Aplikasi Grosir Sembako Terpopuler di Indonesia Harga Mulai Rp. 100rb

Friday, 27 March 2020
Feni Purwantini
Feni Purwantini

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Aplikasi Grosir Sembako sangat dibutuhkan untuk mencatat setiap transaksi. Dengan begitu akan memudahkan Anda dalam mengembangkan bisnis. Sedangkan usaha grosir sembako ini memang bisnis yang sangat legit karena pangsa pasarnya yang sangat besar.

Lantas apa sich yang dimaksud dengan usaha grosir sembako itu ?

Pengertian Usaha Grosir Sembako

Gambar Beras untuk Kebutuhan Pokok

Beras untuk Kebutuhan Pokok (Sumber: Freepik.com)

Usaha grosir sembako adalah bisnis yang menyediakan atau melakukan penjualan bahan pokok makanan dan kebutuhan sehari-hari. Seperti beras, minyak goreng, sabun mandi, sabun cuci, pasta gigi dll. Usaha grosir sembako ini ada yang berbetuk warung kelontong, agen dan juga distributor.

Masalah Yang Sering Dialami Usaha Grosir Sembako

Karena usaha grosir sembako ini bergerak pada penyediaan barang-barang yang sehari-hari di butuhkan oleh manusia. Maka mangsa pasarnya pun besar.

Pangsa Pasar Besar = Banyak Saingan

Pasar Buah Pelanggan dan Penjualan Gambar

Penjual Menunjukkan Buah ke Pelanggan (Sumber: Pexels.com)

Ada gula ada semut! Jadi Anda harus pintar-pintar dalam mengelola bisnis usaha grosir sembako. Agar bisa bertahan di tengah-tengah persaingan yang ketat.  Karena itu Anda harus tahu 4 masalah yang sering dialami usaha gorsir sembako, supaya Anda bisa mengantisipasinya. Dan Ke 4 masalah itu yaitu ;

1. Harga

Dari jaman purba sampai sekarang masalahnya tetap sama yaitu soal harga. Masalah harga ini tidak hanya untuk Anda yang bisnisnya dibidang usaha grosir sembako namun semua lini bisnis juga mengalami hal yang sama.

2. Tempat

Pemilihan lokasi tempat yang salah sehingga penjualannya pun sepi. Mengingat Anda bergerak di bidang sembako jadi alangkah bagusnya jika lokasinya juga yang padat penduduk dan mudah di angkau.

3. Tidak Punya Laporan Keuangan

Kenapa tidak punya laporan keuangan bisa menjadi masalah buat bisnis usaha grosir. Kan yang terpenting ada penjualan atau omset. Buat apa susah-susah membuat laporan keuangan.

Saya tidak akan menjelaskan mengapa Anda harus memiliki laporan keuangan. Tapi saya akan menggambarkan kepada Anda beberapa hal yang akan terjadi pada bisnis grosir sembako. Jika Anda tidak memiliki laporan keuangan hal yang akan terjadi pada bisnis Anda akan banyak misalnya ;

  • Anda tidak akan mengetahui apakah bisnis ini untung atau rugi
  • Anda akan kebingung menentukan barang apa saja yang akan distock
  • Sering kehabisan stock barang terlaris
  • Sering salah harga jual yang membuat customer jadi malas untuk datang kembali.

4. Salah Penataan Rak

Penataan Rak

Illustrasi Penataan Rak Yang Rapi (Sumber: Pexels.com)

Jika penataan barang salah, akan mengakibatkan customer kesusahan dalam mencari barang. Tentu saja itu membuat customer malasa untuk datang kembali ketempat Anda. Salah penataan barang tidak hanya membuat pengunjung sepi, namun ini juga akan merugikan Anda seperti barang rusak, kadaluarsa dll.

Supaya Anda memiliki bayangan seperti apa contoh penataan yang rapi. Anda bisa mencontoh seperti indoapril dan alfa.

Solusi dari Masalah Usaha Grosir Sembako

Untuk membuat bisni sembako Anda tetap bisa bertahan dari dahsyatnya ombak persaingan. Maka Anda harus memperhatikan hal-hal berikut ini.

1. Adakan Promosi

Aplikasi Kasir

Strategi Promosi Usaha Grosir Sembako (Sumber : Pexels.com)

Buatlah promosi-promosi yang menarik seperti diskon, tebus murah, ataupun harga paketan dll. Anda juga bisa menerapkan sistem seperti giant, indomart dan alfamart ada beberapa barang yang sangat murah dibandingkan di tempat lain namun ada juga yang lebih mahal. Jadi intinya Anda harus pintar-pintar dalam menarik pelanggan dengan startegi promosi.

2. Gunakan Aplikasi Grosir Sembako

Seperti yang saya uraikan di atas jika salah satu permasalahan yang umumnya terjadi pada bisnis usaha grosir sembako yaitu mengenai tidak punya laporan keuangan.

Mengapa Anda harus menggunakan Aplikasi Grosir Sembako selain memudahkan Anda dalam pencatatan dan pembuatan laporan keuangan.

Meta Gambar Software Distributor Facebook

Aplikasi grosir sembako ini sangat dibutuhkan dalam menunjang strategi bisnis Anda. Seperti strategi promosi membership mendapat point atau potongan khusus.

Dengan memiliki laporan keungan Anda juga bisa mengetahui produk mana saja yang paling laku. Sehingga memudahkan Anda untuk mengetahui barang-barang mana saja yang menjadi penyumbang omset terbesar.

Sehingga Anda tidak b0leh sampai kehabisan barang yang menyumbangkan omset terbesar bukan ? karena kalau ini sampai terjadi Anda pasti sudah tahu resikonya hehe.

Kesimpulan

Usaha grosis sembako sangat wajib untuk menggunakan aplikasi dalam mengontrol stock sembako, agar tidak terjadi salah stock barang. Dan melakukan promo barang yang sudah slow moving agar tidak rusak atau kadaluarsa yang akhirnya menjadi beban/biaya.

Selain mengontrol stock juga dapat mengontrol keluar masuknya uang dan manajemen piutang. Agar cash flow bisnis Anda sehat.

Nah salah satu aplikasi grosir sembako terpopuler di Indonesia, yang harganya terjangkau mulai Rp. 100rb adalah Software Grosir Beeaccounting. Murah memang, tapi hasilnya dipastikan tidak akan murahan.

Pakai software grosir beeacoounting Anda akan dapat melakukan semua yang sudah saya uraikan di atas mulai mengontrol stock barang, membership, keluar masuk uang dll.

Udah jangan kelamaan mikir deh, langsung saja dicoba dengan cara klik di sini. Selamat mencoba dan semoga bisnis Anda semakin berkembang. Dan jika Anda kesulitan untuk mencobanya jangan sungkan untuk bertanya dikolom diskusi atau chat kami langsung.

Terima kasih dan sampai jumpa di artikel-artikel selanjutnya. Semoga artikel tentang “Aplikasi Grosir Sembako Terpopuler di Indonesia Dengan Harga Mulai Rp 100.000” bisa membantu Anda.

Banyak Berbagi Banyak Rejeki :
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on print
Print
Artikel Yang Mungkin Anda Suka :