Logo Bee Web

5 Strategi Penetapan Harga Jual Agar Tidak Rugi

5 strategi penetapan harga jual: Cost-Based Pricing, Demand-Based Pricing, Competition-Based Pricing, Value-Based Pricing, an Dynamic Pricing
Penulis: Lutfatul Malihah
Dipublish Tgl: Saturday, 24 June 2023

Harga bagi pebisnis akan sangat menentukan seberapa besar keuntungan yang akan didapatkan, sedangkan bagi konsumen harga juga menjadi hal yang krusial untuk diperhatikan sebelum melakukan pembelian. Untuk itu pebisnis perlu menerapkan strategi penetapan harga yang efektif untuk menunjang keduanya.

Strategi yang digunakan dalam menetapkan harga juga beragam, simak penjelasan selengkapnya untuk mengetahui bagaimana informasi selengkapnya, berikut ini.

Apa itu Strategi Penetapan Harga?

Cara Menghitung Harga Jual Produk

Pebisnis wajib tahu pentingnya mengerti strategi penetapan harga agar tidak rugi (Credit: Freepik.com)

Sebelum membahas tentang bagaimana cara menetapkan sebuah harga, alahkah lebih baik memahami pengertiannya terlebih dahulu, agar lebih mudah dalam mempraktikkannya nanti.

Berdasarkan sumber dari Chron, strategi penetapan harga merujuk pada metode yang digunakan oleh perusahaan untuk menentukan harga produk atau layanan mereka.

Hampir semua perusahaan mengambil dasar harga produk mereka berdasarkan biaya produksi, tenaga kerja, iklan, dan kemudian menambahkan margin tertentu untuk memperoleh keuntungan.

Penetapan harga merupakan elemen penting dalam strategi pemasaran yang berpotensi mempengaruhi pendapatan perusahaan. Hal ini dikarenakan penetapan harga yang tepat dapat menciptakan permintaan yang optimal dari konsumen dan mitra bisnis.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penetapan harga merupakan faktor kunci yang dapat membantu badan usaha mencapai keuntungan.

Baca Juga: Cara Meningkatkan Omset Penjualan 79% dengan Matematika SD

Seberapa Penting Penetapan Harga Bagi Bisnis?

Jawabannya tentu saja sangat penting, berikut ini beberapa alasan pendukung kenapa strategi penetapan harga ini wajib dipraktikkan dalam bisnis

1. Mempengaruhi Pendapatan

Strategi penetapan harga yang tepat dapat mempengaruhi pendapatan perusahaan secara langsung. Harga yang terlalu tinggi dapat mengurangi permintaan konsumen, sementara harga yang terlalu rendah dapat mengurangi profitabilitas. Dengan menetapkan harga yang optimal, perusahaan dapat meningkatkan pendapatan dan keuntungan mereka.

2. Membantu Memposisikan Produk

Selanjutnya, dengan penetapan harga yang tepat dapat membantu perusahaan memposisikan produk mereka di pasar. Harga yang tinggi dapat memberikan kesan produk yang eksklusif dan berkualitas tinggi, sedangkan harga yang lebih rendah dapat memberikan kesan nilai yang baik.

Selain itu, melalui penetapan harga yang sesuai dengan posisi produk di pasar, perusahaan dapat menarik target pasar yang tepat dan mencapai keunggulan kompetitif.

3. Mempengaruhi Persepsi Nilai

Berikutnya, warga dapat mempengaruhi persepsi nilai konsumen terhadap produk atau layanan. Harga yang lebih tinggi dapat memberikan kesan kualitas yang lebih baik, sedangkan harga yang lebih rendah dapat memberikan kesan nilai yang lebih baik. Perusahaan dapat menggunakan strategi penetapan harga untuk mengarahkan persepsi konsumen terhadap nilai produk mereka.

4. Menghadapi Persaingan

Selanjutnya, selain untuk keperluan produksi dan laba,  penetapan harga juga dapat digunakan untuk bersaing dengan kompetitor.

Perusahaan harus mempertimbangkan harga pesaing dalam industri mereka dan menyesuaikan strategi penetapan harga mereka di kisaran yang kompetitif.

