Kenali Perbedaan Omzet dan Profit serta Strateginya Untuk Bisnis

Tuesday, 19 January 2021
Anggara Farhan
Anggara Farhan
tips-meningkatkan-omzet-penjualan

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Perbedaan omzet dan profit – Tujuan seseorang melakukan bisnis tidak lain adalah untuk mendapat keuntungan atau disebut profit. Sementara itu, ada kata lain yang tidak asing lagi di telinga pebisnis yaitu omzet.

Untuk mendapatkan profit, ada sejumlah uang yang diperoleh melalui penjualan produk atau barang untuk periode tertentu. Profit diperoleh dari omzet dikurangi modal yang dikeluarkan untuk menghasilkan barang. Sementara omzet adalah jumlah total uang yang diperoleh dari penjualan item.

Sampai di sini Anda telah melihat perbedaan omzet dan profit. Beberapa pengusaha belum memahami penggunaan istilah ini, sehingga menyebabkan perbedaan persepsi.

beda omset dan profit

Perbedaan Omzet dan Profit (Sumber: Freepik.com)

Apa itu Omzet?

Seperti dijelaskan di atas, omzet adalah serangkaian total nilai penjualan produk pada periode waktu tertentu. Ini dapat bertepatan dengan istilah lain yaitu pendapatan kotor karena pendapatan belum dikurangi dengan biaya yang dikeluarkan atau sebutannya modal, seperti biaya produksi, gaji karyawan dan biaya operasi lainnya.

Nilai omzet seringkali merupakan titik referensi untuk mengevaluasi perusahaan, baik skala kecil, sedang atau besar. Namun, jumlah yang muncul pada omzet tetap menjadi perkiraan jumlah, sehingga tidak mencerminkan laba bersih yang diperoleh oleh sebuah perusahaan.

Anda dapat memahami omzet melalui contoh ilustrasi berikut. Sebuah toko mainan dapat menjual ratusan produk pada 2020 Januari dan mendapatkan omzet seperti yang ditunjukkan dalam tabel berikut.

No. Produk Terjual Unit Harga Satuan Total Penjualan
1. Boneka 100 Rp100.000 Rp10.000.000
2. Mobil-mobilan 50 Rp30.000 Rp1.500.000
3. Mainan edukasi 20 Rp50.000 Rp1.000.000
Total Omzet Rp12.500.000

Tabel di atas menunjukkan, omzet total adalah Rp 12.500.000. Ini adalah penghasilan kotor dari toko mainan pada Januari 2020.

Cara Meningkatkan Omzet Penjualan

tips-meningkatkan-omzet-penjualan

Tips Meningkatkan Omzet Penjualan (Sumber: Freepik.com)

Anda bisa mendapatkan omzet yang besar ketika Anda menjalankan bisnis yang menjual produk dengan persediaan barang yang cepat. Produk-produk ini umumnya memiliki tanggal kedaluwarsa singkat, seperti kue, roti atau produk kuliner lainnya. Anda harus melakukan penjualan cepat karena jika produk tidak dijual, Anda benar-benar kehilangan, bukan malah menambah omzet.

Selain itu, Anda harus dapat mengukur arus kas dan mendapatkan keuntungan dengan cermat sehingga bisnis Anda tidak kalah langsung karena angka penjualannya lambat. Misalnya, ketika Anda memulai bisnis kuliner, Anda dapat membuka pesanan yang diantisipasi untuk menjaga kualitas makanan yang dijual. Kemudian, sesuaikan dengan pesanan sehingga tidak ada makanan yang kadaluarsa karena tidak dijual.

Baca Juga: Mengenal dan Mengetahui Sejarah Akuntansi

Bagaimana Cara Menghitung Omzet?

Rumus perhitungan omzet itu sangat mudah, yaitu

omzet = harga jual x kuantiti produk.

Contohnya jika sebuah perusahaan menjual 1.000 kaos polos seharga 20.000, maka omzet yang didapatnya adalah 20.000 X 1.000 = 20.000.000 (20 juta)

Anda dapat menghitung langsung dengan banyak uang yang masuk, tetapi metode ini dianggap kurang efektif. Karena Anda tidak tahu apakah jumlah uang sama dengan hasil jumlah item yang dijual. Dengan menghitung per produk, Anda akan tahu apakah uang masuk sama dengan item yang dijual.

Posisi Omzet dalam Neraca Keuangan

Omzet hanya sebatas menghitung total penjualan dikalikan dengan harga. Pada laporan neraca, omzet diposisikan di paling atas sebab masih termasuk penjualan yang kredit ataupun piutang.

Peran Penting Omzet Dalam Bisnis

Seperti yang telah disebutkan di atas, omzet memiliki peran yang penting dalam sebuah bisnis. Jumlah perolehan omzet, berfungsi untuk melihat kemampuan perusahaan dalam menjual produk. Hal ini bermanfaat dalam merencanakan strategi penjualan selanjutnya di masa depan.

Tak hanya itu, omzet juga memiliki peran dalam laporan keuangan. Apabila omzet tidak ditulis dalam pembukuan keuangan, maka perusahaan tidak dapat melihat kondisi penjualan yang sedang dijalani.

strategi-menaikkan-omset

Strategi menaikkan Omzet (Sumber: Freepik.com)

Omzet dan Kesuksesan Perusahaan

Apakah dengan memiliki omzet besar maka perusahaan dapat dinyatakan sukses? Belum tentu. Karena biar omzet yang diperoleh hasilnya fantastis, hal itu percuma apabila biaya yang dikeluarkan juga banyak jumlahnya. Karena omzet hanyalah pendapatan kotor, maka perhitungan biaya juga perlu dilakukan.

