Logo Bee Web

Perilaku Produsen: Teori, Contoh & Faktor yang Mempengaruhi

Perilaku produsen adalah tindakan yang dilakukan produsen dalam menjalankan kegiatan produksi. Apa saja faktor yang mempengaruhinya?
Penulis: Lutfatul Malihah
Kategori: ,
Dipublish Tgl: Sunday, 31 December 2023

Perilaku produsen adalah sebuah tindakan yang mencerminkan keputusan yang diambil oleh produsen, menjadi unsur krusial dalam dinamika ekonomi.

Dalam konteks ini, perilaku produsen menjadi kunci utama untuk memahami bagaimana produsen menghasilkan barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai keuntungan.

Dalam dunia ekonomi, kata perilaku produsen sering kali menjadi fokus utama ketika membahas bagaimana barang atau jasa dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Apa sebenarnya yang dimaksud dengan perilaku produsen? Mari kita pelajari bersama.

Pengertian Perilaku Produsen

Rumah Tangga Produsen

Dalam lingkup ekonomi produsen adalah seorang atau kelompok yang menghasilkan barang atau jasa (Credit: Freepik.com)

Perilaku produsen adalah kegiatan yang merujuk pada serangkaian tindakan atau kegiatan yang dilakukan oleh produsen untuk menghasilkan barang atau jasa. Tujuannya tidak hanya terbatas pada pemenuhan kebutuhan konsumen, tetapi juga melibatkan aspek keuntungan

Beberapa faktor mempengaruhi perilaku produsen, termasuk harga input, harga output, teknologi, dan tujuan produksi. Berikut adalah pengertian perilaku produsen menurut beberapa ahli:

1. Posma Sariguna Johnson Kennedy (2021)

Menurut Posma Sariguna Johnson Kennedy dalam Buku Ajar Pengantar Ekonomi Mikro (2021), perilaku produsen melibatkan pengaturan produksi dengan tujuan memperoleh keuntungan maksimum. Ini mencakup kegiatan pengelolaan produksi untuk menghasilkan barang atau jasa.

2. Sri Umiatun Andayani dkk (2022)

Menurut buku Konsep Dasar Etika Bisnis (2022) karya Sri Umiatun Andayani dkk, perilaku produsen melibatkan tindakan yang dipicu oleh beberapa faktor, seperti harga input, harga output, teknologi, dan tujuan produksi.

Hal ini menegaskan bahwa produsen tidak hanya memproduksi, tetapi juga terlibat dalam keputusan yang memengaruhi proses produksi.

3. Tri Kunawangsih Pracoyo dan Antyo Pracoyo (2006)

Menurut Tri Kunawangsih Pracoyo dan Antyo Pracoyo dalam buku Aspek Dasar Ekonomi Mikro (2006), perilaku produsen berkaitan dengan kegiatan produksi.

Produsen, yang bisa berupa perorangan, perusahaan, badan usaha, atau organisasi bisnis, adalah mereka yang memproduksi barang atau jasa. Ini menyoroti keragaman pelaku kegiatan produksi.

Penting untuk dipahami bahwa perilaku produsen tidak hanya tentang bagaimana barang atau jasa diproduksi, tetapi juga melibatkan keputusan strategis dalam mencapai tujuan produksi.

Dengan memahami aspek-aspek ini, kita dapat lebih baik mengerti peran produsen dalam menyediakan berbagai produk yang kita nikmati sehari-hari.

Baca Juga: Produsen Adalah: Peran, Tantangan hingga Strategi Sukses

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Produsen

Untuk memahami perilaku produsen secara lebih mendalam, penting untuk melihat faktor-faktor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor ini dapat dibagi menjadi dua kategori utama: internal dan eksternal.

1. Faktor Internal

Faktor internal adalah elemen-elemen yang berasal dari dalam produsen, memainkan peran penting dalam membentuk keputusan dan tindakan produsen. Beberapa faktor internal melibatkan:

a. Tujuan Perusahaan

Tujuan perusahaan menjadi panduan utama yang mempengaruhi perilaku produsen. Dengan ini perusahaan dapat mencakup profitabilitas, pertumbuhan, atau bahkan tujuan sosial.

