Logo Bee Web

Biaya Total Adalah: Rumus, Cara Menghitung dan Contohnya

biaya total adalah seluruh biaya yang dikeluarkan untuk kepentingan produksi produk/ jasa, dengan rumus (biaya tetap + variabel)/ total unit.
Penulis: Lutfatul Malihah
Kategori: ,
Dipublish Tgl: Sunday, 28 January 2024

Total cost atau biaya total adalah seluruh biaya yang terlibat dalam suatu kegiatan, proyek, atau operasi yang dikeluarkan untuk kepentingan produksi produk/ jasa. Dengan mengetahui biaya ini maka perusahaan bisa mengatur pengeluaran dan besaran profit yang ingin didapatkan dalam satu periode.

Secara tidak langsung, tujuan dari analisis dari biaya ini untuk memberikan pandangan menyeluruh tentang seluruh pengeluaran yang terkait dengan suatu inisiatif, memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih informasional dan efektif dalam konteks manajemen keuangan.

Pahami informasi selengkapnya pada artikel di bawah ini:

Apa itu Biaya Total? Biaya Total Adalah

Cara Hitung Biaya Peluang

Seluruh biaya yang digunakan untuk kepentingan produksi baik biaya tetap atau variabel disebut dengan biaya total (Credit; Freepik.com)

Dalam buku Akuntansi Keuangan dan Manajemen karya Munawir (2002), pengertian biaya adalah nilai kas yang dikorbankan untuk memperoleh barang atau jasa yang diharapkan akan memberikan manfaat bagi organisasi/ perusahaan dalam jangka waktu tertentu.

Biaya sendiri diklasifikasikan menjadi 4 jenis, yaki biaya tetap (fixed cost), biaya variabel (variable cost), biaya semi variabel (semi variable cost) dan biaya total (total cost) yang kan dibahas dalam artikel ini.

Secara pengertian biaya total adalah seluruh jumlah dari biaya total dan biaya variabel yang dikeluarkan perusahaan untuk memproduksi barang/ jasa untuk mendapatkan keuntungan tertentu.

Baca Juga: Jenis-jenis Biaya Produksi dan Contohnya

Fungsi Analisis Biaya Total

Secara garis besar analisis biaya total berfungsi untuk kepentingan manajemen keuangan bisnis, apa saja? Berikut diantaranya:.

1. Menentukan Harga

Fungsi dari analisis biaya total adalah perusahaan dapat menentukan harga yang tepat untuk produk atau layanan yang diproduksi. Analisis biaya ini membantu dalam menghindari kerugian akibat menetapkan harga dibawah biaya modal yang diperlukan untuk produksi.

2. Perencanaan dan Penganggaran Produksi

Berikutnya adalah berfungsi untuk perencanaan dan penganggaran produksi, pemahaman terhadap struktur biaya total bisnis menjadi krusial. Analisis biaya total membantu perusahaan mengidentifikasi biaya variabel dan tetap, serta menentukan jumlah biaya total yang diperlukan untuk produksi.

3. Menghitung Biaya Total dengan Rumus yang Tepat

Kemudian, analisis biaya total juga memberikan landasan untuk menghitung biaya total dengan rumus yang tepat, yang mencakup rata-rata biaya tetap dan rata-rata biaya variabel. Rumus ini membantu dalam mengidentifikasi kontribusi masing-masing elemen biaya terhadap total biaya produksi.

4. Menangani Kompleksitas Biaya Tambahan

Selanjutnya dengan memperhitungkan variabel biaya tambahan seperti pajak, cukai, biaya simpan, biaya distribusi, dan lainnya, analisis biaya total membantu perusahaan mengatasi kompleksitas yang mungkin timbul dalam menghitung biaya total produksi. Sehingga, memberikan visibilitas yang lebih baik terhadap seluruh biaya yang terlibat.

5. Menghadapi Tantangan Internasional

Terakhir adalah bermanfaat ketika perusahaan harus menghadapi tantangan internasional, seperti menghitung biaya impor. Dengan memahami faktor-faktor biaya yang terlibat, perusahaan dapat membuat keputusan strategis terkait dengan pasokan dan distribusi internasional.

