🔧Diskon se-Juta khusus Bisnis Bengkel, Berakhir Hari Ini
00
Hari
:
00
Jam
:
00
Menit
:
00
Detik
Logo Bee Web

Kenali Strategi B2C, Model Penjualan Langsung Tanpa Perantara

Apa itu B2C dan apa saja contoh B2C yang sering ditemui di masyarakat agar mudah dipahami? Yuk, simak selengkapnya di artikel ini.
Penulis: Rizal Arisona
Kategori:
Dipublish Tgl: Wednesday, 29 March 2023

B2C adalah singkatan dari Business to consumer atau jika diartikan dalam bahasa Indonesia memiliki arti bisnis ke konsumen. Dimana sistem bisnis yang dijalankan mengarahkan penjualannya langsung ke konsumen. Contoh B2C paling sering Anda temui adalah marketplace Tokopedia menyediakan berbagai kebutuhan seperti elektronik, pakaian, peralatan rumah tangga dan lainnya.

Selain B2C ada juga B2B yang tak kalah populer juga. Jika B2C menargetkan konsumen maka B2B menargetkan sesama pebisnis sebagai ‘partner’ bisnis mereka.

Dalam artikel kali ini akan membahas lebih dalam mengenai apa itu business to costumer, apa saja jenisnya dan bagaimana karakteristik dan contohnya lengkap di bawah ini.

Apa itu B2C (Business to Consumer)?

Business to Consumer atau yang lebih dikenal dengan B2C adalah strategi pemasaran sebuah bisnis yang menjual serta menargetkan konsumen secara langsung sebagai pembeli mereka. Baik secara individu atau kelompok.

Artinya tidak ada perantara antara pebisnis dan konsumen dalam melakukan transaksi. Dan biasanya perusahaan yang menerapkan sistem ini adalah perusahaan yang memang memproduksi atau menjual keperluan pribadi konsumen secara langsung.

Contoh penerapan strategi bisnis ini adalah pasar tradisional, toko ritel sampai restoran. Dimana proses penjualan produk sama sekali tidak membutuhkan perantara untuk bisa sampai di tangan konsumen.

Selain itu, sistem penjualan business to costumer ini juga bisa Anda temukan pada bisnis jualan online, yang marak dilakukan pengusaha baik yang baru merintis bisnis atau memperluas jangkauan penjualan bisnis yang sudah dijalankan sebelumnya.

Jenis-Jenis B2C

Dalam hal ini B2C dikelompokkan menjadi beberapa jenis, berikut diantaranya:

1. B2C Penjual Langsung

Jenis pertama adalah B2C berbasis penjual langsung. Jenis ini paling umum dan paling sering digunakan, baik oleh perusahaan besar atau bisnis kelas menengah, yang disebut juga dengan direct seller.

Konsumen bisa membeli produk secara langsung dari pebisnis, baik yang ditawarkan melalui toko fisik (offline) atau menggunakan platform jualan online seperti yang sangat diminati saat ini. Dan sistem ini biasanya diterapkan oleh pebisnis yang memproduksi produknya sendiri tidak melalui pebisnis lain.

Adapun sistem penjualan ini dilakukan adalah untuk bisa mendapatkan keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan dijual ke distributor atau pihak ketiga lainnya.

Sebab, dengan menjual produk secara langsung pebisnis sekaligus produsen bisa mematok harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan dijual kepada pihak

2. B2C Perantara Online

Seorang Konsumen (customer) Sedang Berbelanja Online B2c

Konsumen sedang Berbelanja Online (Credit: Freepik.com)

Selanjutnya adalah berbasis online, seperti yang sudah disinggung sebelumnya. Jika untuk menerapkan B2C pebisnis bisa menggunakan beberapa cara penjualan termasuk secara online dengan memanfaatkan platform-platform online yang disediakan untuk tempat jual beli produk.

Seperti marketplace, e-commerce, website sampai sosial media. Dengan adanya platform ini pebisnis hanya perlu memasang foto katalog semenarik mungkin agar konsumen tergiur dengan produk yang ditawarkan.

