🎉 Promo Spesial Ritel, Dapatkan Disc. Rp. 750.000
00
Hari
:
00
Jam
:
00
Menit
:
00
Detik
Logo Bee Web

Pengertian Studi Kelayakan Bisnis, Pebisnis Wajib Tahu

Yuk belajar bersama tetang studi kelayakan bisnis yang penting dipahami oleh pebisnis untuk menunjang kelancaran operasional usaha.
Penulis: Lutfatul Malihah
Kategori:
Dipublish Tgl: Friday, 31 March 2023

Studi kelayakan bisnis adalah salah satu hal penting yang wajib dipelajari sebelum membangun sebuah usaha. Sebab, hanya mengandalkan ide dan modal dan saja usaha tidak bisa dijalankan tanpa memenuhi kelayakan bisnis yang sudah distandarisasi sebelumnya dalam bentuk kumpulan beberapa aspek.

Karena memang pada dasarnya penting untuk dipelajari, dampak negatif dari menyepelekan studi ini adalah kebangkrutan karena bisnis yang dikembangkan tidak mampu bertahan. Yuk, simak informasi selengkapnya di bawah ini dan jalan bisnis dengan lebih menyenangkan.

Pengertian Studi Kelayakan Bisnis

Studi Kelayakan Bisnis Adalah

Ilustrasi Proses Penyusunan Rencana Bisnis (Credit: Freepik.com/@katemangostar)

Mengutip dari pendapat Kasmir dan Jakfar (2003) studi kelayakan bisnis adalah sebuah kegiatan yang mempelajari sebuah usaha yang akan dijalankan secara lebih mendalam, guna menentukan dan menganalisis kelayakan dari usaha itu sendiri. Apakah tidak atau perlu dipertahankan.

Sederhananya, studi kelayakan ini digunakan untuk menganalisis kelayakan sebuah bisnis, dengan menggunakan serangkaian kegiatan.

Seperti identifikasi masalah, identifikasi peluang usaha, menentukan apa tujuan dari bisnis sampai bagaimana manfaat yang akan didapatkan pihak ketiga ketika bisnis ini dijalankan. Pihak ketiga ini salah satunya adalah konsumen.

Dengan adanya studi kelayakan bisnis ini perusahaan atau pebisnis bisa menentukan rancangan bisnis untuk masa depan dan menghindari kerugian. Sehingga, tidak jarang yang mengatakan jika kelayakan bisnis akan sangat mempengaruhi kesuksesan yang akan didapatkan.

Ada 5 hal yang perlu dianalisis dalam melaksanakan studi kelayakan ini, pertama terkait deskripsi bisnis, kemudian deskripsi pasar, penggunaan teknologi yang diperlukan, detail finansial dan struktur dari organisasi bisnis sampai pada kesimpulan terkait perencanaan bagaimana bisnis bisa dirintis dan dikembangkan.

Dalam hal ini salah satu contoh studi kelayakan bisnis bisa dijelaskan dengan bisnis pakaian. Dimana dalam bidang pakaian atau apparel, studi kelayakan komersial berkaitan dengan target konsumen dan jenis bahan berpakaian.

Teliti bahan pakaian yang Anda jual agar konsumen bisa memahami penjelasan Anda dan membangkitkan minat beli.

Rincian Aspek dalam Kelayakan Bisnis

Ada beberapa aspek yang harus dilengkapi dalam melakukan studi kelayakan bisnis, berikut diantaranya:

1. Aspek Legalitas

Pertama adalah aspek legalitas, yang mana dalam ini berkaitan dengan ketentuan hukum yang berlaku di sebuah negara ketika membangun sebuah bisnis. Adapun beberapa komponen yang wajib dimiliki dan diisi ketika mengajukan legalitas bisnis diantaranya adalah:

  • Izin lokasi tempat bisnis berada
  • Surat tanda daftar perusahaan
  • NPWP (Nomor Pokok Wajib Paham)
  • Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)
  • Surat pendirian perusahaan dari notaris
  • Dan seterusnya.

2. Aspek Ekonomi dan Budaya

Aspek media adalah ekonomi dan budaya. Dimana dalam hal ini dilakukan guna mengetahui bagaimana dampak perusahaan terhadap lingkungan di sekitarnya. Dari sisi budaya melihat apakah budaya adat istiadat akan terpengaruh dengan adanya perusahaan dan bagaimana bentuknya.