Komponen Biaya Total

Apa Itu Biaya Peluang

Ada 3 komponen penting dalam perhitugan biaya total, yakni biaya tetap, variabel, dan biaya marginal (Credit: Freepikcom)

Dalam menghitung biaya total, ada dua komponen yang diperlukan yakni:

1. TFC (Total Fixed Cost)

Komponen pertama adalah total fixed cost atau total biaya tetap, yakni biaya yang tidak dipengaruhi oleh tingkat produksi, jumlah barang atau layanan yang dihasilkan perusahaan.

Sebanyak apapun kebutuhan produksi atau jumlah produk yang dihasilkan biaya ini masih memiliki nilai yang sama. Contohnya, biaya sewa gedung, overhead, biaya administrasi dan sejenisnya.

2. TVC (Total Variable Cost)

Berikutnya adalah total variable cost atau total biaya cost, kebalikan dari biaya tetap yakni biaya yang dipengaruhi oleh tingkat produksi atau jumlah produk yang dihasilkan.

Contohnya biaya bahan baku, tenaga kerja, dan lain sebagainya. Dimana deretan biaya tersebut terus bertahan selaras dengan berapa tingkatan dari produksi itu sendiri.

Baca Juga: Cara Menghitung Variabel Costing dan Penjelasan Lainnya

3. MC (Marginal Cost)

Selanjutnya adalah marginal cost, yakni biaya tambahan yang timbul dari produksi satu unit tambahan dari suatu barang atau layanan. Dengan kata lain, ini adalah perubahan total biaya yang terjadi ketika jumlah produksi atau output ditambah satu unit.

Rumus Biaya Total dan Cara Menghitungnya

Berikut ini rumus biaya total dan cara menghitungnya:

#Rumus Biaya Total

Untuk menghitung biaya tetap ini bisa dilakukan dengan menggunakan rumus berikut ini:

Rumus Biaya Total = (TFC + TVC)/ Jumlah unit produksi

Dengan rincian:

  • TFC: Total fixed cost (Biaya tetap total)
  • TVC: Total Variable Cost (Total biaya variable cost)

#Cara Menghitung Biaya Produksi

Berikut ini tahapan dalam menghitung biaya produksi:

  • Langkah pertama adalah melakukan identifikasi biaya tetap perusahaan.
  • Kemudian identifikasi juga berapa jumlah total biaya variabel yang dibutuhkan perusahaan dalam proses produksi.
  • Selanjutnya adalah hitung biaya total menggunakan rumus berikut ini: TC = TFC + TVC
  • Jika biaya total sudah dihitung berikutnya adalah melakukan identifikasi berapa jumlah produk yang akan diproduksi.
  • Berikutnya adalah melakukan identifikasi berapa jumlah unit yang diproduksi oleh perusahaan.
  • Terakhir adalah hitung biaya total rata-rata per unit, yang kemudian hasil dari nilai ini adalah harga minimal yang harus dijual perusahaan untuk mencapai BEP.

Saat ini Anda bisa menggunakan software akuntansi Beeaccounting, digitalisasi proses perhitungan biaya produksi dengan lebih mudah dan akurat. Klik banner di bawah ini untuk informasi selengkapnya!

Membuat Catatan Pengeluaran Biaya Produksi + Laporan Keuangan Pakai Beeaccounting

Contoh Perhitungan Biaya Total

Untuk lebih mudah dalam memahami bagaimana cara menghitung biaya total, kami akan mencontohkannya pada kasus berikut ini:

Sebuah perusahaan manufaktur yang memproduksi mainan anak-anak memiliki total biaya tetap (TFC) pada bulan A sebesar Rp10.000.000, kemudian biaya variable (TVC) senilai Rp5.000.000 dengan jumlah unit yang diproduksi adalah 500 unit.

