Logo Bee Web

5 Strategi Pengembangan Produk, Tahapan dan Contohnya

Pengembangan produk adalah kunci sukses dari keberlanjutan sebuah perusahaan. Bagaimana strategi dan tahapannya? Berikut informasinya!
Penulis: Lutfatul Malihah
Dipublish Tgl: Wednesday, 13 March 2024

Pengembangan produk adalah kunci sukses dari keberlanjutan dan kesuksesan sebuah perusahaan. Dimana keinginan  pengembangan ini dilakukan untuk terus memenuhi tuntutan konsumen yang semakin kompleks.

Proses pengembangan ini bukan hanya sekedar menciptakan barang atau layanan baru, tetapi juga melibatkan penelitian pasar mendalam, inovasi teknologi, dan responsibilitas terhadap keberlanjutan. Bagaimana strateginya, tahapan dan contohnya? Berikut penjelasan lengkapnya!

Pengembangan Produk Adalah ...

Dalam bukunya, Philip Kotler dan Kevin Lane Keller menjelaskan jika pengembangan produk adalah strategi pertumbuhan perusahaan dengan menawarkan produk baru atau produk yang dimodifikasi ke segmen pasar sekarang.

Kemudian menurut Henry Simamora (2000), pengembangan produk adalah proses pencarian ide untuk produk dan mengkonversikannya ke dalam tambahan lini produk yang berhasil secara penjualan.

Bisa dikatakan, pengembangan produk adalah suatu proses strategis yang melibatkan inovasi, riset, dan perencanaan untuk menciptakan atau meningkatkan produk dengan tujuan memenuhi kebutuhan konsumen, mengikuti tren pasar, dan meningkatkan daya saing perusahaan.

Baca Juga: Competitive Advantage: Cara Meningkatkan Daya Saing Bisnis

Tujuan Pengembangan Produk

Menurut Kotler dan Keller (2008) ada dua tujuan utama dalam pengembangan produk, yaki:

1. Memenuhi Kebutuhan Baru

Salah satu tujuan utama pengembangan produk adalah untuk secara proaktif merespons perubahan kebutuhan dan tuntutan pasar yang baru. Dengan menawarkan produk yang lebih baru dan inovatif dari sebelumnya, perusahaan dapat memastikan bahwa mereka tetap relevan di mata konsumen.

2. Mempertahankan Daya Saing

Kedua adalah bertujuan untuk mempertahankan daya saing terhadap produk sejenis yang sudah ada di pasaran. Dengan menawarkan produk yang memberikan jenis kepuasan baru atau melalui revisi terhadap produk yang sudah ada.

Upaya ini bukan hanya untuk menjaga posisi di pasar, tetapi juga untuk menciptakan keunggulan kompetitif yang dapat membuat produk mereka lebih diinginkan dan berbeda dari pesaing.

5 Jenis Strategi Pengembangan Produk

Menurut Kotler (2008) ada 4 jenis strategi pengembagan produk, yakni:

1. Memperbaiki Produk yang Sudah Ada

Strategi ini dilakukan dengan pengembangan produk dengan memperbaiki atau meningkatkan produk yang sudah ada.

Dengan memanfaatkan fasilitas dan teknologi yang sudah tersedia, perusahaan dapat menciptakan inovasi baru dan meningkatkan kualitas produk tanpa risiko besar.

Perbaikan tersebut dapat mencakup fitur baru, efisiensi produksi, atau peningkatan dalam aspek lainnya yang membuat produk lebih baik daripada versi sebelumnya.

2. Memperluas Lini Produk

Selanjutnya adalah memperluas lini produk, strategi ini mencakup penambahan item pada lini produk yang sudah ada atau bahkan pengenalan produk baru.

Dengan cara ini, perusahaan dapat memperluas jangkauan produk mereka dan menyediakan variasi yang lebih luas kepada konsumen.

Penambahan produk dapat dilakukan untuk mencakup segmen pasar yang berbeda atau memenuhi kebutuhan yang berkembang di pasar yang sudah ada.

3. Menambah Produk yang Sudah Ada

Selanjutnya adalah melibatkan penambahan variasi pada produk yang sudah ada, dengan tujuan memperluas segmen pasar dan melayani konsumen yang memiliki selera berbeda. Dengan menghadirkan variasi produk, perusahaan dapat memberikan opsi yang lebih banyak kepada konsumen dan meningkatkan daya tarik produk di pasar.

