Web Logo Bee
Penulis: Rininta Oktaviana

Apa Arti Reseller? Perbedaan antara Reseller dan Dropship

Kategori:
Dipublish Tgl: Tuesday, 29 November 2022

Pada saat ini toko online banyak dijadikan pilihan, baik oleh pemilik usaha maupun konsumen. Berbicara mengenai belanja online tentu tidak akan jauh dari istilah reseller. Arti reseller sangat berkaitan erat dengan dunia e-commerce dan mempunyai perananan yang cukup penting.

Terdapat banyak sekali platform baik aplikasi maupun website yang digunakan untuk toko online. Akan tetapi, kini telah banyak yang memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan produknya. Sebagian orang yang berbisnis di dunia online tidak selalu mempunyai toko sendiri, namun menjadi reseller.

Apa Arti Reseller?

Arti Reseller Adalah

Ilustrasi Reseller (Sumber: Freepik.com)

Kata reseller berasal dari bahasa Inggris yang merupakan gabungan dari kata “Re” dan “Seller”. Arti kata “Re” adalah berulang atau kembali, sedangkan arti kata “seller” adalah “penjual”. Jadi dapat disimpulkan bahwa arti reseller adalah menjual kembali suatu produk.

Lebih lengkapnya, arti reseller adalah pemilik usaha yang menjual kembali suatu produk dari supplier atau produsen yang membuatnya. Secara detail, reseller merupakan suatu unit usaha yang mana seseorang membeli produk dari produsen untuk dijual kembali kepada pelanggan.

Salah satu bisnis yang sering memanfaatkan sistem reseller ialah bisnis ritel. Pada umumnya harga produk yang dijual oleh reseller akan mengalami kenaikan harga. Akan tetapi, pengusaha reseller tidak sembarang melakukan kenaikan harga, namun sesuai dengan kesepakatan produsen.

Produsen akan melakukan mark-up terhadap harga suatu produk mulai dari produsen, grosiran, pedagang eceran, dan konsumen akhir. Hal tersebut dikarenakan seluruh pihak yang terlibat di dalam kegiatan penjualan produk membutuhkan keuntungan.

Cara Kerja Reseller

Cara Kerja Reseller

Ilustrasi Cara Kerja Reseller (Sumber: Freepik.com)

Pada dasarnya reseller mempunyai cara kerja yang sederhana, dimana dilakukan penjualan produk kembali yang telah dibeli dari produsen. Dengan demikian kualitas produk yang dijual oleh reseller bergantung pada produsen yang memproduksi produk tersebut.

Menjadi reseller merupakan pilihan yang tepat untuk Anda yang ingin memulai bisnis namun tidak memiliki ide untuk membuat produknya. Berikut beberapa langkah yang harus kamu tempuh untuk menjadi seorang reseller:

  • Menyiapkan Modal

Cara jadi reseller yang pertama adalah menyiapkan modal. Dalam dunia bisnis, modal menjadi hal yang harus pertama kali untuk dipikirkan. Menjadi reseller tanpa adanya modal tentu saja tidak bisa membeli barang dari produsen atau supplier.

Akan tetapi, modal yang dibutuhkan untuk menjadi reseller pemula cenderung tidak terlalu besar. Produk atau barang yang dibeli dari produsen tidak harus dalam jumlah yang banyak. Umumnya modal yang harus disiapkan cukup untuk membeli 1 hingga 5 produk saja.

  • Melakukan Pemilihan Produk

Cara kerja reseller yang selanjutnya adalah menentukan produk apa yang akan dijual kembali kepada konsumen. Tentukan terlebih dahulu produk yang akan dijual, seperti produk fashion, kecantikan, barang elektronik, dan lain sebagainya.

Dalam memilih produk dapat berdasarkan trend yang sedang berlaku atau barang apa yang sedang banyak dibutuhkan masyarakat. Selain itu, untuk memilih produk juga dapat didasarkan dengan selera.

