Logo Bee Web

Tahapan Manajemen Rantai Pasok (Supply Chain), Komponen dan Prinsipnya

Rantai pasok adalah jaringan kompleks yang terdiri dari berbagai proses yang saling terkait hubungan produsen hingga konsumen akhir.
Penulis: Lutfatul Malihah
Kategori: ,
Dipublish Tgl: Sunday, 8 October 2023

Rantai pasok adalah jaringan kompleks yang terdiri dari berbagai tahap, entitas, dan proses yang saling terkait dalam mengantarkan produk atau layanan dari produsen hingga konsumen akhir. Dengan manajemen yang baik maka akan sangat memungkinkan untuk sebuah bisnis mendapatkan keuntungan yang banyak.

Mulai dari efisiensi waktu, pengelolaan manajemen barang dan jasa yang tepat, loyalitas pelanggan dan masih banyak lagi lainnya. Oleh sebab itu rantai pasok atau supply chain ini memiliki fungsi yang krusial dalam proses manajemen bisnis. Bagaimana tahapan, komponen, jenis dan pengertianya? Simak selengkapnya pada artikel di bawah ini:

Apa itu Rantai Pasok?

rantai pasok adalah

Ilustrasi alur proses rantai pasok (Credit: Freepik.com)

Supply chain atau yang juga disebut dengan rantai pasok adalah rangkaian proses dan aktivitas yang terhubung, dimulai dari bahan baku atau komponen awal hingga produk akhir atau layanan yang disampaikan kepada pelanggan akhir.

Rantai pasok melibatkan berbagai elemen seperti pemasok, produsen, distributor, pedagang, dan konsumen, yang bekerja bersama-sama untuk menghasilkan, mengolah, mengemas, mendistribusikan, dan akhirnya mengkonsumsi produk atau layanan.

Dengan tujuan untuk mengoptimalkan aliran barang atau layanan dengan efisiensi tinggi, menjaga kualitas, mengelola persediaan dengan baik, dan memenuhi kebutuhan pelanggan dengan tepat waktu. Untuk menunjang tercapainya tujuan tersebut dibutuhkan manajemen rantai pasok yang tepat.

Menurut Jebarus, supply chain management atau manajemen rantai pasok adalah sebuah pengembagan lanjuran dari manajemen distribusi produk untuk memenuhi permintaan dari konsumen. Selain itu, ia juga bisa diartikan menjadi pendekatan terintegrasi antar lintas organisasi dalam memproduksi dan distribusi produk ke pelanggan.

Pola dari manajemen rantai pasok ini meliputi proses pendistribusian produk, penjadwalan produksi dan logistik dengan harapan mampu menggantikan pola pendistribusian produk biasa menjadi lebih optimal.

Baca Juga: Apa itu Distributor? Tugas, Jenis dan Kunci Sukses Distributor

Jenis-Jenis Sistem Rantai Pasok

Terdapat 3 sistem rantai pasok yang biasa digunakan, berikut diantaranya:

1. Upstream Supply Chain

Upstream Supply Chain adalah metode pengelolaan perpindahan produk yang dilakukan oleh perusahaan dan vendor penyedia bahan baku.

2. Downstream Supply Chain

Kedua, downstream supply chain adalah proses distribusi produk yang dilakukan mulai dari perusahaan ke konsumen. Umumnya, sistem ini dilakukan langsung oleh perusahaan itu sendiri tanpa melibatkan jasa vendor penyedia barang.

3. Internal Supply Chain

Ketiga, internal supply chain yakni proses pengelolaan ketersediaan, pasokan bahan baku lengkap dengan proses pabrikasi yang dilakukan menggunakan sistem manajemen.

Komponen dan Tahapan Manajemen Rantai Pasok

manajemen rantai pasok

Proses Manajemen rantai pasok melibatkan 6 proses dasar, mulai dari perencanaan hingga pengembalian (Credit; Freepik.com)

Dalam melakukan manajemen rantai pasok ada beberapa komponen yang perlu dilibatkan, seperti proses perencanaan, pemilihan supplier, inventory, produksi/ manufacturing, deliver, dan pengembalian.

Berikut penjelasan lengkap proses manajemen rantai pasok:

1. Plan (Perencanaan)

Tahap perencanaan adalah langkah awal dalam manajemen rantai pasok. Di sini, perusahaan merencanakan segala aspek rantai pasok, termasuk perencanaan persediaan, perkiraan permintaan, alokasi sumber daya, dan pengembangan strategi jangka panjang. Perencanaan yang baik membantu perusahaan mengidentifikasi risiko, mengoptimalkan proses, dan merancang langkah-langkah untuk mencapai tujuan bisnis.