4. Memodifikasi Strategi Kompetitor

Kemudian, memodifikasi strategi kompetitor, namun bukan berarti menirunya 100%. Perusahaan dapat mengadopsi strategi ini dengan meniru atau memodifikasi strategi kompetitor yang dianggap menguntungkan.

Contohnya, dapat melibatkan adaptasi terhadap penetapan harga atau strategi pemasaran yang telah terbukti berhasil oleh pesaing.

5, Menambah Lini Produk

Strategi ini melibatkan pengembangan produk baru yang tidak berkaitan dengan produk yang sudah ada sebelumnya. Meskipun memerlukan investasi besar, penambahan lini produk dapat membuka peluang baru dan memasuki pasar yang belum dieksplorasi sebelumnya, memberikan keunggulan kompetitif jangka panjang.

Tahapan Pengambangan Produk

strategi pengembangan produk

Perencanaan adalah tahapan awal dalam proses pengembangan produk (Credit: Freepik.com)

Menurut Ulrich-Epping ada 6 fase dalam proses pengembangan produk, berikut diantaanya:

Fase 0: Perencanaan Produk

Fase perencanaan produk merupakan fondasi dari seluruh proses pengembangan, sering disebut sebagai "zero fase" karena terjadi sebelum persetujuan proyek dan peluncuran pengembangan produk.

Pada tahap ini, identifikasi kebutuhan pasar dan peluang pasar dilakukan secara menyeluruh. Rencana awal dibuat untuk menetapkan landasan bagi perjalanan pengembangan produk yang efektif.

Proses ini bertujuan untuk menyusun dasar perencanaan sebelum memasuki tahap pengembangan konsep.

Fase 1: Pengembangan Konsep

Berikutnya adalah proses pengembangan konsep fokus pada identifikasi kebutuhan pasar target, menghasilkan alternatif konsep produk, dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap konsep-konsep tersebut.

Dalam tahap ini, satu atau lebih konsep dipilih untuk pengembangan lebih lanjut, dan percobaan dilakukan untuk memvalidasi keberlanjutan dan daya terima konsep-konsep tersebut.

Tahapan ini dilakukan untuk memastikan bahwa produk yang akan dikembangkan memiliki dasar yang kuat dan sesuai dengan kebutuhan pasar yang diidentifikasi.

Baca Juga: Strategi Menentukan Target Pasar yang Wajib Anda Ketahui

Fase 2: Perancangan Tingkat Sistem

Kemudian dilanjutkan dengan fase perancangan tingkat sistem, tahapan ini berfokus pada definisi arsitektur produk secara menyeluruh. Ini mencakup pemetaan struktur produk menjadi subsistem-subsistem dan komponen-komponen.

Pada tahap ini, dilakukan untuk mengidentifikasi hubungan dan integrasi antar bagian-bagian produk. Proses ini menentukan kerangka kerja umum produk sebelum memasuki tahap perancangan detail.

Fase 3: Perancangan Detail

Selanjutnya adalah perancangan detail, dimana proses ini dilakukan merinci spesifikasi lengkap dari bentuk, material, dan toleransi komponen unik pada produk.

Selain itu, identifikasi komponen standar yang dibeli dari pemasok juga dilakukan. Fase ini mempersiapkan detail teknis yang diperlukan untuk memulai produksi.

Perancangan ini mencakup aspek-aspek detail yang esensial agar produk dapat dibuat sesuai dengan standar kualitas yang diinginkan.

Fase 4: Pengujian dan Perbaikan

Kemudian dilanjutkan fase pengujian atau perbaikan, produk dikonstruksi dalam berbagai versi untuk dievaluasi. Pengujian dilakukan untuk menilai kualitas dan kinerja produk.

Hasil evaluasi digunakan untuk melakukan perbaikan yang diperlukan. Proses ini memastikan bahwa produk telah melewati serangkaian uji kualitas dan dapat memenuhi standar yang ditetapkan sebelum masuk ke fase produksi awal.

Fase 5: Produksi Awal

Terakhir adalah fase produksi awal melibatkan pembuatan produk menggunakan sistem produksi sesungguhnya. Tujuan dari produksi awal ini adalah melatih tenaga kerja dalam menangani permasalahan produksi yang mungkin muncul.