Misalnya, produsen yang memiliki tujuan sosial mungkin akan mengutamakan keberlanjutan atau dampak positif terhadap masyarakat.

b. Sumber Daya yang Dimiliki

Sumber daya seperti modal, tenaga kerja, dan bahan baku menjadi fondasi produksi. Pengelolaan efisien terhadap sumber daya ini menjadi kunci dalam mempengaruhi perilaku produsen, yang berusaha untuk mengoptimalkan penggunaannya guna menghasilkan produk berkualitas.

c. Teknologi yang Digunakan

Teknologi yang diterapkan dalam proses produksi juga memiliki dampak besar terhadap perilaku produsen.

Dengan menggunakan teknologi terkini, produsen dapat meningkatkan efisiensi produksi dan kualitas produk, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi keputusan produksi.

2. Faktor Eksternal

Faktor eksternal, yang berasal dari lingkungan di luar produsen, juga memiliki peran yang signifikan dalam membentuk perilaku produsen.

a.  Kondisi Pasar

Kondisi pasar, seperti permintaan dan penawaran, menjadi faktor utama dalam keputusan produsen untuk memproduksi barang atau jasa.

Tingginya permintaan dapat mendorong peningkatan produksi, sementara permintaan yang rendah dapat menyebabkan pengurangan produksi.

b. Persaingan

Di dalam pasar yang kompetitif, produsen harus bersaing untuk mendapatkan pangsa pasar. Untuk itu, mereka akan berusaha untuk menghasilkan produk berkualitas dan menetapkan harga yang kompetitif agar dapat bersaing secara efektif.

c. Kebijakan Pemerintah

Kebijakan pemerintah, seperti kebijakan tarif dan pajak, juga turut mempengaruhi perilaku produsen. Tarif yang tinggi pada barang impor dapat memberikan keuntungan bagi produsen lokal, sementara pajak yang tinggi dapat mendorong produsen untuk mengurangi produksinya.

Teori Perilaku Produsen

perilaku produsen adalah

Dalam teorinya perilaku produsen di kelompokkan menjadi 3 konsep yakni biaya produksi, penerimaan produsen dan penetapan harga (Credit: Freepik.com)

Setelah memahami faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku produsen, kita dapat menjelajahi teori-teori yang menjadi dasar dalam pengambilan keputusan produsen. Teori ini mencakup konsep biaya produksi, penerimaan produsen, dan penetapan harga.

1. Konsep Biaya Produksi

Biaya produksi adalah aspek kritis dalam perilaku produsen. Ini mencakup semua pengeluaran yang dikeluarkan oleh produsen untuk menghasilkan barang atau jasa. Beberapa elemen utama biaya produksi melibatkan:

a. Biaya Tetap

Biaya tetap adalah biaya yang tetap tidak peduli seberapa banyak unit produk yang diproduksi. Misalnya, biaya sewa pabrik atau biaya gaji manajemen.

b. Biaya Variabel

Kedua adalah biaya variabel, jenis pengeluaran ini cenderung berubah seiring dengan produksi. Biaya bahan baku atau biaya tenaga kerja langsung termasuk dalam kategori ini.

c. Biaya Total

Biaya total adalah jumlah dari biaya tetap dan biaya variabel. Pemahaman atas biaya produksi membantu produsen untuk membuat keputusan yang tepat mengenai volume produksi.

2. Konsep Penerimaan Produsen

Penerimaan produsen adalah jumlah uang yang diterima oleh produsen dari penjualan produk atau jasa. Kegiatan ini dapat dihitung dengan mengalikan jumlah unit yang terjual dengan harga jual per unit. Penerimaan produsen menjadi penting dalam mengukur kinerja finansial dan mengevaluasi keberhasilan penjualan.

3. Penetapan Harga oleh Produsen

Penetapan harga merupakan keputusan strategis yang diambil oleh produsen. Faktor-faktor seperti biaya produksi, permintaan pasar, dan strategi persaingan mempengaruhi keputusan penetapan harga.

Produsen harus mempertimbangkan secara hati-hati agar harga yang ditetapkan mencerminkan nilai produk dan mampu bersaing di pasar.