Misalnya Anda menyukai dan tertarik pada dunia fashion maka dapat menjual produk baju. Memilih produk berdasarkan selera akan membuat reseller lebih paham mengenai barang yang mana yang memiliki kualitas unggul.

Dengan demikian reseller akan dapat memberikan informasi yang jelas kepada pelanggan saat bertanya.

  • Memilih Supplier

Setelah menentukan produk apa yang akan dijual, maka langkah selanjutnya adalah memilih tempat untuk membeli suatu produk. Terdapat beberapa supplier atau produsen yang menjual barang dengan kualitas rendah.

Untuk menjadi seorang reseller tentu tidak disarankan memilih supplier dengan kualitas buruk. Hal ini justru akan memperoleh citra buruk dari konsumen dan tidak mendapatkan keuntungan. Dalam memilih supplier penting sekali untuk mengajak diskusi dan menjadikan relasi.

Hal yang harus dicatat dari perbincangan dengan supplier ialah harga serta variasi produk. Berdasarkan informasi yang telah diperoleh baru dapat dilakukan pemilihan supplier atau produsen.

  • Memasarkan Produk

Pemasaran merupakan kegiatan memberikan informasi mengenai produk kepada calon konsumen. Proses pemasaran dapat dilakukan dengan berbagai cara baik secara langsung maupun menggunakan media online.

Pada saat pemasaran dengan media online menjadi pilihan yang tepat, seperti e-commerce, media sosial, dan website. Pada langkah ini dibutuhkan kreativitas yang tinggi sebagai strategi promosi produk.

  • Membangun Relasi

Relasi menjadi kunci sukses dalam dunia bisnis. Sebagai seorang reseller penting sekali untuk membangun suatu relasi, baik dengan supplier maupun pelanggan. Memperoleh kepercayaan dari pelanggan dan supplier merupakan hal yang cukup sulit.

Hubungan baik dengan pelanggan dapat dijaga dengan membalas pesan pelanggan secara cepat. Selain itu, pemberian kupon atau diskon juga menjadi cara untuk menjaga relasi dengan pelanggan.

Keuntungan Menjadi Reseller

Keuntungan Menjadi Reseller

Ilustrasi Keuntungan Menjadi Reseller (Sumber: Freepik.com)

Sistem bisnis reseller banyak dipilih karena memberikan keuntungan dan kelebihan yang cukup besar. Berikut beberapa kelebihan dan keuntungan menjadi reseller:

  • Tidak Perlu Menciptakan Produk

Menjadi seorang reseller tidak perlu memikirkan ide untuk membuat produk dari nol. Hal ini dikarenakan reseller hanya menjual barang yang dibeli dari produsen. Reseller hanya perlu memilih produk dengan kualitas unggul serta melakukan proses pengemasan.

  • Tidak Membutuhkan Toko

Open reseller artinya seseorang yang mulai membeli barang atau produk untuk dijual kembali. Produk yang ditawarkan kepada konsumen akan langsung dijual sehingga tidak membutuhkan toko. Hal ini dikarenakan produk akan ditawarkan melalui virtual dan akan ditangani ketika ada yang memesan.

Dapat disimpulkan reseller tidak membutuhkan tempat penyimpanan produk. Pada saat ini hampir seluruh masyarakat lebih memilih untuk berbelanja secara online. Dengan demikian usaha reseller lebih hemat karena tidak membutuhkan biaya sewa toko.

  • Fleksibel

Menjadi seorang reseller dapat mengelola usaha atau bisnis kapan saja dan dimana saja. Hal ini dikarenakan penjualan dengan sistem reseller dapat dilakukan secara online. Sehingga seorang reseller dapat mengatur proses penjualan dan stok dengan mudah.

