Apa itu Distributor? Tugas, Jenis dan Kunci Sukses Distributor

Saturday, 16 October 2021
Rininta Oktaviana
Rininta Oktaviana
apa-itu-distributor-pengetian

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Sebelum kita membahas apa itu distributor, dalam praktiknya manusia dalam memenuhi kebutuhannya harus melakukan kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi adalah kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk mendapatkan penghasilan, barang atau jasa tertentu dengan tujuan mencapai kesejahteraan dalam hidupnya.

Kegiatan ekonomi tersebut terdiri dari produksi, distribusi dan konsumsi. Pelaku kegiatan produksi disebut produsen, pelaku kegiatan distribusi disebut distributor, pelaku kegiatan konsumsi disebut konsumen.

Apa itu Distributor?

apa-itu-distributor-pengetian

Apa itu Distributor, Pengertian, Tugas, dan Tujuan (Sumber: Freepik.com)

Distributor adalah pelaku kegiatan distribusi yang membeli barang dari produsen secara langsung dengan tujuan menyalurkan produk perdagangan kepada toko-toko atau retailler. Distributor di sini haruslah pihak yang hanya mengambil barang dalam bentuk jadi tanpa ada lagi proses perubahan atau modifikasi yang dia lakukan.

Dari mana distributor mendapatkan keuntungan? Distributor mendapatkan keuntungan dari potongan harga pembelian produk dari produsen. Semakin banyak produk yang dibeli dari produsen, maka potongan harga produk biasanya akan semakin besar.

Pengertian distribusi sendiri menurut KBBI adalah pembagian pengiriman barang kepada konsumen ke beberapa tempat, atau pergerakan barang dari perusahaan manufaktur hingga ke pasar yang akhirnya produk tersebut dibeli oleh konsumen.

Pengertian Distribusi Menurut Para Ahli

Apa itu distributor menurut pengertian para ahli?

apa-itu-distribusi-menurut-para-ahli

Memahami Pengertian Distribusi Menurut Ahli (Sumber: Freepik.com)

  • Assauri

Distribusi adalah sebuah kegiatan menyalurkan barang atau memindahkan produk, dari produsen kepada konsumen akhir dengan saluran distributor pada waktu yang tepat.

  • Soekartawi

Distribusi adalah kegiatan mengirimkan barang dan jasa kepada konsumen akhir, yang kegiatan ini dilakukan oleh distributor perorangan maupun badan usaha.

  • Basu Swastha

Distribusi adalah pemasaran yang dilakukan oleh pembuat produk, untuk mengirimkan produknya ke pembeli. Distributor adalah lembaga yang menyalurkan barang ke konsumen.

Tujuan Distribusi

apa-tujuan-distribusi

Memahami Tujuan Distribusi (Sumber: Freepik.com)

Apa itu tujuan distribusi? Tujuan distribusi untuk memastikan keberlangsungan kegiatan produksi dan memastikan produk diterima oleh konsumen dengan baik.

  • Menjamin Kelangsungan Produksi

Dengan distribusi, kegiatan produksi akan tetap terus berjalan. Proses distribusi membuat produk dapat tersalur ke konsumen dan tidak tertahan di pihak produsen. Kegiatan produksi pun akan terus berjalan dengan lancar dan memperoleh keuntungan.

  • Menjamin Produk Sampai ke Konsumen

Selain penting untuk produsen, distribusi juga penting untuk konsumen. Dengan proses distribusi, konsumen dapat menerima produk yang diinginkan. Proses distribusi juga meliputi cara pengenalan barang (promosi) hingga proses pengiriman barang ke konsumen.

Baca Juga: Distributor Barang: Pengertian, Peluang dan Masalah Umum

Fungsi dan Tugas Distributor

apa-fungsi-dan-tugas-distributor

Fungsi dan Tugas Distributor Dalam Kegiatan Ekonomi (Sumber: Pexels.com)

Apa itu fungsi dan tugas distributor? Dalam perdagangan, distributor adalah rantai pertama setelah produsen dan sebelum konsumen. Jadi tugas utama distributor adalah penyalur barang dari produsen ke pengecer atau konsumen. Untuk lebih jelasnya apa saja fungsi dan tugas distributor simak penjelasannya di bawah ini:

1. Membeli Produk dari Produsen

Distributor membeli produk dari produsen secara langsung untuk kemudian disalurkan ke pedagang kecil atau konsumen langsung.

