Web Logo Bee
Penulis: Lutfatul Malihah

Cara Membuat Jurnal Umum Mudah Serta Contohnya

Dipublish Tgl: Monday, 13 March 2023

Jurnal umum adalah sebuah media yang akan digunakan untuk mencatat setiap bukti transaksi keuangan perusahaan dalam satu periode akuntansi. Tidak memandang seberapa besar usaha semuanya membutuhkan jurnal umum untuk pencatatan transaksi mereka.

Akan tetapi secara penggunaan jurnal umum lebih sering digunakan untuk perusahaan/ bisnis yang bergerak di bidang jasa, alasannya karena seluruh transaksi keuangan perusahaan dicatat secara kronologis.

Baca Juga: Jurnal Umum Akuntansi: Fungsi, Cara Buat, dan Contoh

Sedangkan pada perusahaan dagang mereka cenderung menggunakan jurnal khusus sebagai media pencatatan transaksi keuangan. Simak penjelasan lengkapnya tentang cara membuat jurnal umum dan prinsip dasar pembuatannya di bawah ini:

Prinsip Dasar Pembuatan Jurnal Umum

Cara Membuat Jurnal Umum

Sebelum membuat Jurnal Umum Seorang Wajib Setidaknya Paham Akuntansi Dasar (Sumber: Freepik.com)

Sebelum melangkah lebih jauh mengenai bagaimana cara membuat jurnal umum, Anda perlu memahami beberapa prinsip dasar pembuatannya terlebih dahulu, berikut diantaranya:

1. Melakukan Identifikasi

Prinsip pertama dalam membuat jurnal ini adalah melakukan identifikasi bukti transaksi keuangan yang ada selama operasional perusahaan dalam satu periode akuntansi. Bukti ini meliputi kwitansi, nota, memo dan hal-hal sejenisnya.

2. Menentukan Akun

Kedua adalah seorang akuntan harus bisa menentukan di akun mana transaksi ini akan dicatat. Untuk menentukan lokasi pencatatan transaksi akuntan perlu melakukan analisa mana sekiranya akun yang akan terpengaruh dengan transaksi tersebut.

Dalam hal ini ada beberapa klasifikasi akun yang ada pada jurnal umum, diantaranya adalah akun harta/ aset, modal dan hutang.

3. Menentukan Pengurangan dan Penambahan

Selanjutnya adalah menentukan apakah akan ada penambahan atau pengurangan dari akun-akun yang ada pada jurnal umum yang berhubungan dengan transaksi yang terjadi.

4. Menentukan Hubungan Transaksi

Prinsip selanjutnya adalah seorang akuntan harus menentukan hubungan transaksi, apakah akan dimasukkan dalam akun debit atau kredit. Oleh sebab itu, setidaknya seorang yang akan membuat jurnal umum paham dengan akuntansi.

5. Membuat Catatan Transaksi

Prinsip terakhir adalah melakukan pencatatan transaksi yang sudah diklasifikasi kedalam jurnal umum sebagai bukti jika transaksi yang terjadi memang benar-benar terjadi.

Tahapan Cara Membuat Jurnal Umum

Kwitansi Pembayaran

Langkah Awal dalam Menyusun Laporan Jurnal Umum Adalah Mengumpulkan Bukti Transaksi (Sumber Gambar: Freepik.com)

Nah, berikut ini cara membuat jurnal umum hanya dengan 5 langkah, berikut penjelasan lengkapnya:

1. Paham Dasar Akuntansi

Hal paling dasar yang harus dilakukan sebelum membuat jurnal umum adalah paham tentang dasar akuntansi. Hal ini sangat diperlukan.

Sebab dalam membuat jurnal umum seorang perlu melakukan identifikasi sebelum melakukan input data transaksi, seperti menentukan mana sisi debit mana sisi kredit dan sejenisnya.

Dengan kegiatan dasar melakukan identifikasi inilah yang menyebabkan tidak sembarang orang bisa membuat jurnal umum. Karena jika mereka tidak memahami apa itu dasar akuntansi maka potensi kesalahan yang muncul pada jurnal umum akan sangat besar.

2. Paham Tabel Saldo Normal Akun

Langkah selanjutnya adalah membuat tabel saldo. Contoh tabel saldo normal akun ada di bawah ini:

Contoh Pencatatan Jurnal Umum Pada Tiap Akun (Sumber: Bee.id)

Dengan keterangan tabel berikut ini:

  • Jika Akun aset bertambah, maka pencatatan dilakukan di sisi debit dan jika aset berkurang pencatatan di sisi kredit.
  • Akun hutang atau kewajiban bertambah maka akan dicatat di sisi kredit dan berkurang akan dicatat disisi debit (Kebalikan dari akun aset)
  • Berikutnya, jika akun modal bertambah maka akan dicatat disisi debit dan jika berkurang akan ditulis di sisi kredit (Sama seperti debit)
  • Sama seperti akun utang, jika akun pendapatan bertambah maka akan dicatat di sisi kredit dan jika berkurang dicatat disisi debit.
  • Untuk akun beban dicatat dengan cara yang sama dengan akun aset dan modal, yakni jika beban bertambah maka akan dicatat disisi debit dan jika berkurang akan dicatat di sisi kredit.