Sedangkan dari segi ekonomi, dilihat dari bagaimana perusahaan ini mempengaruhi pendapatan wilayah per kapita setelah perusahaan didirikan di area tersebut.

3. Aspek Kondisi Pasar

Selanjutnya adalah aspek kondisi pasar, dalam hal ini berkaitan dengan bagaimana produk diterima oleh pasar dan apakah produk yang dimakan ditawarkan nanti memiliki peluang dipasaran atau tidak.

Dalam proses pelaksanaan studi kelayakan bisnis pada tahap ini perusahaan perlu melakukan beberapa hal agar mengetahui jawaban dari pertanyaan di atas. Apa saja? Berikut diantaranya:

  • Melakukan analisis potensi pasar
  • Jumlah konsumen
  • Tingkat daya beli masyarakat
  • Situasi persaingan pasar
  • Analisa kompetitor
  • Melakukan segmentasi pasar
  • Dan lain-lain.

Baca Juga: Strategi Menentukan Target Pasar yang Wajib Anda Ketahui

4. Aspek Manajemen

Terakhir adalah aspek manajemen dan keuangan, pada pelaksanaan studi kelayakan bisnis aspek ini menjadi aspek paling dasar yang harus dimiliki dan dilakukan oleh perusahaan. Dimana, aspek manajemen ini akan mempengaruhi sistem operasional perusahaan secara keseluruhan, karena memang jangkauan dari manajemen itu luas.

5. Aspek Keuangan

Dalam setiap bisnis pasti memerlukan modal didalamnya baru kemudian diolah dan dikelola menjadi sebuah usaha yang nantinya menghasilkan keuntungan. Bagaimana perusahaan bisa mengetahui untung atau tidaknya usaha yang dijalankan semua berdasarkan bagaimana cara mengelola keuangan mereka.

Mulai dari adanya laporan keuangan dasar seperti laba rugi sampai laporan keuangan akuntansi. Aspek keuangan ini berfungsi untuk melakukan manajemen penganggaran bisnis, tanpa adanya pengelolaan keuangan yang baik perencanaan bisnis tidak bisa dilaksanakan dengan efektif karena tidak ada realisasinya.

Bisnis memang selalu berkaitan dengan manajemen dan pengelolaan keuangan. Terkadang masalah keuangan juga bisa menjadi kendala karena sering terjadi kesalahan perhitungan sampai ketidakcocokan.

Untuk itu, kini dikembangkan software akuntansi online Beecloud sebagai solusi para pebisnis dalam melakukan manajemen keuangan mereka. Dengan sistem yang mudah dioperasikan menjadikan siapa saja bisa menggunakannya.

Beecloud Evaluasi Keuangan Lebih Mudah Efisien Dan Memudahkan Pengambilan Keputusan Bisnis

Beragam fitur didalamnya siap menjadi solusi untuk pengelolaan bahkan perkembangan bisnis. Dengan sistemnya yang berbasis cloud, menjadikan Anda bisa kontrol bisnis dimana saja dan kapan saja tanpa harus pergi langsung ke usaha Anda.

Manfaat dan Tujuan Adanya Studi Kelayakan Bisnis

Apa saja yang akan didapatkan sebuah bisnis jika mereka menerapkan studi kelayakan pada usahanya? Berikut penjelasannya:

1.Meminimalisir Resiko Kerugian

Dengan melakukan studi kelayakan, sebuah usaha atau bisnis bisa meminimalisir risiko kerugian yang bisa diterima siapa saja, karena kondisi dan keadaan bisnis tidak bisa ditebak dengan mudah.

Dengan menerapkan studi kelayakan, bisnis sudah melakukan serangkaian persiapan matang dari mulai aspek legalitas sampai keuangan. Sehingga, bisnis sudah siap bersaing dan menjalani segala macam situasi karena sudah ada yang disiapkan sebelumnya. Jika, memang sampai terjadi kesalahan kerugian yang akan didapatkan juga tidak akan sebesar bisnis yang tidak menerapkan studi kelayakan sebelumnya.