Proses transisi dari produksi awal menuju produksi sesungguhnya dilakukan secara bertahap. Pada titik tertentu selama fase ini, produk diluncurkan dan disiapkan untuk didistribusikan ke pasar.

Fase ini menandai akhir dari rangkaian tahapan pengembangan produk dan awal dari kehadiran produk di pasar.

Contoh Pengembangan Produk

Contoh Pengembangan Produk

Ilustrasi produk sepatu ramah lingkungan

Berikut adalah contoh pengembangan produk, dalam hal ini kita akan mencontohkan denan kasus pengembangan produk sepatu lari ramah lingkungan, yang dilakukan oleh perusahaan B, berikut rinciannya:

1. Fase 0: Perencanaan Produk

  • Analisis pasar: Meningkatnya tren gaya hidup ramah lingkungan dan permintaan akan sepatu lari yang berkelanjutan.
  • Penentuan target pasar: Pelari yang peduli terhadap lingkungan dan ingin mengurangi jejak karbon mereka.
  • Penetapan tujuan produk: Meningkatkan penjualan sepatu lari ramah lingkungan dan memperluas pangsa pasar.
  • Perkiraan biaya dan keuntungan: Biaya pengembangan produk baru Rp 2 miliar dan potensi keuntungan Rp 5 miliar dalam setahun.

2. Fase 1: Pengembangan Konsep

  • Identifikasi kebutuhan pasar: Konsumen menginginkan sepatu lari ramah lingkungan yang nyaman, tahan lama, dan memiliki harga terjangkau.
  • Generasi ide: Tim riset dan pengembangan perusahaan menghasilkan ide sepatu lari ramah lingkungan yang terbuat dari bahan daur ulang.
  • Evaluasi ide: Tim memilih ide sepatu lari daur ulang karena memiliki potensi pasar yang besar dan mudah diproduksi.
  • Pengembangan konsep: Tim menyempurnakan ide sepatu lari daur ulang dengan menentukan jenis bahan daur ulang yang akan digunakan, desain sepatu, dan manfaatnya.

3. Fase 2: Perancangan Tingkat Sistem

  • Definisi arsitektur produk: Sepatu lari akan terdiri dari bagian atas, sol, dan tali yang terbuat dari bahan daur ulang.
  • Uraian produk: Sepatu lari dibagi menjadi beberapa komponen utama, seperti upper, lining, midsole, outsole, dan laces.
  • Spesifikasi fungsional: Sepatu lari harus memiliki bantalan yang baik, tahan lama, dan memberikan traksi yang optimal.
  • Interaksi antar subsistem: Bagian-bagian sepatu lari harus kompatibel dan bekerja sama dengan baik untuk memberikan performa yang optimal.

4. Fase 3: Perancangan Detail

  • Spesifikasi detail: Tim menentukan jenis bahan daur ulang yang akan digunakan untuk setiap bagian sepatu, warna, dan desain logo.
  • Toleransi: Tim menentukan toleransi dimensi dan kualitas untuk setiap komponen.
  • Identifikasi komponen standar: Tim memilih pemasok untuk bahan daur ulang dan komponen lainnya.
  • Dokumentasi: Tim membuat dokumentasi lengkap desain sepatu lari.

4. Fase 4: Pengujian dan Perbaikan

  • Pembuatan prototipe: Tim membuat prototipe sepatu lari untuk pengujian.
  • Pengujian: Tim melakukan pengujian terhadap kenyamanan, ketahanan, dan performa sepatu lari.
  • Evaluasi: Tim menganalisis hasil pengujian dan menemukan beberapa area yang perlu diperbaiki, seperti desain sepatu yang kurang aerodinamis.
  • Perbaikan: Tim memperbaiki desain sepatu lari agar lebih aerodinamis dan meningkatkan performa.

5.Fase 5: Produksi Awal

  • Produksi skala kecil: Tim memproduksi sepatu lari dalam jumlah kecil untuk pelatihan dan penyempurnaan proses produksi.
  • Pelatihan tenaga kerja: Tim melatih tenaga kerja dalam mengoperasikan mesin produksi dan memastikan kualitas produk.
  • Penyempurnaan proses: Tim mengidentifikasi dan mengatasi permasalahan yang muncul dalam proses produksi.
  • Persiapan peluncuran: Tim mempersiapkan strategi peluncuran sepatu lari, seperti iklan dan promosi.

