Web Logo Bee
Penulis: Lutfatul Malihah

Likuiditas Adalah: Pengertian, Jenis dan Cara Menghitungnya

Kategori:
Dipublish Tgl: Friday, 20 January 2023

Likuiditas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangannya pada saat jatuh tempo. Indikator likuiditas yang paling umum digunakan adalah rasio likuiditas yang menunjukkan seberapa cepat perusahaan dapat memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan dana yang tersedia.

Rasio likuiditas adalah indikator yang paling umum digunakan untuk mengukur kemampuan sebuah perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangannya pada saat jatuh tempo.

Hal ini menunjukkan seberapa cepat perusahaan dapat memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan dana yang tersedia.

Likuiditas Menurut Para Ahli

Rasio Likuiditas

Ilustrasi Perhitungan Keuangan Perusahaan (Sumber: Freepik.com)

Berikut penjelasan pengertian likuiditas menurut para ahli, diantaranya:

1. Fahmi (2017:121)

Menurut Fahmi (2017). rasio likuiditas merupakan faktor penting yang perlu diperhatikan oleh suatu perusahaan. Hal ini dikarenakan rasio ini bertanggung jawab untuk kemampuan suatu perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya secara tepat waktu.

Jika perusahaan mengalami kesulitan dalam membayar kewajiban jangka pendeknya, maka hal ini akan berimbas pada menurunnya nilai perusahaan atau menurunkan minat para investor.

2. Sartono (2012:116)

Hampir sama dengan menurut Fahmi, Santoso (2012) juga menjelaskan jika likuiditas merupakan kemampuan suatu perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansial jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancar. Aktiva lancar meliputi kas, surat berharga, piutang, dan persediaan.

Rasio likuiditas menunjukkan kemampuan untuk membayar kewajiban finansial jangka pendek tepat pada waktunya. Jadi, rasio likuiditas mengukur kemampuan sebuah perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan cepat dan tepat waktu.

Jenis-Jenis Rasio Likuiditas

Ada beberapa rasio likuiditas yang biasa digunakan, diantaranya:

1. Rasio Likuiditas Lancar (Current Ratio)

menunjukkan seberapa cepat perusahaan dapat memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan dana yang tersedia dalam bentuk aktiva lancar (kas, piutang, dan persediaan). Current Ratio dihitung dengan membagi aktiva lancar dengan kewajiban lancar.

2. Rasio Likuiditas Singkat (Quick Ratio)

menunjukkan seberapa cepat perusahaan dapat memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan dana yang tersedia dalam bentuk aktiva lancar yang dapat dijual dengan cepat (kas dan piutang). Quick Ratio dihitung dengan membagi aktiva lancar yang dapat dijual dengan cepat dengan kewajiban lancar.

3. Rasio Likuiditas Super Singkat (Cash Ratio)

menunjukkan seberapa cepat perusahaan dapat memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan dana yang tersedia dalam bentuk kas. Cash Rasio dihitung dengan membagi kas dengan kewajiban lancar.

Baca Juga: Memahami Pengertian Rasio Keuangan Bisnis

Peran Penting Likuiditas Bagi Perusahaan

Likuiditas

Likuiditas Mempengaruhi Persepsi Investor (Sumber: Freepik.com)

Apa pentingnya likuiditas bagi suatu perusahaan? Likuiditas merupakan faktor penting yang mempengaruhi keberlangsungan hidup suatu perusahaan.

Untuk itu, perusahaan harus memiliki tingkat likuiditas yang cukup tinggi agar dapat memenuhi kewajiban keuangannya sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.

Selain itu, tingkat likuiditas yang tinggi juga akan mempengaruhi persepsi investor terhadap perusahaan, karena investor cenderung lebih tertarik untuk berinvestasi pada perusahaan yang memiliki tingkat likuiditas yang tinggi.

Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan tersebut dapat memenuhi kewajiban keuangannya dengan cepat dan dapat mengembalikan investasi mereka dengan segera jika diperlukan.

Pengaruh Likuiditas Terhadap Nilai Perusahaan

Apa pengaruh likuiditas terhadap nilai perusahaan? Likuiditas memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap nilai suatu perusahaan.

Tingkat likuiditas yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan tersebut memiliki kemampuan yang cukup baik untuk memenuhi kewajiban keuangannya, sehingga dapat memperkuat posisi keuangan perusahaan dan meningkatkan nilai perusahaan.

Selain itu, tingkat likuiditas yang tinggi juga dapat mempengaruhi persepsi investor terhadap perusahaan.