3. Berbasis Komunitas

Jenis ketiga adalah B2C berbasis komunitas, sekumpulan calon konsumen yang memang memiliki minat yang sama dan sama-sama membutuhkan produk atau jasa yang Anda tawarkan. Sehingga, perusahaan bisa mencoba untuk menjajakan barangnya pada komunitas tersebut. Contoh saja komunitas motor besar, mereka membutuhkan produk helm dan sejenisnya.

4. Berbasis Iklan/ Pemasaran

Selanjutnya adalah Business to Costumer berbasis iklan yang biasanya untuk produk yang dijual di e-commerce atau di website. Dalam hal ini pihak perusahaan membuat sebuah konten yang menarik untuk menarik minat calon konsumen dan meningkatkan traffic website mereka.

Dengan meningkatnya traffic website ini maka semakin besar peluang produk perusahaan dikenal masyarakat luas, dengan demikian semakin besar pula peluang banyak konsumen yang berdatangan membeli produk yang sedang dijual.

5. Berbasis Biaya

Terakhir adalah berbasis biaya, maksudnya perusahaan mengandalkan subscription tahunan atau langganan yang membutuhkan biaya tambahan dalam pelaksanaanya. Berbeda dengan basis iklan yang bisa diakses siapa saya, langganan ini hanya diberikan untuk customer yang membayar saja.

Karakteristik B2C

Ada beberapa karakteristik khusus B2C yang dimiliki dan membedakannya dengan strategi bisnis yang lain, berikut diantaranya;

1. Memiliki Sifat Terbuka

Karakteristik atau ciri khas pertama dari B2C adalah sifatnya yang terbuka, dimana B2C bisa diakses siapa saja tanpa ada batas tertentu yang ditetapkan. Salah satunya tentang informasi produk yang perusahaan buat akan menyebar untuk masyarakat umum tanpa memandang siapa mereka terlebih dahulu.

2. On Demand

Selanjutnya adalah On Demand, artinya B2C produk yang disediakan perusahaan dibuat berdasarkan kebutuhan konsumen. Atau dengan kata lain, perusahaan menyediakan produk barang atau jasa berdasarkan permintaan.

3. Transaksi Sederhana

Selanjutnya adalah transaksi yang sederhana. Prosedur transaksi yang berlaku pada bisnis B2C tidak memerlukan relasi khusus antara perusahaan dan konsumen agar bisa melakukan transaksi pembelian.

4. Persaingan Tinggi

Terakhir adalah persaingan yang tinggi, hal ini disebabkan karena tingginya permintaan produk barang atau jasa dari perseorangan, sehingga tak jarang banyak perusahaan yang memproduksi produk serupa.

Contoh B2C atau Business to Consumer

Contoh Business To Consumer Adalah Toko Butik Atau Baju

Contoh B2C adalah Toko Butik (Credit: Freepik.com)

B2C atau Business-to-Consumer adalah jenis model bisnis di mana perusahaan atau bisnis menjual produk atau layanan langsung ke konsucmen akhir (individu atau kelompok). Beberapa contoh B2C antara lain:

  • Contoh B2C pertama yaitu Toko Online seperti Amazon, eBay, dan Zalora yang menjual berbagai macam produk secara online kepada konsumen akhir.
  • Contoh B2C kedua adalah Restoran fast food seperti McDonald's, KFC, dan Burger King yang menjual makanan dan minuman langsung kepada konsumen akhir.
  • Contoh B2C ketiga adalah Produsen elektronik seperti Samsung, Sony, dan Apple yang menjual produk elektronik langsung kepada konsumen akhir melalui toko fisik dan online.
  • Contoh B2C keempat yang perlu Anda tahu adalah Perusahaan jasa seperti salon dan spa, tempat fitnes dan gym, dan biro perjalanan yang menyediakan layanan langsung kepada konsumen akhir.
  • Contoh B2C terakhir yaitu Produsen dan penjual pakaian seperti H&M, Zara, dan Nike yang menjual produk fashion dan olahraga langsung kepada konsumen akhir melalui toko fisik dan online.

