Web Logo Bee
Penulis: Lutfatul Malihah

Mau Jadi Reseller? Begini Penjelasan Lengkapnya

Dipublish Tgl: Thursday, 15 December 2022

Reseller adalah sebuah usaha yang secara sederhana diartikan sebagai menjual kembali produk dari produsen ke konsumen dengan laba yang ditentukan.

Bisnis reseller saat ini menjadi salah satu bisnis yang paling digemari dan sering dijadikan sebagai solusi pada pebisnis pemula dengan dengan modal yang murah.

Kenali lebih dalam apa itu reseller dan bagaimana cara menjadi reseller di bawah ini:

Apa yang Dimaksud dengan Reseller?

Reseller

Reseller Menjual Barang Kembali dari Supplier dengan Stock (Sumber: Freepik.com)

Reseller artinya menjual kembali dari kata re dan seller yang artinya menjual kembali. Sehingga bisa dikatakan reseller artinya sebuah usaha bisnis dengan cara menjual produk kembali dari seorang produsen atau dari supplier.

Reseller juga sering dikatakan sebagai dropshipper, Namun secara praktik keduanya memiliki praktek yang berbeda. Untuk Anda yang ingin memulai membuka usaha reseller, bisnis ritel bisa menjadi solusi Anda untuk memulai usaha.

Apa Perbedaan Dropship dan Reseller?

Sekilas sama ternyata berbeda. Keduanya sama-sama menjual barang dari orang lain namun dengan cara penjualan yang berbeda. Berikut rincian perbedaan dropship dan reseller:

1. Stok Barang

Stok barang menjadi hal yang paling menonjol untuk yang Anda yang masih bingung perbedaan dropship dan reseller membedakan dropship dan reseller.

Dropship atau dropshipper akan menjual produk yang ia beli dari supplier namun tidak perlu menyetok barang terlebih dahulu. Mereka biasanya hanya perlu menunjukkan gambar barang yang mereka jual kepada konsumen tanpa perlu menunjukkan barang.

Sedangkan reseller adalah mereka yang menjual kembali barang yang dibeli langsung dari supplier dan perlu menyetok barang terlebih dahulu sebelum dijual.

2. Modal

Perbedaan utama antara dropshipping dan reseller adalah modal yang dibutuhkan. Pengecer perlu menginvestasikan banyak uang di muka karena semua barang yang Anda jual nantinya harus Anda beli sendiri, terlebih reseller membutuhkan stok terlebih dahulu.

Sedangkan dropshipping tidak memerlukan modal dalam jumlah besar, karena Anda tidak perlu membeli inventaris untuk dijual.

Baca juga: Rekomendasi Bisnis Rumahan dengan Modal Sedikit

3. Profit

Meskipun dengan modal yang lebih besar, menjadi reseller akan mendapatkan keuntungan jauh lebih banyak. Selain mereka mendapatkan harga yang lebih murah dan dijual satuan, mereka biasanya juga bebas menentukan harga barang.

Namun, tentunya perlu memperhatikan daya beli konsumen terlebih dahulu, agar bisnis reseller Anda bisa berjalan dengan lancar.

5. Risiko

Dengan keuntungan yang lebih tinggi, untuk menjadi seorang reseller Anda juga perlu menyiapkan strategi khusus karena risiko kerugian jauh lebih terbuka dibanding dengan dropship.

Karena stok barang yang disimpan reseller tidak bisa sepenuhnya bisa dipastikan terjual. Jika barang tidak terjual, maka bisnis reseller mungkin mengalami kerugian.

4. Strategi Pemasaran

Dengan perbedaan yang sudah dijelaskan di atas, strategi pemasaran yang digunakan para seorang pelaku usaha dropship dan reseller tentunya juga berbeda.

Reseller biasanya menjual barangnya langsung kepada konsumen, bisa secara online atau offline.

Sedangkan para pelaku usaha dropshipper menggunakan strategi promosi yang tidak langsung menawarkan barang kepada konsumen, bisa dengan promosi media sosial atau yang lainnya.

