🎉 Promo Spesial Ritel, Dapatkan Disc. Rp. 750.000
00
Hari
:
00
Jam
:
00
Menit
:
00
Detik
Logo Bee Web

Mengenal Siklus Hidup Produk, Tahapan, Contoh dan Strateginya

Tahapan siklus hidup produk ada 4 yakni:  tahap perkenalan, tahap pertumbuhan, tahap kedewasaan, tahap kemunduran, berikut penjelasannya
Penulis: Lutfatul Malihah
Kategori:
Dipublish Tgl: Tuesday, 21 November 2023

Menurut Levitt melalui artikel berjudul "Exploit the Product Life Cycle" pada tahun 1965 menjelaskan jika  konsep Siklus Hidup Produk  atau yang juga dikenal dengan Product Life Cycle adalah suatu grafik yang memvisualisasikan perjalanan suatu produk dari saat pertama kali diperkenalkan ke pasar hingga ditarik dari peredaran.

Daur hidup produk ini merupakan ide krusial dalam domain pemasaran karena memberikan wawasan mendalam tentang bagaimana suatu produk bersaing di pasar seiring berjalannya waktu.

Dalam artikel ini kita akan membahas secara lebih dalam dan terperinci mengenai apa itu siklus daur hidup produk, apa saja tahapannya dan contohnya berikut ini

Pengertian Siklus Hidup Produk

Grafik Siklus Hidup Produk

Grafik Siklus Hidup Produk (Credit: faperta.umkendari.ac.id)

Secara garis besar siklus daur produk adalah gambaran perjalanan suatu produk dari saat diperkenalkan ke pasar hingga akhir hayatnya.  ATau juga bisa digambarkan ketika produk memenuhi kebutuhan konsumen, mulai dari lahir hingga dihentikan dari pemasaran.

Dimana setiap produk memiliki usia tertentu, bergantung pada kemampuan manajemen perusahaan untuk mengelola produk tersebut. Sebagaimana manusia memiliki batas usia, begitu pula produk.

Bedanya, manusia memiliki usia terbatas, sedangkan produk tidak. Kehidupan produk diukur dari tingkat penjualan dan laba yang diraih.Usia produk juga beragam, tergantung bagaimana strategi yang diterapkan di perusahaan, yang bisa sangat singkat atau relatif panjang.

Hal ini selaras dengan pendapat Kotler yang menyatakan dimana daur produk, melibatkan perjalanan penjualan dan laba selama hidup produk, berhubungan erat dengan umur atau masa pakai produk.

Proses daur produk ini juga merupakan proses alamiah yang dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal dan internal perusahaan.

Tahapan Siklus Hidup Produk

Secara garis besar menurut Tjiptono, Chandra, dan Adriana siklus hidup produk ada 4 tahapan yakni:  tahap perkenalan, tahap pertumbuhan, tahap kedewasaan, tahap kemunduran. Berikut penjelasannya:

1. Tahap Perkenalan (Introduction)

Pertama adalah perkenalan, dimana pada tahap ini produk baru diperkenalkan ke pasar. Karena belum ada pesaing langsung, perusahaan memiliki tanggung jawab untuk mendidik konsumen mengenai jenis produk yang ditawarkan.

Mulai dari cara penggunaannya, siapa target konsumen yang dituju, dan di mana produk tersebut dapat ditemukan. Promosi dan edukasi menjadi kunci untuk meningkatkan kesadaran konsumen terhadap produk baru ini.

2. Tahap Pertumbuhan (Growth)

Selanjutnya pada tahap pertumbuhan, produk semakin dikenal dan penjualannya mengalami pertumbuhan yang pesat. Ini terjadi karena banyak konsumen baru yang mulai membeli produk.

Dan mungkin juga karena konsumen menemukan lebih banyak cara untuk memanfaatkannya. Pertumbuhan ini sering kali menarik masuknya pesaing baru ke pasar, sehingga fokus pemasaran beralih pada peningkatan pangsa pasar dan mempertahankan daya saing.

3. Tahap Kedewasaan (Maturity)

Kemudian, pada tahap kedewasaan, pertumbuhan penjualan mencapai titik kejenuhan. Hampir semua pembeli potensial sudah memasuki pasar, dan konsumen menjadi lebih cerdas dalam memilih di antara berbagai merek.

Pembeli ulang juga mendominasi penjualan, dan inovasi produk cenderung terbatas pada perbaikan minor.

Di tahap ini, hanya pesaing terkuat yang mampu bertahan, dan perusahaan perlu berfokus pada strategi pemasaran yang dapat mempertahankan pangsa pasar mereka.

4. Tahap Penurunan (Decline)

Terakhir adalah tahap penurunan, hal ini ditandai dengan penurunan penjualan yang perlahan. Ini dapat disebabkan oleh perubahan selera konsumen, kemajuan teknologi yang membuat produk tersebut usang, atau kemunculan produk baru yang lebih inovatif dan disukai oleh konsumen.