6. Fase 6: Peluncuran dan Produksi

  • Peluncuran produk: Sepatu lari diluncurkan ke pasar melalui berbagai saluran distribusi, seperti toko online dan offline.
  • Produksi massal: Tim memproduksi sepatu lari dalam jumlah besar untuk memenuhi permintaan pasar.
  • Pemantauan dan evaluasi: Tim memantau penjualan dan umpan balik konsumen terhadap sepatu lari.
  • Perbaikan dan pengembangan berkelanjutan: Tim terus melakukan perbaikan dan pengembangan sepatu lari, seperti menambahkan fitur baru dan meningkatkan desain.

Tantangan dan Risiko dalam Pengembangan Produk

Berikut ini beberapa tantangan dalam proses pengambangan produk:

  • Resiko kegagalan pasar karena produk tidak diterima pasar, persaingan ketat, kesalahan strategi pemasaran.
  • Keterlambatan & kelebihan biaya karena proses lama, biaya melebihi anggaran, kesalahan perencanaan.
  • Adanya permasalahan teknis, seperti kesulitan teknologi baru, masalah kualitas bahan, kesalahan desain.
  • Produk tidak sesuai regulasi, kesalahan perizinan, denda.
  • Kebutuhan konsumen berubah, teknologi baru, kesalahan identifikasi tren.

Untuk itu sebagai pelaku usaha perlu memahami dengan baik bagaimana kondisi pasar dan memahami bagaimana cara manajemen bisnisnya dengan baik, mulai dari mengontrol stok bahannya agar tidak berlebihan atau kurang hingga laporan keuangan. Dan semua itu kini bisa Anda kelola dengan mudah menggunakan software manufaktur Beeaccounting, klik banner di bawah ini untuk informasi selengkapnya!

Beeaccounting, Software Akuntansi Untuk Pabrik Manufaktur Akurat Hitung Hpp Dan Profit

Mengenal Tugas dan Kewajiban Kasir Toko Baju
Saat Anda berbelanja di sebuah toko minimarket, toko kelontong dan toko lainnya, Anda pasti akan menjumpai seorang kasir toko baju.
Baca Juga
Cara Mendaftar Shopee Food dan Penjelasannya
Cara mendaftar shopee food saat ini sebenarnya sangat mudah. Aplikasi layanan pesan antar ini tentunya memungkinkan Anda untuk bisa menjual
Baca Juga
11 Strategi Digital Marketing Untuk Brand Awareness
Akhir-akhir ini, banyak perusahaan yang memakai pemasaran online dengan beberapa strategi digital marketing. Konsep pemasaran ini tujuannya menaikkan penjualan produk
Baca Juga
Syarat dan Cara Cek Merek Dagang Online Terbaru
Anda tentu telah mengenal istilah "cek merek dagang" dalam berbagai aspek kehidupan Anda. Dari produk-produk yang Anda gunakan setiap hari
Baca Juga
COD Artinya Cash On Delivery, Seperti Inilah Cara Menerapkannya
COD artinya sistem pembayaran langsung. Saat ini banyak sekali metode pembayaran yang tersedia sehingga mampu memberikan kemudahan bagi penjual dan
Baca Juga
9 Ide Bisnis Handmade: Modal Minim, Hasil Maksimal
Apakah Anda pernah berpikir untuk memulai bisnis dengan modal kecil yang unik dan penuh kreativitas? Salah satu opsi yang patut
Baca Juga
Customer Service Bee

148rb+ Pengusaha Sudah Pakai Bee

"Operasional makin lancar, bisnis terkontrol dan mudah discale-up"
Hubungi Tim Bee sekarang untuk konsultasi GRATIS
Logo Bee Web
Software Akuntansi & Kasir No. 2 di Indonesia. Memudahkan Pemilik Bisnis dan Akuntan untuk mengerjakan dan menganalisa keuangan lebih cepat, mudah, dan akurat. Gratis Trial atau Demo Gratis dengan Tim Bee.
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Chat via WA
Alamat Kantor
Surabaya: Jl. Klampis Jaya 29J, SurabayaBandung: Ruang 59 - Jl. Surya Sumantri No.59, Sukawarna, Bandung
Jakarta: Jl. Mampang Prapatan VIII No. 3B, Jakarta Selatan (Sementara Tutup)
Copyright © 2024 Bee.id
magnifiercrossmenu