Bagaimana Cara Menjadi Reseller Online dan Offline?

Reseller

Jadi Reseller Handal Hanya Perlu Berlajar (Sumber: Freepik.com)

Ada beberapa tips yang perlu dilakukan untuk Anda yang ingin memulai bisnis reseller baik secara offline maupun online. Berikut cara jadi reseller untuk pemula yang bisa Anda ikuti:

1. Tentukan Produk yang Akan Dijual

Hal pertama yang harus Anda tentukan sebelum memutuskan untuk membuka usaha reseller adalah menentukan produk mana yang akan dijual nantinya.

Pilih produk yang bisa dijual kembali dan menguntungkan bagi Anda. Lakukan riset secara matang sebelum menentukan produk apa yang akan Anda gunakan. Jangan asal memilih produk sebelum Anda tahu bagaimana minat pasar terhadap produk tersebut.

Pastikan juga produk mudah untuk dikemas dan dikirim untuk jarak jauh, untuk menyiapkan calon konsumen Anda yang berada di luar kota atau yang tidak bisa mengambil langsung barang yang Anda jual.

Untuk produk yang paling aman untuk bisnis reseller adalah bisnis retail. Seperti pakaian, kerudung dan sejenisnya. Selain memiliki banyak peminat barang retail juga mudah dikemas dan dikirim.

2. Melakukan Riset Kompetitor

Selanjutnya setelah menentukan produk yang dijual, Anda perlu melakukan riset kompetitor, pahami pola mereka memasarkan produk, dan berinteraksi dengan audiens. Dari sini Anda setidaknya bisa meniru bahkan mengetahui kelebihan dan kekurangan kompetitor dan Anda bisa melakukan perbaikan.

3. Riset Supplier Terpercaya

Setelah melakukan riset kompetitor, berikutnya Anda melakukan riset supplier. Dimulai dari mencatat supplier yang potensial kemudian membandingkan mana yang paling cocok dengan kriteria Anda.

Seperti kualitas produk, cara berkomunikasi, harga, proses pengiriman, jumlah minimal pembelian dan lain sebagainya.

Dengan melakukan riset ini juga, Anda bisa menghindari oknum supplier penipu yang akan merugikan bisnis anda kedepannya.

3. Tentukan Terlebih Dahulu Media Pemasaran

Berikutnya, tentukan media apa yang akan Anda gunakan untuk memasarkan produk nantinya. Bisa dengan cara jadi reseller di Shopee, Tokopedia atau e-commerce lainnya, atau mungkin lewat website, media sosial, WA dan sejenisnya.

Pemilihan media pemasaran ini juga akan mempengaruhi bagaimana konsumen akan membayar proses transaksi kedepannya.

Selain itu, Anda juga bisa menggunakan beberapa media sekaligus dengan melakukan optimasi sebaik mungkin. Jangan lupa juga pelajari kinerja media yang akan Anda gunakan untuk hasil yang maksimal.

4. Mulai Bangun Sosial Media

Jangan lewatkan media sosial untuk memasarkan produk yang akan Anda jual, mengingat dari sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Hootsuite pada tahun 2022, Indonesia memiliki 191,4 juta pengguna aktif media sosial yang sangat bisa dimanfaatkan untuk pasar bisnis.

Anda bisa mulai membangun sosial media dengan mengunggah beberapa konten foto atau video pendek yang disisipi dengan promosi barang yang akan Anda jual. Berikan konten yang menarik agar traffic media sosial Anda semakin meningkat.

5. Tentukan harga yang Bersaing

Reseller bisa menentukan harga sesuai keinginan mereka, namun juga perlu memperhatikan harga barang yang mereka pasang, apakah bersaing atau tidak.

Karena harga akan menjadi salah satu pertimbangan penting bagi konsumen sebelum membeli barang. Jangan sampai terlalu murah karena bisa membuat citra produk Anda tidak berkualitas dan jangan juga terlalu mahal.

