Logo Bee Web

Pengertian, Jenis, Manfaat, dan Contoh Kebijakan Fiskal

Ada banyak contoh kebijakan fiskal tergantung pada jenisnya. Kebijakan ini sendiri dibagi menjadi 3 kategori, berikut selengkapnya
Penulis: Lutfatul Malihah
Kategori:
Dipublish Tgl: Sunday, 14 May 2023

Apa saja contoh kebijakan fiskal? Sebelumnya, fiskal merupakan salah satu jenis kebijakan paling penting di bidang ekonomi dan perbankan. Pada kedua bidang ini, ada dua jenis kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah, yaitu moneter dan fiskal.

Tanpa keduanya, kondisi ekonomi suatu negara akan mengalami kekacauan dan bisa juga menyebabkan kebangkrutan. Sebab keduanya memiliki peran penting dalam hal pengeluaran dan pemasukan negara.

Pengertian Kebijakan Fiskal

Kebijakan ini masuk ke Indonesia sudah sejak zaman Belanda dengan patokan Indische Comptabiliteitswet 1944. Undang-undang ini selanjutnya diadaptasi oleh pemerintah agar tersusun kebijakan fiskal yang baru dan diterapkan sejak era Proklamasi hingga 2003.

Setelah tahun 2003 dan sampai saat ini, kebijakan ini tidak lagi berpatokan pada ICW 1944 namun pada analisa perekonomian negara ditambah dengan landasan UUD 1945.

Pihak yang memiliki wewenang menentukan kebijakan ini adalah Presiden dan dibantu Kementerian Keuangan. Sebelum melihat contoh kebijakan fiskal, pahami dulu definisi berikut ini.

1. John Maynard Keynes

Kebijakan fiskal pertama kali diperkenalkan oleh seorang ahli ekonom bernama John Maynard Keynes sebagai konsep pengelolaan ekonomi negara. Sekitar tahun 1929 atau pasca Perang Dunia I yang menyebabkan peristiwa Depresiasi Besar (Great Depression), kebijakan ini pertama kali dipakai oleh dunia.

Maynard Keynes mengartikan kebijakan fiskal sebagai strategi ekonomi yang diterapkan oleh negara guna menjaga pengeluaran dan pemasukan tetap sehat, yang pada akhirnya berdampak pada perkembangan negara.

Penerapan kebijakan fiskal menurut Maynard Keynes dapat mempengaruhi perekonomian negara lewat perubahan pengeluaran dan pemasukan sesuai dengan yang sudah ditetapkan pada APBN.

2. I Wayan Sudirman

I Wayan Sudirman juga di dalam bukunya yang berjudul "Kebijakan Fiskal dan Moneter: Teori dan Empirikal". Menurutnya, kebijakan ini erat kaitannya dengan pasar jasa dan barang.

3. OJK

Adapun menurut OJK, fiskal adalah jenis kebijakan yang berkaitan dengan penerimaan, perpajakan, pembelanjaan, dan utang piutang pemerintah, yang semuanya memiliki tujuan untuk perekonomian negara agar menjadi lebih baik.

Baca Juga: Peran Penting Kebijakan Fiskal beserta Jenis dan Contohnya

Jenis-Jenis Kebijakan Fiskal

Ada beragam contoh kebijakan fiskal tergantung jenis-jenisnya seperti berikut:

1. Segi Teoritis

a. Fiskal Terencana / Disengaja

Kebijakan ini diterapkan dengan memanipulasi anggaran negara (dalam artian positif). Fungsinya adalah untuk menyelesaikan suatu masalah / kondisi tertentu, seperti saat ada krisis ekonomi atau wabah penyakit dalam skala besar.

b. Fiskal Fungsional

Kebijakan jenis ini diterapkan untuk meningkatkan kualitas ekonomi secara makro, namun dampaknya tidak langsung terasa melainkan dalam jangka panjang.

c. Fiskal Insidental (Tidak Disengaja)

Aturan / kebijakan ini diambil dengan tujuan melindungi stabilitas ekonomi non-pemerintah agar tidak ada yang paling dirugikan atau paling diuntungkan.