Harga yang lebih rendah dari pesaing dapat membantu perusahaan menarik pelanggan baru atau mempertahankan pelanggan yang ada. Namun, Anda juga perlu memperhatikan dan mempertimbangkan penjelasan poin ke 3.

5. Memaksimalkan Laba

Kelima, dengan menggunakan strategi penetapan harga yang baik dapat membantu perusahaan memaksimalkan laba mereka. Dengan menetapkan harga yang sesuai dengan biaya produksi dan permintaan pasar, perusahaan dapat mencapai titik di mana laba maksimum dapat dicapai.

Tujuan Penetapan Harga

Menurut Kotler dan Keller ada 5 tujuan penetapan harga, yakni:

  • Kemampuan Bertahan (Survival): penetapan harga terkadang dilakukan tidak fokus pada nilai laba, dimana penetapan harga ini dilakukan ketika kondisi perusahaan mendesak, asalkan masih menutup biaya variabel dan biaya tetap.
  • Memaksimalkan Keuntungan (Maximum Current Profit): penetapan harga dengan tujuan ini dilakukan dengan mempertimbangkan permintaan pasar, semakin tinggi permintaan maka keuntungan semakin maksimal.
  • Mengoptimalkan Target Pasar: Semakin luas jangkauan pasar yang diperoleh, maka volume penjualan akan meningkat, yang secara langsung akan mengurangi biaya unit dan meningkatkan keuntungan jangka panjang.
  • Maximum Market Skimming: Pendekatan penetapan harga awal yang tinggi, yang kemudian mengalami penurunan bertahap seiring berjalannya waktu, digunakan untuk menghindari kegagalan jika pesaing besar mengadopsi strategi serupa.
  • Product Quality Leadership: Perusahaan menetapkan harga berdasarkan tingkat kualitas dan citra yang tinggi, sambil tetap mempertahankan keterjangkauan harganya.

5 Strategi Penetapan Harga

Faktor Mempengaruhi Harga Jual Barang

Ilustrasi produk dengan harganya (Credit: Freepik.com)

Berikut adalah lima strategi penetapan harga yang umum digunakan, beserta penjelasan lengkapnya:

1. Penetapan Harga Berdasarkan Biaya (Cost-Based Pricing)

Pertama, Strategi ini melibatkan menetapkan harga berdasarkan biaya produksi, ditambah dengan markup untuk mendapatkan laba. Terdapat dua pendekatan utama dalam strategi ini:

  • Penetapan Harga Berbasis Biaya Penuh (Full-Cost Pricing), Perusahaan menghitung total biaya produksi, termasuk biaya langsung dan tak langsung, lalu menambahkan markup laba.
  • Penetapan Harga Berbasis Biaya Variabel (Variable-Cost Pricing), Perusahaan hanya mempertimbangkan biaya variabel yang berhubungan langsung dengan produksi barang atau jasa, lalu menambahkan markup laba.

2. Penetapan Harga Berdasarkan Permintaan (Demand-Based Pricing)

Dalam strategi ini, harga ditetapkan berdasarkan tingkat permintaan pasar. Perusahaan menganalisis elastisitas permintaan untuk menentukan harga yang optimal.

Jika permintaan elastis (sensitif terhadap perubahan harga), perusahaan dapat menetapkan harga yang lebih rendah untuk meningkatkan penjualan.

Sebaliknya, jika permintaan tidak elastis, perusahaan dapat menetapkan harga yang lebih tinggi untuk meningkatkan laba.

3. Penetapan Harga Berdasarkan Persaingan (Competition-Based Pricing)

Selanjutnya, menetapkan harga berdasarkan tindakan pesaing di pasar. Ada beberapa pendekatan dalam strategi ini:

  • Penetapan Harga di Bawah Pesaing (Below-Competition Pricing, Perusahaan menetapkan harga yang lebih rendah dari pesaing untuk menarik pelanggan.
  • Penetapan Harga di Atas Pesaing (Above-Competition Pricing),Perusahaan menetapkan harga yang lebih tinggi dari pesaing, dengan mengandalkan perbedaan kualitas, merek, atau nilai tambah lainnya.

4. Penetapan Harga Berdasarkan Nilai (Value-Based Pricing)

Keempat, harga ditetapkan berdasarkan persepsi nilai produk atau jasa bagi pelanggan. Perusahaan menganalisis segmentasi pasar dan pemahaman nilai pelanggan untuk menentukan harga yang dianggap wajar.