Sebaiknya Anda melakukan riset secara matang dari para kompetitor sebelum Anda memasang harga pada produk yang akan Anda jual.

6. Gunakan Foto yang Menarik dan Berkualitas

Untuk semakin menarik perhatian para calon konsumen, Anda perlu memasang foto produk yang menarik dan berkualitas. Foto produk ini akan menjadi penilaian pertama para calon konsumen kepada produk yang Anda jual.

7. Jangan Cepat Merasa Puas

Jika bisnis reseller Anda sudah berjalan, jangan cepat merasa puas. Terus belajar dan berinovasi agar bisnis yang Anda bangun terus berkembang dan tidak ketinggalan zaman.

Kelebihan dan Kekurangan Menjadi Reseller

Memulai sebuah usaha perlu memahami secara detail apa yang akan dikerjakan, termasuk usaha reseller. Berikut kelebihan dan kekurangan menjadi reseller yang bisa menjadi pertimbangan Anda:

Kelebihan Usaha Reseller

  • Bisa memulai usaha kapan saja
  • Dapat menyetok barang
  • Memilih kualitas produk secara langsung
  • Keuntungan maksimal dan tidak terikat oleh pihak ketiga

Baca juga: 8 Bisnis Modal Kecil yang Hasilkan Keuntungan Besar

Kekurangan Usaha Reseller

  • Mengeluarkan modal usaha sendiri
  • Barang yang sudah dibeli tidak lagi menjadi tanggung jawab supplier
  • Memiliki resiko lebih besar

Kesimpulan

Reseller adalah sebuah bisnis yang dilakukan dengan cara menjual kembali produk dari supplier dengan cara menyetok barang terlebih dahulu.

Pelaku usaha reseller secara penuh mengelola usahanya sendiri, mulai dari mengecek kualitas barang, stok, pemasaran hingga harga jual yang akan ditetapkan.

Untuk Anda yang merasa kesulitan mengelola bisnis, atau merasa kebingungan mulai dari mana. Anda bisa menggunakan software akuntansi Beecloud yang akan sangat memudahkan anda mengelola laporan keuangan hingga stok barang.

Cukup dengan melakukan import data dari marketplace tanpa ribet dengan plugin e-commerce. klik sekali masalah akan selesai dengan mudah. Informasi selengkapnya bisa Anda klik pada banner di bawah ini.

Beecloud Ecommerce Untuk Toko Online Web 768x402

Stock Keeping Unit (SKU) Adalah, Fungsi dan Penerapannya
SKU adalah singkatan dari Stock Keeping Unit yang merupakan sebuah istilah untuk menyebut kode penamaan produk yang disimbolkan dengan paduan […]
Baca Juga
4 Strategi Pemasaran Yang Jitu di Era Digital
Strategi Pemasaran yang jitu di era digital seperti saat ini sangat dibutuhkan oleh para pebisnis. Hanya dengan startegi pemasaran yang […]
Baca Juga
Aplikasi POS Alfamart, Fitur dan Bagaimana Cara Kerjanya?
Aplikasi POS Alfamart digunakan untuk memudahkan mereka menerima pembayaran dan melacak penjualan. Masing-masing POS memiliki pengaturan yang berbeda salah satunya […]
Baca Juga

148rb+ Pengusaha Sudah Pakai Bee

"Operasional makin lancar, bisnis terkontrol dan mudah discale-up"
Hubungi Tim Bee sekarang untuk konsultasi GRATIS
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Kontak
No. GSM klik bawah ini
Logo GSM Telp
Alamat Kantor
Surabaya: Jl. Klampis Jaya 29J, SurabayaBandung: Aer Space - Jl. Karang Tinggal No. 41B, Bandung
Jakarta: Jl. Mampang Prapatan VIII No. 3B, Jakarta Selatan (Sementara Tutup)
Copyright © 2023 Bee.id
magnifiercrossmenu