Logo Bee Web

Contoh Aktiva Tetap dalam Akuntansi Berdasarkan Jenisnya

Contoh aktiva tetap dalam bisnis dibedakan menjadi dua jenis, yakni berwujud dan tak berwujud. Apa saja yang termasuk dalam kategorinya?
Penulis: Lutfatul Malihah
Kategori: ,
Dipublish Tgl: Wednesday, 3 January 2024

Aktiva tetap yang juga dikenal sebagai aset tetap adalah bagian integral dari struktur finansial suatu entitas bisnis. Dalam akuntansi contoh aktiva tetap mencakup banyak hal.

Seperti properti bangunan kantor, pabrik, peralatan, mesin produksi dan lain sebagainya yang digunakan untuk kepentingan operasional bisnis sehari-hari.

Keberadaan aktiva tetap berperan dalam menopang kelangsungan dan efisiensi operasional perusahaan, serta berperan dalam penentuan nilai intrinsik perusahaan dalam laporan keuangan.

Apa itu Aktiva Tetap?

Contoh Aktiva Tetap Berwujud

Mesin produksi adalah salah satu contoh aktiva tetap berwujud (Credit: Freepik.com)

Menurut Standar Akuntansi Keuangan, aset tetap adalah aset berwujud yang dimiliki sebuah perusahaan dan digunakan dalam proses produksi atau penyediaan barang atau saja. Baik untuk direntalkan kepada pihak lain atau untuk kepentingan administratif dan diharapkan untuk digunakan lebih dari satu periode.

Sedangkan menurut PSAK No 16 Tahun 2007, aktiva tetap adalah aktiva berwujud yang didapatkan dalam bentuk siap pakai atau yang dibangun terlebih dahulu.

Dan digunakan dalam operasi perusahaan, dan tidak dimaksudnya untuk dijual kembali dalam rangka kegiatan normal perusahaan dan memiliki masa guna lebih dari satu tahun.

Dalam Standar Akuntansi Keuangan ada beberapa karakteristik umum yang dimiliki aktiva tetap, yakni:

  • Hanya digunakan dalam operasi normal perusahaan saja, contohnya stok motor di dealer.
  • Memiliki masa guna yang panjang lebih dari satu periode.
  • Aset-aset ini dapat diidentifikasi melalui sifat fisik yang nyata, sehingga dapat dibedakan dari aset-aset non-fisik seperti hak paten dan merek dagang

Jenis-Jenis Aktiva Tetap

Menurut Lumbantoruan (1996), aktiva tetap dibedakan menjadi beberapa kelompok yakni:

1. Aktiva Tetap Berwujud

Kelompok pertama adalah aktiva tetap berwujud atau plant asset atau tangible asset, yakni aset yang digunakan dalam kegiatan operasional perusahaan secara berkelanjutan. Seperti gedung kantor, mesin perusahaan dan seterusnya.

2. Aktiva Tetap Tidak Berwujud

Sedangkan aktiva tetap tidak berwujud adalah aktiva yang tidak dapat dilihat secara langsung, namun memiliki bukti keberadaan yang dilihat dari akte perjajuan kontrak.

Seperti hak paten, franchise, goodwill dan lain sebagainya. Istilah aktiva tidak berwujud juga disebut dengan intangible asset.

Contoh Aktiva Tetap Berdasarkan Jenisnya

Contoh Hak Paten

Salah satu Contoh Aset Tak Berwujud Bisnis adalah Hak Paten (Credit: Freepik.com)

Berikut adalah bebepa contoh aktiva tetap berdasarkan kelompoknya:

# Contoh Aktiva Tetap Berwujud

  • Gedung dan Bangunan: Properti fisik yang digunakan untuk kantor, pabrik, atau penyimpanan barang.
  • Peralatan Mesin: Termasuk mesin produksi, komputer, dan peralatan lain yang digunakan dalam proses operasional perusahaan.
  • Kendaraan Operasional: Penjelasan: Mobil, truk, atau armada kendaraan yang digunakan untuk transportasi barang atau pegawai.
  • Tanah: Aset fisik dalam bentuk lahan yang dimiliki oleh perusahaan.
  • Inventaris: Barang-barang yang dipegang oleh perusahaan untuk dijual atau digunakan dalam produksi.

# Contoh Aktiva Tetap Tidak Berwujud

  • Hak Paten: Hak eksklusif untuk menggunakan, membuat, dan menjual suatu inovasi atau penemuan.
  • Merk Dagang: Simbol, nama, atau desain yang secara unik mengidentifikasi dan membedakan produk atau jasa suatu perusahaan.
  • Hak Cipta: Hak eksklusif untuk karya-karya seni, musik, dan literatur.
  • Goodwill: Nilai reputasi positif yang melekat pada suatu merek atau perusahaan.
  • Lisensi Software: Hak untuk menggunakan perangkat lunak komputer yang dimiliki oleh pihak lain sesuai dengan persyaratan tertentu.

