Logo Bee Web

Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Dagang, Lengkap!

Pahami laporan keuangan perusahaan dagang dari pengertian, jenis, akun dan contoh laporan keuangan perusahaan dagang lengkap disini
Penulis: Rizal Arisona
Dipublish Tgl: Tuesday, 26 November 2019

Contoh laporan keuangan perusahaan dagang adalah sumber informasi utama yang paling penting bagi setiap pemilik usaha maupun investor individu. Untuk perusahaan yang sudah go publik, hukumnya wajib untuk dipublikasikan.

Bagi usaha dagang yang masih skala kecil, sudah seharusnya belajar dari perusahaan besar tersebut. Pemilik usaha dan konsultan bisnis biasa menggunakan laporan ini untuk membuat diagnosis kesehatan keuangan perusahaan.

Apa itu Perusahaan Dagang?

Apa Itu Perdagangan Bebas

Mengenal lebih dalam apa itu perusahaan dagang (Credit: Freepik.com)

Perusahaan dagang, juga dikenal sebagai perusahaan perdagangan, adalah jenis entitas bisnis yang berfokus pada kegiatan jual beli barang atau jasa.

Tujuan utama dari perusahaan dagang adalah memperoleh laba dengan membeli barang dari pemasok atau produsen dengan harga tertentu, kemudian menjualnya kembali kepada konsumen atau pelanggan dengan harga yang lebih tinggi.

Ciri khas dari perusahaan dagang adalah mereka tidak memproduksi barang atau jasa sendiri, melainkan berfungsi sebagai perantara antara produsen atau pemasok dengan konsumen atau pelanggan.

Beberapa contoh perusahaan dagang termasuk toko-toko ritel, distributor grosir, e-commerce, agen perjalanan, dan banyak lagi. Struktur dan ukuran perusahaan dagang dapat bervariasi mulai dari bisnis kecil hingga perusahaan besar dengan operasi global.

Akun-Akun dalam Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

Sebelum membahas mengenai contoh laporan perusahaan dagang, penting untuk memahami ada akun apa saja yang ada dalam laporan keuangan usaha dagang ini. Berikut diantaranya:

1. Akun Pembelian

Seperti namanya, akun pembelian adalah akun yang digunakan untuk mencatat ssetap transaksi pembelian barang yang dilakukan perusahaan baik secara tunai maupun kredit.

2. Akun Potongan Pembelian

Jika ada akun pembelian, maka ada akun potongan pembelian, yakni akun yang digunakan untuk mencatat setiap potongan di awal transaksi sesuai dengan ketentuan penjual.

3. Akun Retur Pembelian

Selanjutnya ada akun retur pembelian, digunakan untuk mencatat setiap pembelian yang harus dikembalikan, baik karena rusak atau tidak sesuai dengan kesepakatan awal.

4. Akun Beban Angkut Pembelian

Pada akun beban angkut pembelian digunakan untuk mencatat berapa nominal beban biaya angkut yang ditanggung oleh pembeli.

5. Akun Penjualan

Akun berikutnya ada akun penjualan, dimana akun ini digunakan untuk mencatat setiap transaksi penjualan yang terjadi di perusahaan, baik dilakukan secara kredit maupun tunai.

6. Akun Potongan Penjualan

Sama seperti akun potongan pembelian, bedanya terletak pada jenis transaksinya. Dimana, akun potongan penjualan digunakan untuk mencatat setiap potongan harga yang terjadi pada transaksi tersebut.

7. Akun Beban Angkut Penjualan

Selanjutnya ada akun beban akut penjualan, berfungsi untuk mencatat berapa biaya atau beban akut yang ditanggung oleh penjual.

8. Akun Persediaan Barang Dagang

Terakhir ada akun persediaan barang, digunakan untuk mencatat berapa nilai dari setiap persediaan barang di perusahaan tersebut dalam satu periode akuntansi.

Baca Juga: Pentingnya Menggunakan Software Perusahaan Dagang

Jenis Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

Contoh Laporan Keuangan Usaha Dagang

Contoh Laporan Keuangan Usaha Dagang (Credit: Freepik.com)

Mengutip dari gramedia.com laporan keuangan perusahaan dagang terdiri dari 6 jenis, berikut diantaranya:

1. Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi juga dikenal sebagai laporan profit and loss, salah satu laporan keuangan utama yang memberikan gambaran tentang performa keuangan suatu perusahaan selama periode waktu tertentu, biasanya dalam satu tahun fiskal.

Laporan laba rugi mencatat pendapatan perusahaan, biaya, dan keuntungan atau kerugian bersih yang dihasilkan selama periode tersebut.

Rumus laporan laba rugi adalah:

Laba Bersih atau Rugi Bersih = Pendapatan Total - Biaya Total

Berikut adalah beberapa hal terpenting yang harus dipahami dalam membuat laporan laba rugi.

