Logo Bee Web

Cara Pencatatan Jurnal Retur Penjualan untuk Pengusaha Awam

Jurnal retur penjualan adalah catatan akuntansi yang mencatat transaksi pengembalian barang atau jasa oleh pelanggan ke perusahaan.
Penulis: Lutfatul Malihah
Kategori: ,
Dipublish Tgl: Wednesday, 6 March 2024

Jurnal retur penjualan merupakan aspek kritis dalam sistem akuntansi suatu perusahaan yang mencerminkan transparansi dan akurasi pencatatan keuangan. Retur penjualan tidak hanya menciptakan perubahan dalam aspek pendapatan.

Tetapi juga memerlukan pemantauan yang cermat terhadap pengaruhnya terhadap neraca dan laporan laba rugi. Dalam menjalankan operasional bisnis, perusahaan perlu mengelola secara efisien untuk meminimalkan dampak negatif terhadap keseimbangan keuangan.

Oleh karena itu, pemahaman mendalam terkait jurnal retur penjualan menjadi krusial bagi para pelaku bisnis dan profesional akuntansi dalam menjaga integritas dan keberlanjutan keuangan perusahaan.

Pengertian Jurnal Retur Penjualan

Apa itu Jurnal Retur Penjualan? (Credit: Pexels.com)

Menurut Stice dan Skousen (2009), retur penjualan adalah barang yang dikembalikan, ditukarkan pelanggan atau diberikan potongan penjualan oleh pemilik usaha karena beberapa faktor.

Faktor ini biasanya terjadi karena adanya kerusakan barang selama pengiriman, barang catat saat dijual, barang tidak sempurna setelah diproduksi hingga barang yang dibeli tidak sesuai dengan pesanan,

Lantas apa itu jurnal retur penjualan? Jurnal retur penjualan adalah catatan akuntansi yang mencatat transaksi pengembalian barang atau jasa oleh pelanggan ke perusahaan.

Jurnal ini mencatat pengaruh finansial dari retur penjualan terhadap laporan keuangan perusahaan. Di dalamnya, biasanya mencakup informasi seperti nilai barang yang dikembalikan, akun-akun yang terlibat, dan penyesuaian yang perlu dilakukan terhadap pendapatan penjualan.

Mengutip dari buku Pengantar Akuntansi Berdasarkan SAK ETAP dan IFRS karya Syaiful Bahri, retur penjualan ini termasuk dalam akun retur penjualan. Dan jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi retur penjualan adalah jurnal retur penjualan dan jurnal umum.

Baca Juga: Cara Membuat Jurnal Umum Mudah Serta Contohnya

Perbedaan Retur Penjualan dan Pembelian

Dari segi transaksi retur penjualan dan pembelian jelas sekali perbennya, namun sama-sama bentuk pengembalian barang. Selain dari segi transaksi ada beberapa perbedaan lainnya, yakni:

1. Arah dan Subjek Transaksi

Retur penjualan terjadi ketika pelanggan mengembalikan barang yang telah dibeli, sedangkan pembelian terkait dengan perusahaan yang memperoleh barang atau jasa dari pemasok.

Dari segi transaksi retur penjualan melibatkan pelanggan sebagai subjek transaksi, sementara pembelian melibatkan perusahaan sebagai penerima barang atau jasa.

2. Alokasi Akun

Perbedaan selanjutnya adalah dari segi alokasi akun, dalam jurnal retur penjualan, transaksi dicatat dalam akun retur penjualan untuk mengurangi pendapatan penjualan.

Sedangkan pembelian dicatat dalam akun pembelian atau akun yang relevan yang mencatat nilai barang atau jasa yang diperoleh oleh perusahaan.

3. Tujuan dan Pihak yang Terlibat

Retur penjualan bertujuan untuk memproses kembali atau mengganti barang yang tidak memenuhi harapan pelanggan, melibatkan perusahaan dan pelanggan.

Sementara itu, pembelian bertujuan untuk memperoleh barang atau jasa yang diperlukan untuk operasional perusahaan atau dijual kembali, dan melibatkan perusahaan serta pemasok atau vendor sebagai pemberi barang atau jasa.

Faktor Terjadinya Retur Penjualan

Retur penjualan biasanya terjadi karena kesalahan pemesanan, kerusakan produk dan beberapa lainnya (Credit: Freepi.com)

Berikut ini beberapa faktor yang umumnya dapat menimbulkan pengembalian barang penjualan:

1. Kerusakan Barang

Faktor utama yang dapat menyebabkan pengembalian barang penjualan adalah kerusakan barang. Barang yang rusak selama proses pengiriman atau karena cacat produksi dapat menjadi alasan utama bagi pelanggan untuk mengembalikan produk tersebut.

2. Ketidaksesuaian

Pengembalian barang juga dapat disebabkan oleh ketidaksesuaian antara barang yang diterima oleh pelanggan dengan harapan atau deskripsi yang diberikan oleh perusahaan. Jika produk tidak sesuai dengan ekspektasi pelanggan, mereka mungkin memilih untuk mengembalikannya.