2. Segi Penerapan

a. Fiskal Kontraktif

Kebijakan berupa menaikkan pajak dan menurunkan kebutuhan belanja pemerintah. Fungsi kebijakan ini untuk mengurangi rasio dini dan mencegah inflasi.

b. Fiskal Ekspansif

Kebijakan ini diterapkan saat kondisi ekonomi negara melemah. Caranya dengan menurunkan pajak pada sektor tertentu, dan sambil menaikkan anggaran belanja pemerintah. Fungsi kebijakan ini untuk meningkatkan daya beli barang agar bisnis tetap beroperasi tanpa melakukan PHK.

3. Segi Neraca Pembayaran

a. Fiskal Defisit

Kebijakan ini berguna untuk mengatasi pemasukan yang lebih sedikit dari pengeluaran. Dalam jenis ini, contoh kebijakan fiskal adalah berhutang pada negara lain.

b. Fiskal Dinamis

Kebijakan ini dapat diambil kapan saja saat negara memang sedang membutuhkannya, atau biasanya dalam kondisi genting.

c. Fiskal Surplus

Kebijakan ini diterapkan ketika pemasukan negara lebih besar dari pengeluaran. Fungsinya kebijakan ini untuk mencegah inflasi.

d. Fiskal Seimbang

Tujuan kebijakan ini untuk menjaga keseimbangan antara pengeluaran dan pemasukan negara agar tidak banyak berhutang. Tampak positif namun kebijakan ini beresiko besar, sebab tidak semua negara dapat memenuhi kebutuhan rakyat.

Contoh Kebijakan Fiskal di Indonesia

Berikut beberapa contoh dari kebijakan fiskal berdasarkan jenis-jenis di atas tadi:

1. Relaksasi Pajak dan Usaha

Contoh ini masuk dalam jenis fiskal disengaja atau terencana, yaitu dengan melonggarkan kewajiban perpajakan. Contohnya adalah penurunan tarif PPh dan perpanjangan waktu bayar pajak.

Sebagai pebisnis yang bijak kewajiban pajak ini wajib hukumnya dilaksanakan, dalam proses penyusunan pajak usaha pebisnis perlu memiliki catatan keuangan yang jelas, guna mengetahui berapa pendapatan yang mereka peroleh dalam satu periode dan berapa biaya pajak yang harus dikeluarkan.

Hitung Laporan Pajak Pakai Beecloud

Dalam urusan pembukuan keuangan Anda bisa menggunakan software akuntansi online Beecloud, membantu Anda dalam melakukan pencatatan transaksi penjualan dan pembelian secara lebih detail, kemudian laporan laba rugi, neraca, cash flow dan beberapa laporan akuntansi lainnya.

2. Alokasi APBN

Contoh mudahnya adalah saat Covid-19 melanda Indonesia, maka APBN banyak dialihkan ke sektor kesehatan seperti rumah sakit.

3. Beasiswa

Beasiswa masuk dalam jenis fiskal fungsional. Contohnya adalah beasiswa untuk pelajar / mahasiswa, dan bantuan dana untuk perusahaan start-up (fiskal fungsional).

4. HET (Harga Eceran Tertinggi)

Pemerintah menetapkan HET agar tercipta persaingan pasar yang sehat. Penentuan HET dihitung oleh produsen dan para pengecer tidak boleh menaikkannya, namun boleh menurunkannya.

5. Subsidi

Contohnya adalah pemerintah memberikan subsidi BBM. Subsidi juga bisa dalam bentuk lain seperti di sektor pendidikan atau fasilitas negara dibuat gratis.

Manfaat Kebijakan Fiskal

1. Meningkatkan Ekonomi

Pengelolaan keuangan negara yang dilakukan secara bijak dapat membantu meningkatkan perekonomian. Salah satu contoh bijaknya pengelolaan tersebut adalah menerapkan kebijakan fiskal.