Perbedaan Reseller dan Dropship

Perbedaan Reseller Dan Dropship

Ilustrasi Perbedaan Reseller dan Dropship (Sumber: Freepik.com)

Reseller dan dropshipper mempunyai pengertian dan sistem yang hampir sama. Akan tetapi, pada kenyataannya dua hal tersebut merupakan hal yang sangat berbeda. Berikut beberapa perbedaan reseller dengan dropshipper:

  1. Reseller membutuhkan modal yang digunakan untuk membeli produk dari produsen, sedangkan dropshipper tidak membutuhkan modal.
  2. Reseller membutuhkan sistem penyimpanan produk, sedangkan dropshipper tidak membutuhan sistem inventori barang.
  3. Reseller perlu mengurus setiap langkah dalam customer journey sehingga operasional lebih rumit. Sedangkan dropshipper teknis pelayanannya dilakukan oleh produsen sehingga operasional lebih praktis.
  4. Produk yang ditawarkan oleh reseller relatif lebih sedikit jenisnya dan terbatas. Sedangkan dropshipper menawarkan produk yang sangat beragam.
  5. Resiko yang harus ditanggung reseller lebih besar dibandingkan dengan dropshipper. Hal ini dikarenakan pada dropshipper tidak membutuhkan penyimpanan dan tidak harus membeli produk terlebih dahulu dari produsen.

Baca Juga: Cara Menjadi Dropshipper dalam 5 Langkah Mudah

Kesimpulan

Arti reseller adalah sistem bisnis yang cukup sederhana dan memberikan keuntungan yang menggiurkan. Cara daftar reseller pun cukup mudah untuk dilakukan, yakni diawali dengan membeli stok produk yang akan dijual. Contoh reseller yakni membeli baju di produsen kemudian menjual kembali kepada konsumen.

Untuk memudahkan Anda mengelola laporan keuangan dan mengetahui kondisi bisnis reseller Anda dengan tepat, Anda dapat menggunakan software akuntansi Beecloud. Beecloud merupakan software akuntansi online untuk bisnis toko online (online shop),
memudahkan rekap data transaksi ke pembukuan hingga jadi laporan keuangan.

Import data transaksi dari marketplace ke software pembukuan gak ribet. Pindah ribuan transaksi ke pembukuan dengan plugin e-commerce. Dengan Plugin E-commerce, import transaksi penjualan dan pelunasan dari parketplace ke software akuntansi Beecloud sekali klik. Sering entri manual orderan baru yang masuk di marketplace ke pembukuan? Sekarang dengan Beecloud, Anda tinggal export-import transaksi penjualan maka otomatis data akan masuk ke pembukuan.

Beecloud Ecommerce untuk Toko Online_web

Aplikasi Kwitansi Digital untuk Usaha Online Shop
Aplikasi kwitansi digital digunakan untuk membuat kwitansi yang merupakan salah satu tanda bukti dari melakukan pembayaran jual-beli yang sah menurut […]
Baca Juga
Aplikasi Pos Android: Pelayanan Lebih Cepat dan Perhitungan Akurat
Aplikasi pos android memang sebuah sistem yang dibutuhkan banyak usaha saat ini. Teknologi tersebut dibutuhkan untuk mempermudah transaksi harian yang […]
Baca Juga
Software Toko Terbaik Ritel untuk Mitra Bisnis Usaha Minimarket
Software toko terbaik ritel sering dicari orang untuk digunakan pada usaha dengan ratusan hingga ribuan produk seperti minimarket. Dalam perkembangannya […]
Baca Juga

148rb+ Pengusaha Sudah Pakai Bee

"Operasional makin lancar, bisnis terkontrol dan mudah discale-up"
Hubungi Tim Bee sekarang untuk konsultasi GRATIS
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Kontak
No. GSM klik bawah ini
Logo GSM Telp
Alamat Kantor
Surabaya: Jl. Klampis Jaya 29J, SurabayaBandung: Aer Space - Jl. Karang Tinggal No. 41B, Bandung
Jakarta: Jl. Mampang Prapatan VIII No. 3B, Jakarta Selatan (Sementara Tutup)
Copyright © 2023 Bee.id
magnifiercrossmenu