Jika produk atau jasa dianggap memberikan nilai yang tinggi, perusahaan dapat menetapkan harga yang lebih tinggi. Strategi ini memerlukan pemahaman yang baik tentang preferensi dan kebutuhan pelanggan.

5. Penetapan Harga Dinamis (Dynamic Pricing)

Terakhir, strategi penetapan harga dinamis melibatkan menyesuaikan harga berdasarkan faktor-faktor seperti permintaan saat ini dengan tujuan utama dari penetapan harga dinamis adalah untuk memaksimalkan laba perusahaan, dengan menyesuaikan harga sesuai dengan kondisi pasar yang berubah.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi jenis penetapan ini, berikut:

  • Permintaan Pasar, dalam penetapan harga dinamis, perusahaan menganalisis permintaan pasar saat ini dan meresponsnya dengan menyesuaikan harga secara langsung.
  • Ketersediaan Stok, penetapan harga dinamis juga dapat dipengaruhi oleh ketersediaan stok. Jika stok sedikit harga akan naik dan sebaliknya.
  • Musim atau Waktu, hal ini dapat memengaruhi permintaan dan preferensi pelanggan. Sebagai contoh, di musim liburan atau saat acara khusus, perusahaan mungkin menaikkan harga karena peningkatan permintaan.
  • Karakteristik Pelanggan, beragamnya karakteristik ini menjadi preferensi sendiri bagi perusahaan dalam menyesuaikan harga.

Contoh Strategi Penetapan Harga pada Brand Ternama

Strategi Penetapan Harga Tesla

Contoh foto produk Tesla (Credit: electrek.co)

Berikut ini gambaran contoh penerapan harga sebuah produk yang dilakukan oleh brand kenamaan dunia:

1. Apple

Brand Apple adalah contoh brand ternama yang menerapkan strategi penetapan harga berbasis nilai. Mereka menetapkan harga produk mereka dengan premium yang tinggi berdasarkan persepsi nilai yang tinggi oleh pelanggan.

Mereka memposisikan dirinya sebagai brand yang menawarkan produk inovatif, desain yang elegan, dan pengalaman pengguna yang superior.

Strategi ini memungkinkan Apple untuk menjual produk mereka dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan pesaing, dan pelanggan bersedia membayar lebih untuk mendapatkan nilai yang dianggap lebih tinggi.

2. Starbucks

Berikutnya adalah Starbucks, contoh brand ternama yang menggunakan strategi penetapan harga berbasis diferensiasi dan pengalaman.

Mereka menetapkan harga kopi mereka dengan premium yang lebih tinggi daripada kebanyakan kedai kopi lainnya. Starbucks fokus pada pengalaman pelanggan yang nyaman, suasana kedai yang unik, dan variasi menu yang luas.

Dengan memberikan pengalaman yang berbeda dan produk berkualitas tinggi, Starbucks berhasil menjual kopi mereka dengan harga yang lebih tinggi.

3. Tesla

Ketiga ada Tesla, perusahaan mobil listrik mewah, menerapkan strategi penetapan harga berdasarkan permintaan dan diferensiasi produk.

Mereka menetapkan harga yang relatif tinggi untuk mobil listrik mereka, mengandalkan reputasi inovasi, kualitas, dan teknologi yang canggih.

Tesla menciptakan permintaan yang tinggi dengan fokus pada segmen pasar yang lebih eksklusif dan pelanggan yang mencari mobil ramah lingkungan dengan performa yang superior.

Perlu diperhatikan bahwa strategi penetapan harga dapat berbeda untuk setiap brand dan tergantung pada segmentasi pasar, posisi merek, dan tujuan bisnis masing-masing perusahaan.

Hal-Hal Penting dalam Menetapkan Harga

Penampakan Usaha Manufaktur

Salah satu hal yang dapat mempengaruhi harga produk adalag biaya produksi (Credit: Freepik.com)

Dalam menetapkan sebuah harga tentu saja tidak hanya strategi yang perlu diperhatikan, ada beberapa hal Iain juga yang tidak kalah penting untuk dipertimbangkan, berikut:

Dalam menetapkan harga, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan. Berikut adalah poin-poin singkat yang harus dipertimbangkan:

1. Biaya Produksi

Pertama adalah mertimbangkan biaya produksi termasuk bahan baku, tenaga kerja, overhead, dan biaya operasional lainnya untuk memastikan harga yang mencakup biaya produksi dan memberikan laba yang wajar.

