenis, Contoh Informasi Lainnya

Berdasarkan laman Kemendikbusristek, distribusi adalah kegiatan penyaluran barang atau jasa dari produsen ke konsumen.
Penulis: Rizal Arisona
Kategori:
Dipublish Tgl: Sunday, 17 December 2023

Secara pengertian distribusi adalah rangkaian kegiatan bisnis, melibatkan penyimpanan, pengangkutan, penyaluran barang, manajemen inventaris, dan koordinasi untuk memastikan produk sampai ke tangan konsumen dengan efisien.

Kegiatan ini tidak hanya berperan dalam penyaluran barang saja, tapi memainkan peran kunci dalam membangun reputasi merek dan kepuasan pelanggan.

Oleh karena itu, memahami bagaimana kegiatan penyaluran barang menjadi sangat penting bagi para pelaku bisnis untuk memastikan kelancaran rantai pasok dan keberlanjutan operasional.

Apa yang Dimaksud dengan Distribusi?

Menurut pendapat Soekartawi, kegiatan distribusi adalah serangkaian aktivitas penyaluran barang dan jasa agar dapat sampai ke tangan konsumen. Sedangkan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) distribusi adalah penyaluran atau pembagian barang di beberapa orang atau tempat.

Sedangkan dalam konteks bisnis lebih luas, Peraturan Menteri Perdagangan Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2016, menjelaskan jika distribusi merupakan kegiatan penyaluran barang, baik secara langsung maupun tidak langsung kepada konsumen.

Sehingga bisa disimpulkan jika, kegiatan penyaluran ini memiliki peran yang cukup krusial dalam menunjang kegiatan bisnis bahkan ekonomi. Dimana, tanpa adanya kegiatan penyaluran mana hasil produksi kehilangan makna dan dapat mengakibatkan kerugian bagi perusahaan atau produsen.

Adapun orang yang terlibat dalam kegiatan distribusi dikenal sebagai distributor. Distributor ini bertindak atas nama sendiri atau atas penunjukan dari produsen, supplier, atau importir berdasarkan perjanjian untuk melakukan kegiatan pemasaran barang.

Dengan demikian, kegiatan penyaluran barang menjadi sebuah aliran yang menghubungkan produksi, penyaluran, dan akhirnya konsumsi, membentuk suatu rangkaian yang mengalir dari satu titik ke titik lain dalam rangkaian pasok barang atau layanan.

Tujuan Kegiatan Distribusi

Dilansir dari buku Panduan Lengkap Manajemen Distribusi oleh Nanang Tegar, secara sederhana tujuan dari kegiatan distribusi adalah sebagai berikut:

  • Menyalurkan barang dari produsen ke konsumen
  • Mempertahankan kualitas produk, karena produsen bisa lebih fokus pada kegiatan penyaluran barang.
  • Menjaga stabliltas perusahaan dengan mengembangkan kesempatan kepada pihak lain untuk mengakses layanan perusahaan.
  • Media pemerataan produk ke berbagai wilayah.
  • Menjaga keberlangsungan proses produksi, karena produk masih beredar di pasaran.
  • Menjaga kestabilan harga di pasar

Dari beberapa tujuan ini bisa disimpulkan jika, secara garis besar tujuan dari kegiatan penyaluran adalah untuk menjaga kestabilan ekonomi baik dari sisi produsen maupun konsumen.

Jenis Kegiatan Distribusi

Jenis-jenis Kegiatan Penyaluran Barang (Credit: Freepik.com)

Jenis-Jenis Distribusi

Berdasarkan dari alurnya, distribusi dikelompokkan menjadi 3 jenis yakni:distribusi langsung, distribusi semi langsung, dan distribusi tidak langsung. Berikut adalah penjelasan lengkapnya:

1. Distribusi Langsung

Jenis saluran distribusi yang pertama adalah sistribusi langsung, ini terjadi ketika produk langsung disalurkan dari produsen ke konsumen tanpa adanya perantara. Contohnya, petani sayur yang menjual hasil pertaniannya secara langsung kepada konsumen di pasar.

2. Distribusi Semi Langsung

Kedua adalah distribusi semi langsung melibatkan perantara untuk memfasilitasi perpindahan produk dari produsen ke konsumen.

Contohnya adalah penerbit buku yang menggunakan sales atau agen untuk menyampaikan produknya kepada konsumen, seperti sekolah, siswa, mahasiswa, atau lembaga akademik.

3. Distribusi Tidak Langsung

Selanjutnya pada jenis ini, proses penyaluran barang akan melibatkan beberapa perantara sebelum produk mencapai konsumen.

Contohnya saja, ketika pabrik minuman yang menjual produknya melalui agen atau sales terlebih dahulu sebelum sampai ke tangan konsumen.

