Logo Bee Web

Contoh Laporan Audit, Standar, Jenis dan Cara Membuatnya

Pengertian laporan audit adalah dokumen formal yang dihasilkan oleh auditor independen setelah melakukan pemeriksaan catatan keuangan
Penulis: Lutfatul Malihah
Kategori:
Dipublish Tgl: Thursday, 7 September 2023

Laporan audit memegang peranan krusial dalam mengungkapkan keadaan finansial dan operasional suatu organisasi. Dalam dunia bisnis yang semakin kompleks, audit telah menjadi alat yang tak tergantikan untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaporan keuangan.

Dengan menggali lebih dalam ke dalam laporan audit, kita dapat memahami bagaimana proses audit dilakukan, standar yang diikuti, serta dampaknya terhadap keputusan manajerial dan kepercayaan para pemangku kepentingan.

Kenali lebih dalam apa itu laporan audit, standar, jenis dan tahapannya pada artikel di bawah ini:

Laporan Audit Adalah …

Opini Audit

Petugas yang bertanggungjawab dalam menjalankan audit wajib empat standar pelaporan (Credit: Freepik.com)

Pengertian laporan audit adalah dokumen formal yang dihasilkan oleh auditor independen setelah melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap catatan keuangan, proses bisnis, dan sistem pengendalian internal suatu organisasi.

Di dalam laporan ini menguraikan temuan, evaluasi, dan opini auditor tentang keakuratan, kepatuhan, serta transparansi informasi yang terdapat dalam laporan keuangan yang diaudit.

Tujuan utama untuk memberikan keyakinan kepada pemangku kepentingan, seperti investor, kreditor, dan pemilik organisasi, tentang keandalan dan kebenaran informasi yang disajikan oleh manajemen perusahaan.

Dengan demikian, laporan audit memiliki dampak signifikan dalam membentuk kepercayaan terhadap kinerja finansial dan integritas suatu entitas di mata publik. Dalam proses penyusunan laporan audit juga harus sesuai berdasarkan empat standar pelaporan dalam Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP).

Baca Juga: Mengenal Profesi Auditor: Pengertian, Tugas, dan Jenis

Standar Laporan Audit

Standar Profesional Akuntan Publik (SPAP) mengatur panduan dan pedoman yang harus diikuti oleh akuntan publik dalam menjalankan tugas audit dan jasa terkait lainnya.

Terdapat empat standar pelaporan yang menjadi bagian integral dari SPAP, yakni:

1. Standar Pelaporan Keuangan:

Standar ini mengatur format, isi, dan penyajian laporan keuangan yang akurat dan informatif. Tujuannya adalah memastikan bahwa informasi dalam laporan keuangan mudah dimengerti oleh pemangku kepentingan dan memenuhi standar akuntansi yang berlaku.

Mencakup pengungkapan tentang aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan, dan biaya yang membantu dalam evaluasi kinerja dan posisi keuangan suatu entitas.

2. Standar Pelaporan Audit

Yakni standar yang mengatur tata cara pelaksanaan audit atas laporan keuangan suatu entitas. Termasuk di dalamnya adalah pedoman tentang perencanaan, pelaksanaan, dan penyelesaian audit, serta pengumpulan bukti dan evaluasi pengendalian internal.

Tujuannya adalah memastikan bahwa proses audit dilakukan secara objektif, independen, dan akurat, serta memberikan keyakinan terhadap keandalan informasi dalam laporan keuangan.

3. Standar Pelaporan Keberlanjutan (Sustainability Reporting)

Berikutnya standar yang berkaitan dengan pelaporan mengenai dampak sosial, lingkungan, dan ekonomi suatu organisasi.

Melalui pelaporan keberlanjutan, organisasi menyajikan informasi tentang upaya mereka dalam menjaga keberlanjutan lingkungan dan kontribusi positif terhadap masyarakat. Standar ini membantu dalam mempromosikan transparansi dan akuntabilitas perusahaan terhadap isu-isu berkelanjutan.

4. Standar Pelaporan Atestasi

Selanjutnya standar yang mengatur tata cara pelaksanaan jasa atestasi, seperti review atas laporan keuangan, pengungkapan pro forma, dan berbagai jenis laporan lain yang memberikan keyakinan kepada pemangku kepentingan tentang informasi tertentu.

