🌙 Ketupat Lebaran Disc. upto 20%, Pebisnis Ritel Merapat!
00
Hari
:
00
Jam
:
00
Menit
:
00
Detik
Logo Bee Web

Apakah Sistem Ekonomi Liberal Cocok untuk Indonesia?

Sistem ekonomi liberal adalah sistem fokus pada kebebasan ekonomi, kepemilikan swasta dan peran minimal pemerintah dalam mengatur regulasi.
Penulis: Lutfatul Malihah
Kategori:
Dipublish Tgl: Friday, 1 March 2024

Sistem ekonomi liberal adalah sebagai suatu paradigma ekonomi yang telah menjadi landasan bagi banyak negara dalam mengembangkan kebijakan ekonominya. Mendasarkan prinsipnya pada kebebasan individu dan pasar yang tidak terbatas, menekankan pentingnya peran swasta dalam mengatur produksi, distribusi, dan konsumsi barang dan jasa.

Dalam konteks ekonomi liberal, pemerintah diharapkan terlibat sebatas dalam menegakkan hukum, menjaga kestabilan makroekonomi, dan memfasilitasi kondisi yang mendukung persaingan bebas.

Apa pengaruh sistem ekonomi ini bagi para pelaku usaha, karakteristik, contoh, kekurangan dan kelebihan. Mari kita bahas lebih lanjut pada artikel di bawah ini.

Apa itu Sistem Ekonomi Liberal?

Sistem Ekonomi Komando

Ada beberapa sistem ekonomi yang digunakan di dunia, salah satunya ekonomi liberal (Credit: Freepik.com)

Sistem ekonomi liberal adalah model ekonomi yang fokus pada kebebasan ekonomi, kepemilikan swasta dan peran minimal pemerintah dalam mengatur regulasi ekonomi.

Dimana tujuan utama dari kegiatan ekonomi sistem liberal fokus untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya dan sangat menjunjung tinggi hak milik pribadi. Sedangkan dari segi pemerintah berperan sebagai pemberi dan penyedia fasilitas umum.

Ekonomi liberal ini pertama kali di dikenal pada abad ke-18 oleh filsuf ekonomi Adam Smith, yang kemudian mulai ditetapkan secara luas pada abad ke-19 setelah munculnya revolusi industri di Inggris.

Ekonomi liberal ini didasarkan pada penjelasan dalam bukunya yang berjudul An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nation yang berbunyi:

''Perekonomian akan berjalan dengan baik jika pengaturannya diserahkan kepada mekanisme pasar atau mekanisme harga, yang juga disebut dengan teori The Invisible Hands".

Contoh negara yang menganut sistem ekonomi liberal adalah Amerika Serikat, beberapa negara Eropa, seperti Prancis, Kanada Denmark, Finlandia, Jerman, Hongkong, Myanmar, Kamboja, dll.

Baca Juga: Sistem Ekonomi Pasar: Pengertian, Kelebihan dan Contoh

Karakteristik Sistem Ekonomi Liberal

Mengutip dari laman academia.edu, ekonomi liberal memiliki beberapa karakteristik, yakni:

  • Kebebasan diberikan kepada setiap individu untuk memiliki faktor produksi.
  • Hak perorangan sangat diakui.
  • Modal dan kegiatan sebagian besar dikuasai oleh swasta.
  • Mekanisme pasar diatur oleh perekonomian dan pemerintah berperan sangat kecil dalam perekonomian.
  • Kegiatan ekonomi fokus mencari keuntungan.
  • Barang produksi yang dihasilkan biasanya bermutu tinggi dengan persaingan bebas antar pengusaha.

Contoh Sistem Ekonomi Liberal

Berikut beberapa contoh penerapan ekonomi liberal di beberapa negara:

1. Sistem Ekonomi Amerika Serikat

Amerika Serikat adalah salah satu contoh utama ekonomi liberal. Dengan fokus pada kebebasan individu dan pasar yang tidak terbatas.

AS memberikan ruang yang besar bagi perusahaan swasta untuk beroperasi tanpa intervensi yang berlebihan dari pemerintah. Prinsip-prinsip persaingan bebas dan mobilitas modal sangat ditekankan.

2. Sistem Ekonomi Britania Raya

Selanjutnya, Britania Raya juga mengadopsi ekonomi liberal yang menekankan kebebasan pasar dan peran yang lebih kecil bagi pemerintah dalam mengatur ekonomi. Pendekatan ini memberikan insentif pada inovasi, investasi swasta, dan efisiensi ekonomi.