Tips Optimasi Bisnis B2C Bisa Meningkatkan Penjualan

Nah, setelah mengenal tentang apa itu B2C maka selanjutnya adalah tips bagaimana melakukan optimasi bisnis agar bisa meningkatkan penjualan di tengah ketatnya persaingan dengan menggunakan digital marketing. Simak penjelasan lengkapnya berikut ini:

1. Optimasi Website E-Commerce

Seperti yang sudah diketahui sebelumnya, bisnis B2C identik dengan bisnis online yang maka pada proses penjualannya tidak memerlukan perantara untuk bisa sampai ke konsumen.

Oleh sebab itu, tips pertama yang harus dilakukan oleh pebisnis agar tak kalah saing adalah melakukan optimasi website atau E-commerce.

Optimasi ini meliputi, bagaimana daya responsive website, navigasi, sampai kecepatan akses website agar konsumen mudah melakukan transaksi dan tidak kabur di tengah jalan karena mereka merasa kesusahan dalam proses transaksi itu sendiri.

Baca Juga: E-commerce adalah: Kelebihan dan Kekurangan Berjualan di E-commerce

2. Gunakan Content Marketing

Selanjutnya adalah, Anda bisa menggunakan content marketing untuk membangun brand awareness bisnis Anda, sehingga dapat meningkatkan minat konsumen untuk membeli produk yang ditawarkan.

Selain itu, dengan adanya content marketing ini secara tidak langsung Anda membuktikan jika bisnis Anda benar-benar paham mengenai ruang lingkup produk yang dijual, sehingga kredibilitas dari bisnis juga akan semakin meningkat.

Contohnya saja bisnis jasa pengiriman luar negeri, Anda bisa membuat konten terkait bea cukai dan sejenisnya. Adapun media platform yang bisa digunakan untuk mengunggah content ini juga cukup beragam, bisa menggunakan website, YouTube, Instagram dan sejenisnya.

3. Tingkatkan Customer Experience

Selanjutnya adalah meningkatkan customer eksperimen, berikan pengalaman belanja yang terbaik pada masing-masing konsumen yang melakukan transaksi, seperti pelayanan yang cepat, ramah dan  sejenisnya.

Kenapa? Sebab, dengan pelayanan yang baik ini konsumen tidak akan segan lagi untuk melakukan repeat order atau bahkan merekomendasikan produk kepada orang lain. Sehingga, bisnis yang sedang Anda jalankan bisa terus meningkat penjualannya.

4. Berikan Diskon atau Giveaway

Selanjutnya yang tidak kalah penting dalam menjalankan bisnis B2C adalah jangan ragu memberikan potongan harga atau giveaway kepada konsumen atau calon konsumen.

Memberikan diskon atau giveaway ini adalah cara promosi yang ampuh tanpa harus mengadakan event-event besar agar produk semakin dikenal banyak orang. Selain itu, dengan adanya hadiah dan potongan harga ini bisa dijadikan konsumen sebagai alasan untuk membeli produk yang ditawarkan.

Nah, sekian informasi yang bisa disampaikan mengenai apa itu B2C atau Business to Consumer lengkap dengan tipsnya. Yuk, scale up bisnis Anda jangan sampai ketinggalan dengan kompetitor. Semoga bermanfaat.

Kesimpulan

B2C adalah model bisnis di mana perusahaan atau bisnis menjual produk atau layanan langsung kepada konsumen akhir. Dalam model bisnis ini, perusahaan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen dengan menyediakan produk dan layanan yang berkualitas serta memberikan pengalaman belanja yang memuaskan.

Oleh karena itu, sangat penting bagi perusahaan untuk mengoptimalkan proses bisnis mereka agar dapat meningkatkan penjualan dan memenuhi kebutuhan pelanggan. Salah satu alat yang penting bagi perusahaan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas bisnis mereka adalah dengan menggunakan software akuntansi seperti Beecloud.

