Logo Bee Web

Metode Activity Based Costing (ABC), Komponen & Penerapannya

Activity Based Costing adalah metode dalam menentukan harga pokok produksi, bagaimana caranya? Baca selengkapnya pada artikel berikut ini!
Penulis: Lutfatul Malihah
Kategori: ,
Dipublish Tgl: Saturday, 30 March 2024

Dengan kompleksitas dan dinamika yang terjadi di era modern ini, perusahaan dituntut untuk memiliki strategi yang tepat dalam mengelola biaya produksinya. Salah satu strategi yang terbukti efektif adalah Activity Based Costing (ABC).

Berbeda dengan metode tradisional yang membebankan biaya overhead secara proporsional berdasarkan volume produksi, ABC menawarkan pendekatan yang lebih akurat dan terperinci dengan memfokuskan pada aktivitas yang memicu biaya.

Bagaimana caranya? Yuk mari kita bahas secara lebih detail pada artikel di bawah ini!

Apa itu Activity Based Costing?

Metode Activity Based Costing

Metode activity based costing adalah transformasi perhitungan harga pokok produksi dari cara tradisional (Credit: Freepik.com)

Mengutip dari laman abdulkadir.blog.uma.ac.id menjelaskan jika activity based costing adalah pendekatan yang dilakukan dalam menentukan biaya produk yang membebankan biaya ke produk atau jasa berdasarkan konsumsi sumber daya yang digunakan dalam mendukung aktivitas.

Selain itu, dalam jurnal Peranan Activity-Based Costing System Dalam Perhitungan Harga Pokok Terhadap Peningkatan Profitabilitas Perusahaan (Studi Kasus pada PT Retno Muda Pelumas Prima Tegal) karya Matius dan Ardisa (2011) juga dijelaskan pengertian activity based costing menurut beberapa ahli:

  • Menurut Garrison dan Noreen (2000), Activity based costing adalah metode yang digunakan untuk memberikan informasi biaya kepada manajer untuk membuat keputusan strategis yang dapat berdampak pada kapasitas dan biaya tetap.
  • Kemudian, menurut Mulyadi, metode ABC adalah metode yang digunakan untuk menentukan HPP (product costing) yang ditujukan guna menyajikan informasi harga pokok bagi kepentingan manajemen.
  • Menurut The Mac. Graw Hill Companies Inc. (2003) Activity based costing adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya dan kinerja proses dalam kaitannya dengan aktivitas dan objek biaya.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan jika activity based costing adalah sebuah metodologi yang digunakan dalam mengukur biaya dan kinerja aktivitas, sumber daya dan objek biaya.

Metode ABC memisahkan biaya-biaya ke aktivitas-aktivitas tersebut dan kemudian dialokasikan ke objek biaya seperti produk atau pelanggan, dengan mengakui hubungan timbal balik antara cost driver dan aktivitas.

Sejarah Singkat Activity Based Costing

Metode activity based costing pertama kali muncul dan digunakan pada tahun 1971 dan diusulkan oleh George J Staubus. Namun, pada saat itu metode ini kurang mendapatkan perhatian karena membutuhkan sistem komputer yang pada saat itu belum umum digunakan.

Pada awal tahun 1980-an, kesadaran akan kelemahan sistem akuntansi biaya muncul, di mana arus kas dan nilai pemegang saham menjadi fokus utama.

Kemudian pada tahun 1984, Robert S. Kaplan dan Dr. Tom Johnson mulai menguraikan kelemahan sistem akuntansi biaya, sementara Dr. Robin Cooper mengembangkan suatu sistem biaya baru yang disebut Activity Based Costing (ABC).

Dari situlah metode ABC ini mulai mendapat perhatian luas, dengan beberapa perusahaan seperti Northern Telecom, Hewlett Packard, Honeywell, dan Avery International mengadopsi sistem ini.

Awal mula penggunaan metode ABC hanya difokuskan pada biaya overhead pabrik, tetapi kemudian berkembang untuk mencakup semua jenis biaya dari desain hingga administrasi.

Baca Juga: Pengertian Biaya Overhead Serta Jenis dan Fungsinya

Prinsip Dasar Metode Activity Based Costing

Biaya Total Adalah

Ada dua prinsip dasar dari metode ABC, yakni biaya yang disebabkan dan penyebab biaya yang dapat dikelola (Credit: Freepik.com)

Menurut Mulyadi (2015) terdapat dua prinsip dasar yang mendasari metode ABC ini, yakni:

1. Cost is Caused (Biaya Disebabkan)

Prinsip ini menyatakan bahwa biaya disebabkan oleh aktivitas yang dilakukan. Artinya, aktivitas yang dilakukan oleh suatu perusahaan menjadi penyebab terjadinya biaya, dan perusahaan dapat mempengaruhi biaya tersebut.

