Logo Bee Web

Accrual Basis Adalah Metode Pencatatan Akuntansi Basis Akrual

accrual basis adalah metode akuntansi yang mengakui pendapatan dan biaya pada saat mereka terjadi, berikut penjelasan lengkapnya
Penulis: Lutfatul Malihah
Kategori:
Dipublish Tgl: Wednesday, 11 October 2023

Mode pencatatan akuntansi dibedakan menjadi dua jenis yakni accrual basis adalah metode berbasis cash dan accrual basis adalah metode berbasis cash. Dalam artikel ini kita akan fokus membahas tentang metode accrual basis lengkap dengan jenis dan contoh laporannya.

Pada dasarnya, metode ini menjadi pedoman yang bisa digunakan dalam membuat laporan keuangan. Sebab, dalam proses pembuatan laporan keuangan tim keuangan wajib menggunakan salah satu dari dua metode yang ada.

Apa itu Accrual Basis?

Laporan Arus Kas

Metode akuntansi dibedakan menjadi dua jenis, yakni cash basis dan accrual basis (Credit: Freepik.com)

Basis akrual atau accrual basis adalah metode akuntansi yang mengakui pendapatan dan biaya pada saat mereka terjadi, bukan pada saat uang secara fisik diterima atau dibayarkan. Dalam metode ini, transaksi dicatat pada saat transaksi tersebut menghasilkan hak atau kewajiban untuk menerima pembayaran atau melakukan pembayaran di masa depan, tanpa memandang kapan uang sebenarnya berpindah tangan.

Metode basis akrual sering digunakan dalam akuntansi bisnis karena memberikan gambaran yang lebih akurat tentang kinerja keuangan perusahaan. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk melacak pendapatan yang dihasilkan dan biaya yang terjadi selama periode tertentu, bahkan jika pembayaran belum dilakukan.

Metode ini juga memungkinkan perusahaan untuk mengukur laba bersih dengan lebih akurat, yang merupakan informasi penting bagi pemegang saham, kreditur, dan pihak-pihak lain yang tertarik dalam kesehatan keuangan perusahaan.

Baca Juga: Pengertian Standar Akuntansi Pemerintahan yang Digunakan

Konsep Dasar Accrual Basis

Secara garis besar accrual basis fokus pada dua konsep, yakni:

1. Pengakuan Pendapatan

Pengakuan pendapatan dalam basis akrual terjadi pada saat perusahaan memiliki hak untuk menagih dari kegiatan usahanya, tanpa memperhatikan waktu penerimaan kas. Oleh karena itu, merupakan hal yang umum untuk mengestimasi piutang tak tertagih karena pendapatan diakui sebelum kas diterima.

2. Pengakuan Biaya

Kemudian, pengakuan biaya dalam accrual basis dilakukan saat transaksi pembayaran sudah dilakukan. Ketika sudah terjadi kewajiban pembayaran, maka hal ini akan dianggap sebagai titik awal terjadinya biaya, walaupun biaya tersebut memang belum dibayar.

Karakteristik Metode Accrual Basis

Beberapa ciri khas dari metode basis akrual adalah sebagai berikut:

  • Pendapatan Diakui pada Saat Diterima: Pendapatan diakui ketika barang atau jasa telah disediakan kepada pelanggan, bahkan jika pembayaran belum diterima. Ini berarti pendapatan diakui pada saat penjualan atau pengiriman barang atau layanan telah terjadi.
  • Biaya Diakui pada Saat Terjadi: Biaya diakui ketika mereka terjadi, bukan pada saat pembayaran. Ini berarti biaya dicatat pada saat biaya tersebut timbul, bahkan jika pembayaran belum dilakukan.
  • Piutang dan Utang: Piutang (hutang dagang) dicatat ketika penjualan dilakukan, dan utang (hutang dagang) dicatat ketika barang atau layanan diterima, bahkan jika pembayaran belum terjadi.
  • Prinsip Realisasi Pendapatan: Pendapatan dianggap direalisasi saat barang atau layanan telah disediakan dan pelanggan memiliki kewajiban untuk membayar, bahkan jika uang belum diterima.