Untung Pakai Beecloud Ambil Keputusan Cepat Laporan Keuangan Realtime

Dengan menggunakan software akuntansi yang terintegrasi, perusahaan dapat memantau keuangan mereka secara real-time dan mengambil keputusan bisnis yang lebih baik. Dengan demikian, perusahaan dapat meningkatkan penjualan dan pertumbuhan bisnis mereka dengan lebih efektif. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk memilih software akuntansi yang tepat seperti Beecloud untuk membantu mereka mencapai tujuan bisnis mereka.

Artikel Terkait

Maintenance Artinya: Jenis, Proses, serta Manfaat
Istilah teknis yang selalu dijumpai saat ada perbaikan sistem adalah maintenance dan melakukan maintenance artinya memastikan setiap aspek berjalan dengan
Baca Juga
Faktor yang Mempengaruhi Elastisitas Permintaan
Elastisitas permintaan ini biasanya akan muncul akibat adanya harga suatu barang yang berpengaruh terhadap permintaan para konsumen. Apabila harga turun
Baca Juga
Ini Dia Macam-Macam Bukti Transaksi yang Harus Diketahui!
Beberapa orang mengaku bahwa mereka suka menyimpan macam-macam bukti transaksi, tujuannya agar jika ingin mengembalikan atau menukar barang yang sudah
Baca Juga
Pentingnya Standar Operasional Prosedur Perusahaan
Standar Operasional Prosedur Perusahaan yang baik dan benar akan menentukan bagaimana masa depan suatu perusahaan. SOP menjadi sebuah tolak ukur
Baca Juga
Cara Membuat SIUP Online 2022
SIUP merupakan  sebuah perpanjangan dari Surat Izin Usaha Perdagangan. Buat yang hendak membangun bisnis terutama di bidang perdagangan, maka harus
Baca Juga
Hukum Permintaan dan Penawaran, Bagaimana Bunyinya?
Bagi yang pernah mempelajari ilmu ekonomi, tentunya tidak asing lagi dengan hukum permintaan dan penawaran. Pasalnya, kedua hukum ini akan
Baca Juga

Artikel Populer

Wednesday, 15 March 2023
Model AIDA: Pengertian, Kelebihan dan Contohnya
Baca Juga
Wednesday, 28 June 2023
7 Contoh Positioning Produk Brand Ternama dan Strateginya
Baca Juga
Wednesday, 7 February 2024
4 Tahapan Proses Manajemen Strategi, Fungsi dan Komponennya
Baca Juga
Wednesday, 7 June 2023
Feedback Artinya: Jenis, Fungsi, beserta Cara Mendapatkannya
Baca Juga
Monday, 25 December 2023
Analisis Pasar: Tujuan, Metode, Faktor, Caranya dan Contoh
Baca Juga
Sunday, 4 December 2022
Berbagai Contoh Proposal Bisnis Lengkap dengan Rinciannya
Baca Juga
Customer Service Bee

148rb+ Pengusaha Sudah Pakai Bee

"Operasional makin lancar, bisnis terkontrol dan mudah discale-up"
Hubungi Tim Bee sekarang untuk konsultasi GRATIS
Logo Bee Web
Software Akuntansi & Kasir No. 2 di Indonesia. Memudahkan Pemilik Bisnis dan Akuntan untuk mengerjakan dan menganalisa keuangan lebih cepat, mudah, dan akurat. Gratis Trial atau Demo Gratis dengan Tim Bee.
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Chat via WA
Alamat Kantor
Surabaya: Jl. Klampis Jaya 29J, SurabayaBandung: Aer Space - Jl. Karang Tinggal No.41B, Cipedes, Bandung
Jakarta: Jl. Mampang Prapatan VIII No. 3B, Jakarta Selatan (Sementara Tutup)
Copyright © 2024 Bee.id
magnifiercrossmenu