3. Sistem Ekonomi Singapura

Contoh berikutnya adalah Singapura, meskipun memiliki elemen pemerintahan yang kuat, juga menunjukkan ciri-ciri ekonomi liberal. Dengan memberikan kebebasan yang besar pada perusahaan untuk beroperasi, Singapura telah berhasil menciptakan lingkungan bisnis yang kondusif untuk pertumbuhan ekonomi.

Kelebihan Sistem Ekonomi Liberal

Ekonomi Deskriptif Adalah

Ekonomi liberal dalam menghasilkan produk berkualitas namun berpotensi menimbulkan kesenjangan ekonomi (Credit: Freepik.com)

Berikut ini beberapa keuntungan dari penerapan ekonomi liberal:

1. Produk yang Dihasilkan Berkualitas

Sistem ekonomi liberal dikenal dengan adanya persaingan pasar yang cukup ketat, sehingga pelaku usaha akan berbondong-bondong untuk membuat produknya berkualitas agar dilirik oleh pembeli dan berhasil bersaing di pasar.

2. Pelaku Usaha Lebih Kreatif dan Inovatif

Selain produk yang berkualitas, pelaku usaha sudah dituntut untuk kreatif dan inovatif dalam menciptakan produk baru, menciptakan nilai tambah, meningkatkan efisiensi produksi, dan juga menemukan cara-cara baru untuk memenuhi kebutuhan konsumen.

3. Produksi Barang Berdasarkan Kebutuhan Pasar

Selanjutnya, dalam sistem ekonomi ini, produksi barang dan jasa sangat dipengaruhi oleh permintaan pasar. Perusahaan cenderung memproduksi barang berdasarkan kebutuhan dan keinginan konsumen.

Karena mereka harus bersaing untuk mendapatkan pangsa pasar, perusahaan lebih cenderung untuk merespons perubahan dalam selera dan preferensi konsumen.

Baca Juga: Pangsa Pasar adalah: Jenis, Rumus, hingga Contoh

4. Efisiensi Produksi dan Penggunaan Sumber Daya

Dalam ekonomi liberal, dorongan untuk mencapai efisiensi produksi sangat tinggi. Persaingan yang ketat mendorong perusahaan untuk mencari cara-cara yang lebih efisien dalam menghasilkan barang dan jasa.

Hal ini tidak hanya mencakup peningkatan teknologi produksi, tetapi juga manajemen yang lebih efektif dari sumber daya yang tersedia. Sistem ini dapat membantu mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan meningkatkan produktivitas ekonomi secara keseluruhan.

Kekurangan Sistem Ekonomi Liberal

Selain kelebihan, ekonomi liberal juga memiliki beberapa kekurangan, yakni:

1. Timbulnya Kesenjangan Ekonomi

Salah satu kelemahan dari sistem ekonomi liberal adalah timbulkan kesenjangan ekonomi, dimana semakin kaya seorang dalam negara penganut sistem ini maka akan semakin kaya juga dan sebaliknya.

Khusus produk yang sudah terkenal. Hal ini menyebabkan penjualan semakin terpusat dan pedagang baru akan sulit untuk berberkembang.

2. Potensi Terjadinya Persaingan Tidak Sehat

Sistem ini berorientasi pada keuntungan, yang menyebabkan para produsen bersaing untuk mendapatkan konsumen dengan cara apa pun yang diperlukan. Hal ini dapat mengakibatkan persaingan yang tidak sehat, dengan pemilik bisnis menggunakan berbagai teknik untuk meningkatkan keuntungan mereka.

3. Munculnya Eksploitasi SDA Berlebihan

Ketika ada permintaan yang tinggi untuk produk tertentu, beberapa produsen dapat secara bersamaan memproduksinya dalam skala besar, yang mengakibatkan potensi eksploitasi sumber daya alam yang berlebihan.

4. Pedagang Baru Sulit Bersaing

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, jika penerapan sistem ekonomi ini akan menimbulkan menimbulkan penjualan terpusat yang semakin mempersempit peluang untuk pedagang baru untuk ikut bersaing.

Selain itu, produk yang ditawarkan oleh para pedagang baru ini kurang berkualitas dan tidak menawarkan keuntungan apa pun. Oleh karena itu, kemungkinan besar produk mereka tidak akan sukses di pasar.

# Pertanyaan Tentang Sistem Ekonomi Liberal

Beecloud Untuk Laporan Keuangan Usaha Umkm

Berikut beberapa pertanyaan umum mengenai ekonomi liberal:

1. Siapa yang menciptakan sistem ekonomi liberal?

Sistem ekonomi liberal pertama kali dikenalkan oleh Adam Smith pada abad ke 18, melalui bukunya yang berjudul An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nation, yang kemudian mulai dipraktekkan secara kuas pada abad ke-19.