Sehingga kesuksesan perusahaan dapat dihitung apabila omzet yang diperoleh jumlahnya banyak, begitu pula biaya yang dikeluarkan hanyalah sedikit.

Bagaimana jika bisnis hanya mengejar omzet?

Terdapat sebuah studi kasus yang menyatakan beberapa perusahaan hanya fokus pada jumlah omzet besar tanpa memperhitungkan jumlah biaya yang dikeluarkan. Maka dinyatakan sebuah kesalahat fatal apabila perusahaan hanya mengejar omzet yang besar. Sedangkan seharusnya perhitungan biaya yang dikeluarkan sangatlah penting.

Apa Itu Profit?

memahami-pengertian-profit

Memahami Pengertian Profit (Sumber: Unsplash.com)

Sementara itu, profit mengacu pada nilai jual suatu produk setelah dikurangi biaya modal. Suatu nilai disebut profit jika bersih atau telah dikurangi dengan berbagai biaya yang dikeluarkan oleh Perusahaan dalam memproduksi atau memasarkan produk. Beberapa biaya ini termasuk biaya produksi, gaji karyawan, biaya pengiriman barang, dan biaya pemasaran.

Profit menyatakan nilai sebenarnya dari keuntungan yang diperoleh perusahaan, sehingga juga disebut laba bersih. Sekarang mari kita terapkan pada ilustrasi toko mainan di atas. Toko mainan mengambil produk mainan yang dijual dari penjual grosir dengan detail harga berikut.

No. Produk  Unit Harga Eceran Total Penjualan
1. Boneka 100 Rp75.000 Rp7.500.000
2. Mobil-mobilan 50 Rp20.000 Rp1.000.000
3. Mainan edukasi 20 Rp25.000 Rp500.000
Total Modal Pembelian Rp9.000.000
Biaya Operasional (gaji karyawan, listrik, pengiriman) Rp2.000.000

Selanjutnya, kita dapat menyimpulkan profit yang diperoleh toko mainan tersebut pada bulan Januari 2020 adalah Rp1.500.000 yang didapat melalui perhitungan berikut:

Total omzet – total modal pembelian – biaya operasional =
Rp12.500.000 – Rp9.000.000 – Rp2.000.000 = Rp1.500.000

Cara Mendapat Profit Besar

Jika Anda mengincar profit besar, maka Anda bisa menjalankan bisnis dengan produk pasar ritel yang dapat dilirik. Pilih produk yang tidak memiliki waktu kedaluwarsa, sehingga Anda dapat membuat item untuk jangka waktu tertentu. Selanjutnya, pebisnis dengan orientasi keuntungan besar akan bertarung dalam persaingan yang ketat. Anda harus bekerja keras dalam pemasaran sehingga produk Anda dapat bersaing dengan produk serupa di pasaran.

Meski begitu, omzet dan profit dapat diperoleh bersama jika angka penjualan bisnis terus meningkat dan perusahaan memiliki arus kas yang sehat. Namun, ini membutuhkan ketelitian dan akurasi dalam mengelola keuangan perusahaan.

Bagaimana Cara Menghitung Profit?

Seperti yang telah disebutkan, untuk cara menghitung profit yang benar adalah dengan menggunakan rumus:

Profit = Total omzet – total modal pembelian – biaya operasional

Sederhananya, Anda hanya perlu menjumlah omzet yang diterima, lalu mengitung segala biaya yang dikeluarkan perusahaan. Lalu hitunglah selisih dari kedua hasil tersebut maka Anda berhasil menghitung profit perusahaan.

Posisi Profit dalam Neraca Keuangan

Berbeda dengan omzet, posisi profit dalam laporan keuangan adalah terletak di paling bawah karena sudah perhitungan murni yang memasukkan total biaya yang di keluarkan.

Peran Penting Profit Dalam Bisnis

Tak hanya omzet yang memiliki peran penting, profit juga memiliki peran dalam kelangsungan perusahaan yang berjalan. Profit berperan sebagai acuan kemampuan usaha Anda dalam menghasilkan laba guna menarik perhatian investor.

Profit dan Kesuksesan Perusahaan

Sebuah perusahaan dinyatakan sukses apabila dapat menghasilkan profit yang diinginkan. Contohnya ketika memulai sebuah usaha, pastinya menentukan target profit yang ingin dicapai dalam kurun waktu yang ditentukan. Jika profit mencukupi target yang diinginkan sesuai dengan waktu yang ditentukan, maka perusahaan berhasil meraih kesuksesan.

Bagaiman Jika Bisnis Hanya Mengejar Profit?

Jika sebuah perusahaan mengejar omzet, maka akan menjadi kesalahan karena omzet hanyalah penghasilan kotor. Sementara apabila mengejar profit, maka itu sudah menjadi hal yang wajar.

Beda Omzet dan Profit

memahami-perbedaan-omset-dan-profit

Memahami Perbedaan Omzet dan Profit (Sumber: Unsplash.com)

Rumus perhitungan yang berbeda, omzet hanya sebatas perhitungan total penjualan yang dihasilkan dikalikan dengan harga. Sedangkan profit merupakan total omzet dikurangi dengan total biaya yang dikeluarkan.

Kesimpulan

Setelah memahami perbedaan omzet dan profit, Jika Anda mengalami kesulitan dalam menghitung omzet dan profit, Anda bisa menggunakan Software Akuntansi Online Beeacloud. Beecloud memiliki fitur pencatatan keuangan otomatis sehingga Anda tidak perlu kehabisan waktu untuk menghitung omzet dan profit.

Coba gratis selama 14 hari dengan klik di sini atau klik gambar di bawah ini.

Software-Akuntansi-Online-Realtime-Beecloud

 

 

Banyak Berbagi Banyak Rejeki :
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on print
Print
Artikel Yang Mungkin Anda Suka :