2. Permintaan Pasar

Kedua melakukan analisis permintaan pasar untuk memahami kepekaan pelanggan terhadap harga. Pertimbangkan elastisitas permintaan dan segmentasi pasar untuk menentukan harga yang sesuai.

3. Nilai dan Diferensiasi Produk

Berikutnya melakukan evaluasi nilai produk atau jasa yang ditawarkan dan perbedaannya dibandingkan pesaing. Jika produk memiliki keunggulan dan fitur khusus, harga dapat disesuaikan untuk mencerminkan nilai tambah tersebut.

4. Strategi Pesaing

Perhatikan harga pesaing dan tindakan harga yang mereka ambil. Jika perlu, reaksi terhadap strategi harga pesaing untuk mempertahankan atau meningkatkan pangsa pasar.

5. Tujuan Bisnis

Tentukan tujuan bisnis yang diinginkan, apakah fokus pada pertumbuhan pangsa pasar, maksimalkan laba, atau citra merek. Hal ini akan mempengaruhi keputusan penetapan harga.

6. Kondisi Ekonomi dan Industri

Hal penting selanjutnya adalah mempertimbangkan faktor ekonomi makro dan kondisi industri yang dapat memengaruhi harga, seperti inflasi, tingkat persaingan, atau siklus produk.

7. Persepsi Pelanggan

Selanjutnya, memahami preferensi dan persepsi pelanggan terhadap harga. Bekerja dengan data dan umpan balik pelanggan untuk memahami apakah harga yang ditetapkan dianggap wajar dan sesuai dengan nilai yang diberikan.

8. Pengelolaan Rantai Stok

Pengelolaan Rantai Nilai Tidak hanya produk saja, Anda juga perlu memperhatikan hubungan dengan pemasok, distributor, dan mitra bisnis lainnya. Pastikan harga yang ditetapkan memperhitungkan margin keuntungan mereka dan mempertahankan hubungan yang sehat.

9. Fleksibilitas dan Adaptabilitas

Pada dasarnya penetapan harga tidak bersifat statis. Fleksibilitas dan adaptabilitas diperlukan untuk menyesuaikan harga dengan perubahan kondisi pasar, permintaan, dan strategi bisnis yang berubah.

10. Kepatuhan Hukum

Hidup di negara hukum, banyak hal diatur dan disesuaikan dengan hukum yang ditetapkan agar mendapatkan kehidupan yang damai dan adil, begitu pula dengan harga.

Sehingga Anda juga perlu memastikan bahwa penetapan harga sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku dalam industri dan pasar yang relevan. Hindari praktik penetapan harga yang melanggar undang-undang anti-monopoli atau persaingan tidak sehat.

Langkah-Langkah dalam Menetapkan Harga Produk

Dalam ranga menerapkan strategi penetapan harga pada produk, Anda bisa mengikuti beberapa langkah berikut ini:

1. Memberikan Harga Plus

Perusahaan dapat mengadopsi strategi harga plus, di mana harga jual ditentukan berdasarkan perhitungan biaya produksi yang diambil sebagai dasar.

Hasil perhitungan tersebut kemudian ditambahkan dengan margin keuntungan yang diinginkan. Metode ini bertujuan untuk memastikan perolehan laba seoptimal mungkin.

2. Mark Up

Perusahaan dapat menggunakan metode mark up, yaitu menetapkan harga jual dengan mempertimbangkan harga pokok awal pembelian. Angka yang dihasilkan dari perhitungan ini kemudian diberikan tambahan jumlah tertentu.

Tingkat mark up menunjukkan selisih antara harga jual dengan biaya produksi, dan semakin tinggi mark up, semakin besar potensi pendapatan perusahaan.

3. Break Even Point (BEP)

Strategi BEP melibatkan penetapan harga jual yang mencakup total biaya pengeluaran dan pendapatan yang diharapkan. Meskipun produsen mungkin tidak mendapatkan keuntungan dengan strategi ini, perusahaan akan mencapai keseimbangan di pasar tanpa mengalami kerugian.