2. Menyimpan Produk

Setelah membeli produk dari produsen dalam jumlah banyak, distributor tidak bisa menyalurkan secara langsung kepada konsumen. Maka dari itu distributor menyimpan produk dalam gudang selama beberapa waktu.

3. Menjual Produk

Selanjutnya, distributor menjual barang dari produsen kepada retailer atau konsumen akhir. Dalam menjual produk, distributor mematok harga lebih tinggi dari pembelian untuk mendapatkan keuntungan.

4. Mengangkut Produk

Proses memindahkan produk yang dilakukan distributor dalam menjual produknya ke retailer dengan aman. Saat pengangkutan produk, ada beban biaya yang ditanggung oleh distributor. Beban harga ini akan dimasukkan distributor ke dalam harga produk yang dijual.

5. Klasifikasi Produk

Distributor memiliki tugas untuk bertanggung jawab untuk mengklasifikasikan produk sesuai jenis, ukuran dan kualitas sehingga tidak tercampur.

6. Informasi Produk

Seorang distributor juga memiliki tugas untuk menginformasikan produk barang atau jasa kepada konsumen, dengan menjelaskan secara rinci tentang harga dan kualitas produk tersebut. Agar barang tersebut laku dipasaran dan diminati banyak konsumen.

7. Promosi Produk

Tugas terakhir seorang distributor adalah melakukan promosi produk barang dan jasa, dengan tujuan untuk mengenalkan informasi produk seperti manfaat, mutu dan harga kepada konsumen melalui media iklan.

Jenis-jenis Distributor

apa-saja-jenis-jenis-distributor

Memahami Jenis-jenis Distributor (Sumber: Pexels.com)

Apa saja jenis-jenis distributor? Distributor dibedakan menjadi beberapa jenis. Berikut jenis-jenis distributor:

1. Perusahaan Distributor Barang

Jenis distributor ini paling sering kita temui. Perusahaan distributor barang bertugas menyalurkan produk berupa barang dari produsen ke pengecer, yang kemudian barang tersebut dijual pengecer kepada konsumen akhir.

2. Perusahaan Distributor Jasa

Untuk perusahaan distributor jasa, produk yang disalurkan bukanlah barang melainkan jasa. Dalam praktiknya, distributor dapat menargetkan konsumen akhir secara langsung. Contohnya, distribusi jasa keuangan dari bank ke nasabah.

3. Distributor Perorangan

Jenis yang terakhir adalah distributor perorangan. Distributor ini dilakukan secara perorangan, yang menyalurkan produk barang dan jasa dari produsen ke konsumen tanpa menggunakan badan usaha.

Beda Distributor dengan Supplier dan Agen

apa-perbedaan-distributor-supplier-dan-agen

Perbedaan Distributor, Supplier dan Agen (Sumber: Freepik.com)

Apa bedanya distributor, supllier dan agen? Seperti yang telah kita bahas sebelumnya, distributor adalah pihak yang membeli barang dari produsen secara langsung dengan tujuan menjualnya kembali kepada toko-toko atau retailer tanpa ada lagi proses perubahan atau modifikasi yang dilakukan.

Supplier

Bedanya dengan supplier, supplier adalah pihak yang menjual dan menyalurkan bahan mentah untuk diolah lagi oleh pabrik atau perusahaan untuk menjadi barang jadi. Inilah hal utama yang membedakan antara supplier dan distributor yakni jenis barang yang dijual.

Distributor menyalurkan barang jadi tanpa modifikasi, supplier menyalurkan bahan mentah kepada pabrik untuk diolah menjadi barang jadi.

Contohnya, supplier kayu jati menjual kayu-kayunya pada perusahaan pengolah kayu untuk dijadikan furnitur.

Agen

Nah, kalau agen adalah pihak yang menjadi perantara menjual produk dari distributor ke retail atau konsumen secara langsung. Misalnya distributor sebuah makanan ringan, menjual produknya ke agen. Agen kemudian menjual makanan ringan tersebut ke retail, toko kecil, atau ke konsumen secara langsung. Agen bertugas menjangkau konsumen yang tidak bisa dijangkau langsung oleh distributor.