2. Memudahkan Perencanaan Bisnis

Manfaat berikutnya adalah memudahkan proses perencanaan bisnis, hal ini karena dalam proses studi kelayakan bisnis, Anda telah melakukan serangkaian analisis guna mencari informasi terkait kekurangan dan kelebihan dari usaha yang sedang atau akan Anda jalankan.

Dan dari data inilah proses perencanaan akan lebih mudah dilakukan. Pertama, pebisnis tidak perlu melakukan analisis bisnis dari nol lagi. Kedua, data analisis sebelumnya bisa menjadi bahan pertimbangan perencanaan bisnis dimasa yang akan datang dengan lebih akurat. Dan ketiga, proses pelaksanaan akan jauh lebih mudah.

3. Menjadikan Berbisnis Lebih Efektif dan Efisien

Selanjutnya, dengan menggunakan serta melakukan studi kelayakan bisnis proses operasional bisnis akan lebih efektif dan efisien, karena semua hal yang berkaitan dengannya sudah dipersiapkan sejak awal.

Selain persiapan, hasil dari studi kelayakan ini juga bisa menjadi bahan evaluasi dan perbaikan. Perusahaan akan lebih mudah menemukan mana kebijakan yang menguntungkan dan mana kebijakan yang merugikan sehingga perlu dilakukan perombakan.

4. Memudahkan Proses Kontroling

Saat melakukan studi kelayakan, banyak aspek yang perlu dianalisis. Laporan hasil analisis aspek-aspek tersebut dapat digunakan oleh badan usaha untuk pengawasan.

Melalui hasil analisis studi kelayakan, selain menerima pengawasan internal, perusahaan juga harus menerima pengawasan eksternal. Sehingga akan, memudahkan departemen yang berkompeten untuk melakukan pengawasan berdasarkan laporan analisis tersebut.

5. Memudahkan Proses Pengendalian

Dalam menjalankan bisnis, tidak dipungkiri bahwa para pelaku bisnis terkadang menemui permasalahan. Agar masalah tidak semakin besar, para pelaku bisnis harus mampu mengendalikan masalah dengan cepat dan tepat.

Hal ini dapat dicapai jika pengusaha melakukan studi kelayakan terlebih dahulu. Informasi dan laporan hasil analisis dapat dijadikan dasar untuk menentukan letak permasalahannya. Pelaku bisnis kemudian dapat mengambil langkah-langkah untuk menyelesaikan masalah dengan benar.

Tahapan Proses Studi Kelayakan Bisnis

Menyusun Anggaran Keuangan

Ada beberapa tahapan dalam melaksanakan bisnis (Credit: Freepik.com/ @amnarj)

1. Menentukan Ide Pokok Bisnis

Langkah pertama dalam memulai sebuah bisnis adalah menentukan ide dasar apa yang akan dilakukan nanti. Ide ini bisa berasal dari masalah yang sedang Anda hadapi atau lingkungan sekitar baru kemudian membangun solusi menggunakan bisnis Anda nanti.

2. Lakukan Riset dan Analisa Bisnis

Ide saja tidak cukup dalam membangun bisnis, Anda perlu melakukan analisis terkait ide yang Anda temukan tadi. Analisis ini berkaitan dengan seberapa besar peluangnya di pasar, bagaimana operasionalnya nanti, apa saja hambatan yang harus dihadapi, sampai siapa saja kompetitor yang akan bersaing nanti.

Baca Juga: Kompetitor Adalah Pesaing, Pahami Arti dan Cara Analisisnya

3. Lakukan Evaluasi dan Perbaikan

Selanjutnya adalah melakukan evaluasi, dilakukan untuk mematangkan rencana juga memastikan apakah keunggulan dari bisnis Anda sudah benar-benar bisa mengatasi potensi hambatan yang berpotensi terjadi.

4. Menentukan Bisnis yang Akan Dikelola

Berikutnya, hasil yang muncul dari tahapan evaluasi kemudian diolah kembali menjadi dasar penentuan bagaimana kelayakan bisnis yang sedang direncanakan ini. Jika memang sudah dikatakan layak untuk dijalankan maka bisnis sudah bisa mulai dirancang, dan sebaliknya.

