Logo Bee Web

Pasiva Adalah: Pengertian, Jenis, dan Rumus Menghitungnya

Pasiva adalah modal serta kewajiban yang harus ditanggung perusahaan. Penulisannya selalu berlawanan dengan aktiva pada laporan keuangan.
Penulis: Rizal Arisona
Kategori: ,
Dipublish Tgl: Sunday, 16 April 2023

Dalam konteks akuntansi, istilah pasiva adalah komponen yang merujuk pada salah satu sisi dari neraca keuangan suatu perusahaan. Neraca keuangan menggambarkan posisi keuangan perusahaan pada suatu waktu tertentu dan terbagi menjadi dua sisi, yaitu aktiva dan pasiva.

Pencatatan aktiva-pasiva harus dilakukan dengan benar untuk menilai kinerja bisnis dalam periode tertentu.

Namun, seorang akuntan seringkali salah dalam mengelompokkan jenis aset. Akibatnya, pasiva tidak terlaporkan secara keseluruhan. Bagaimana rumus pasiva sampai cotohnya dalam penulisa neraca? Temukan jawabannya dalam pembahasan kali ini.

Apa itu Pasiva? Pasiva Adalah

Istilah pasiva sering juga disebut dengan lialibilitas. Secara sederhana, apa itu pasiva dapat diartikan sebagai pengorbanan entitas bisnis atau perusahaan secara ekonomi. Selain itu, pasiva juga menggambarkan modal milik sendiri maupun dari pihak lain.

Secara pengertian mengutip dari buku Mudah Membuat Laporan Keuangan dengan Microsoft Excel (2009) karya Fanny Hafiarni, jika pasiva adalah pembayaran yang wajib dilakukan oleh perusahaan kepada pihak lain, baik dalam jangka panjang maupun jangka pendek.

Adapun komponen pasiva terdiri dari beberapa komponen berikut ini:

  • Utang (liabilities): Kewajiban finansial perusahaan kepada pihak ketiga, seperti utang usaha, utang bank, dan utang pajak.
  • Utang lancer (current liabilities): Kewajiban finansial yang harus diselesaikan dalam satu tahun, termasuk utang usaha dan utang pajak jangka pendek.
  • Utang jangka panjang (long term liabilities): Kewajiban finansial dengan jatuh tempo lebih dari satu tahun, seperti pinjaman jangka panjang dan obligasi.
  • Modal (equity): Bagian dari neraca yang mencerminkan klaim pemilik terhadap aset perusahaan, terdiri dari modal saham, laba ditahan, dan tambahan modal disetor.

Adanya pasiva bertujuan menunjang kegiatan usaha dari hasil tambahan yang nantinya akan diperoleh perusahaan.

Selain itu, pasiva juga menimbulkan kewajiban-kewajiban yang harus dibayar oleh perusahaan. Apabila bisnis berjalan dengan baik, maka total nilai yang dihasilkan akan lebih besar dari tanggungan utang.

Perbedaan Pasiva dan Aktiva

Saat menyusun neraca dalam laporan keuangan, sebagian orang mungkin masih bingung membedakan antara aktiva-pasiva. Terutama, jika harus memasukkan suatu transaksi keuangan ke dalam kelompok yang benar.

Sebenarnya, Anda dapat mengetahui dengan mudah melalui masing-masing definisi. Meski hampir mirip dan keberadannya selalu bersama, namun ternyata keduanya berbeda.

Pasiva adalah kewajiban berupa utang yang harus dibayar oleh perusahaan kepada pihak ketiga, baik hutang jangka pendek maupun panjang. Sementara aktiva merupakan aset ata harta yang murni dimiliki perusahaan.

Kendati berbeda, namun aktiva dan pasiva adalah penyeimbang sebuah neraca keuangan. Anda harus memasukkan aset tetap dan lancer ke dala sisi kiri (aktiva), sementara sisi kanan (pasiva) isinya berupa kewajiban dan modal perusahaan.

Jenis-Jenis Pasiva

Jenis Pasiva Menghtiung Kalkulator

Ilustrasi Menghitung Keuangan Menggunakan Kalkulator (Credit: Freepik.com)

Pasiva ternyata dibedakan ke dalam beberapa jenis berdasarkan jangka waktunya. Masing-masing memiliki karakteristik dan syarat pembayaran yang berbeda. Berikut pembagian pasiva suatu perusahaan atau entitas ekonomi, yaitu:

1. Jenis Utang Lancar (Current Liabilities)

Utang ini meliputi segala pembiayaan yang harus dikembalikan oleh perusahaan kepada pihak ketiga dalam kurun waktu maksimal 12 bulan. Apabila terjadi keterlambatan, biasanya akan pemotongan dari hasil sementara investor atau kebijakan deviden.