Dengan memahami konsep-konsep ini, produsen dapat membuat keputusan yang lebih informasional dan cerdas.

Pengelolaan biaya produksi dengan efisien, memaksimalkan penerimaan produsen, dan menetapkan harga yang kompetitif adalah langkah-langkah kunci dalam menjalankan bisnis produksi dengan sukses.

Contoh Perilaku Produsen

Untuk memberikan gambaran lebih lanjut tentang perilaku produsen, kita dapat melihat beberapa contoh konkret yang menggambarkan tindakan yang diambil oleh produsen dalam menjalankan operasinya.

Contoh-contoh ini diambil dari buku "Pola Perilaku Konsumen dan Produsen" karya M. Yusnita (2020):

1. Dapat Menentukan Harga (Pricing)

Penentuan harga merupakan aspek krusial dalam perilaku produsen. Produsen perlu memastikan bahwa harga yang ditetapkan sesuai dengan biaya produksi dan dapat bersaing di pasar.

Sebagai contoh, perusahaan otomotif menentukan harga mobil berdasarkan fitur, merek, dan persaingan di pasar. Harga yang ditetapkan akan mempengaruhi persepsi konsumen terhadap nilai produk.

Baca Juga: Begini Teori Perilaku Konsumen, Pebisnis Wajib Tahu!

2. Sering Melakukan Penelitian Pasar (Market Research)

Produsen sering melakukan penelitian pasar untuk memahami kebutuhan dan preferensi konsumen. Ini membantu dalam pengembangan produk yang lebih sesuai dengan pasar.

Sebagai contoh, perusahaan makanan cepat saji melakukan penelitian pasar untuk menentukan menu yang paling diminati oleh pelanggan. Dengan memahami pasar, produsen dapat mengarahkan inovasi produk dan strategi pemasaran.

3. Selalu Mencari Inovasi Produk (Product Innovation)

Inovasi produk adalah kunci dalam menjaga daya saing. Perusahaan teknologi, seperti Apple, terus menerus mengeluarkan versi terbaru dari produk dengan tambahan fitur-fitur inovatif. Inovasi produk tidak hanya memenuhi kebutuhan pelanggan saat ini tetapi juga menciptakan permintaan baru.

4. Melakukan Pemasaran (Marketing)

Pemasaran merupakan cara utama produsen menginformasikan konsumen tentang produk. Ini melibatkan periklanan, promosi, dan strategi penjualan.

Sebagai contoh, perusahaan minuman bersoda, seperti Coca-Cola, sering melakukan kampanye iklan besar untuk meningkatkan kesadaran merek dan merangsang permintaan.

5. Pengelolaan Sumber Daya (Resource Management)

Produsen harus efisien dalam mengelola sumber daya, termasuk tenaga kerja, bahan baku, dan modal.

Sebagai contoh, pabrik manufaktur dapat mengoptimalkan produksi dengan menggunakan teknologi modern dan mengelola stok dengan baik untuk meminimalkan pemborosan. Pengelolaan sumber daya yang baik membantu produsen meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya produksi.

Dengan memahami contoh-contoh perilaku produsen ini, kita dapat melihat bagaimana pengambilan keputusan dan strategi operasional produsen dapat berdampak langsung pada produk yang dihasilkan dan interaksi dengan pasar.

Hitung Biaya Produksi Lebih Efektif dengan Beeaccounting

Untuk mengelola biaya produksi dengan lebih efisien Anda bisa menggunakan software akuntansi Beeaccounting, perusahaan dapat memanfaatkan berbagai fitur yang disediakan. Mulai dari mencatat segala transaksi, seperti penjualan, pembelian, dan biaya lainnya hingga memastikan data transaksi tercatat secara rinci dan akurat.

Tidak hanya itu saja, Beeaccounting juga membantu Anda dalam penyusunan laporan keuangan secara otomatis dan akurat. Sehingga perusahaan dapat dengan mudah menyajikan informasi keuangan secara cepat dan terinci. Proses ini menjadi lebih efisien karena data transaksi sudah tersedia secara lengkap.