Baca Juga: Goodwill Adalah Aset Tak Berwujud, Ini Penjelasan, Jenis dan Penyebabnya

Penyusutan Aktiva Tetap Berwujud

Aset yang dimiliki perusahaan tidak selamanya akan memiliki nilai guna yang sama. Menurut Suandy (2008) penyusutan aktiva aset berwujud adalah alokasi sistematis nilai aset selama masa manfaat yang dapat diestimasi.

Persyaratan aktiva tetap yang dapat disusutkan melibatkan harapan penggunaan lebih dari satu periode, masa manfaat terbatas, dan penggunaan dalam produksi atau penyediaan barang dan jasa.

Ada dua metode yang bisa digunakan dalam menghitung biaya penyusutan aktiva berwujud, yakni:

  • Metode Garis Lurus (Straight Line Method): Memiliki tarif penyusutan yang tetap setiap tahun selama masa manfaat aktiva. Besarnya nilai penyusutan dihitung dengan membagi nilai perolehan
  • Metode Saldo Menurun (Declining Balance Method): Termasuk metode penyusutan dipercepat, dengan tarif penyusutan tetap setiap tahun, namun dihitung berdasarkan nilai sisa buku tahun sebelumnya. Tarifnya cenderung menurun seiring berjalannya waktu.

Cara Pencatatan Aktiva Tetap Berdasarkan Cara Perolehannya

Penjualan

Ilustrasi Transaksi Tunai Menggunakan Uang Cash (Sumber: Pixels.com)

Berikut adalah beberapa cara pencatatan aktiva tetap berdasarkan cara perolehannya

1. Berdasarkan Pembelian Tunai

Metode pertama dalam pencatatan aktiva tetap adalah berdasarkan proses transaksi tunau, dimana aktiva tetap yang dibeli secara tunai dicatat dengan total uang yang dikeluarkan, termasuk harga faktur dan biaya terkait.

Contohnya, PT Sukses Selalu memutuskan untuk membeli mesin percetakan seharga Rp. 25.000.000. Selain harga mesin, mereka juga mengeluarkan biaya asuransi, pemasangan, dan ongkos kirim sebesar Rp. 2.000.000. Semua pembayaran dilakukan secara tunai melalui rekening bank PT ABC.

Pencatatan pembelian mesin:

Contoh Aktiva Tetap Transaksi Tunai

2. Berdasarkan Angsuran atau Kredit

Selanjutnya adalah berdasarkan angsuran atau transaksi kredit, yang mana aktiva tetap yang dibeli dengan angsuran atau kredit dicatat dengan pembayaran setiap tahun yang mengurangi utang pokok dan mencatat biaya bunga.

Contohnya, PT Selalu Sukses membeli sebuah mobil seharga Rp. 100.000.000 dengan uang muka Rp. 28.000.000 dan sisanya diangsur setiap bulan selama tiga tahun dengan bunga 12% per tahun.

Berdasarkan Angsuran Atau Kredit

Pencatatan uang muka dan angsuran:

Debet Mobil: Rp. 28.000.000
Kredit Kas: Rp. 28.000.000 (uang muka)

Pencatatan angsuran dan bunga per bulan:

Debet Utang: Rp. 2.000.000
Debet Biaya Bunga: Rp. 720.000
Kredit Kas: Rp. 2.720.000

3. Diperoleh Melalui Ditukar dengan Surat-Surat Berharga

Aktiva tetap diperoleh dengan menukar saham atau obligasi, dicatat dengan harga pasar saham atau obligasi, kemudian dicatat dalam buku besar senilai dengan harga saham.

Contohnya, PT ABC menukarkan mobil seharga Rp. 100.000.000 dengan sebuah mesin. Setelah pertukaran, perusahaan menambah uang sebesar Rp. 5.000.000.

Diperoleh Melalui Ditukar Dengan Surat Surat Berharga

Pencatatan pertukaran asset tetap:

Debet Mesin: Rp. 90.000.000
Debet Akumulasi Penyusutan Mobil: Rp. 20.000.000
Kredit Mobil: Rp. 100.000.000
Kredit Kas: Rp. 5.000.000
Kredit Keuntungan Pertukaran Asset: Rp. 5.000.000

4. Diperoleh Melalui Cara Ditukar dengan Aktiva Tetap Lain (Trade-In)

Aktiva tetap baru diperoleh dengan menukar aktiva tetap lama, dicatat dengan harga aktiva lama ditambah uang yang dibayarkan atau dengan harga pasar aktiva baru. Sederhananya adalah melakukan tukar tambah.

Contoh pencatatannya adalah:

PT ABC menukarkan mobil seharga Rp. 100.000.000 dengan sebuah mesin. Setelah pertukaran, perusahaan menambah uang sebesar Rp. 5.000.000.