2. Mengurangi Pengangguran

Jika perekonomian negara baik, masyarakat yang terjun ke dunia bisnis akan semakin produktif. Beberapa industri juga semakin inovatif. Pada akhirnya, penyerapan tenaga kerja akan maksimal.

3. Mengurangi Anggaran

Anggaran negara seharusnya dikeluarkan untuk pembangunan, misalnya jalan. Namun kadang, pengeluaran untuk ini bisa lebih besar dari seharusnya, yang menyebabkan negara berhutang. Pada kasus ini, kebijakan fiskal perlu diterapkan seperti dengan menaikkan pajak.

4. Peluang Investasi

Jika suatu negara memiliki perekonomian yang sehat, akan banyak negara lain yang tertarik untuk berinvestasi, dan agar perekonomiannya sehat dibutuhkan kebijakan fiskal.

Jadi, apa saja contoh kebijakan fiskal? Jawabannya adalah menaikkan pajak, mengalokasikan APBN ke sektor tertentu, memberikan beasiswa, bantuan dana untuk start-up, dan menetapkan HET. Dapat disimpulkan bahwa kebijakan fiskal membantu menjaga kestabilan ekonomi negara.

Artikel Terbaru

Artikel Populer

Tips Bisnis

Coba Gratis

Follow Social Media Bee

Biaya Total Adalah: Rumus, Cara Menghitung dan Contohnya
Total cost atau biaya total adalah seluruh biaya yang terlibat dalam suatu kegiatan, proyek, atau operasi yang dikeluarkan untuk kepentingan
Baca Juga
Mengenal Faktur Pembelian dan Kegunaannya
Faktur pembelian adalah salah hal yang punya peran penting dalam transaksi jual beli. Dalam transaksi jual beli pun biasanya ada
Baca Juga
Kliring Adalah: Jenis-Jenis, Mekanisme dan Cara Kerjanya
Kliring adalah sebuah metode pembayaran atau transfer yang dapat dilakukan dari satu akun ke akun lainnya. Kliring ini memiliki tiga
Baca Juga
Biaya Variabel Adalah Biaya Berubah, Ini Penjelasan Lengkapnya
Jika Anda membuka artikel ini, itu berarti Anda sedang butuh penjelasan tentang apa itu biaya variabel. Biaya variabel adalah salah
Baca Juga
Contoh Faktur Pembelian Beserta Penjelasannya
Contoh Faktur Pembelian - Menjalankan suatu usaha memang membutuhkan sebuah perjuangan yang maksimal. Terkadang bisnis yang dijalankan mengalami kenaikan dan
Baca Juga
Tips Mudah Menyusun Laporan Laba Rugi Bagi Usaha Anda
Selain laporan neraca dan arus kas, laporan laba rugi juga merupakan salah satu laporan keuangan yang penting digunakan untuk melaporkan
Baca Juga
Customer Service Bee

148rb+ Pengusaha Sudah Pakai Bee

"Operasional makin lancar, bisnis terkontrol dan mudah discale-up"
Hubungi Tim Bee sekarang untuk konsultasi GRATIS
Logo Bee Web
Software Akuntansi & Kasir No. 2 di Indonesia. Memudahkan Pemilik Bisnis dan Akuntan untuk mengerjakan dan menganalisa keuangan lebih cepat, mudah, dan akurat. Gratis Trial atau Demo Gratis dengan Tim Bee.
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Chat via WA
Alamat Kantor
Surabaya: Jl. Klampis Jaya 29J, SurabayaBandung: Ruang 59 - Jl. Surya Sumantri No.59, Sukawarna, Bandung
Jakarta: Jl. Mampang Prapatan VIII No. 3B, Jakarta Selatan (Sementara Tutup)
Copyright © 2024 Bee.id
magnifiercrossmenu