3. Kesalahan Produksi

Berikutnya karena adanya kesalahan produksi, seperti kesalahan dalam merakit atau membuat produk, dapat menjadi faktor yang mendorong pengembalian barang. Produk yang tidak memenuhi standar kualitas yang diharapkan oleh pelanggan memiliki kemungkinan besar untuk dikembalikan.

4. Kesalahan Pemesanan

Kesalahan dalam proses pemesanan, baik oleh pelanggan atau pihak penjual, seperti kesalahan dalam jumlah, warna, atau model produk, dapat menjadi penyebab pengembalian barang. Pelanggan yang menerima produk yang tidak sesuai dengan pesanan mereka mungkin memilih untuk mengembalikannya.

5. Ketidakpuasan Pelanggan

Terakhir adalah karena ketidakpuasan pelanggan, baik karena alasan kualitas, desain, atau layanan, dapat menjadi faktor utama pengembalian barang. Pelanggan yang merasa tidak puas dengan pengalaman pembelian mereka cenderung mengembalikan produk untuk mendapatkan penggantian atau pengembalian dana.

Oleh sebab itu, pihak perusahaan perlu untuk meningkatkan quality control, meminimalkan kesalahan produksi, dan meningkatkan kepuasan pelanggan untuk mengurangi insiden pengembalian barang.

Baca Juga: Indikator Kepuasan Pelanggan: Faktor, Cara Ukur, dan Tipsnya

Cara Pencatatan Retur Penjualan

Dalam buku Sistem Informasi Akuntansi pada Aplikasi Administrasi Bisnis (2013) karya Mirza Maulinarhadi dan Max Advian, menjelaskan jika pencatatan retur penjualan dapat dilakukan melalui beberapa jurnal dan buku pembantu yang disesuaikan dengan kebijakan perusahaan.

  • Jurnal Retur Penjualan: Digunakan sebagai jurnal khusus untuk mencatat transaksi retur penjualan. Pengurangan pendapatan penjualan dan piutang dagang dicatat dalam jurnal ini.
  • Jurnal Umum: Pencatatan retur penjualan dalam jurnal umum dilakukan dengan pengurangan pendapatan penjualan dan piutang dagang.
  • Jurnal Penjualan: Beberapa perusahaan memilih mencatat retur penjualan dalam jurnal penjualan. Hal ini dilakukan untuk menangani pengurangan pendapatan penjualan dan piutang dagang.
  • Kartu Piutang: Berfungsi sebagai buku pembantu piutang yang mencatat nilai piutang yang berkurang akibat retur penjualan.
  • Kartu Persediaan: Mencatat retur penjualan dengan mencatat pertambahan jenis produk akibat transaksi retur.

Untuk memudahkan Anda dalam mengelola retur penjualan dalam jurnal retur penjualan lebih mudah dan akurat, Anda bisa menggunakan software pembukuan keuangan Beecloud.

Return akan tersinkron otomatis mudahkan pelaku usaha dalam proses manajemennya. Klik banner di bawah ini untuk informasi selengkapnya!

Lihat Stok, Bikin Nota Penjualan Dan Return Lebih Mudah Hanya Pakai Beecloud

Contoh Jurnal Retur Penjualan

Mari kita ambil contoh untuk lebih memahami bagaimana pencatatan retur penjualan :

PT Sukses Selalu menjual produknya dengan total penjualan Rp80.000.000 selama bulan Agustus 20xx. Dari jumlah tersebut, 3% produk yang dijual mengalami retur karena adanya cacat produksi.

Selain itu, 60% penjualan dilakukan secara kredit, dan sisanya secara tunai. Perusahaan memiliki piutang dagang sebesar Rp50.000.000 pada akhir Agustus 2021 dan kas sebesar Rp5.000.000.

Dengan informasi ini, kita dapat mencatat retur penjualan:

- Pencatatan Retur Penjualan dalam Jurnal

  • Jumlah penjualan: Rp80.000.000
  • Retur penjualan (3% x Rp80.000.000): Rp2.400.000
  • Retur penjualan dalam bentuk kredit/piutang: Rp1.440.000 (60% x Rp2.400.000)
  • Retur penjualan dalam bentuk tunai: Rp960.000 (40% x Rp2.400.000)

Jurnal Retur Penjualan Dalam Bentuk Piutang

- Pencatatan Pengurangan Persediaan

  • Margin kotor (3% x Retur penjualan): Rp72.000

Jurnal Retur Penjualan Pengurangan Persediaan

- Penyesuaian Harga Pokok Penjualan

  • Persediaan penutupan: Rp15.000.000
  • Harga Pokok Penjualan (HPP): Rp25.000.000
  • Penyesuaian HPP: Rp1.500.000 (60% x Rp2.500.000)

Jurnal Penyesuaian Harga Pokok Penjualan

Dengan pencatatan ini, PT Sukses Selalu dapat memantau dengan lebih baik transaksi retur penjualan, memperbarui nilai persediaan, dan melakukan penyesuaian harga pokok penjualan sesuai dengan kondisi bisnisnya.