Perbedaan Accrual Basis dan Cash Basis

Ada beberapa hal yang membedakan accrual basis dan cash basis, berikut diantaranya:

1. Perbedaan Umum

Secara garis besar, perbedaan accrual basis dan cash basis adalah berdasarkan proses penilaiannya. Accrual basis umum diterima dan digunakan pada sektor komersial, karena mampu melihat posisi keuangan secara realtime dan memberikan banyak pandangan.

Sedangkan cash basis, lebih cocok digunakan untuk pencatatan transaksi saja, sebab metode cash basis memang hanya digunakan untuk mencatat transaksi jika ada penerimaan atau pengeluaran kas saja.

2. Jangka Waktu

Perbedaan kedua adalah jangka waktu, lebih tepatnya jangka waktu pencatatan. Dimana pada metode accrual basis proses pencatatan dilakukan setelah adanya transaksi, sedangkan pada metode cash basis dilakukan ketika kas sudah diterima oleh perusahaan.

3. Arus Kas

Ketiga adalah laporan arus kas, pada metode accrual basis dapat mempresentasikan laporan arus kas secara tepat, namun tidak seakurat cash basis yang bisa membabarkan informasi arus kas masuk dan keluar.

4. Bidang Industri

Selanjutnya adalah industri yang biasa digunakan, metode accrual lebih cocok digunakan untuk bisnis yang memiliki perputaran produksi yang cepat dengan modal yang besar, seperti perusahaan manufaktur dan bisnis konstruksi.

Sedangkan cash basis sebaliknya, metode ini lebih cocok untuk usaha kecil atau usaha yang sedang berkembang, tidak untuk bisnis yang memiliki perputaran arus yang cepat.

5. Analisis Trend

Pada metode akrual digunakan untuk mencatat setiap aktivitas transaksi, memberikan representasi yang lebih akurat dari setiap transaksi. Hal ini memudahkan untuk menganalisis pola penjualan atau pengeluaran.

Namun pada metode basis kas, transaksi hanya dicatat ketika dana dipertukarkan, sehingga ada jeda waktu antara terjadinya transaksi dan pencatatannya. Hal ini dapat menyulitkan dalam menganalisis trend dengan menggunakan metode basis akrual.

6. Kemudahan dalam Penggunaan

Mencatat laporan keuangan dengan basis akrual bisa lebih menantang daripada basis kas karena melibatkan lebih banyak entri jurnal untuk setiap transaksi. Hal ini berbeda dengan basis kas, yang lebih sederhana karena tidak memerlukan entri jurnal.

Jenis-Jenis Akun dalam Metode Accrual Basis

Accrual basis

Ada beberapa akun yang dicantumkan dalam laporan akuntansi berbasis akrual (Credit: Freepik.com)

Berikut adalah beberapa jenis akun yang umum digunakan dalam metode basis akrual beserta penjelasan singkat tentang masing-masing jenis akun tersebut:

  • Akun Pendapatan (Revenue Account), digunakan untuk mencatat pendapatan yang dihasilkan oleh perusahaan dari penjualan barang atau layanan kepada pelanggan.
  • Akun Biaya (Expense Account), digunakan untuk mencatat semua biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dalam menjalankan operasinya. Mencakup biaya seperti gaji karyawan, sewa, bahan baku, dan biaya operasional lainnya.
  • Akun Piutang (Accounts Receivable), digunakan untuk mencatat jumlah uang yang harus diterima oleh perusahaan dari pelanggan atas penjualan barang atau layanan. Jumlah ini dianggap sebagai aset perusahaan karena akan diterima di masa depan.
  • Akun Utang (Accounts Payable), digunakan untuk mencatat jumlah uang yang perusahaan harus dibayarkan kepada pemasok atau kreditur atas pembelian barang atau layanan.
  • Akun Aset (Asset Account), digunakan untuk mencatat semua sumber daya ekonomi yang dimiliki oleh perusahaan yang memiliki nilai ekonomi. Mencakup aset tetap seperti properti dan peralatan, serta aset lancar seperti kas, piutang, dan inventaris.
  • Akun Kewajiban (Liability Account), mencatat semua kewajiban keuangan yang dimiliki oleh perusahaan, termasuk utang dagang, utang jangka panjang, dan kewajiban lainnya.
  • Akun Modal (Capital Account), mencatat investasi pemilik dalam perusahaan, serta laba atau rugi yang dihasilkan dari operasi perusahaan. Ini memberikan gambaran tentang ekuitas pemilik dalam perusahaan.
  • Akun Pendapatan yang Belum Diterima (Unearned Revenue Account), digunakan untuk mencatat pendapatan yang telah diterima dari pelanggan, tetapi barang atau layanan yang sesuai belum disediakan.
  • Akun Biaya yang Belum Dibayar (Accrued Expense Account), digunakan untuk mencatat biaya yang telah terjadi, tetapi pembayaran belum dilakukan.
  • Akun Pendapatan yang Belum Diakui (Accrued Revenue Account), digunakan untuk mencatat pendapatan yang belum diakui secara kas, tetapi telah diterima atau dihasilkan.

Baca Juga: 35 Nama Nama Akun dalam Akuntansi dan Fungsinya 

Kelebihan dan Kekurangan Metode Accrual Basis

Metode basis akrual memiliki kelebihan dan kekurangan, berikut diantaranya:

# Kelebihan Metode Accrual Basis

  • Akurat dan Konsisten, dimana metode basis akrual memberikan gambaran yang lebih akurat tentang kinerja keuangan perusahaan karena mencatat pendapatan dan biaya pada saat mereka terjadi, bukan hanya pada saat pembayaran.
  • Pemantauan Kewajiban dan Piutang, Metode ini memungkinkan perusahaan untuk melacak dengan cermat kewajiban (utang) dan piutang (piutang) yang akan datang, yang membantu dalam perencanaan keuangan dan manajemen kas.
  • Keterbukaan, metode ini menciptakan transparansi dalam laporan keuangan, karena mencerminkan semua transaksi yang terjadi, termasuk yang belum dibayar atau diterima.
  • Pengukuran Laba yang Konsisten, metode ini memungkinkan perusahaan untuk mengukur laba bersih secara konsisten dari periode ke periode, terlepas dari kapan uang benar-benar berpindah tangan.
  • Pendapatan Terdistribusi dengan Adil,  basis akrual memungkinkan pendapatan dan biaya terdistribusi secara adil selama siklus operasi perusahaan, sehingga menciptakan gambaran yang lebih akurat tentang keuntungan perusahaan.

# Kekurangan Metode Accrual Basis

  • Metode basis akrual seringkali lebih kompleks daripada metode kas karena memerlukan pencatatan transaksi yang belum dibayar atau diterima. Hal ini dapat menghasilkan biaya administratif yang lebih tinggi.
  • Tidak Relevan untuk Bisnis dengan Transaksi Tunai Sederhana, bisnis kecil dengan transaksi tunai sederhana mungkin merasa metode ini terlalu rumit dan tidak relevan untuk kebutuhan mereka.
  • Pembayaran Pajak Lebih Awa, dimana metode ini dapat menyebabkan perusahaan harus membayar pajak atas pendapatan yang belum benar-benar diterima dalam kas, karena pendapatan diakui sebelum uang diterima.
  • Laporan Keuangan yang Tidak Mencerminkan Kas Riil, laporan keuangan yang disusun berdasarkan basis akrual tidak selalu mencerminkan jumlah kas riil yang dimiliki perusahaan, yang bisa menjadi tantangan dalam mengelola kas.
  • Pendapatan dan Biaya yang Tertunda, metode ini dapat menghasilkan pendapatan dan biaya yang tertunda, yang mungkin membuat laporan keuangan tidak mencerminkan situasi keuangan saat ini.

