Metode Pencatatan Akuntansi Cash Basis adalah metode pencatatan keuangan yang hanya mengakui pendapatan dan beban saat uang benar-benar diterima atau dibayarkan.
Metode Pencatatan Akuntansi Accrual Basis mencatat pendapatan saat diperoleh dan beban saat terjadi, meskipun uangnya belum diterima atau dibayarkan.
Perbedaan Cash Basis dan Accrual Basis terletak pada waktu pengakuan transaksi, di mana cash basis fokus pada arus kas, sedangkan accrual basis fokus pada hak dan kewajiban yang muncul.
Ada dua pengusaha, dua-duanya sama-sama mencatat omzet Rp20 juta bulan ini. Tapi anehnya, Bu Sari punya kas Rp15 juta, sementara Pak Budi malah minus dan harus pinjam ke saudara.
Setelah ditelusuri ternyata, pak satu menggunakan metode pencatatan akuntansi yang berbeda, cash basis dan accrual basis.
Bu Sari pakai metode cash basis — mencatat saat uang benar-benar diterima atau dibayar.
Pak Budi pakai metode accrual basis — mencatat saat transaksi terjadi, walau uang belum berpindah.
Nah, kenapa bisa berbeda? Bagaimana proses pencatatannya? Yuk kita bahas selengkapnya pada artikel di bawah ini!
Metode Pencatatan Akuntansi Cash Basis
Cash basis adalah metode pencatatan akuntansi yang straight to the point. Anda mencatat pemasukan saat uang benar-benar masuk ke kas, dan mencatat pengeluaran saat uang benar-benar keluar.
Artinya:
Pendapatan dicatat ketika Anda menerima pembayaran, bukan saat Anda membuat faktur.
Pengeluaran dicatat ketika Anda mengeluarkan uang, bukan saat Anda menerima tagihan.
📌Contoh pencatatan cash basis:
Kalau Anda jualan baju online dan pelanggan baru membayar bulan depan, maka penjualan itu belum masuk ke catatan bulan ini. Anda baru akan mencatatnya sebagai pendapatan di bulan saat uangnya diterima.
#Kelebihan Metode Cash Basis
✅ Mudah dipahami dan digunakan.
✅ Cocok untuk bisnis kecil dengan transaksi sederhana
✅ Memudahkan dalam mengelola arus kas harian (cash flow)
#Kekurangan Metode Cash Basis
❌ Tidak mencerminkan kondisi keuangan secara menyeluruh
❌ Tidak sesuai untuk bisnis yang menggunakan sistem kredit
❌ Tidak memenuhi standar akuntansi yang diterapkan untuk bisnis skala besar
Kalau Anda ingin punya gambaran yang lebih lengkap dan profesional soal kondisi keuangan bisnis, maka accrual basis jawabannya.
Accrual basis adalah metode pencatatan transaksi saat terjadinya aktivitas ekonomi, bukan saat uang diterima atau dibayarkan.
Artinya:
Pendapatan dicatat ketika Anda menghasilkan pendapatan (misalnya, saat mengirim produk atau menyelesaikan jasa), meskipun pembayaran belum diterima.
Pengeluaran dicatat ketika Anda menerima barang/jasa atau tagihan, meskipun belum membayar.
📌Contoh pencatatan accrual basis:
Anda mengirimkan invoice ke klien bulan Juni, tapi mereka baru bayar bulan Juli. Di accrual basis, pendapatan itu tetap dicatat di bulan Juni, karena itulah momen terjadinya transaksi ekonomi.
Cash Basis lebih sederhana dan cocok untuk UMKM yang bertransaksi secara tunai. Tidak terlalu rinci, tapi praktis.
Accrual Basis memberikan gambaran menyeluruh, terutama untuk bisnis menengah hingga besar yang butuh laporan keuangan akurat dan sesuai standar akuntansi.
Jadi, Mana yang Harus Anda Pilih? Cash Basis atau Accrual Basis?
Kalau Anda masih di tahap awal bisnis, atau lebih mengandalkan uang tunai harian, maka cash basis bisa jadi pilihan yang tepat. Tapi kalau Anda mulai berurusan dengan invoice, piutang, utang usaha, dan ingin laporan keuangan yang lebih strategis, maka sudah saatnya Anda berpindah ke accrual basis.
Rekomendasi Aplikasi Pembukuan Keuangan Sesuai SAK
Catat Transaksi Lebih Mudah, Rapi, Bisa Langsung Jadi Laporan Keuangan, Pakai Aja Beecloud! 👍
Kalau Anda sedang mencari aplikasi pembukuan keuangan yang sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK), mudah digunakan, dan praktis untuk operasional harian, aplikasi pembukuan keuangan Beecloud solusinya!
Dengan sistem berbasis cloud, Beecloud memungkinkan Anda mencatat transaksi secara real-time, mengelola laporan keuangan otomatis sesuai standar, serta memantau kondisi keuangan bisnis dari mana saja.
Jadi, tak perlu repot lagi dengan pembukuan manual. Cukup pakai Beecloud, semua jadi lebih rapi, akurat, dan profesional.
Jam Operasional: senin - jumat jam 09.00 - 16.00 wib
Siap Mengubah Cara Anda Mengelola Bisnis
Sejak 2010, Bee telah berdedikasi untuk membantu Pengusaha di seluruh Indonesia dalam mengatasi tantangan laporan akuntansi dan keuangan. Kami siap mendukung kesuksesan bisnis Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami.
Bee.id adalah brand dari PT BITS Miliartha, perusahaan penyedia software akuntansi terbaik dan aplikasi pembukuan usaha untuk membantu pemilik bisnis dan akuntan mengelola keuangan secara lebih cepat, mudah, dan akurat. Sebagai solusi akuntansi UMKM yang telah digunakan ribuan pengguna di seluruh Indonesia, Bee siap bantu bisnis Anda berkembang lebih efisien. Coba sekarang! Gratis Trial atau jadwalkan Demo Gratis bersama Tim Bee.