Kenapa Memilih Bisnis Distribusi Dibanding Ritel?

alasan-memilih-bisnis-distribusi-daripada-ritel

Alasan Memilih Bisnis Distribusi Daripada Bisnis Retail (Sumber: Unsplash.com)

Peluang usaha distributor adalah pilihan tepat jika Anda sudah paham akan market yang Anda incar. Dengan memahami target market, barang yang Anda distribusikan akan lebih mudah diterima oleh market yang sesuai.

Keuntungan lain dari usaha distribusi adalah Anda dapat lebih mudah membangun hubungan dengan klien. Baik pabrikan maupun pengecer akan cenderung memilih distributor yang sudah mereka kenal dan terjalin hubungan kerja yang baik sebelumnya daripada mencari distributor baru.

Jika Anda berhasil mendapatkan kontrak memasok kepada perusahaan ritel besar, Anda mungkin tidak akan membutuhkan kontrak lain untuk menjaga bisnis Anda tetap berkembang dan bertahan. Bahkan satu kontrak baru yang bernilai tinggi dapat membuat marjin besar pada laba Anda!

Baca Juga: SO Mobile Aplikasi Sales Order untuk Salesman

Bagaimana Meraih Profit Dari Bisnis Distribusi?

bagaimana-meraih-profit-dari-bisnis-distribusi

Merah Profit dari Bisnis Distribusi (Sumber: Freepik.com)

Tidak seperti pengecer, distributor tidak bisa menjual produk dengan markup yang besar. Kebanyakan distributor menjual dengan harga grosir yang hanya sedikit lebih tinggi dari harga yang diberikan produsen. Harga yang ditawarkan biasanya tidak standar untuk setiap produk dan harus dinegosiasikan dengan setiap klien baru tergantung pada jumlah pesanannya.

Menjual barang dalam jumlah yang besar adalah cara terbaik bagi seorang distributor untuk menghasilkan profit. Dengan membeli produk berharga rendah dan menjualnya hanya dengan markup harga yang sedikit lebih tinggi, perusahaan distribusi dapat menghasilkan profit tersendiri tanpa harus menghasilkan produk sendiri.

Kunci Sukses Menjadi Distributor

1. Mempunyai Rantai Distribusi

Anda bisa melakukan perluasan pemasaran produk dengan menggandeng agen, reseller hingga dropshipper. Hal ini akan membantu Anda memutar barang dan memasarkan produk dengan cepat.

Sebaik apapun kualitas produk yang diciptakan, tidak akan mampu terjual dengan jumlah yang maksimal jika tidak dilakukan proses marketing yang optimal.

2. Berikan Harga Terbaik

Apabila Anda mendapatkan harga terbaik dari produsen sebaiknya Anda tidak menaikkan harga jual yang terlalu tinggi. Karena harga barang yang akan Andajual kembali nantinya akan secara otomatis naik saat dijual lagi oleh para pemasar berikutnya.

Harga suatu produk menjadi salah satu kunci repeat order. Kebanyakan orang tentunya akan memilih produk dengan harga yang relatif terjangkau dan mampu memberikan manfaat sesuai yang dibutuhkan

3. Penawaran Menarik

Sebagai distributor perlu juga memiliki strategi dagang yang jitu untuk menarik banyak konsumen, mengingat sekarang ini persaingan antar distributor juga sangat ketat. Misalnya saja, dengan promosi yang menarik, menjual produk-produk barang atau jasa yang menarik dan sebagainya.

4. Gunakan Software Distributor

Saat permintaan pelanggan semakin meningkat dan membutuhkan pengiriman produk yang cepat, maka proses operasional perusahaan pun harus dituntut bekerja lebih cepat. Software distributor membantu dalam PO (pengiriman dan pembelian), SO (penjualan da retur). hutang piutang, stok gudang, hingga integrasi laporan akuntansi.

Coba gratis Software Distributor selama 14 hari dan langganan hanya Rp 103.000 saja per bulan. Coba gratis klik banner di bawah ini!

Software Distributor

 

Banyak Berbagi Banyak Rejeki :
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on print
Print
Artikel Yang Mungkin Anda Suka :