Contoh Laporan Accrual Basis

Berikut contoh laporan keuangan accrual basis:

# Catatan Transkasi Menggunakan Accrual Basis

Pencatatan Transaksi Accrual Basis

Ilustrasi pencatatan belanja menggunakan metode accrual basis (Credit: scribd.com)

# Laporan Neraca Accrual Basis

Contoh Laporan Neraca Accrual Basis

Laporan Neraca Accrual Basis (Credit: Researchgate.net)

Pemilihan metode akuntansi, baik metode basis kas atau basis akrual, tergantung pada karakteristik bisnis dan tujuan keuangan perusahaan.

Banyak perusahaan besar dan entitas publik menggunakan metode basis akrual karena memberikan informasi yang lebih akurat dan relevan untuk pengambilan keputusan jangka panjang. Sementara itu, bisnis kecil atau individu mungkin lebih memilih metode basis kas yang lebih sederhana.

Ada bisa menggunakan software akuntansi Beeaccounting, untuk mencatat transaksi, kelola aset perusahaan, hingga laporan akuntansi otomatis dari neraca hingga laba rugi. Yuk, dapatkan gratis trial khusus untuk Anda pengguna pertama!

Beeaccounting, Software Akuntansi Sekali Bayar Lifetime, Cukup 1x Bayar

Software Laporan Keuangan Terbaik untuk Berbagai Jenis Usaha
Setiap bisnis atau usaha pasti membutuhkan laporan tentang status keuangan. Laporan tersebut akan digunakan untuk analisis pertumbuhan dan perkembangan suatu
Baca Juga
Aplikasi Manajemen Marketplace, Rekap Transaksi Lebih Mudah
Aplikasi manajemen marketplace berguna untuk merekap semua data produk, pesanan, jumlah stok, dan transaksi pembelian untuk dikelola dalam satu sistem
Baca Juga
Apa Saja Beda Biaya dan Beban?
Beda biaya dan beban sangat penting diketahui dalam dunia akuntansi. Biaya dan beban merupakan istilah yang sangat sering kita dengar.
Baca Juga
Pengertian Debit dan Kredit dalam Akuntansi dan Perbedaannya
Secara garis besar pengertian debit dan kredit adalah akun yang digunakan dalam mencatat transaksi keuangan, baik dalam hal akuntansi maupun
Baca Juga
Pengertian, Cara Membuat dan Contoh Nota Debit
Dalam dunia bisnis terutama yang berkaitan dengan penjualan dan pembelian, tentu akan selalu ada nota yang perannya sangat penting. Nota
Baca Juga
Pasiva Adalah: Pengertian, Jenis, dan Rumus Menghitungnya
Dalam konteks akuntansi, istilah pasiva adalah komponen yang merujuk pada salah satu sisi dari neraca keuangan suatu perusahaan. Neraca keuangan
Baca Juga
Customer Service Bee

148rb+ Pengusaha Sudah Pakai Bee

"Operasional makin lancar, bisnis terkontrol dan mudah discale-up"
Hubungi Tim Bee sekarang untuk konsultasi GRATIS
Logo Bee Web
Software Akuntansi & Kasir No. 2 di Indonesia. Memudahkan Pemilik Bisnis dan Akuntan untuk mengerjakan dan menganalisa keuangan lebih cepat, mudah, dan akurat. Gratis Trial atau Demo Gratis dengan Tim Bee.
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Chat via WA
Alamat Kantor
Surabaya: Jl. Klampis Jaya 29J, SurabayaBandung: Ruang 59 - Jl. Surya Sumantri No.59, Sukawarna, Bandung
Jakarta: Jl. Mampang Prapatan VIII No. 3B, Jakarta Selatan (Sementara Tutup)
Copyright © 2024 Bee.id
magnifiercrossmenu