  • Total Pendapatan: Jika Anda membandingkan total pendapatan dari satu tahun (atau triwulan) ke yang berikutnya, Anda harus dapat melihat polanya. Apakah pendapatan meningkat? Apakah mereka menyusut? Sebuah perusahaan perlu menjual produknya agar tetap dalam kondisi tumbuh.
  • Laba kotor: Laba kotor adalah perbedaan antara harga jual dan biaya produksi sebuah produk. Jika ini negatif, perusahaan dalam masalah besar.
  • Pengeluaran Operasi: Pengeluaran operasi adalah biaya yang harus dibayar perusahaan dalam kegiatan bisnis normal. Perusahaan perlu membayar karyawan, meneliti & mengembangkan produk baru, membayar sewa, dan sebagainya.
  • Laba Operasional: Laba Operasional = Pendapatan Operasional - Biaya Operasional. Laba operasi diperoleh dari operasi bisnis inti sehari-hari perusahaan. Laba operasional juga disebut "Penghasilan Sebelum Bunga dan Pajak (EBIT)."
  • Penghasilan Bersih: Penghasilan bersih selalu ditemukan di bagian bawah laporan laba rugi, dan itu adalah jumlah yang paling banyak ditonton dari setiap di bidang keuangan. Mari kita lihat kembali persamaan yang kami perkenalkan sebelumnya: Penghasilan - Biaya = Penghasilan Bersih. Secara teori, pendapatan bersih adalah jumlah penjualan yang tersisa untuk dibagikan kepada pemegang saham.

Setelah mengurangkan pendapatan dan biaya, hasil akhirnya adalah "Laba Bersih" jika jumlahnya positif, yang menunjukkan bahwa perusahaan mencatat keuntungan selama periode tersebut.

Jika hasilnya negatif, maka disebut "Rugi Bersih," yang menunjukkan bahwa perusahaan mengalami kerugian selama periode waktu yang sama.

Laporan laba rugi adalah alat penting bagi para pemangku kepentingan, seperti pemilik perusahaan, investor, kreditor, dan analis keuangan, untuk menilai kinerja keuangan perusahaan dan membuat keputusan bisnis yang tepat.

2. Laporan Arus Kas

Laporan arus kas adalah laporan penerimaan kas dan pembayaran tunai perusahaan selama periode waktu tertentu. Laporan ini mencatat transaksi yang tidak secara langsung mempengaruhi penerimaan dan pembayaran tunai. Misalnya, laporan laba rugi mencakup biaya non tunai yang disebut depresiasi (penyusutan).

Laporan arus kas membagi sumber dan penggunaan uang tunai ke dalam tiga bidang ini: pembiayaan, operasi dan investasi. Sekarang mari kita melihat lebih dekat 3 kategori utama tersebut:

  • Arus Kas dari Operasi (CFO): CFO adalah uang tunai yang dihasilkan oleh kegiatan bisnis inti perusahaan. Anda ingin perusahaan menghasilkan uang dari bisnis yang beroperasi. Kedengarannya sederhana, tetapi ada banyak perusahaan yang tidak menghasilkan uang tunai dari operasi dan akhirnya gagal.
  • Arus Kas dari Berinvestasi (CFI): Ingat jalur Pabrik Properti & Peralatan dari neraca? Ketika sebuah perusahaan berinvestasi dalam aset jangka panjang ini (atau menjualnya), uang tunai yang mereka habiskan untuk membeli aset atau uang tunai yang mereka hasilkan dari penjualan aset dicatat di sini. Jika perusahaan tumbuh, CFI hampir selalu negatif. Itu hal yang baik, karena itu berarti perusahaan berinvestasi dalam aset yang akan menciptakan keuntungan bagi pemegang saham.
  • Arus Kas dari Pendanaan (CFF): CFF adalah uang tunai yang disediakan oleh atau dibayarkan kepada investor luar. Jika sebuah perusahaan meminjam 1 milyar misalnya, itu adalah 1 milyar yang mengalir ke perusahaan, dan CFF positif. Ketika perusahaan membayar 1 milyar, itu adalah arus kas keluar 1 milyar, dan CFF negatif.

3. Laporan Persediaan

Aplikasi Persediaan

Ilustrasi proses pengelolaan persediaan (Credit: Freepik.com)

Berikutnya ada laporan persediaan barang adalah laporan keuangan yang mencatat nilai dan jumlah barang yang dimiliki oleh perusahaan dalam suatu periode tertentu.

