Logo Bee Web

Tips dan Cara Meningkatkan Persaingan Usaha Secara Sehat

Pelajari di artikel ini tentang strateg, cara menyusun strategi bersaing, dan cara menghindari persaingan usaha yang tidak sehat.
Penulis: Lutfatul Malihah
Kategori: ,
Dipublish Tgl: Saturday, 6 May 2023

Dalam dunia bisnis, persaingan usaha adalah hal yang tidak bisa dihindari. Setiap perusahaan pasti akan berusaha untuk menjadi yang terbaik di bidangnya dan mengalahkan pesaingnya.

Di artikel ini Anda akan mempelajari tentang tingkatan persaingan usaha, cara menyusun strategi bersaing, dan strategi bisnis agar unggul dalam persaingan. Juga, pelajari cara menghindari persaingan bisnis yang tidak sehat.

Pengertian Persaingan Usaha

Kompetitor adalah

Dalam dunia bisnis persaingan bukanlah hal baru yang dihadapi para pengusaha (Credit: Freepik.com)

Persaingan bisnis terjadi ketika dua atau lebih perusahaan berusaha memperebutkan pangsa pasar, pelanggan, dan sumber daya. Hal ini biasanya terjadi dalam satu industri atau sektor tertentu.

Sebagai pengusaha, Anda harus memahami konsep dasar persaingan. Persaingan bisnis bisa membantu perusahaan menjadi lebih baik dan memacu inovasi. Namun, jika tidak dihadapi dengan baik, persaingan bisnis bisa membawa dampak buruk pada perusahaan, seperti kehilangan pelanggan, merosotnya penjualan, dan bahkan kebangkrutan.

Tingkatan Persaingan Usaha

Setiap perusahaan dalam satu industri atau sektor bisa berada pada tingkat persaingan yang berbeda-beda. Ada 4 tingkat persaingan usaha yang umum dikenal, yaitu:

1. Pemimpin Pasar (Market Leader)

Perusahaan yang berada pada posisi ini memiliki pangsa pasar yang besar dan diakui sebagai yang terbaik di bidangnya. Mereka memiliki keuntungan dalam hal sumber daya, reputasi, dan kemampuan untuk berinovasi.

Namun, perusahaan yang berada pada posisi ini juga harus terus berusaha agar tetap menjadi yang terbaik dan tidak kehilangan pelanggan.

2. Penantang Pasar (Market Challenger)

Perusahaan yang berada pada posisi ini memiliki tujuan untuk mengambil alih pangsa pasar dari pemimpin pasar. Mereka akan melakukan berbagai strategi untuk mengambil pelanggan dan meningkatkan penjualan.

Perusahaan yang menjadi penantang pasar bisa memanfaatkan kelemahan pemimpin pasar dan berusaha untuk memperbaiki reputasi mereka sendiri.

3. Pengikut Pasar (Market Follower)

Perusahaan yang berada pada posisi ini mengikuti pemimpin pasar dan meniru strategi yang telah sukses dilakukan oleh pemimpin pasar.

Namun, perusahaan yang menjadi pengikut pasar harus tetap inovatif agar bisa bersaing dengan perusahaan lainnya dan tidak tertinggal dalam persaingan.

4. Penceruk Pasar (Market Nicher)

Perusahaan yang berada pada posisi ini fokus pada segmen pasar tertentu dan tidak mencoba untuk bersaing dengan pemimpin pasar secara langsung.

Mereka akan mengambil keuntungan dari segmen pasar yang belum tersentuh oleh pemimpin pasar dan menciptakan produk yang spesifik untuk segmen pasar tersebut.

Baca Juga: Kompetitor Adalah Pesaing, Pahami Arti dan Cara Analisisnya

Cara Menyusun Strategi Persaingan

Agar bisa bersaing dengan perusahaan lainnya, Anda harus menyusun strategi bersaing yang baik. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk menyusun strategi bersaing:

1. Kenali Strategi Kompetitor

Anda harus memahami strategi yang dilakukan oleh pesaing Anda. Pelajari produk dan layanan yang mereka tawarkan, bagaimana mereka memasarkan produk mereka, dan bagaimana mereka mengatasi masalah yang muncul.

Dengan memahami strategi pesaing Anda, Anda bisa mengambil langkah yang tepat untuk bersaing dengan mereka.

2. Dalami Target Konsumen Kita

Anda harus memahami target konsumen Anda dengan baik. Pelajari siapa target konsumen Anda, apa yang mereka butuhkan, dan apa yang membuat mereka memilih produk Anda daripada produk pesaing.

Dengan memahami target konsumen dengan baik, Anda bisa mengembangkan produk dan layanan yang lebih baik untuk memenuhi kebutuhan mereka.