Investor cenderung lebih tertarik untuk berinvestasi pada perusahaan yang memiliki tingkat likuiditas yang tinggi, karena ini menunjukkan bahwa perusahaan tersebut dapat memenuhi kewajiban keuangannya dengan cepat dan dapat mengembalikan investasi mereka dengan segera jika diperlukan.

Dengan demikian, tingkat likuiditas yang tinggi dapat meningkatkan nilai perusahaan di mata investor. Di sisi lain, tingkat likuiditas yang rendah dapat menunjukkan bahwa perusahaan tersebut mungkin mengalami kesulitan finansial dan dapat mempengaruhi nilai perusahaan.

Investor cenderung lebih ragu-ragu untuk berinvestasi pada perusahaan dengan tingkat likuiditas yang rendah, sehingga dapat menurunkan nilai perusahaan di mata investor.

Oleh karena itu, perusahaan harus mempertahankan tingkat likuiditas yang tinggi agar dapat mempertahankan atau meningkatkan nilai perusahaan.

Apakah Likuiditas yang Tinggi Selalu Baik Bagi Perusahaan?

Laporan keuangan sederhana

Likuiditas Berpengaruh Pada Reputasi Perusahaan (Sumber: Freepik.com)

Tingkat likuiditas yang tinggi memang dapat menunjukkan bahwa perusahaan memiliki kemampuan yang cukup baik untuk memenuhi kewajiban keuangannya. Selain itu, tingkat likuiditas yang tinggi juga dapat mempengaruhi persepsi investor terhadap perusahaan, sehingga dapat meningkatkan nilai perusahaan di mata investor.

Namun, terdapat beberapa kemungkinan kelemahan dari tingkat likuiditas yang tinggi bagi perusahaan.

  • Pertama, perusahaan mungkin harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menjaga tingkat likuiditas yang tinggi, seperti dengan menyimpan dana dalam bentuk kas atau investasi jangka pendek yang tidak memberikan return yang tinggi.
  • Kedua, tingkat likuiditas yang tinggi juga dapat menunjukkan bahwa perusahaan tersebut tidak menggunakan dana yang dimilikinya secara efektif, seperti dengan tidak mengambil keuntungan dari peluang investasi jangka panjang yang dapat memberikan return yang lebih tinggi.

Oleh karena itu, perusahaan harus mempertimbangkan tingkat likuiditas yang sesuai dengan kebutuhan operasional dan strategi investasi yang telah ditetapkan. Tingkat likuiditas yang terlalu tinggi mungkin tidak selalu merupakan pilihan yang terbaik bagi perusahaan.

Terutama jika perusahaan tersebut terus menerus mengeluarkan biaya tambahan untuk menjaga tingkat likuiditas tersebut dan tidak dapat mengambil keuntungan dari peluang investasi jangka panjang yang ada.

Cara Menghitung Rasio Likuiditas

Pembukuan Keuangan Perusahaan

Ilustrasi Perhitungan Likuiditas Perusahaan (Sumber: Freepik.com)

Rasio likuiditas adalah sebuah rasio keuangan yang mengukur kemampuan sebuah perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan sumber dana yang mudah diubah menjadi uang tunai. Ada beberapa cara untuk menghitung rasio likuiditas, di antaranya adalah:

Baca Juga: Cara Menghitung Rasio Likuiditas, Pengertian dan Manfaatnya

Rasio Likuiditas Current Ratio (CR)

Rumus CR = Total Aktiva Lancar / Total Kewajiban Lancar

Artinya: CR menunjukkan seberapa besar aktiva lancar perusahaan dibandingkan dengan kewajiban lancar. Semakin tinggi rasio ini, semakin mampu perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya.

Rasio Likuiditas Quick Ratio (QR)

Rumus QR = (Total Aktiva Lancar - Persediaan) / Total Kewajiban Lancar

Artinya: QR mirip dengan CR, tetapi tidak menggunakan persediaan sebagai bagian dari aktiva lancar. Ini karena persediaan tidak bisa diubah menjadi uang tunai dengan cepat.

QR menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aktiva lancar yang dapat diubah menjadi uang dengan cepat.

Rasio Likuiditas Cash Ratio

Rumus Cash Ratio = Kas dan Setara Kas / Total Kewajiban Lancar

Artinya: Cash ratio adalah rasio yang paling ketat dari semua rasio likuiditas. Ini menunjukkan seberapa banyak kas dan setara kas yang dimiliki perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya.