Adapun proses penyaluran ini melibatkan pedagang besar, pedagang kecil, hingga pedagang eceran sebelum mencapai konsumen.

Baca Juga: 6 Contoh Distribusi Berdasarkan Jenisnya

Strategi Distribusi dalam Bisnis

Untuk menunjang suksesnya kegiatan penyaluran barang dari produsen ke konsumen, diperlukan penerapan strategi yang matang, berikut diantaranya:

1. Strategi Distribusi Intensif

Strategi pertama ini dilakukan dengan tujuan untuk memastikan produk dapat diakses dengan mudah oleh konsumen di berbagai tempat. Produk ditempatkan di pengecer (retailer) dan beberapa distributor yang tersebar di berbagai lokasi.

Cara ini sering diterapkan pada produk kebutuhan sehari-hari, seperti sembako, sabun, dan rokok. Dengan menyebarkan produk secara luas, perusahaan berharap dapat meningkatkan keterjangkauan produk dan memenuhi kebutuhan konsumen di berbagai daerah.

2. Strategi Distribusi Selektif

Cara berikutnya adalah dengan melibatkan penyaluran produk ke daerah pemasaran tertentu melalui pemilihan beberapa distributor atau pengecer.

Jenis strategi ini umumnya digunakan untuk produk elektronik, sepeda, pakaian, dan sejenisnya. Dimana fokusnya adalah menciptakan persaingan antara distributor dan pengecer dalam mencapai konsumen dengan teknik pemasaran masing-masing.

Dengan mengarahkan penyaluran barang secara selektif, perusahaan dapat lebih terkontrol dalam menjangkau segmen pasar tertentu dengan strategi yang sesuai.

3. Strategi Distribusi Eksklusif

Ketiga adalah cara eksklusif, yakni ketika distributor atau pengecer diberikan hak istimewa untuk menjual produk tertentu. Cara ini seringkali diterapkan pada produk dengan kualitas dan harga tinggi, seperti showroom mobil atau factory outlet.

Dengan memberikan hak istimewa, perusahaan dapat menciptakan eksklusivitas dan mengendalikan penyaluran barang produknya.

Adapun tujuan dari penerapan cara ini adalah untuk memberikan pengalaman khusus kepada konsumen, meningkatkan persepsi nilai produk, dan mencapai segmen pasar yang lebih eksklusif.

Baca Juga: Kegiatan Distribusi: Cara Produk Sampai di Tangan Konsumen

Software Distributor Online Beecloud

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Distribusi

Secara garis besar, setidaknya ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi penerapan strategi distribusi yakni:

1. Jenis Produk

baik itu barang atau jasa dapat sangat mempengaruhi pilihan strategi distribusi. Contohnya, produk teknologi tinggi, mungkin lebih cocok dengan penyaluran barang selektif atau eksklusif. Sementara itu, produk konsumen sehari-hari mungkin lebih sesuai dengan penyaluran barang intensif.

2. Karakteristik Pasar

Berikutnya adalah dari karakter pasar, mulai dari ukuran, geografi, dan perilaku konsumen dalam suatu pasar memiliki dampak signifikan pada strategi penyaluran barang. Pasar yang tersebar luas atau memiliki kebutuhan khusus dapat memerlukan strategi distribusi yang berbeda.

3. Teknologi

Kemajuan teknologi, terutama di bidang e-commerce dan logistik, memengaruhi cara produk disalurkan. Peningkatan teknologi seringkali memungkinkan perusahaan untuk mengadopsi metode penyaluran barang yang lebih efisien dan responsif terhadap permintaan pasar.

4. Persaingan Industri

Struktur persaingan dalam industri juga memainkan peran penting dalam mempengaruhi strategi distribusi. Dalam industri yang sangat kompetitif, perusahaan mungkin cenderung mengadopsi strategi penyaluran barang yang membedakan produk mereka dan meningkatkan keterjangkauan.

5. Regulasi Pemerintah

Berikutnya adalah peraturan pemerintah dan kebijakan industri dapat membatasi atau membentuk strategi penyaluran barang. Beberapa pasar mungkin memiliki regulasi yang ketat terkait dengan distribusi dan rantai pasok, memerlukan kepatuhan yang ketat.

6. Biaya Distribusi

Selanjutnya adalah seberapa besar biaya yang terkait dengan berbagai metode distribusi, termasuk transportasi, penyimpanan, dan manajemen inventaris, dapat mempengaruhi keputusan perusahaan.

Keputusan ini seringkali didasarkan pada upaya untuk mencapai keseimbangan antara ketersediaan produk dan biaya penyaluran barang.

7. Pengalaman Merek

Terakhir adalah tingkat pengalaman merek dan citra perusahaan dapat memengaruhi apakah strategi distribusi yang bersifat eksklusif atau selektif lebih sesuai untuk mempertahankan posisi pasar yang premium.