3. Unique Selling Point (USP)

Tentukan Unique Selling Point (USP) dari produk atau layanan Anda. USP adalah hal yang membuat produk atau layanan Anda berbeda dari produk atau layanan pesaing.

Hal ini bisa menjadi daya tarik bagi konsumen untuk memilih produk atau layanan Anda daripada produk atau layanan pesaing.

Baca juga: Cara Menentukan Unique Selling Point (USP) Pada Produk

4. Buatlah Inovasi Produk

Anda harus selalu berusaha untuk mengembangkan produk atau layanan yang lebih baik. Buatlah inovasi produk yang bisa memenuhi kebutuhan konsumen dengan lebih baik daripada produk pesaing.

Dengan melakukan inovasi produk, Anda bisa meningkatkan daya tarik produk Anda dan memenangkan persaingan.

Strategi Bisnis agar Unggul dalam Persaingan

Setelah menyusun strategi bersaing, Anda juga harus melakukan strategi bisnis agar bisa unggul dalam persaingan. Berikut adalah beberapa strategi bisnis yang bisa Anda lakukan:

1. Berikan Pelayanan yang Responsif

Anda harus memberikan pelayanan yang responsif kepada konsumen. Berikan layanan yang cepat dan tanggap terhadap masalah atau keluhan konsumen.

Dengan memberikan pelayanan yang responsif, Anda bisa memenangkan hati konsumen dan meningkatkan loyalitas konsumen.

2. Perluas Pangsa Pasar

Anda harus berusaha untuk memperluas pangsa pasar Anda. Cari peluang untuk memasuki pasar baru atau mengembangkan produk baru untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang belum terpenuhi.

Dengan memperluas pangsa pasar, Anda bisa meningkatkan penjualan dan memenangkan persaingan.

3. Menjalin Partnership

Anda bisa menjalin partnership dengan perusahaan lain untuk saling menguntungkan. Jalin kerjasama dengan perusahaan yang bisa memperluas jaringan bisnis Anda, meningkatkan inovasi produk, atau memperluas pangsa pasar Anda.

Dengan menjalin partnership, Anda bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar dan memenangkan persaingan.

4. Tingkatkan Loyalitas Pelanggan

Tingkatkan Revenue Stream Dengan Customer Loyalty Beepos

Meningkatkan loyalitas pelanggan sangat penting untuk memenangkan persaingan bisnis. Anda bisa meningkatkan loyalitas pelanggan dengan memberikan program promo yang menarik.

Aplikasi kasir online Beepos bisa membantu Anda membuat program promo dengan mudah dan efisien, sehingga Anda bisa meningkatkan loyalitas pelanggan dan memenangkan persaingan bisnis dengan lebih mudah.

Selain itu, Beepos juga dilengkapi dengan fitur manajemen pelanggan yang memungkinkan Anda untuk mengumpulkan data pelanggan dan membuat database pelanggan yang teratur.

Dengan data pelanggan yang terkumpul, Anda bisa membuat program promo yang lebih personal dan efektif, serta mengoptimalkan strategi pemasaran Anda untuk memenangkan persaingan bisnis dengan lebih baik.

5. Besarkan Brand

Anda harus membesarkan brand Anda agar lebih dikenal oleh konsumen. Lakukan branding yang tepat untuk produk atau layanan Anda. Buatlah brand yang mudah diingat dan membangun citra yang positif di mata konsumen.

Dengan membesarkan brand, konsumen akan lebih mudah mengingat dan memilih produk atau layanan Anda daripada produk atau layanan pesaing.

Cara Menghindari Persaingan Bisnis Tidak Sehat

Persaingan bisnis yang sehat bisa memberikan manfaat bagi perusahaan maupun konsumen. Namun, persaingan bisnis yang tidak sehat bisa merugikan semua pihak. Berikut adalah cara untuk menghindari persaingan bisnis yang tidak sehat:

1. Jangan Lakukan Tindakan yang Merugikan Pesaing

Anda harus menghindari melakukan tindakan yang merugikan pesaing Anda. Jangan melakukan hal-hal yang melanggar hukum, seperti meniru produk pesaing, mencuri rahasia bisnis pesaing, atau melakukan kampanye hitam terhadap produk pesaing.

Hal-hal tersebut bisa merugikan pesaing dan membuat persaingan menjadi tidak sehat.

2. Fokus Pada Keunggulan Produk Anda

Anda harus fokus pada keunggulan produk atau layanan Anda. Jangan terlalu fokus pada produk atau layanan pesaing.

Jika Anda terlalu fokus pada produk atau layanan pesaing, maka Anda akan kehilangan fokus pada keunggulan produk atau layanan Anda. Hal ini bisa membuat Anda kalah dalam persaingan.

3. Jangan Lakukan Persaingan yang Merugikan Konsumen

Anda harus menghindari melakukan persaingan yang merugikan konsumen. Jangan melakukan tindakan seperti menaikkan harga secara tidak wajar, memberikan informasi yang menyesatkan kepada konsumen, atau menipu konsumen.