Dengan ABC, dipahami bahwa sumber daya akan mendorong terjadinya aktivitas, bukan hanya sekedar menyebabkan biaya yang perlu dialokasikan.

2. The Causes of Cost Can be Managed (Penyebab Biaya Dapat Dikelola)

Prinsip kedua menekankan bahwa aktivitas merupakan penyebab dari timbulnya biaya yang dapat dikelola.

Perusahaan memiliki kemampuan untuk mengelola biaya dengan mengelola aktivitas yang dilakukan, yang merupakan penyebab dari biaya tersebut.

Dengan demikian, ABC memungkinkan perusahaan untuk mengelola biaya dengan lebih efektif melalui pengelolaan aktivitas yang dilakukan.

Karakteristik Activity Based Costing

Activity Based Costing (ABC) memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya dari metode penetapan biaya tradisional. Berikut adalah beberapa poin penting:

  • Fokus pada aktivitas: Mengidentifikasi aktivitas-aktivitas yang terjadi dalam perusahaan terlebih dahulu. Biaya kemudian dibebankan ke masing-masing aktivitas tersebut.
  • Penggunaan multiple cost pool: Menggunakan beberapa kelompok biaya yang lebih spesifik, yang masing-masing mewakili aktivitas tertentu.
  • Cost driver: Faktor yang menyebabkan terjadinya biaya pada suatu aktivitas. Misalnya, untuk aktivitas "setup mesin", cost drivernya mungkin adalah jumlah setup yang dilakukan untuk setiap produk.
  • Produktivitas dan efisiensi biaya: Dengan memahami biaya yang terkait dengan setiap aktivitas, perusahaan dapat menilai produktivitas dan efisiensi aktivitas tersebut.

Komponen Activity Based Costing

Berikut adalah beberapa komponen metode activity based costing:

1. Aktivitas

Komponen pertama adalah aktivitas, secara pengertian aktivitas dalam metode ABC adalah tindakan atau kegiatan yang dilakukan dalam suatu organisasi untuk menghasilkan produk atau layanan.

Aktivitas dapat mencakup berbagai proses seperti setup mesin, inspeksi kualitas, pengiriman barang, dan lain sebagainya. Dalam ABC, aktivitas menjadi fokus utama dalam menentukan bagaimana biaya dialokasikan.

2. Kumpulan Biaya

Berikutnya ada biaya total, yakni total biaya yang terkait dengan suatu aktivitas tertentu.

Kumpulan biaya ini mencakup berbagai komponen biaya seperti biaya tenaga kerja, biaya bahan baku, biaya overhead pabrik, dan biaya lainnya yang terjadi dalam pelaksanaan aktivitas.

3. Penggerak Biaya

Kemudian ada penggerak biaya, yakni faktor atau variabel yang menyebabkan timbulnya biaya dalam suatu aktivitas.

Penggerak biaya dapat berupa jumlah jam kerja, jumlah setup mesin, jumlah pengiriman, atau faktor-faktor lain yang secara langsung mempengaruhi biaya suatu aktivitas.

4. Tarif Aktivitas

Komponen berikutnya adalah tarif aktivitas, besaran biaya yang dialokasikan ke setiap unit penggerak biaya untuk setiap aktivitas.

Tarif aktivitas biasanya dihitung dengan membagi total biaya aktivitas dengan total unit penggerak biaya. Tarif ini kemudian digunakan untuk menghitung biaya suatu produk atau layanan berdasarkan penggunaan aktivitas.

5. Biaya Produk/ Layanan

Terakhir adalah biaya produk/ layanan yang merupakan total biaya yang dialokasikan ke suatu produk atau layanan berdasarkan penggunaan aktivitas yang terkait dengan produk atau layanan tersebut.

Biaya produk atau layanan dihitung dengan mengalokasikan biaya dari setiap aktivitas yang digunakan untuk memproduksi atau memberikan layanan kepada produk atau layanan tersebut.

Fungsi Activity Based Costing

Perencanaan Produksi Massal

Ilustrasi kegiatan produksi pada sebuah perusahaan manufakur (Credit: pexels.com)

Masih menurut Mulyadi (2015) dalam Ayu Uswatun Hasanah dan Suji Abdullah Saleh (2021), activity based costing memiliki beberapa manfaat berikut:

  • Mengetahui dan mendapatkan informasi mengenai kegiatan yang telah dilakukan dalam sebuah perusahaan, khususnya mengenai produksi barang atau jasa.
  • Dapat memperkirakan anggaran dengan cepat berdasarkan anggaran aktivitas yang sudah/akan dikeluarkan.
  • Mendapatkan informasi mengenai beban, yang kemudian dapat dikontrol dengan menetapkan plan untuk mengefisiensikan biaya.
  • Menyiapkan multimedia kos produk dan jasa yang telah dihasilkan dengan lebih akurat.