Standar ini memberikan kerangka kerja bagi akuntan publik dalam melaksanakan tugas atestasi dengan integritas dan ketelitian.

Fungsi Laporan Audit

laporan audit adalah

salah satu manfaat dari laporan audit adalah untuk mengururangi potensi kesalahan dalam laporan keuangan (Credit: Freepik.com)

Dalam Modul Manajemen Audit Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI), laporan audit memiliki beberapa fungsi, berikut diantaranya:

  • Laporan audit bertindak sebagai saluran komunikasi yang memungkinkan hasil audit disampaikan kepada pejabat pemerintah yang memiliki wewenang sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku.
  • Kedua, laporan audit dirancang untuk menghindarkan kemungkinan adanya kesalahpahaman terkait dengan hasil audit, berfungsi sebagai dokumen yang jelas dan transparan, menggambarkan temuan auditor dengan tepat.
  • Digunakan sebagai dasar untuk meningkatkan kualitas dan kinerja institusi yang sedang diaudit. Hasil audit memberikan pandangan mendalam tentang proses, kebijakan, dan praktik yang dapat ditingkatkan dalam rangka mencapai efisiensi dan efektivitas yang lebih baik.
  • Berperan dalam memberikan panduan bagi tindak lanjut yang perlu diambil oleh pihak terkait. Informasi yang terdapat dalam laporan audit dapat digunakan untuk menilai apakah tindakan perbaikan atau peningkatan diperlukan untuk memperbaiki kondisi atau masalah yang diidentifikasi dalam proses audit.

Baca Juga: 9 Prosedur Audit Keuangan Perusahaan Wajib Dilakukan

Jenis-Jenis Laporan Audit

Laporan ini dibedakan menjadi 4 jenis yakni:

1. Unqualified Opinion (Pendapat Wajar tanpa Pengecualian)

Jenis laporan audit yang pertama adalah pendapat wajar tanpa pengecualian. hasil audit yang paling positif. Laporan ini dikeluarkan ketika auditor telah mengaudit laporan keuangan suatu entitas dan menyimpulkan bahwa laporan keuangan tersebut disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku.

Dalam laporan ini, auditor tidak menemukan masalah serius atau ketidakcocokan yang signifikan dalam laporan keuangan yang diaudit. Pendapat ini menunjukkan bahwa laporan keuangan dapat diandalkan dan mencerminkan secara akurat posisi keuangan dan kinerja entitas.

2. Qualified Opinion (Pendapat Wajar dengan Pengecualian)

Berikutnya ada ‘Pendapat Wajar dengan Pengecualian’. Dalam kasus ini, auditor menyatakan bahwa laporan keuangan secara keseluruhan akurat, tetapi terdapat satu atau beberapa masalah tertentu yang mengakibatkan pengecualian terhadap pendapat umum yang diberikan.

Pengecualian ini dapat berhubungan dengan pengungkapan tertentu, perubahan metode akuntansi, atau isu lain yang mempengaruhi interpretasi laporan keuangan. Meskipun ada masalah, laporan ini masih dapat diandalkan dalam sebagian besar aspek.

3. Adverse Opinion (Pendapat Tidak Wajar)

Selanjutnya Adverse Opinion (Pendapat Tidak Wajar) opini audit yang diberikan ketika auditor menyimpulkan bahwa laporan keuangan secara keseluruhan tidak disajikan dengan cara yang benar dan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku.

Hal Ini dapat terjadi jika terdapat penyajian informasi yang sangat salah atau pengungkapan yang kurang memadai dalam laporan keuangan. Laporan dengan pendapat tidak wajar mencerminkan adanya ketidakakuratan atau kesalahan material yang signifikan.

4. Disclaimer of Opinion (Tidak memberikan Pendapat)

Dalam situasi ini, auditor tidak dapat memberikan pendapat yang sesuai karena keterbatasan dalam pemeriksaan atau ketidakpastian yang signifikan.

Hal ini bisa disebabkan oleh keterbatasan akses terhadap bukti atau informasi yang diperlukan, atau adanya konflik kepentingan yang menghambat auditor dalam memberikan pendapat yang meyakinkan.