3. Mengumpulkan Bukti Transaksi

Langkah selanjutnya dalam membuat jurnal umum adalah mengumpulkan bukti transaksi yang nantinya akan dianalisa dan diidentifikasi. Seluruh bentuk bukti transaksi bisa dikumpulkan disini. Mulai dari nota, kwitansi, invoice, faktur dan sejenisnya.

4. Melakukan Analisis Transaksi

Berikutnya adalah melakukan analisis transaksi, analisis ini dilakukan dengan melakukan identifikasi transaksi mana yang bisa mempengaruhi posisi keuangan dalam jurnal.

Setidaknya ada dua akun yang akan terpengaruh setelah adanya transaksi baru kemudian dicatat dan dimasukkan ke dalam jurnal umum nantinya. Untuk proses identifikasi ini Anda bisa menggunakan rumus persamaan dasar akuntansi.

5. Mencatat di Jurnal Umum

Langkah terakhir adalah memilah dan memilih mana saja transaksi yang akan dicatat dalam jurnal umum dan mengkategorikannya. Sebab, tidak semua transaksi bisa dimasukkan ke dalam jurnal umum.

Untuk mengawali proses pembuatan jurnal Anda bisa memulai dengan melakukan pencatatan transaksi yang mampu mempengaruhi 2 posisi keuangan, yakni debit dan kredit dalam jumlah yang sama, yang juga disebut dengan double-entry system.

Contoh Jurnal Umum Setiap Bidang Usaha

Berikut ini contoh dan format jurnal umum setiap bidang usaha.

1. Contoh Jurnal Umum Jasa

Contoh Jurnal Umum Perusahaan Jasa

Jurnal Umum Perusahaan Jasa (Sumber: Bee.id)

2. Contoh Jurnal Umum Perusahaan Manufaktur

Contoh Jurnal Umum Perusahaan Manufaktur

Jurnal Umum Perusahaan Manufaktur

3. Contoh Jurnal Umum Perusahaan Dagang

Contoh Jurnal Umum Perusahaan Dagang

Jurnal Umum Perusahaan Dagang

Baca Juga: Contoh Jurnal Umum dan Buku Besar Akuntansi Perusahaan

Cara Membuat Jurnal Umum Otomatis dengan Beecloud

Jika penjelasan di atas tentang bagaimana cara membuat jurnal umum secara manual, kini Bee menawarkan Anda software akuntansi online Beecloud yang mampu membuat laporan keuangan tanpa harus jago akuntansi dulu.

Anda hanya perlu memasukkan data transaksi saja dan klik-klik laporan keuangan akan langsung jadi. Dari laporan laba rugi, jurnal sampai akuntansi.

Pakai Beecloud, Bisa Buat Jurnal Umum Otomatis Tanpa Harus Jago Akunting Dulu

Masih mau pusing soal masalah keuangan bisnis yang tak kunjung selesai? Yuk, move on dan pakai beecloud, Anda bisa berbisnis sambil jalan-jalan karena bisa dipantau dimana saja dan kapan saja.

Balance Adalah Keseimbangan, Apa Kaitannya dengan Akuntansi?
Balance adalah konsep penting yang terkait dengan keuangan dan akuntansi. Balance menunjukkan keseimbangan yang diperlukan antara pendapatan dan pengeluaran, antara […]
Baca Juga
Pitching adalah Strategi, Ini Tips Serta Informasi Penting Lainnya
Apakah Anda pernah mendengar istilah business pitching sebelumnya? Bagi yang berkecimpung dalam dunia bisnis tentu sangat penting untuk mengetahui istilah […]
Baca Juga
Defisit Adalah Kerugian, Ketahui Macam dan Penyebabnya
Defisit adalah kerugian/ kekurangan berkaitan dengan anggaran belanja. Mengutip Ivestopedia, apa itu defisit adalah sebuah istilah yang menggambarkan kondisi keuangan […]
Baca Juga

148rb+ Pengusaha Sudah Pakai Bee

"Operasional makin lancar, bisnis terkontrol dan mudah discale-up"
Hubungi Tim Bee sekarang untuk konsultasi GRATIS
Web Bee Logo
Software Akuntansi & Kasir No. 2 di Indonesia. Memudahkan Pemilik Bisnis dan Akuntan untuk mengerjakan dan menganalisa keuangan lebih cepat, mudah, dan akurat. Gratis Trial atau Demo Gratis dengan Tim Bee.
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Chat via WA
Kontak
No. GSM klik bawah ini
Logo GSM Telp
Alamat Kantor
Surabaya: Jl. Klampis Jaya 29J, SurabayaBandung: Aer Space - Jl. Karang Tinggal No. 41B, Bandung
Jakarta: Jl. Mampang Prapatan VIII No. 3B, Jakarta Selatan (Sementara Tutup)
Copyright © 2023 Bee.id
magnifiercrossmenu