Rasio Likuiditas Net Working Capital (NWC)

Rumus NWC = Total Aktiva Lancar - Total Kewajiban Lancar

Artinya: NWC menunjukkan seberapa besar dana yang tersedia untuk membiayai kegiatan operasional perusahaan. Jika NWC positif, berarti perusahaan memiliki cukup dana untuk membiayai kegiatan operasionalnya.

Namun jika NWC negatif, berarti perusahaan tidak memiliki cukup dana untuk membiayai kegiatan operasionalnya dan harus menggunakan dana dari sumber lain.

Rasio Likuiditas Debt to Equity Ratio (DER)

Rumus DER = Total Utang / Total Ekuitas

Artinya: DER menunjukkan seberapa besar porsi utang dibandingkan dengan ekuitas dalam mengfinansir aktiva perusahaan. Semakin tinggi rasio ini, semakin besar porsi utang dalam mengfinansir aktiva perusahaan, sehingga semakin tinggi juga risiko yang harus ditanggung perusahaan.

Rasio Likuiditas Times Interest Earned (TIE)

Rumus TIE = Laba Bersih / Bunga Utang

Artinya: TIE menunjukkan seberapa besar laba bersih perusahaan dibandingkan dengan bunga utang yang harus dibayarkan. Semakin tinggi rasio ini, semakin mampu perusahaan memenuhi kewajiban bunga utangnya.

Rasio Likuiditas Cash Flow to Debt Ratio (CFDR)

Rumus CFDR = (Arus Kas Operasi + Arus Kas Investasi) / Total Utang

Artinya: CFDR menunjukkan seberapa besar arus kas yang dihasilkan dari kegiatan operasi dan investasi dibandingkan dengan total utang perusahaan. Semakin tinggi rasio ini, semakin mampu perusahaan membayar kewajiban hutangnya.

Kesimpulan

Sederhananya likuiditas adalah istilah yang menunjukan seberapa kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban finansial mereka dalam jangka pendek dengan menggunakan aktiva lancar, meliputi kas, surat berharga sampai persediaan/ stok.

Untuk bisa menghitung likuiditas bisnis Anda perlu melakukan perincian satu per satu setiap unsur yang dibutuhkan. Cara cepat dan mudahnya Anda bisa menggunakan software akuntansi online Beecloud, dengan fitur lengkapnya dijamin membantu Anda kelola kauangan bisnis dengan mudah.

Banner Beecloud Laporan Neraca

Fiturnya terbilang lengkap, mulai dari pengelolahan laporan keuangan lengkap terdiri dari neraca, jurnal pembelian, laba rugi, kas/ bank, penjualan hingga akuntansi. Dengan menggunakan Beecloud Anda bisa fokus kembangkan bisnis dengan mudah tidak pusing dengan hitung-hitungan lagi.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda dan dapat membantu Anda dalam memahami lebih dalam tentang rasio likuiditas. Selain itu, jangan lupa untuk terus memantau rasio likuiditas perusahaan Anda agar dapat mengidentifikasi dan menangani masalah likuiditas yang mungkin timbul sebelum terlambat. Selamat mencoba!

Aplikasi Pembukuan Online Shop Gratis Sampai Tahu Laba-Rugi
Aplikasi pembukuan online shop gratis dibutuhkan sebagai alat bantu pencatatan keuangan untuk bisnis kita. Karena dengan alat penunjang ini membantu kita […]
Baca Juga
Pengertian Aset Tetap, Cara Penghitungan Dan Pembeliannya
Apa itu Aset tetap? Sebagian besar pemilik usaha kecil hanya mempertimbangkan pendapatan sambil menilai nilai bisnis mereka. Namun, mereka jarang […]
Baca Juga
Contoh Faktur Pembelian Beserta Penjelasannya
Contoh Faktur Pembelian - Menjalankan suatu usaha memang membutuhkan sebuah perjuangan yang maksimal. Terkadang bisnis yang dijalankan mengalami kenaikan dan […]
Baca Juga

148rb+ Pengusaha Sudah Pakai Bee

"Operasional makin lancar, bisnis terkontrol dan mudah discale-up"
Hubungi Tim Bee sekarang untuk konsultasi GRATIS
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Kontak
No. GSM klik bawah ini
Logo GSM Telp
Alamat Kantor
Surabaya: Jl. Klampis Jaya 29J, SurabayaBandung: Aer Space - Jl. Karang Tinggal No. 41B, Bandung
Jakarta: Jl. Mampang Prapatan VIII No. 3B, Jakarta Selatan (Sementara Tutup)
Copyright © 2023 Bee.id
magnifiercrossmenu