Beeaccounting menjadi solusi yang efektif untuk membantu perusahaan mengelola biaya produksi dengan optimal. Kemampuannya yang mudah disesuaikan juga memungkinkan perusahaan untuk mengurangi biaya sumber daya manusia dan meningkatkan efisiensi dalam proses akuntansi. Klik banner di bawah ini untuk informasi lebih lengkap!

Membuat Catatan Pengeluaran Biaya Produksi + Laporan Keuangan Pakai Beeaccounting

Kesimpulan

Sebagai konsumen, kita seringkali hanya melihat produk yang tersedia di pasaran tanpa menyadari kompleksitas di balik layar produksi. Dalam melibatkan diri dalam proses konsumsi, pemahaman terhadap perilaku produsen sangatlah penting.

Dalam artikel ini, kita telah menjelajahi pengertian perilaku produsen, faktor-faktor yang mempengaruhinya, teori-teori yang menjadi dasarnya, dan contoh konkret dari keputusan dan tindakan produsen.

Perilaku produsen bukan hanya tentang bagaimana mereka memproduksi barang atau jasa, tetapi juga mengenai strategi-strategi yang diambil untuk memastikan keberlanjutan dan daya saing di pasar.

Melalui penetapan harga yang bijaksana, penelitian pasar yang cermat, inovasi produk yang berkesinambungan, pemasaran yang efektif, dan pengelolaan sumber daya yang efisien, produsen menciptakan pondasi untuk kelangsungan bisnis mereka.

Konsumen yang paham tentang perilaku produsen dapat membuat keputusan konsumsi yang lebih cerdas dan mendukung dinamika ekonomi yang sehat.

Biaya Tetap Adalah Biaya Pasti Dalam Bisnis Minimarket
Bahasan tentang biaya variabel dan biaya tetap adalah hal yang selalu ada dalam berbagai bisnis. Bagi Anda yang ingin buka
Baca Juga
Apa itu Retail dan Sejarah Perkembangan Industri Retail di Indonesia
Salah satu bentuk usaha yang banyak dilakukan oleh masyarakat saat ini adalah usaha retail. Ada dua bentuk usaha retail yang
Baca Juga
Tips Akuntansi untuk Anda Pengusaha Bisnis Minimarket
Tips Akuntansi Minimarket - Dalam menjalankan bisnis, terlebih jual-beli seperti minimarket, tentunya dibutuhkan sistem akuntansi untuk mencatat semua transaksi yang
Baca Juga
Aplikasi Manajemen Marketplace, Rekap Transaksi Lebih Mudah
Aplikasi manajemen marketplace berguna untuk merekap semua data produk, pesanan, jumlah stok, dan transaksi pembelian untuk dikelola dalam satu sistem
Baca Juga
Toko Penjualan Ritel, Bisnis Praktis di Masa Pandemi
Toko penjualan ritel menjadi peminat banyak orang untuk dijadikan sebagai sumber pendapatan. Alasannya, barang yang dijual di toko ritel umumnya
Baca Juga
Daftar Harga Komputer Kasir Terjangkau (Update 2023)
Daftar Komputer Kasir - Perkembangan teknologi saat ini sudah merambah lebih canggih dari zaman ke zaman. Teruma saat ini teknologi
Baca Juga
Customer Service Bee

148rb+ Pengusaha Sudah Pakai Bee

"Operasional makin lancar, bisnis terkontrol dan mudah discale-up"
Hubungi Tim Bee sekarang untuk konsultasi GRATIS
Logo Bee Web
Software Akuntansi & Kasir No. 2 di Indonesia. Memudahkan Pemilik Bisnis dan Akuntan untuk mengerjakan dan menganalisa keuangan lebih cepat, mudah, dan akurat. Gratis Trial atau Demo Gratis dengan Tim Bee.
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Chat via WA
Alamat Kantor
Surabaya: Jl. Klampis Jaya 29J, SurabayaBandung: Ruang 59 - Jl. Surya Sumantri No.59, Sukawarna, Bandung
Jakarta: Jl. Mampang Prapatan VIII No. 3B, Jakarta Selatan (Sementara Tutup)
Copyright © 2024 Bee.id
magnifiercrossmenu