Maka, jumlah biaya total adalah:

Biaya total = (TFC + TVC)/ Jumlah unit produksi
Biaya total = (Rp10.000.000 +Rp5.000.000)/500 unit
Biaya total = (Rp15.000.000/500)
Biaya total = Rp30.000

Disimpulkan jika harga biaya total produksi per unitnya adalah Rp30.000

Kelebihan dan Kekurangan Perhitungan Biaya Total

Berikut ini kelebihan dan kekurangan dalam menggunakan rumus biaya total:

#Kelebihan

  • Memberikan gambaran sederhana dan jelas tentang profitabilitas bisnis, sehingga mudah dipahami oleh semua pemangku kepentingan
  • Cepat dan mudah dilacak untuk margin profitabilitas dalam menentukan strategi penentuan harga/ penjualan.
  • Berguna dalam analisis pasar dan penetapan harga. sekaligus alat pembanding dalam evaluasi kerja.
  • Memungkinkan pengambilan keputusan harga berdasarkan data.
  • Pelacakan profitabilitas lini produk, pengendali produksi dan negosiasi dengan pemasok dan transparansi kepada mitra kerja sama.

#Kekurangan

  • Terlalu rumit untuk perusahaan dengan lini produk bervariasi.
  • Sulit menentukan harga dengan persediaan yang berubah-ubah, terutama ketika harga bahan baku mengalami fluktuasi.
  • Tidak selalu akurat untuk produk dengan harga yang konstan.
  • Prediksi tidak selalu akurat karena biaya dapat bervariasi tidak terduga.

Nah itu dia penjelasan mengenai biaya tetap dan contoh kasusnya, semoga bermanfaat dan sampai jumpa para artikel berikutnya.

Contoh Jurnal Pembelian dan Cara Membuatnya
Contoh Jurnal pembelian adalah pencatatan pembelian yang terjadi pada kegiatan operasional perusahaan yang dilakukan secara rutin, yang termasuk dalam elemen
Baca Juga
3 Jenis Software Akuntansi Indonesia yang Paling Banyak Diakses
Beragam macam jenis software akuntansi yang ada menjadi bukti bahwa tren ekonomi digital tengah menuju puncak kejayaannya. Dunia ekonomi sedang
Baca Juga
Bagaimana Cara Membuat Laporan Laba Rugi Cepat & Mudah
Sebagian perusahaan menginginkan operasional yang dijalankan berjalan dengan yang diharapkan. Semua kegiatan perusahaan seperti perputaran uang, keluar masuknya stok, manajemen
Baca Juga
6 Perbedaan PPn Dan PPh dan Sanksi jika Tidak Bayar Sesuai Aturan
Pajak merupakan bagian dari berbagai transaksi. Dua diantara jenis pajak yang paling sering diperbincangkan adalah Pajak Pertambahan Nilai (PPn) dan
Baca Juga
Liabilitas Jangka Pendek: Kelebihan dan Cara Analisisnya
Dalam operasional perusahaan, aspek keuangan memiliki peranan yang sangat penting. Salah satu hal yang harus diperhatikan adalah liabilitas jangka pendek
Baca Juga
Memahami Pengertian Rasio Keuangan Bisnis
Rasio Keuangan - Sudahkah Anda familiar tentang Rasio Keuangan? Dalam dunia bisnis, sering disebut bahwa rasio dari keuangan sangat penting
Baca Juga
Customer Service Bee

148rb+ Pengusaha Sudah Pakai Bee

"Operasional makin lancar, bisnis terkontrol dan mudah discale-up"
Hubungi Tim Bee sekarang untuk konsultasi GRATIS
Logo Bee Web
Software Akuntansi & Kasir No. 2 di Indonesia. Memudahkan Pemilik Bisnis dan Akuntan untuk mengerjakan dan menganalisa keuangan lebih cepat, mudah, dan akurat. Gratis Trial atau Demo Gratis dengan Tim Bee.
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Chat via WA
Alamat Kantor
Surabaya: Jl. Klampis Jaya 29J, SurabayaBandung: Ruang 59 - Jl. Surya Sumantri No.59, Sukawarna, Bandung
Jakarta: Jl. Mampang Prapatan VIII No. 3B, Jakarta Selatan (Sementara Tutup)
Copyright © 2024 Bee.id
magnifiercrossmenu