Laporan dengan disclaimer of opinion mengindikasikan bahwa auditor tidak dapat memastikan keandalan laporan keuangan tersebut.

Keempat jenis laporan ini mencerminkan tingkat keyakinan dan kualitas informasi dalam laporan keuangan yang diperiksa oleh auditor.

Tahapan Proses Penyusunan Laporan Audit

Berikut langkah-langkah dalam menyusun audit laporan keuangan:

1. Perikatan Audit

Pada tahap pra-perencanaan, auditor dan perusahaan yang akan diaudit berkomunikasi untuk menetapkan perikatan audit. Ini melibatkan kesepakatan tentang tanggung jawab, risiko, dan prosedur audit yang akan dilakukan.

Auditor juga meminta dokumen penting seperti audit sebelumnya, buku besar, rekening koran, dan informasi organisasi.

2. Perencanaan

Dalam tahap perencanaan, auditor mengembangkan rincian rencana audit berdasarkan informasi yang diperoleh dari perusahaan.

Mereka mengadakan pertemuan dengan pihak departemen untuk membahas cakupan audit, waktu pelaksanaan, dan kemungkinan akses ke aplikasi atau lokasi tertentu.

3. Kerja Lapangan

Setelah informasi terkumpul, auditor menerapkan rencana audit. Ini melibatkan pengujian analitik untuk memahami data perusahaan, pengujian pengendalian internal, dan pengujian substansial untuk mengidentifikasi kesalahan dalam laporan keuangan. Auditor dapat berinteraksi dengan karyawan untuk memperoleh data tambahan atau klarifikasi.

4. Penyusunan Laporan Keuangan

Temuan auditor dicatat dan diringkas dalam laporan audit keuangan. Auditor menggambarkan masalah yang ditemukan dan memberikan saran kepada perusahaan mengenai solusi yang mungkin. Ini membantu perusahaan dalam pengambilan keputusan yang tepat.

5. Tindakan Perbaikan

Tahap terakhir melibatkan tindakan perbaikan. Auditor memastikan bahwa masalah yang teridentifikasi diselesaikan tepat waktu. Jika ada masalah tambahan yang muncul, auditor bekerja sama dengan pihak terkait untuk menemukan solusinya.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, auditor dapat menyusun laporan audit keuangan yang akurat dan bermanfaat bagi perusahaan serta pihak terkait lainnya.

Format Laporan Audit

Berikut adalah format umum dari laporan audit:

  • Judul Laporan: Biasanya berisi judul seperti "Laporan Auditor Independen" atau "Laporan Audit."
  •  Alamat Kepada: Menunjukkan kepada siapa laporan tersebut ditujukan, seperti pemegang saham, dewan direksi, atau pemangku kepentingan lainnya.
  • Pernyataan Tanggung Jawab Manajemen: Menjelaskan bahwa manajemen bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan yang akurat dan sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku.
  • Tanggung Jawab Auditor: Menjelaskan bahwa tanggung jawab auditor adalah melakukan pemeriksaan yang sesuai dengan standar audit yang berlaku dan memberikan pendapat berdasarkan hasil audit.
  • Sasaran Audit: Menjelaskan tujuan dari audit, seperti menilai kewajaran penyajian laporan keuangan secara keseluruhan.
  • Ruang Lingkup Audit: Menjelaskan ruang lingkup pemeriksaan, termasuk bagian-bagian laporan keuangan yang diaudit dan metodologi yang digunakan.
  • Pendapat Auditor: Menyatakan pendapat auditor terhadap laporan keuangan yang diaudit. Jenis pendapat bisa menjadi "Pendapat Wajar tanpa Pengecualian," "Pendapat Wajar dengan Pengecualian," "Pendapat Tidak Wajar," atau "Tidak memberikan Pendapat."
  • Basis Pendapat: Menguraikan dasar pendapat auditor, baik itu dukungan untuk pendapat yang diberikan atau alasan mengapa pendapat tersebut berbeda dari "Pendapat Wajar tanpa Pengecualian."
  • Opini Tentang Kepatuhan: Jika diperlukan, auditor dapat memberikan pendapat tentang kepatuhan entitas terhadap peraturan dan undang-undang yang relevan.
  • Pendapat Tahun Sebelumnya: Jika relevan, laporan audit dapat memuat informasi tentang pendapat yang diberikan pada tahun sebelumnya.
  • Tanda Tangan Auditor: Menyertakan tanda tangan auditor yang bertanggung jawab atas audit.
  • Tanggal Laporan: Menyebutkan tanggal laporan disusun.
  • Alamat Kantor Akuntan Publik: Menyertakan alamat dan informasi kontak kantor akuntan publik yang melakukan audit.