Laporan ini memberikan informasi penting tentang jumlah barang yang tersedia untuk dijual, biaya perolehannya, dan nilai persediaan yang belum terjual. Komponen utama dari laporan persediaan barang adalah sebagai berikut:

  • Persediaan awal, jumlah total barang yang dimiliki perusahaan pada awal periode. Ini mencakup nilai dan jumlah barang yang tersedia dari periode sebelumnya.
  • Pembelian, nilai total barang baru yang dibeli perusahaan selama periode berjalan. Ini mencakup pembelian barang dari pemasok atau produsen.
  • Biaya Barang Terjual (Cost of Goods Sold - COGS), biaya yang terkait langsung dengan produksi atau pembelian barang yang telah dijual selama periode tersebut. COGS digunakan untuk menghitung nilai persediaan akhir.
  • Persediaan Akhir, jumlah total barang yang masih dimiliki perusahaan pada akhir periode. Ini mencakup nilai dan jumlah barang yang belum terjual.

Rumus dasar laporan persediaan barang adalah:

Persediaan Akhir = Persediaan Awal + Pembelian - COGS

Perusahaan dapat menggunakan sistem manajemen persediaan yang canggih dan akurat untuk melacak persediaan mereka dengan lebih baik, mengoptimalkan tingkat persediaan yang tepat, menghindari kekurangan stok atau kelebihan stok, dan meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan.

4. Laporan Neraca

Laporan neraca adalah laporan yang menggambarkan posisi keuangan perusahaan, juga sumber keuangan perusahaan (aset mereka) dan kewajiban (kewajiban mereka) pada saat tertentu.

Neraca dipecah menjadi dua sisi. Aset ada di sisi kiri (atau atas) dan liabilitas dan ekuitas pemegang saham ada di sisi kanan (atau bagian bawah). Neraca harus dalam kondisi seimbang dimana nilai aset harus sama dengan nilai gabungan kewajiban dan ekuitas pemegang saham.

Rumus neraca adalah Aset = Kewajiban + Ekuitas Pemegang Saham.

Dengan kata lain, perusahaan mengumpulkan uang melalui hutang (kewajiban) dan / atau kontribusi dari pemilik (ekuitas) dan menggunakannya untuk membeli aset. Aset perusahaan kemudian membuat produk atau layanan yang dijual perusahaan kepada pelanggan.

Berikut adalah beberapa hal terpenting yang harus pahami dalam membuat laporan neraca:

  • Aktiva Lancar: Aktiva lancar dapat dengan mudah diubah menjadi uang tunai, karena memiliki jangka waktu 12 bulan atau kurang. Aset jangka pendek ini mencakup piutang, inventaris, kas, dan setara kas. Setara kas adalah aset yang sangat aman yang dapat dengan mudah diubah menjadi uang tunai.
  • Pabrik & Peralatan Properti (PP&E): PP&E sering kali merupakan item baris terbesar di neraca perusahaan. Hal itu masuk akal, mengingat banyak perusahaan melakukan investasi besar dalam hal-hal seperti pabrik, peralatan komputer, dan mesin.
  • Aset Tak Berwujud: Aset tidak berwujud adalah sesuatu tanpa substansi fisik. Contohnya termasuk merek dagang, hak cipta, dan paten.
  • Liabilitas lancar: Ini adalah utang yang harus dibayar dalam 12 bulan. Termasuk di dalamnya pinjaman jangka pendek, seperti hutang, dan dan hutang jangka panjang.
  • Hutang Jangka Panjang: Hutang jangka panjang jatuh tempo dalam satu tahun atau lebih. Perusahaan mencatat nilai pasar hutang jangka panjangnya di neraca, yang merupakan jumlah yang diperlukan untuk melunasi hutang.
  • Ekuitas pemegang saham: ekuitas pemegang saham mewakili bagian dari perusahaan yang dimiliki oleh pemiliknya. Ekuitas dapat ditingkatkan dengan menginvestasikan kembali keuntungan atau dengan membayar utang.

5. Laporan Utang Perusahaan

Laporan Utang Perusahaan adalah laporan keuangan yang mencatat jumlah total utang yang dimiliki oleh perusahaan kepada pihak luar dalam suatu periode tertentu. Laporan ini memberikan informasi tentang jumlah hutang, batas waktu pembayaran, dan kondisi keuangan perusahaan terkait kewajiban yang harus diselesaikan.

Rumus dasar Laporan Utang Perusahaan adalah:

Total Utang Perusahaan = Utang Dagang + Utang Wesel + Utang Lancar Lainnya + Utang Jangka Panjang

Laporan Utang Perusahaan memberikan gambaran tentang tingkat kewajiban dan likuiditas perusahaan. Manajemen perusahaan dan para pemangku kepentingan, seperti investor dan kreditur, menggunakan laporan ini untuk memahami kondisi keuangan perusahaan terkait utang yang harus dibayarkan dalam waktu dekat dan jangka panjang.