Cara Kalkulasi Harga Pokok Produksi dengan Metode ABC

Menurut Supriyanto (2007), dalam penggunaan metode activity based costing dalam menghitung harga pokok produksi dilakukan dengan 3 tahapan utama yang terdiri dari beberapa langkah berikut ini:

1. Mengidentifikasi Aktivitas dan Level Activity

Langkah pertama adalah mengidentifikasi semua aktivitas yang terlibat dalam proses produksi dan tentukan tingkat kegiatan (level activity) untuk setiap aktivitas tersebut.

Misalnya, untuk produksi mobil, aktivitas dapat mencakup perakitan mesin, pemasangan kaki-kaki, dan pengecatan.

2. Menghubungkan Biaya dengan Aktivitas

Kemudian hubungkan biaya-biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dengan aktivitas-aktivitas yang telah diidentifikasi. Misalnya, biaya tenaga kerja langsung dapat terkait dengan aktivitas perakitan mesin.

3. Menentukan Biaya pada Setiap Aktivitas

Kemudian tentukan total biaya yang terkait dengan setiap aktivitas. Misalnya, biaya total perakitan mesin adalah Rp 500.000.000,sd

4. Mengelompokkan Biaya yang Homogen (Homogeneous Cost Pool)

Kemudian melakukan pengelompokkan biaya, dimana pengelompokan biaya overhead pabrik ke dalam kelompok biaya yang homogen diperlukan untuk menyelaraskan komponen biaya dengan pemicu biaya yang serupa.

Caranya, dengan mengelompokkan biaya-biaya yang memiliki sifat yang serupa atau homogen ke dalam kelompok-kelompok biaya. Misalnya, biaya tenaga kerja langsung, biaya bahan baku, dan biaya overhead pabrik dapat dikelompokkan secara terpisah.

5. Menghitung Tarif Setiap Kelompok (Pool Rate)

Sebelum menghitung tarif kelompok, Langkah pertama adalah menentukan jumlah penggerak biaya untuk setiap produk, berdasarkan semua biaya yang dikeluarkan. Hal ini penting untuk menentukan tarif per unit dari setiap penggerak biaya.

Kemudian Hitung tarif untuk setiap kelompok biaya dengan membagi total biaya kelompok tersebut dengan jumlah driver biaya yang digunakan. Dalam menghitungnya Anda bisa menggunakan rumus berikut ini:

Rumus: Tarif BOP per kelompok aktivitas = BOP kelompok aktivitas tertentu/ Driver Biaya

6. Menentukan Biaya Overhead Pabrik yang DIbebankan

Langkah selanjutnya adalah menentukan biaya overhead pabrik dan Mengkalkulasi HPP per Unit berdasarkan Pembebanan Biaya Overhead Pabrik.

Untuk menghitung overhead pabrik yang dibebankan Anda bisa menggunakan rumus berikut:

BOP dibebankan = Tarif Kelompok x Cost Driver yang digunakan

Sedangkan untuk menentukan harga pokok produksi menggunakan rumus di bawah ini:

Rumus Harga pokok Produksi = Biaya Utama + Biaya Overhead Pabrik

7. Menentukan Harga Jual

Langkah terakhir adalah menentukan harga jual, Tentukan harga jual produk dengan menambahkan markup ke harga pokok produksi. Caranya bisa dihitung dengan rumus berikut:

Rumus Menentukan Harga Jual: Selling Price = (1+ Markup Persentase) x Cost

Kelebihan dan Kekurangan Activity Based Costing

Berikut beberapa kelebihan dan kekurangan dari metode ABC:

# Kelebihan Metode Activity Based Costing

  • Metode ABC memberikan perhitungan biaya yang lebih akurat karena mempertimbangkan aktivitas yang sebenarnya.
  • Perusahaan dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan meningkatkan efisiensi operasional.
  • Membantu perusahaan dalam membuat keputusan strategis yang lebih tepat terkait penetapan harga, pengembangan produk, dan strategi pemasaran.

Baca Juga: 6 Strategi Pemasaran Produk Berbagai Bisnis

# Kekurangan Activity Based Costing

  • Membutuhkan waktu dan sumber daya yang cukup besar, terutama dalam hal identifikasi dan pengukuran aktivitas.
  • Memilih cost driver yang tepat untuk setiap aktivitas dapat menjadi proses yang rumit dan memerlukan pertimbangan yang matang.
  • Sangat bergantung pada kualitas data yang digunakan, sehingga membutuhkan sistem pengumpulan dan pengolahan data yang baik.