Perusahaan pada tahap ini harus mempertimbangkan strategi pengeluaran produk atau inovasi produk untuk memperpanjang masa hidup produk tersebut atau bersiap untuk menggantikannya dengan produk yang lebih baru.

Dalam keseluruhan siklus hidup produk, strategi pemasaran perusahaan harus disesuaikan dengan setiap tahap untuk mengoptimalkan kinerja produk dan memaksimalkan keuntungan.

Baca Juga: 6 Strategi Pemasaran Produk Berbagai Bisnis

Contoh Siklus Hidup Produk

Contoh Positioning Brand Apple

Ilustrasi produk Apple (Credit: Pixel.com)

Berikut beberapa contoh siklus produk dan analisa sederhana strategi yang diterapkan pada brand ternama:

1. Contoh Siklus Hidup Produk Elektronik: Apple

  • Tahap Pengenalan: Apple fokus pada membangun kesadaran konsumen tentang keunikan produk ini. Dengan layar sentuh yang revolusioner dan desain yang elegan, iPhone tidak hanya menjadi sebuah perangkat, tetapi juga sebuah gaya hidup.
  • Tahap Pertumbuhan: Dalam tahapan ini brand iPhone mulai mengalami lonjakan penjualan yang signifikan dalam penjualan global. Dengan ini Apple memanfaatkan iklan kreatif dan menggarisbawahi kemampuan baru produk untuk menarik konsumen baru.
  • Tahap Kedewasaan: Penjualan iPhone mencapai puncaknya, dan pasar sudah jenuh dengan berbagai model. Sehingga mereka mulai fokus pada mempertahankan pangsa pasar melalui diferensiasi produk, dan lainnya.
  • Tahap Penurunan: penjualan brand Iphone mulai mengalami penurunan, hal ini disebabkan karena inovasi teknologi dan ketatnya persaingan. Sehingga mungkin Apple bisa mulai melakukan strategi pembaharuan produk hingga strategi penurunan harga.

2. Contoh Siklus Hidup Produk Makanan: Indomie

  • Tahap Pengenalan: Indomie, diperkenalkan pada 1972, langsung memikat konsumen Indonesia sebagai mie instan cepat saji dengan cita rasa yang menarik.
  • Tahapan Pertumbuhan: Dengan berbagai varian rasa dan inovasi, Indomie tumbuh pesat dan menjadi favorit semua kalangan. Dengan pertumbuhan ini Indomie mungkin perlu meningkatkan promosi mereka akan semakin dikenal.
  • Tahap Kedewasaan: Sebagai merek terkemuka, Indomie mencapai tahap kedewasaan dengan variasi rasa dan adaptasi terhadap selera lokal. Seperti rasa soto, rendang, seblak dan masih banyak lagi.
  • Tahap Penurunan: Meskipun dewasa ini belum terlihat penurunan, respons cepat melalui inovasi atau diversifikasi mungkin diperlukan di masa depan.

Baca Juga: Diversifikasi: Pengertian, fungsi, Jenis dan Strateginya

Strategi Siklus Hidup Produk Berdasarkan Tahapannya

Menurut Fandy Tjiptono, setiap tahap dalam siklus hidup produk (PLC) memerlukan strategi yang berbeda, yakni:

1. Strategi Bisnis Pada Tahap Pengenalan

Pada tahap perkenalan, perusahaan bisa menerapkan kombinasi 4 strategi dalam bisnisnya, mulai dari proses penetapan harga hingga proses romosi. 4 strategi ini mencakup:

  • Rapid Skimming Strategy untuk penetapan harga tinggi dengan promosi gencar guna mempercepat penetrasi pasar. Khususnya jika konsumen benar-benar belum mengetahui keberadaan dari produk.
  • Strategi Menyaring Lambat, dengan mengusung harga tinggi dan promosi rendah, stretegi ini cocok diterapkan untuk pasar terbatas.
  • Rapid Penetration Strategy, berikutnya dengan menetapkan harga rendah dengan promosi gencar untuk pasar luas, yang mana konsumen cenderung sangat peka terhadap harga.
  • Terakhir, Slow Penetration Strategy menggunakan harga dan promosi rendah untuk pasar yang luas dan peka terhadap harga.

2. Strategi Jika Produk dalam Tahap Pertumbuhan

Berikutnya adalah strategi yang bisa diterapkan pada tahap pertumbuhan, dimana produk mulai dikenal dan penjualan juga meningkat. Adapun staretgi yang bisa diterapkan bisnis pada tahapan ini ada 2, yakni:

  • Rapid Growth: yakni pertumbuhan cepat ditandai dengan peningkatan penjualan yang cepat, memfokuskan strategi pada membangun pasar, distribusi, peningkatan mutu produk, dan ekspansi lini produk.
  • Sedangkan Slow Growth, atau pertumbuhan lambat dibutuhkan pembaruan produk dan strategi pemasaran untuk mempertahankan posisi pasar dan membangun kesetiaan konsumen.