2. Source (Pemilihan Supplier)

Berikutnya adalah proses source, dimana perusahaan melakukan pemilihan supplier bahan baku yang kredibel dan sanggup memenuhi kebutuhan produksi. Pemilihan pemasok yang tepat berfokus pada kualitas, harga, keandalan, dan keberlanjutan. Manajemen hubungan dengan pemasok adalah hal penting untuk menjaga rantai pasok yang lancar.

Baca Juga: Supplier Adalah: Tugas, Jenis, Kriteria dan Cara Kerjanya

3. Inventory (Gudang)

Bahan baku dan bahan pendukung yang diterima dari pemasok harus melewati proses pengujian kualitas dan penerimaan sebelum dimasukkan ke dalam gudang. Ini penting untuk memastikan bahwa bahan yang digunakan dalam produksi memenuhi standar kualitas yang diinginkan. Gudang berfungsi sebagai tempat penyimpanan yang memungkinkan pengelolaan persediaan yang efisien.

4. Make (Produksi)

Selanjutnya adalah tahap produksi atau manufacturing, melibatkan proses pembuatan produk atau penyediaan layanan. Di sini, perusahaan harus mengelola efisiensi produksi, kualitas, dan kapasitas untuk memenuhi permintaan pelanggan. Terdapat banyak strategi produksi, seperti produksi in-house atau outsourcing, yang harus dipertimbangkan.

5. Deliver (Pengiriman)

Kemudian proses deliver, fokus pada proses pengiriman produk atau layanan kepada pelanggan akhir. Ini mencakup manajemen logistik, pengiriman, distribusi, pemantauan persediaan, dan pemenuhan pesanan. Pengiriman yang efisien adalah kunci untuk memuaskan pelanggan dan menjaga biaya logistik yang rendah.

6. Retur (Pengembalian)

Terakhir adalah manajemen pengembalian produk atau layanan yang cacat atau tidak memenuhi harapan pelanggan. Perusahaan perlu memiliki kebijakan dan prosedur yang efektif untuk menerima, mengganti, atau memperbaiki barang yang dikembalikan, serta mengidentifikasi penyebabnya untuk perbaikan berkelanjutan.

Seluruh komponen ini saling terkait dan memerlukan kerjasama yang baik antar departemen dalam sebuah organisasi dan sering melibatkan teknologi informasi yang canggih untuk memantau, mengatur, dan mengelola seluruh rantai pasok dengan efektif.

Prinsip Manajemen Rantai Pasok

Supply Chain adalah

Dasar prinsip rantai pasok adalah sinkronisasi dan koordinasi kegiatan yang berkaitan dengan aliran bahan atau produk penting baik di dalam maupun di antara organisasi.  (Credit: Freepik.com)

Prinsip rantai pasok melibatkan sinkronisasi aktivitas, adaptasi terhadap konsumen, pemanfaatan sinyal pasar, strategi sumber daya, diferensiasi dekat dengan konsumen, teknologi, dan pengukuran kinerja untuk meningkatkan nilai tambah dalam rantai pasok.

Untuk bisa menerapkan prinsip di atas, maka pebisnis perlu melakukan hal-hal berikut:

  • Melakukan penyesuaian jaringan logistik dalam melayani konsumen yang berbeda.
  • Menerapkan segmentasi konsumen berdasarkan kebutuhan
  • Mengamati situasi pasar sebagai dasar perencanaan kebutuhan dan alokasi sumber daya.
  • Melakukan pengelolaan supply secara strategis guna meningkatkan efisiensi biaya kepemilikan barang atau jasa.
  • dst

Manfaat Menerapkan Manajemen Rantai Pasok dalam Bisnis

Berikut adalah lima manfaat utama dari penerapan manajemen rantai pasok:

1. Peningkatan Efisiensi Operasional

Dengan melakukan manajemen yang baik maka perusahaan akan dimudahkan dalam mengidentifikasi potensi penyusutan dan pemborosan dalam proses bisnis mereka. Dengan memperbaiki koordinasi antara berbagai tahap rantai pasok, perusahaan dapat mengurangi biaya produksi, mengurangi persediaan yang tidak perlu, dan meningkatkan penggunaan sumber daya yang ada.

2. Responsibilitas Terhadap Perubahan Pasar

Selanjutnya adalah peka terhadap perubahan pasar, dimana pebisnis yang menerapkan supply chain cenderung akan lebih mudah memahami dan memantau sinyal pasar, perusahaan dapat lebih responsif terhadap perubahan dalam permintaan pelanggan atau kondisi pasar.

Selain itu, Manajemen ini juga memungkinkan perusahaan untuk menyesuaikan produksi, distribusi, dan persediaan mereka secara lebih efektif, yang penting dalam pasar yang berubah dengan cepat.

3. Peningkatan Kualitas Produk dan Layanan

Selanjutnya dengan manajemen yang baik maka dapat membantu perusahaan memastikan bahwa bahan baku dan komponen yang digunakan dalam produksi memenuhi standar kualitas yang tinggi. Ini dapat menghasilkan produk akhir yang lebih baik dan meningkatkan kepuasan pelanggan.