Buat Catatan Biaya Produksi Dan Laporan Keuangan Mudah Dan Akurat Dengan Beeaccounting

#Pertanyaan Tentang Activity Based Costing

Selain informasi di atas, ada beberapa pertanyaan tentang activity based costing yang sering ditanyakan, berikut diantaranya:

1. Mengapa metode Activity Based Costing perlu diterapkan pada operasional perusahaan?

Sebab, metode activity based costing dapat memberikan informasi yang lebih akurat mengenai biaya produksi atas produk yang dihasilkan dibandingkan metode tradisional.

Sehingga pihak manajemen dapat mengetahui produk mana yang menghasilkan keuntungan dan sebaliknya.

2. Mengapa metode activity based costing dianggap lebih akurat untuk digunakan dalam menentukan harga pokok produksi

Karena sistem activity based costing menggunakan lebih dari satu pemicu biaya atau yang disebut dengan cost driver dalam mengalokasi Biaya Overhead Pabrik. Sehingga, akan lebih proporsional dan lebih akurat.

3. Apa yg menjadi fokus utama jika suatu perusahaan jika menggunakan sistem activity based costing?

Fokus utama dari penggunaan sistem activity based costing adalah aktivitas perusahaan, dengan menelusuri setiap biaya dari masing-masing aktivitas untuk menghitung harga pokok produk. Khususnya biaya yang mengkonsumsi sumber daya dan produk.

4. Apakah konsep activity based costing bisa diterapkan pada perusahaan jasa?

Bisa, sebab aktivitas juga ada dalam perusahaan jasa seperti jenis perusahaan lainnya. Selain itu, sistem ini juga dapat membantu memahami biaya jasa dengan lebih detail sehingga dapat menetapkan harga jasa lebih akurat.

Nah, itu dia beberapa informasi mengenai metode activity based costing. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa pada artikel selanjutnya.

Software Toko Terbaik yang Perlu Anda Coba. Begini Tipsnya!
Memilih software toko terbaik agaknya susah-susah gampang. Ini merupakan tantangan untuk meningkatkan profit lebih banyak. Pasalnya, kini banyak sekali toko
Baca Juga
Fluktuasi: Pengertian, Penyebab, Jenis, dan Contoh
Salah satu kejadian yang sering ada dalam sebuah perjalanan di bidang ekonomi yaitu instabilitas atau fluktuasi. Instabilitas ini lawan katanya
Baca Juga
Cara Mudah Menghitung Biaya Produksi Beserta Contohnya
Cara menghitung biaya produksi merupakan komponen penting dalam laporan keuangan perusahaan karena sangat berguna dalam perhitungan laporan laba rugi (income
Baca Juga
Cost Structure Adalah: Jenis, Contoh, dan Fungsi
Pada dasarnya, cost structure adalah landasan utama yang menopang keberlanjutan setiap bisnis. Sebagai elemen kunci dalam pemodelan bisnis, cost structure
Baca Juga
Fintech Adalah: Jenis, Perusahaan dan Tips Memilihnya
Fintech adalah singkatan dari financial technology, telah menjadi pilar transformasi mendalam dalam dunia keuangan modern. Menggabungkan inovasi teknologi dengan layanan
Baca Juga
Lembaga Keuangan Non Bank: Jenis, danFungsinya Bagi Bisnis
Tidak hanya bank, lembaga keuangan non bank juga berperan sebagai salah satu roda penggerak perekonomian. Layanan yang dihadirkan mampu mempermudah
Baca Juga
Customer Service Bee

148rb+ Pengusaha Sudah Pakai Bee

"Operasional makin lancar, bisnis terkontrol dan mudah discale-up"
Hubungi Tim Bee sekarang untuk konsultasi GRATIS
Logo Bee Web
Software Akuntansi & Kasir No. 2 di Indonesia. Memudahkan Pemilik Bisnis dan Akuntan untuk mengerjakan dan menganalisa keuangan lebih cepat, mudah, dan akurat. Gratis Trial atau Demo Gratis dengan Tim Bee.
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Chat via WA
Alamat Kantor
Surabaya: Jl. Klampis Jaya 29J, SurabayaBandung: Ruang 59 - Jl. Surya Sumantri No.59, Sukawarna, Bandung
Jakarta: Jl. Mampang Prapatan VIII No. 3B, Jakarta Selatan (Sementara Tutup)
Copyright © 2024 Bee.id
magnifiercrossmenu