Namun, gagal bayar hutang jangka pendek jarang sekali terjadi. Perusahaan masih bisa memperhitungkan pendapatan untuk memenuhi kewajiban tanggungannya. Current liabilities ini terdiri dari beberapa kategori, yaitu:

  • Jenis Account payable (Utang dagang). Tanggungan yang disebabkan oleh kebutuhan membeli barang operasional. Pihak ketiga biasanya adalah supplier atau perusahaan rekanan.
  • Jenis Salaries payable (Utang gaji). Kewajiban perusahaan terhadap karyawan yang gajinya belum terbayarkan.
  • Jenis Tax payable (Utang pajak). Beban berupa pajak aset yang harus dibayar oleh perusahaan.
  • Jenis Notes payable (Utang wesel). Utang perusahaan kepada pihak ketiga pemberi pinjaman dana. Tenor pembayaran mulai dari 30, 60, sampai 90 hari.
  • Jenis Deviden payable (Utang deviden). Utang jangka pendek yang terjadi akibat perusahaan belum bisa membayarkan laba kepada investor.
  • Jenis Accrued interest payable (Beban yang perlu dibayarkan). Tanggungan jangka pendek yang statusnya belum terbayarkan selama periode akuntansi tertentu.
  • Jenis Deferrend liability / credit (Penghasilan yang ditangguhkan). Utang yang terjadi karena perusahaan belum memberikan produk maupun jasa, sementara pihak ketiga telah membayar sepenuhnya.

2. Jenis Utang Jangka Panjang

Anda juga dapat mengartikan bahwa pasiva adalah tanggungan jangka panjang. Kebalikan dari sebelumnya, tenor pinjaman yang berlaku cukup lama atau lebih dari setahun. Perusahaan biasanya akan menggunakan aktiva sebagai dana pembayaran.

Tempo waktu yang cukup lama membantu perusahaan dapat berkembang, karena kredit yang harus dikeluarkan tidak terlalu besar. Kendati demikian, perusahaan harus memperhitungkan aset berjalan yang dijadikan sumber pendapatan.

Utang jangka panjang juga terdiri dari beberapa jenis, yaitu:

  • Jenis Mortgages payable (Utang hipotek). Tanggungan perusahaan yang menggunakan aset tetap atau benda-benda tidak bergerak sebagai jaminannya.
  • Jenis Bank loan (Utang bank). Utang jangka panjang juga diperoleh perusahaan dari bank sebagai modal kerja. Pada perusahaan besar, alokasi utang bank adalah untuk membuka cabang atau ekspansi.
  • Jenis Bond payable (Utang Obligasi). Utang jangka panjang selanjutnya terjadi saat perusahaan meminjam dana dari perusahaan lain. Surat obligasi adalah bukti bahwa pemegangnya telah meminjamkan dana kepada perusahaan penerbit obligasi.

Rumus Pasiva

Nilai pasiva adalah total keseluruhan dari penjumlahan berbagai jenis utang. Besarnya harus sama dengan total aktiva. Menghitung pasiva dibedakan menjadi dua, sebagaimana penjelasan berikut ini:

1. Menghitung Utang Lancar (Current Liabilites)

Pasiva ini harus dilunasi dalam tempo waktu maksimal setahun.

Pasiva lancar (Current Liabilites)= NP + AP + STL + AE + UR + CPLTD + OSTD

Keterangan:

  • NP adalah utang wesel ( Notes Payable)
  • AP adalah utang usaha (Accounts Payable)
  • STL adalah pinjaman jangka pendek (short term loans)
  • AE adalah beban yang masih harus dibayar (Accrued expenses)
  • UR adalah pendapatan diterima di muka (Unearned Revenue)
  • CPLTD adalah utang jangka panjang (Current Portion of Long term)
  • OSTD adalah utang jangka pendek (Other short term)

2. Menghitung Utang Tetap (Long Term Liabilities)

Pasiva yang harus dipenuhi kewajibannya dalam tempo waktu panjang.

Pasiva Tetap (long term liabilities) = D + L + DTL

Keterangan:

  • D adalah surat utang (Debentures)
  • L adalah pinjaman (Loans)
  • DFL adalah kewajiban  pajak tertunda (Deffered  Tax Liabilities)

Contoh Pasiva

Setelah memahami pengertian aktiva pasiva adalah apa, Anda tentu dapat mengelompokkan komponen yang termasuk ke dalamnya. Supaya lebih jelas, berikut contoh penulisan laporan neraca keuangan sebuah perusahaan. Silahkan sesuaikan dengan perusahaan Anda.