4. Optimalisasi Persediaan

Dengan mengelola persediaan dengan lebih baik, perusahaan dapat menghindari overstocking atau kekurangan persediaan. Ini mengurangi biaya penyimpanan dan kerugian akibat produk yang kadaluarsa atau usang.

5. Peningkatan Hubungan dengan Pemasok dan Pelanggan

Selanjutnya, manajemen rantai pasok mempromosikan kolaborasi yang lebih erat antara perusahaan dan pemasoknya. Ini dapat menghasilkan hubungan yang lebih kuat, berbagi informasi yang lebih baik, dan saling ketergantungan yang menguntungkan. Selain itu, dengan memahami kebutuhan pelanggan lebih baik, perusahaan dapat memberikan layanan yang lebih baik dan membangun loyalitas pelanggan.

Dengan menerapkan manajemen rantai pasok yang baik, perusahaan dapat mencapai keunggulan kompetitif, mengurangi biaya operasional, dan menjadi lebih adaptif terhadap perubahan pasar. Ini menjadi kunci sukses dalam lingkungan bisnis yang semakin kompleks dan kompetitif.

Tingkatkan Efisiensi Manajemen Rantai Pasok dengan Beecloud

Beecloud Kelola Stok Barang Di Gudang

Untuk memastikan rantai pasokan berjalan mulus, metode manual sudah tidak cukup, terutama jika bisnis Anda telah mencapai skala besar. Saatnya beralih ke era digital dengan menggunakan aplikasi atau perangkat lunak pendukung yang dapat memberikan kontrol yang lebih baik. Salah satunya software akuntansi online Beecloud.

Dengan Beecloud, Anda dapat mengelola stok di toko dan gudang dengan pengawasan yang terpusat dari kantor pusat Anda. Software ini bukan hanya membantu Anda mengontrol persediaan dengan mudah, tetapi juga menyediakan berbagai fitur laporan keuangan, seperti neraca, jurnal penjualan, jurnal pembelian, dan akuntansi yang lengkap.

Tak hanya itu, Beecloud cocok digunakan oleh berbagai jenis bisnis, mulai dari manufaktur, ritel, distributor, hingga restoran. Lupakan cara manual yang melelahkan, dan temukan solusi efisien dan Gratis uji coba terbatas dengan klik banner di atas 👆

10 Contoh Iklan Produk dan Tips Membuatnya
Iklan produk menjadi salah satu aspek penting dalam pemasaran yang tidak dapat diabaikan. Ada banyak sekali contoh iklan produk yang
Baca Juga
Bagaimana Cara Melakukan Pembukuan Bengkel Motor Mobil?
Untuk bertahan hidup di industri ini, banyak poin harus dipertimbangkan, termasuk pembukuan bengkel motor mobil hingga pengawasannya. Tidak dapat dipungkiri,
Baca Juga
Mengenal Bisnis FMCG, Produk dan Perusahaannya
FMCG atau Fast Moving Consumer Goods adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan produk yang dijual dengan cepat dan sering dikonsumsi
Baca Juga
Cara Buat Buku Kas Mudah dan Sederhana
Cara buat buku kas sangat penting untuk membuat buku kas yang seharusnya dimiliki setiap pebisnis. Cara buat buku kas sendiri
Baca Juga
Cara Daftar GrabFood, Syarat dan Langkah-Langkahnya
Bergabung dengan GrabFood sebagai mitra bisnis kuliner dapat memberikan banyak manfaat, seperti meningkatkan visibilitas bisnis dan memperluas jangkauan pelanggan. Oleh
Baca Juga
Kesalahan yang Wajib Dihindari Dalam Branding Produk
Merek Anda adalah janji dan komitmen Anda kepada pelanggan. Jadi penting bagi Anda untuk membangunnya dengan hati-hati. Sebuah merek tidak
Baca Juga
Customer Service Bee

148rb+ Pengusaha Sudah Pakai Bee

"Operasional makin lancar, bisnis terkontrol dan mudah discale-up"
Hubungi Tim Bee sekarang untuk konsultasi GRATIS
Logo Bee Web
Software Akuntansi & Kasir No. 2 di Indonesia. Memudahkan Pemilik Bisnis dan Akuntan untuk mengerjakan dan menganalisa keuangan lebih cepat, mudah, dan akurat. Gratis Trial atau Demo Gratis dengan Tim Bee.
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Chat via WA
Alamat Kantor
Surabaya: Jl. Klampis Jaya 29J, SurabayaBandung: Ruang 59 - Jl. Surya Sumantri No.59, Sukawarna, Bandung
Jakarta: Jl. Mampang Prapatan VIII No. 3B, Jakarta Selatan (Sementara Tutup)
Copyright © 2024 Bee.id
magnifiercrossmenu