3. Strategi Pada Tahap Kedewasaan

Berikutnya pada tahapan kedewasaan, dimana penjualan produk sedang dalam puncak-puncaknya perusahaan bisa melakukan dua strategi utama, yakni:

  • Defensive Strategy untuk mempertahankan pangsa pasar. dengan fokus pada pengurangan biaya dan eliminasi kelemahan produk
  • Offensive Strategy untuk mencapai perubahan positif dengan cara melibatkan modifikasi pasar dan produk, termasuk re-launching produk.

4. Strategi Jika Produk Mengalami Penurunan

Terakhir pada tahap penurunan, ditandai dengan penurunan perusahaan, strategi yang dapat diadopsi melibatkan identifikasi produk lemah, penentuan strategi pemasaran baru, dan opsi divestasi atau likuidasi untuk mengoptimalkan keuntungan pada tahap terakhir ini.

Pakai Beecloud Berbisnis Jadi Lebih Mudah Dan Menguntungkan

Secara keseluruhan keseluruhan, pemahaman mendalam terhadap siklus hidup produk dan penerapan strategi yang tepat pada setiap tahapnya menjadi kunci keberhasilan perusahaan dalam mengelola produknya di pasar yang dinamis. Dengan respons yang cepat dan inovatif, perusahaan dapat memaksimalkan potensi keuntungan pada setiap fase siklus hidup produk.

Artikel Terkait

5 Contoh Analisis Resiko Bisnis dan Cara Analisisnya
Dalam mengelola sebuah usaha, analisis resiko memainkan peran krusial dalam menentukan kesuksesan jangka panjang. Dimana dengan analisis ini kita dapat
Baca Juga
Pajak Shopee Naik! Simak Penjelasannya Supaya Tidak Rugi
Penerapan pembayaran pajak nyatanya juga berlaku kepada pelaku usaha online yang bergabung dalam situs belanja online shopee. Bagaimana ketentuan pajak
Baca Juga
Mengenal FOB (Free On Board) dalam Bisnis Pengiriman Barang
Anda mungkin pernah mendengar istilah "FOB" ketika berurusan dengan bisnis pengiriman barang internasional. FOB adalah singkatan dari "Free On Board",
Baca Juga
10 Ide Bisnis Gila, Unik, Menarik dan Menguntungkan
Jadi pebisnis memang harus memiliki pemikiran out of the box, bahasa sederhananya di luar nalar. Untuk apa? Untuk menciptakan inovasi
Baca Juga
Contoh Cash Flow Sederhana Excel dan Cara Membuatnya
Contoh cash flow sederhana excel merupakan suatu hal yang paling dicari para pengusaha pemula saat ingin memulai membuat laporan keuangan
Baca Juga
10 Karakteristik Wirausaha, Apakah Anda Termasuk?
Pada saat ini banyak orang yang memilih untuk menjadi wirausahawan. Hal tersebut dikarenakan menjadi seorang wirausahawan mempunyai pendapatan yang cukup
Baca Juga

Artikel Populer

Wednesday, 15 March 2023
Model AIDA: Pengertian, Kelebihan dan Contohnya
Baca Juga
Sunday, 4 December 2022
Berbagai Contoh Proposal Bisnis Lengkap dengan Rinciannya
Baca Juga
Wednesday, 28 June 2023
7 Contoh Positioning Produk Brand Ternama dan Strateginya
Baca Juga
Wednesday, 18 October 2023
Contoh Matriks SWOT, Pengertian dan Strategi Penerapannya
Baca Juga
Wednesday, 7 June 2023
Feedback Artinya: Jenis, Fungsi, beserta Cara Mendapatkannya
Baca Juga
Wednesday, 7 February 2024
4 Tahapan Proses Manajemen Strategi, Fungsi dan Komponennya
Baca Juga
Customer Service Bee

148rb+ Pengusaha Sudah Pakai Bee

"Operasional makin lancar, bisnis terkontrol dan mudah discale-up"
Hubungi Tim Bee sekarang untuk konsultasi GRATIS
Logo Bee Web
Software Akuntansi & Kasir No. 2 di Indonesia. Memudahkan Pemilik Bisnis dan Akuntan untuk mengerjakan dan menganalisa keuangan lebih cepat, mudah, dan akurat. Gratis Trial atau Demo Gratis dengan Tim Bee.
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Chat via WA
Alamat Kantor
Surabaya: Jl. Klampis Jaya 29J, SurabayaBandung: Aer Space - Jl. Karang Tinggal No.41B, Cipedes, Bandung
Jakarta: Jl. Mampang Prapatan VIII No. 3B, Jakarta Selatan (Sementara Tutup)
Copyright © 2024 Bee.id
magnifiercrossmenu