#Contoh Jurnal Retur Penjualan Perpetual dan Periodik

- Jurnal Penjualan Perpetual

Contoh Benar Jurnal Retur Penjualan Perpetual

Ilustrasi jurnal retur penjualan perpetual (Credit: Bee.id)

- Jurnal Penjualan Periodik

Jurnal Retur Penjualan Periodik

Ilustrasi jurnal retur penjualan periodik (Credit: Bee.id)

#Contoh Pencatatan Retur Penjualan Beecloud

Penjualan Retur Penjualan 04

Penjualan Retur Penjualan Beecloud (Credit: Bee.id)

Tips Mengurangi Retur Penjualan

Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mengurangi retur penjualan:

1. Evaluasi Rutin

Pertama adalah rutin untuk mengevaluasi performa produk dan layanan yang ditawarkan. Dengan mengidentifikasi pola dan penyebab retur penjualan secara berkala, perusahaan dapat lebih cepat menanggapi masalah dan melakukan perbaikan.

2. Memperketat Quality Control

Selanjutnya, tingkatkan kontrol kualitas selama proses produksi atau penyediaan layanan. Dengan memastikan bahwa produk atau layanan memenuhi standar kualitas yang tinggi, kemungkinan terjadinya retur penjualan akibat cacat dapat dikurangi.

3. Menetapkan Kebijakan yang Jelas

Ketiga, tetapkan kebijakan retur penjualan yang jelas dan transparan. Informasikan secara detail kepada pelanggan mengenai syarat-syarat retur, batas waktu, dan prosedur yang harus diikuti. Kebijakan yang jelas dapat mencegah retur yang tidak perlu atau disebabkan oleh ketidakpahaman pelanggan.

4. Gunakan Sistem Return yang Efisien

Selanjutnya, Implementasikan sistem return yang efisien dan ramah pengguna. Dengan menyediakan proses retur yang mudah dipahami dan diakses oleh pelanggan, perusahaan dapat mengurangi frustasi pelanggan dan mendorong mereka untuk melakukan retur dengan benar.

5. Analisis untuk Perbaikan

Terakhir adalah lakukan analisis menyeluruh terhadap data retur penjualan untuk mengidentifikasi pola, trend, dan penyebab. Dengan memahami akar masalah, perusahaan dapat mengambil tindakan perbaikan yang tepat, seperti perbaikan produk, pelatihan karyawan, atau perubahan proses produksi.

Nah itu dia penjelasan mengenai apa yang dimaksud dengan jurnal retur penjualan, faktor, pencatatan dan contoh kasusnya. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Pengertian Standar Akuntansi Pemerintahan yang Digunakan
Apa yang dimaksud dengan SAP atau standar akuntansi pemerintahan dan bedanya dengan SAK? Temukan jawabannya di halaman ini. SAP, yang
Baca Juga
Yuk! Kenali Pengertian Akuntan Publik dan Tugasnya
Akuntan publik merupakan salah satu profesi yang dimiliki para profesional yang berhasil memiliki izin dari negara untuk membuka praktik akuntan
Baca Juga
11 Perbedaan Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen
Akuntansi keuangan dan akuntansi manajemen adalah dua hal dalam bidang akuntansi yang memiliki perbedaan mendasar dalam fokus dan tujuan mereka.
Baca Juga
Bruto: Perbedaannya dengan Netto dan Tara
Anda tentunya sudah tidak asing dengan istilah netto atau berat bersih. Selain istilah netto, ternyata terdapat juga bruto dan tara.
Baca Juga
8 Macam Diskon, Cara Menghitung Diskon dan Contohnya
Setiap orang tentu sudah pernah mendapatkan diskon pada suatu pembelian, baik di toko offline maupun online. Akan tetapi, tidak banyak
Baca Juga
Biaya Tidak Tetap Adalah: Pengertian dan Perbedaan dengan Biaya Tetap
Biaya tidak tetap adalah sesuatu yang harus dipahami oleh setiap pemilik bisnis. Biaya variabel atau biaya tidak tetap adalah syarat
Baca Juga
Customer Service Bee

148rb+ Pengusaha Sudah Pakai Bee

"Operasional makin lancar, bisnis terkontrol dan mudah discale-up"
Hubungi Tim Bee sekarang untuk konsultasi GRATIS
Logo Bee Web
Software Akuntansi & Kasir No. 2 di Indonesia. Memudahkan Pemilik Bisnis dan Akuntan untuk mengerjakan dan menganalisa keuangan lebih cepat, mudah, dan akurat. Gratis Trial atau Demo Gratis dengan Tim Bee.
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Chat via WA
Alamat Kantor
Surabaya: Jl. Klampis Jaya 29J, SurabayaBandung: Ruang 59 - Jl. Surya Sumantri No.59, Sukawarna, Bandung
Jakarta: Jl. Mampang Prapatan VIII No. 3B, Jakarta Selatan (Sementara Tutup)
Copyright © 2024 Bee.id
magnifiercrossmenu