Format laporan audit dapat bervariasi tergantung pada standar dan peraturan yang berlaku di suatu negara atau yurisdiksi tertentu.

Contoh Laporan Audit

# Contoh Laporan Audit PDF

Contoh Laporan Audit Keuangan Perusahaan

Contoh Sekilas audit keuangan perusahaan (Credit: ptba.co.id)

# Contoh Laporan Audit Independen Tidak Wajar

Contoh Laporan Audit Sederhana

Contoh Laporan Audit Sederhana (Credit: scribd.com)

Download contoh laporan audit versi PDF klik di sini

Coba gunakan software akuntansi Beeaccounting, buat laporan keuangan yang akurat dan jelas, tanpa perlu jago akuntansi, mudahkan proses analisis keuangan bisnis hingga auditnya. Cek selengkapnya pada banner di bawah dan dapatkan akses seumur hidup dalam 1 kali transaksi.

Laporan Keuangan Akurat Untuk Laporan Pajak Pakai Beeaccounting 1x Klik Langsung Jadi

Sekian informasi tentang laporan audit, semoga bisa membantu bisnis Anda dan sampai jumpa di artikel berikutnya

5 Manfaat Belajar Akuntansi Perusahaan dengan Baik dan Benar
Sebelum membahas tentang manfaat belajar akuntansi perusahaan yang baik dan benar, mari kita bahas terlebih dahulu tentang apa yang dimaksud
Baca Juga
Cara Menghitung PPh 21 Karyawan Terbaru 2023
Bagi sebagian orang, menghitung besaran PPh 21 bisa menjadi tugas yang menakutkan dan membingungkan. Namun, sebenarnya cara menghitung PPh 21
Baca Juga
Mengenal Aktiva dalam Akuntansi Lengkap dengan Contohnya
Aktiva atau juga disebut dengan aset memiliki dua jenis, pertama adalah aktiva tetap dan kedua adalah aktiva lancar, dimana keduanya
Baca Juga
Contoh Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang
Setiap perusahaan dagang selalu memiliki misi yang diharapkan suatu saat dapat terlaksanakan. Untuk mendukung itu semua, pastinya harus didukung dengan
Baca Juga
3 Aplikasi Faktur Pembelian untuk Bisnis UMKM
Membuat faktur pembelian, merupakan hal yang rutin untuk dilakukan oleh seorang pebisnis, karena menjadi bukti transaksi bisnis, termasuk memuat seluruh
Baca Juga
Pengertian Etika Profesi Akuntansi yang Perlu Anda Ketahui
Etika Profesi Akuntansi adalah suatu ilmu tentang perilaku atau tindakan baik dan buruk yang berpacu dalam pikiran manusia yang dapat
Baca Juga
Customer Service Bee

148rb+ Pengusaha Sudah Pakai Bee

"Operasional makin lancar, bisnis terkontrol dan mudah discale-up"
Hubungi Tim Bee sekarang untuk konsultasi GRATIS
Logo Bee Web
Software Akuntansi & Kasir No. 2 di Indonesia. Memudahkan Pemilik Bisnis dan Akuntan untuk mengerjakan dan menganalisa keuangan lebih cepat, mudah, dan akurat. Gratis Trial atau Demo Gratis dengan Tim Bee.
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Chat via WA
Alamat Kantor
Surabaya: Jl. Klampis Jaya 29J, SurabayaBandung: Ruang 59 - Jl. Surya Sumantri No.59, Sukawarna, Bandung
Jakarta: Jl. Mampang Prapatan VIII No. 3B, Jakarta Selatan (Sementara Tutup)
Copyright © 2024 Bee.id
magnifiercrossmenu