Aktiva Tetap Berdasarkan Transaksi Tukar Tambah

Pencatatan pertukaran asset tetap:

Debet Mesin: Rp. 90.000.000
Debet Akumulasi Penyusutan Mobil: Rp. 20.000.000
Kredit Mobil: Rp. 100.000.000
Kredit Kas: Rp. 5.000.000
Kredit Keuntungan Pertukaran Asset: Rp. 5.000.000

5. Diperoleh dari Cara Sendiri

Biaya pembuatan aktiva sendiri, seperti bahan dan upah langsung, dibebankan ke aktiva tersebut.

PT ABC memutuskan untuk memperluas pabrik dengan membangun gedung baru. Seluruh biaya pembangunan, termasuk listrik, air, lembur, telepon, dan persediaan kantor, dibebankan ke gedung yang dibuat sendiri.

Berdasarkan Transaksi Sumber Pribadi

Pencatatan biaya-biaya:

Debet Listrik: Rp. 800.000
Debet Gedung: Rp. 200.000
Kredit Kas: Rp. 1.000.000
(Proses dilanjutkan untuk setiap biaya)

Baca Juga: 9 Pertanyaan Umum Tentang Aktiva Terjawab

Catat dan Kelola Aktiva Tetap Bisnis Mudah dengan Beeaccounting

Pakai Beeaccounting Bisa Hitung Aset Bisnis

Pencatatan dan pengelolaan aset tetap dalam bisnis umumnya menjadi tantangan tersendiri bagi pemilik bisnis, terutama jika sebelumnya awam dengan masalah akuntansi. Dengan menggunakan software akuntansi Beeaccounting, Anda bisa mengelola aktiva bisnis lebih optimal dan maksimal, termasuk detail biaya perolehan, pemeliharaan, dan penyusutan.

Software ini menyediakan fitur-fitur khusus yang mempermudah proses pelacakan dan pemantauan aset tetap selama masa manfaatnya. Selain itu, Beeaccounting juga memungkinkan pengguna untuk menghasilkan laporan-laporan keuangan yang terkait dengan aktiva tetap hingga laporan akuntansi.

Klik banner di atas untuk dapatkan akses trial khusus pengguna pertama, dan training langsung dari ahlinya.

Contoh Laporan Arus Kas Metode Langsung & Cara Membuatnya
Ada dua metode yang digunakan dalam menyusun laporan arus kas, yakni laporan arus kas metode langsung dan tidak langsung. Dalam
Baca Juga
Persiapan Sebelum Belajar Pembukuan Keuangan Perusahaan
Bagaimana sih cara belajar pembukuan keuangan perusahaan? Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, ada baiknya jika Anda mengenal pembukuan keuangan dari perusahaan
Baca Juga
Program Stok Cegah Kesalahan Karyawan saat Stok Opname
Program stok bantu cegah kesalahan karyawan saat mengelola stok barang. Sobat Bee, mengelola stok barang memang kadang membutuhkan banyak usaha,
Baca Juga
Contoh Kuitansi dan Panduan Cara Membuat Kwitansi Pembayaran
Apakah Anda sering mencari contoh kwitansi? Hampir setiap kali kita melakukan transaksi pembayaran, baik itu untuk membeli barang, membayar jasa,
Baca Juga
Piutang Adalah Utang yang Seperti Apa? Ini Penjelasannya
Piutang adalah uang milik perusahaan yang harus dibayarkan oleh konsumen/ pelanggan setelah proses pembelian produk barang/ jasa. Artinya, Piutang usaha
Baca Juga
10 Prinsip Akuntansi untuk Membuat Laporan Keuangan
Seorang pebisnis perlu membuat laporan keuangan secara rutin supaya keuangan perusahaan lebih terstruktur dan meminimalisir kerugian. Nah, pembuatan laporan keuangan
Baca Juga
Customer Service Bee

148rb+ Pengusaha Sudah Pakai Bee

"Operasional makin lancar, bisnis terkontrol dan mudah discale-up"
Hubungi Tim Bee sekarang untuk konsultasi GRATIS
Logo Bee Web
Software Akuntansi & Kasir No. 2 di Indonesia. Memudahkan Pemilik Bisnis dan Akuntan untuk mengerjakan dan menganalisa keuangan lebih cepat, mudah, dan akurat. Gratis Trial atau Demo Gratis dengan Tim Bee.
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Chat via WA
Alamat Kantor
Surabaya: Jl. Klampis Jaya 29J, SurabayaBandung: Ruang 59 - Jl. Surya Sumantri No.59, Sukawarna, Bandung
Jakarta: Jl. Mampang Prapatan VIII No. 3B, Jakarta Selatan (Sementara Tutup)
Copyright © 2024 Bee.id
magnifiercrossmenu