Hal-hal tersebut bisa merugikan konsumen dan membuat persaingan menjadi tidak sehat.

4. Jalin Komunikasi yang Baik dengan Pesaing

Anda bisa menjalin komunikasi yang baik dengan pesaing Anda. Jangan terlalu menjaga jarak dengan pesaing Anda. Jalin komunikasi yang baik dengan pesaing Anda, seperti bertukar informasi atau mengadakan pertemuan untuk membahas masalah-masalah yang muncul.

Dengan menjalin komunikasi yang baik, persaingan bisa menjadi lebih sehat dan saling menguntungkan.

5. Berikan Kontribusi untuk Industri

industri atau acara-acara yang berkaitan dengan industri Anda. Dengan berpartisipasi, Anda bisa memperluas jaringan dan membangun hubungan yang baik dengan pesaing Anda.

Selain itu, Anda juga bisa membantu memperbaiki kondisi industri dan meningkatkan kualitas produk atau layanan yang ditawarkan.

Kesimpulan

Persaingan bisnis adalah hal yang wajar dalam dunia bisnis. Namun, persaingan yang tidak sehat bisa merugikan semua pihak. Oleh karena itu, Anda harus memiliki strategi yang tepat untuk bersaing dalam dunia bisnis.

Dengan strategi yang tepat, Anda bisa memenangkan persaingan bisnis dan menghindari persaingan yang tidak sehat.

Artikel Terkait

Digital Business: Cara Sukses Membangun Bisnis Digital
Dalam era digital yang serba canggih seperti saat ini, digital business atau bisnis digital telah menjadi sorotan utama di dunia
Baca Juga
Usaha Thrift Adalah Bisnis Peluang Besar, Begini Tipsnya
Thrift adalah sejenis usaha dengan menjual barang bekas namun masih layak pakai. Akhir-akhir ini usaha thrift menjadi bisnis yang menjanjikan
Baca Juga
Agribisnis Adalah Usaha Sektor Pertanian, Begini Sistemnya
Agribisnis saat ini telah menjadi salah satu pilar utama dalam perekonomian global, dimana secara pengertian agribisnis adalah sektor yang menyatukan
Baca Juga
Tahapan Manajemen Rantai Pasok (Supply Chain), Komponen dan Prinsipnya
Rantai pasok adalah jaringan kompleks yang terdiri dari berbagai tahap, entitas, dan proses yang saling terkait dalam mengantarkan produk atau
Baca Juga
Konglomerasi Adalah: Pengertian, Konsep, dan Contohnya
Dalam bisnis Konglomerasi adalah sebuah fenomena yang melibatkan penggabungan dan akuisisi perusahaan untuk membentuk entitas yang lebih besar dan beragam,
Baca Juga
Mau Investasi Sukses? Pahami Rumus Payback Period Berikut!
Rumus payback period adalah sebagai salah satu metode evaluasi yang penting dalam dunia keuangan dan investasi, memberikan gambaran yang signifikan
Baca Juga

Artikel Populer

Tuesday, 10 May 2022
Download File Excel Laporan Laba Rugi Gratis
Baca Juga
Friday, 11 September 2020
11 Contoh SIM (Sistem Informasi Manajemen) Perusahaan
Baca Juga
Monday, 7 March 2022
[DOWNLOAD] Contoh Cash Flow Excel dan Template Membuatnya Gratis
Baca Juga
Thursday, 21 April 2022
Aplikasi POS Alfamart Adalah: Pengertian dan Cara Kerja
Baca Juga
Friday, 25 September 2020
Mengenal Sejarah Akuntansi Secara Singkat
Baca Juga
Monday, 25 April 2022
4 Contoh Pembukuan Kas Masuk dan Keluar dan Prosesnya
Baca Juga
Customer Service Bee

148rb+ Pengusaha Sudah Pakai Bee

"Operasional makin lancar, bisnis terkontrol dan mudah discale-up"
Hubungi Tim Bee sekarang untuk konsultasi GRATIS
Logo Bee Web
Software Akuntansi & Kasir No. 2 di Indonesia. Memudahkan Pemilik Bisnis dan Akuntan untuk mengerjakan dan menganalisa keuangan lebih cepat, mudah, dan akurat. Gratis Trial atau Demo Gratis dengan Tim Bee.
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Chat via WA
Alamat Kantor
Surabaya: Jl. Klampis Jaya 29J, SurabayaBandung: Aer Space - Jl. Karang Tinggal No.41B, Cipedes, Bandung
Jakarta: Jl. Mampang Prapatan VIII No. 3B, Jakarta Selatan (Sementara Tutup)
Copyright © 2024 Bee.id
magnifiercrossmenu