2. Mengapa negara yang menganut sistem ekonomi liberal sering mengalami krisis ekonomi?

Umumnya, negara penganut ekonomi liberal cenderung sering mengalami krisis ekonomi karena perputaran ekonomi mereka yang terpusat.

Sistem ini menjadikan yang kaya akan menjadi semakin kaya dan yang miskin akan semakin bisnis. Karena, produsen tahu apa yang harus mereka produksi dan apa yang dibutuhkan oleh masyarakat.

3. Kapan Indonesia menerapkan sistem ekonomi liberal?

Dilansir dari laman staffnew.uny.ac.id, ekonomi liberal pertama kali diterapkan di Indonesia pada tahun 1870 sampai tahun 1900. Sistem ini juga yang menjadi sistem ekonomi pertama yang digunakan dalam sejarah kolonial Indonesia.

4. Apa pengaruh sistem ekonomi liberal bagi negara Indonesia?

Ada beberapa dampak pelaksanaan sistem ekonomi liberal bagi Indonesia, salah satunya adalah krisis perkebunan karena merosotnya harga kopi pada tahun 1885.

Kemudian disusul dengan anjloknya harga gula. Hal ini disebabkan karena Eropa yang mulai memproduksi gula mandiri dari hasil perkebunan.

5. Apa yang menjadi latar belakang penerapan sistem politik ekonomi liberal di Indonesia?

Mengutip dari laman SMAN 13 Semarang, menjelaskan jika ada dua faktor dasar yang melatarbelakangi penerapan ekonomi liberal di Indonesia. Pertama, adanya desakan penghapusan sistem tanam paksa dan kedua adalah desakan pengusaha swasta.

Nah, itu dia beberapa informasi yang bisa kami sampaikan, semoga bermanfaat.

Kenali Porter Five Forces, 5 Hal Penting Sebelum Bersaing
Dalam dunia bisnis, persaingan perusahaan adalah hal yang tidak dapat dihindari. Adapun salah satu kerangka bisnis, yaitu Porter Five Forces
Baca Juga
Kegiatan Ekonomi: Jenis, Pelaku, Contoh, dan Tips Optimasi
Kegiatan ekonomi adalah suatu kegiatan yang dikerjakan oleh manusia dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ini juga menjadi salah satu
Baca Juga
Keseimbangan Pasar: Pengertian, Fungsi, Faktor, dan Contohnya
Keseimbangan pasar merupakan salah satu konsep dasar ilmu ekonomi yang penting untuk dipahami setiap produsen, pengusaha, maupun konsumen. Konsep ini
Baca Juga
Teori Keunggulan Mutlak dalam Perdagangan Internasional
Teori keunggulan mutlak dalam perdagangan internasional merupakan salah satu konsep ekonomi yang fundamental dan relevan hingga saat ini. Teori ini
Baca Juga
Harga Keseimbangan (Equilibrium Price), Rumus dan Contohnya
Harga ekonomi yang juga disebut dengan ekuilibrium menjadi fokus utama dalam menjaga stabilitas ekonomi. Harga keseimbangan mencerminkan titik temu antara
Baca Juga
Teori Ekonomi Mikro: Definisi dan Contoh Masalah di Indonesia
Teori ekonomi mikro adalah bidang studi yang mempelajari perilaku individu, rumah tangga, dan perusahaan dalam pengambilan keputusan ekonomi serta interaksi
Baca Juga
Customer Service Bee

148rb+ Pengusaha Sudah Pakai Bee

"Operasional makin lancar, bisnis terkontrol dan mudah discale-up"
Hubungi Tim Bee sekarang untuk konsultasi GRATIS
Logo Bee Web
Software Akuntansi & Kasir No. 2 di Indonesia. Memudahkan Pemilik Bisnis dan Akuntan untuk mengerjakan dan menganalisa keuangan lebih cepat, mudah, dan akurat. Gratis Trial atau Demo Gratis dengan Tim Bee.
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Chat via WA
Alamat Kantor
Surabaya: Jl. Klampis Jaya 29J, SurabayaBandung: Aer Space - Jl. Karang Tinggal No.41B, Cipedes, Bandung
Jakarta: Jl. Mampang Prapatan VIII No. 3B, Jakarta Selatan (Sementara Tutup)
Copyright © 2024 Bee.id
magnifiercrossmenu