5. Mulai Merancang Bisnis

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya jika proses penentuan bisnis sudah selesai dilakukan, langkah selanjutnya adalah mulai merancang bagaimana bisnis nantinya akan dikembangkan. Anda bisa memanfaatkan hasil analisis studi kelayakan bisnis sebagai pedoman dalam prosesnya.

6. Bisnis Mulai Dijalankan

Langkah terakhir adalah proses menjalankannya, bisnis yang sudah dirancang sudah bisa mulai dijalankan. Tidak bisa langsung sukses semua butuh proses, jangan segan dalam melakukan evaluasi setiap bulannya agar bisnis semakin berkembang.

Nah, penting bukan melakukan studi analisis bisnis pada usaha Anda, sekian informasi yang bisa disampaikan. Semoga bermanfaat.

Nah, penting bukan melakukan studi analisis bisnis pada usaha Anda, sekian informasi yang bisa disampaikan. Semoga bermanfaat.

Artikel Terkait

Cara Menghitung THR Karyawan dаn Kewajiban Perusahaan
Sebelum kаlіаn mengetahui bаgаіmаnа cara menghitung thr, аlаngkаh bаіknуа mеngеtаhu ара іtu THR? Tunjangan Hаrі Raya atau уаng lеbіh dikenal
Baca Juga
Fraud Triangle: Penyebab, Jenis, dan Cara Mencegahnya
Apakah Anda pernah mendengar tentang "fraud triangle" atau "segitiga kecurangan"? Dalam dunia bisnis yang kompleks, segigita kecurangan menjadi ancaman nyata
Baca Juga
Manajemen Aset: Definisi, Siklus hingga Tips Melakukannya
Membahas tentang manajemen aset bagi perusahaan ternyata sangat menarik. Terlebih aset adalah kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan. Tentu manajerialnya wajib
Baca Juga
3+ Program Bengkel Terbaik Untuk Usaha Bengkel Anda
Program bengkel akan selalu dibutuhkan untuk pemilik usaha bengkel karena memiliki berbagai fungsi yang dapat dimanfaatkan. Kenyamanan selalu menjadi prioritas
Baca Juga
Pengertian Etika Bisnis, Prinsip, Tujuan dan Manfaatnya Untuk Pebisnis
Pengertian Etika Bisnis Etika Bisnis merupakan aturan yang tidak tertulis dalam menjalankan suatu bisnis berlandaskan norma dan perilaku yang mencakup
Baca Juga
14 Prinsip Manajemen Menurut Henry Fayol dan Pengertiannya
Prinsip manajemen adalah suatu proses yang melibatkan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian sumber daya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Baca Juga

Artikel Populer

Wednesday, 15 March 2023
Model AIDA: Pengertian, Kelebihan dan Contohnya
Baca Juga
Sunday, 4 December 2022
Berbagai Contoh Proposal Bisnis Lengkap dengan Rinciannya
Baca Juga
Wednesday, 28 June 2023
7 Contoh Positioning Produk Brand Ternama dan Strateginya
Baca Juga
Wednesday, 7 June 2023
Feedback Artinya: Jenis, Fungsi, beserta Cara Mendapatkannya
Baca Juga
Wednesday, 18 October 2023
Contoh Matriks SWOT, Pengertian dan Strategi Penerapannya
Baca Juga
Wednesday, 7 February 2024
4 Tahapan Proses Manajemen Strategi, Fungsi dan Komponennya
Baca Juga
Customer Service Bee

148rb+ Pengusaha Sudah Pakai Bee

"Operasional makin lancar, bisnis terkontrol dan mudah discale-up"
Hubungi Tim Bee sekarang untuk konsultasi GRATIS
Logo Bee Web
Software Akuntansi & Kasir No. 2 di Indonesia. Memudahkan Pemilik Bisnis dan Akuntan untuk mengerjakan dan menganalisa keuangan lebih cepat, mudah, dan akurat. Gratis Trial atau Demo Gratis dengan Tim Bee.
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Chat via WA
Alamat Kantor
Surabaya: Jl. Klampis Jaya 29J, SurabayaBandung: Aer Space - Jl. Karang Tinggal No.41B, Cipedes, Bandung
Jakarta: Jl. Mampang Prapatan VIII No. 3B, Jakarta Selatan (Sementara Tutup)
Copyright © 2024 Bee.id
magnifiercrossmenu