PT Indo Sejahtera melakukan transaksi berupa utang-piutang, penambahan aset, serta mempertahankan benda-benda tidak bergerak (aset tetap). Selanjutnya, akuntan melaporkan dalam bentuk neraca scontro atau bentuk T.

Contoh Laporan Neraca Bentuk Skontro Atau Bentuk T (2)

Apa informasi yang Anda peroleh dari table neraca di atas? Ya, dapat dilihat bahwa seluruh aset perusahaan masuk ke dalam sisi kiri (aktiva). Sementara utang (jangka pendek dan panjang) serta modal berada pada sisi kanan (pasiva).

Paling penting, total aktiva dan pasiva pada neraca harus seimbang, yaitu Rp 20.000. Sebaliknya, apabila terjadi ketidaksamaan dapat dipastikan terjadi kesalahan dalam memasukkan transaksi.

Kesimpulan

Meyusun laporan keuangan ternyata tidak serumit yang dibayangkan apabila Anda memahi penggolongan suatu transaksi. Apakah masuk ke dalam aktiva atau pasiva? Khusus pasiva, Anda hanya perlu mengingat bahwa hutang dan modal adalah komponennya.

Namun, meski mudah, Anda juga tetap membutuhkan ketelitian. Seorang akuntan seringkali salah menginput nominal sehingga tidak terjadi keseimbangan pada neraca. Apabila Anda mengerjakannya secara manual, tentu membutuhkan waktu lama untuk mengkoreksi.

Beecloud Kelola Keuangan Bisnis Tanpa Asal Asalan Laporan Akurat

Sebagai saran, Anda bisa memanfaatkan kemudahan yang bisa diperoleh dari software akuntansi, seperti produk dari Beecloud. Tidak perlu ragu, software ini telah disusun oleh para ahli akuntan untuk memudahkan Anda mencatat laporan keuangan perusahaan.

Anda takut tidak bisa mengoperasikan aplikasi yang bekerja secara otomatis? Tenang saja, software ini dirancang dengan menu dan fitur yang mudah dimengerti oleh pemula sekalipun. Pasiva adalah komponen penting, jangan salah menyusun hanya karena masalah sepele.

Contoh Laporan Neraca dan Cara Membuatnya
Neraca dalam akuntansi merupakan salah satu laporan keuangan yang berperan penting dalam analisa keuangan sebuah bisnis, dengan menggambarkan aset, kewajiban,
Baca Juga
Pentingnya Peranan Petty Cash Dalam Pembukuan
Bisnis merupakan kegiatan yang menyediakan produk atau jasa bagi konsumen untuk memperoleh keuntungan. Salah satu hal yang menjadi faktor krusial
Baca Juga
Tips Buat Laporan Cash Flow Sederhana dengan Cepat dan Akurat
Laporan cash flow sederhana atau laporan arus kas merupakan salah satu bagian yang penting dari laporan keuangan di suatu perusahaan.
Baca Juga
5 Perbedaan Hutang dan Piutang dalam Keuangan Bisnis
Halo, Pebisnis! Dalam mengelola bisnis, penting bagi Anda untuk memahami konsep keuangan yang mendasar, salah satunya adalah hutang dan piutang.
Baca Juga
General Ledger: Pengertian, Fungsi, Cara Membuatnya
Apa itu general ledger? General ledger bukan lain adalah buku besar dalam akuntansi. Berikut ini pengertian, fungsi, dan cara membuat
Baca Juga
Contoh Buku Besar dan Tata Cara Pembuatannya
Untuk seseorang yang sudah lama terjun ke dalam dunia bisnis tentunya sudah tidak asing lagi dengan contoh buku besar  atau
Baca Juga
Customer Service Bee

148rb+ Pengusaha Sudah Pakai Bee

"Operasional makin lancar, bisnis terkontrol dan mudah discale-up"
Hubungi Tim Bee sekarang untuk konsultasi GRATIS
Logo Bee Web
Software Akuntansi & Kasir No. 2 di Indonesia. Memudahkan Pemilik Bisnis dan Akuntan untuk mengerjakan dan menganalisa keuangan lebih cepat, mudah, dan akurat. Gratis Trial atau Demo Gratis dengan Tim Bee.
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Chat via WA
Alamat Kantor
Surabaya: Jl. Klampis Jaya 29J, SurabayaBandung: Ruang 59 - Jl. Surya Sumantri No.59, Sukawarna, Bandung
Jakarta: Jl. Mampang Prapatan VIII No. 3B, Jakarta Selatan (Sementara Tutup)
Copyright © 2024 Bee.id
magnifiercrossmenu