Ilustrasi Truk Sedang Mendistribusikan Barang

Ilustrasi Truk sedang Mendistribusikan Barang (Credit: Freepik.com)

Contoh Kegiatan Distribusi

Berikut beberapa contoh alur proses kegiatan penyaluran barang:

# Alur Distribusi Produk Pertanian

  • Pengumpulan Produk Pertanian: Petani mengumpulkan hasil pertanian dari ladang atau kebun.
  • Packing dan Penyimpanan: Hasil pertanian diproses, dipacking, dan disimpan dalam fasilitas penyimpanan atau gudang.
  • Distribusi ke Pusat Grosir: Produk didistribusikan ke pusat grosir untuk diakses oleh pedagang besar atau restoran.
  • Distribusi ke Pedagang Kecil dan Pasar Tradisional: Produk didistribusikan ke pedagang kecil atau pasar tradisional untuk penjualan tingkat lokal atau regional.
  • Penjualan ke Konsumen Akhir: Produk sampai ke konsumen melalui toko ritel, pasar swalayan, atau penjualan langsung dari petani di pasar lokal atau online.

Baca Juga: Contoh Kegiatan Produksi dan Distribusi

# Alur Distribusi Barang Ritel:

  • Pengadaan Barang dari Produsen: Toko ritel membeli barang dari produsen atau pemasok dalam jumlah besar.
  • Penyimpanan di Gudang atau Toko: Barang disimpan di gudang atau toko sebelum dijual kepada konsumen.
  • Pemasaran dan Penataan Produk: Ritel melakukan kegiatan pemasaran dan penataan produk untuk menarik perhatian konsumen.
  • Penjualan Melalui Toko Fisik atau Online: Konsumen membeli produk langsung di toko fisik atau melalui platform online.
  • Pelayanan Pelanggan dan Pengembalian Produk: Toko ritel memberikan pelayanan pelanggan dan mengelola proses pengembalian produk untuk memastikan kepuasan pelanggan.

Nah, itu dia pembahasan mengenai apa itu distribusi, jenis, alur, strategi, faktor hingga contoh kegiatannya. Semoga bermanfaat.

4 Aplikasi untuk Membuat Invoice dengan Mudah
Kemajuan teknologi memudahkan segala aktivitas kita, salah satunya dalam mendukung bisnis, yaitu dengan adanya inovasi aplikasi invoice. Dahulu, pembuatan invoice
Baca Juga
Contoh Perusahaan Dagang, Ciri-ciri, dan Siklus Akuntansinya
Perusahaan dagang adalah bisnis yang melibatkan aktivitas jual-beli barang dari pihak produsen dan bentuk barang yang dijual ini tidak akan
Baca Juga
7 Contoh Nota Penjualan dan Cara Buat Nota Penjualan
Berikut contoh nota penjualan yang bisa Anda jadikan referensi saat membuat nota penjualan untuk toko, warung atau usaha lainnya. Terdapat
Baca Juga
Kredibilitas Adalah Kepercayaan, Pahami Fungsinya Bagi Bisnis
Kredibilitas adalah sebuah istilah yang menggambarkan sebuah pemikiran universal terkait kualitas, kapasitas yang bisa menimbulkan rasa kepercayaan pada perseorangan atau
Baca Juga
Tips dan Ide Jualan Laris Saat Pandemi
Jualan laris saat pandemi sebagai upaya melihat peluang yang punya dampak baik untuk hidup kita kedepannya. Kita harus pandai melihat
Baca Juga
E Commerce Indonesia: Pengertian dan Marketplace Populer
Beberapa tahun terakhir kegiatan belanja online melalui e-commerce Indonesia telah menjadi tren tersendiri di tengah masyarakat. Seperti yang diketahui bersama,
Baca Juga
Customer Service Bee

148rb+ Pengusaha Sudah Pakai Bee

"Operasional makin lancar, bisnis terkontrol dan mudah discale-up"
Hubungi Tim Bee sekarang untuk konsultasi GRATIS
Logo Bee Web
Software Akuntansi & Kasir No. 2 di Indonesia. Memudahkan Pemilik Bisnis dan Akuntan untuk mengerjakan dan menganalisa keuangan lebih cepat, mudah, dan akurat. Gratis Trial atau Demo Gratis dengan Tim Bee.
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Chat via WA
Alamat Kantor
Surabaya: Jl. Klampis Jaya 29J, SurabayaBandung: Ruang 59 - Jl. Surya Sumantri No.59, Sukawarna, Bandung
Jakarta: Jl. Mampang Prapatan VIII No. 3B, Jakarta Selatan (Sementara Tutup)
Copyright © 2024 Bee.id
magnifiercrossmenu