4. Melakukan Analisis Kompetitor

Perusahaan dapat melakukan analisis kompetitor untuk menentukan harga yang kompetitif. Dengan meneliti pasokan barang, bahan produksi, dan harga produk yang ditetapkan oleh pesaing, perusahaan dapat membuat keputusan harga yang sesuai dengan kondisi pasar dan tetap menguntungkan.

5. Melakukan Riset Pasar

Metode ini melibatkan penelitian pasar untuk menentukan harga berdasarkan permintaan dan kebutuhan pasar. Perusahaan melakukan analisis mendalam terkait dengan preferensi konsumen, feedback, dan saran untuk memahami kebutuhan target audiens.

Harga ditetapkan berdasarkan hasil riset untuk memastikan respons positif dari pasar. Dengan mengikuti langkah-langkah ini, perusahaan dapat mengembangkan strategi penetapan harga yang sesuai dengan kondisi pasar dan mendukung pertumbuhan bisnisnya.

Optimalkan Harga Jual Anda dengan Beepos

Beepos Software Kasir Online Integrasi Akunting

Dapatkan keuntungan lebih dengan menggunakan aplikasi kasir online Beepos yang terintegrasi dengan software akuntansi. Dengan Beepos, Anda dapat menetapkan promo harga dan mencatat keuangan hingga HPP secara otomatis.

Dengan demikian, Anda dapat mengoptimalkan harga jual produk Anda dan meningkatkan profitabilitas bisnis Anda. Tunggu apa lagi? Segera gunakan Beepos untuk mempermudah proses bisnis Anda. Sekian informasi mengenai strategi penetapan harga, langkah, pengertian hingga contohnya. Semoga bermanfaat

Pelajari 5 Tips Ini Jika Mau Sukses Bisnis BarberShop
Tips sukses bisnis barbershop - Saat ini, bukan hanya kaum hawa saja yang peduli dengan penampilan mereka, namun kaum adam
Baca Juga
9 Makanan Khas Jogja Cocok jadi Ide Bisnis Makanan
Anda tinggal di Jogja? Atau sedang ingin mencoba bisnis berbau Jogja? Anda bisa mencobanya dengan mulai membuka bisnis makanan khas
Baca Juga
Entrepreneur Adalah? Ini Perbedaannya dengan Pengusaha
Banyak yang mengira entrepreneur sama saja dengan pengusaha, padahal pernyataan tersebut masih keliru dan keduanya memiliki perbedaan dalam beberapa aspek.
Baca Juga
[DOWNLOAD] Format Dokumen MoU dan Pengertianya Lengkap
Salah satu instrumen penting yang harus Anda buat ketika melakukan sebuah kerja sama ialah MoU (Memorandum of Understanding) atau nota
Baca Juga
9 Ide Bisnis Handmade: Modal Minim, Hasil Maksimal
Apakah Anda pernah berpikir untuk memulai bisnis dengan modal kecil yang unik dan penuh kreativitas? Salah satu opsi yang patut
Baca Juga
7+ Brand Lokal ini Berhasil Go Internasional, Begini Strateginya!
Menjadi konsumen brand lokal Indonesia menjadi kebanggaan sendiri, dengan produk berkualitas, trendi yang tidak ketinggalan jaman konsumen juga bisa turut
Baca Juga
Customer Service Bee

148rb+ Pengusaha Sudah Pakai Bee

"Operasional makin lancar, bisnis terkontrol dan mudah discale-up"
Hubungi Tim Bee sekarang untuk konsultasi GRATIS
Logo Bee Web
Software Akuntansi & Kasir No. 2 di Indonesia. Memudahkan Pemilik Bisnis dan Akuntan untuk mengerjakan dan menganalisa keuangan lebih cepat, mudah, dan akurat. Gratis Trial atau Demo Gratis dengan Tim Bee.
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Chat via WA
Alamat Kantor
Surabaya: Jl. Klampis Jaya 29J, SurabayaBandung: Ruang 59 - Jl. Surya Sumantri No.59, Sukawarna, Bandung
Jakarta: Jl. Mampang Prapatan VIII No. 3B, Jakarta Selatan (Sementara Tutup)
Copyright © 2024 Bee.id
magnifiercrossmenu