Komponen utama dari Laporan Utang Perusahaan adalah sebagai berikut:

  • Utang Dagang, jumlah hutang yang timbul dari pembelian barang atau jasa dari pemasok atau kreditur dalam proses operasional bisnis. Utang dagang ini biasanya memiliki jangka waktu pembayaran yang ditetapkan, seperti 30, 60, atau 90 hari.
  • Utang Wesel, jumlah hutang yang timbul dari penerbitan wesel atau cek yang belum diselesaikan hingga jatuh tempo.
  • Utang Lancar Lainnya, utang-utang lain yang jatuh tempo dalam periode yang singkat, seperti utang pajak, utang gaji, atau utang bunga.
  • Utang Jangka Panjang, jumlah total utang yang jatuh tempo dalam jangka waktu lebih dari satu tahun. Ini mencakup utang jangka panjang kepada kreditur seperti pinjaman bank atau obligasi.

Baca Juga: 7 Tips Kelola Hutang Usaha dengan Mudah

6. Laporan Piutang Usaha

Laporan Piutang Usaha adalah laporan keuangan yang mencatat jumlah total piutang yang dimiliki oleh perusahaan dari pelanggan atau pihak lain dalam suatu periode tertentu.

Laporan ini memberikan informasi tentang piutang yang belum tertagih, batas waktu pembayaran, dan kondisi keuangan perusahaan terkait klaim atas penerimaan pembayaran dari penjualan barang atau jasa.

Rumus dasar Laporan Piutang Usaha adalah:

Total Piutang Usaha = Piutang Dagang + Piutang Wesel + Piutang Lancar Lainnya + Piutang Tak Lancar

Komponen utama dari Laporan Piutang Usaha adalah sebagai berikut:

  • Piutang Dagang, total klaim atas pembayaran yang timbul dari penjualan barang atau jasa kepada pelanggan dalam proses operasional bisnis. Piutang dagang ini biasanya memiliki jangka waktu pembayaran yang ditetapkan, seperti 30, 60, atau 90 hari.
  • Piutang Wesel, total nilai klaim atas pembayaran yang timbul dari penerbitan wesel atau cek yang belum diselesaikan hingga jatuh tempo.
  • Piutang Lancar Lainnya, berkaitan dengan klaim atas pembayaran lainnya yang jatuh tempo dalam periode yang singkat, seperti piutang pajak atau piutang lain kepada pihak lain.
  • Piutang Tak Lancar, jumlah total piutang yang jatuh tempo dalam jangka waktu lebih dari satu tahun. Ini mencakup piutang yang telah berubah menjadi tak lancar karena pelanggan mengalami kesulitan membayar atau karena perusahaan merestrukturisasi kewajiban.

Laporan Piutang Usaha juga membantu perusahaan dalam merencanakan penagihan piutang dengan lebih efektif untuk memastikan aliran kas yang lancar dan mengurangi risiko kehilangan pendapatan.

Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

Berikut beberapa contoh laporan perusahaan dagang berdasarkan jenisnya:

1. Contoh Laporan Laba Rugi

#Contoh Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang Singgle Step

Contoh Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang Single Step

#Contoh Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang Multiple Step

Contoh Laporan Laba Rugi Perusahaan Dagang

2. Contoh Laporan Arus Kas

#Contoh Laporan Arus Kas Metode Langsung

Format Laporan Arus Kas Metode Langsung

Format dan Contoh Laporan Arus Kas Metode Langsung (Sumber:pengadaanbarang.co.id)

#Contoh Laporan Arus Kas Metode Tidak Langsung

Format Laporan perusahaan dagang Arus Kas Metode Tidak Langsung

Format dan Contoh Laporan Arus Kas Metode Tidak Langsung (Sumber: pengadaanbarang.co.id)

3. Contoh Laporan Persediaan

#Contoh Laporan Persediaan Slow Moving

Contoh Laporan Persediaan Laporan Slow Moving Inventory1

Contoh Laporan Persediaan Barang Laporan Perusahaan Dagang Mode Slow Moving Inventory (Kredit: pakar.co.id)

#Contoh Laporan Persediaan Fast Moving

Contoh Laporan Persediaan Barang Laporan Fast Moving Inventory

(Kredit: pakar.co.id)

4. Contoh Laporan Neraca

#Contoh Laporan Neraca Bentuk Staffel

Contoh Laporan perusahaan dagang Neraca Bentuk Staffel

#Contoh Laporan Neraca Bentuk Scontro

Contoh Laporan Neraca Bentuk Skontro Atau Bentuk T (2)

5. Contoh Laporan Utang Perusahaan Dagang

Laporan Hutang Vs Piutang

Laporan Hutang Vs Piutang (Credit: Bee.id)

6. Contoh Laporan Piutang Usaha Dagang

06 Ba Distributor Laporan Aging Piutang

Untuk cara lebih mudah membuat contoh laporan keuangan perusahaan dagang Anda bisa menggunakan software akuntansi online Beecloud, dengan menyediakan laporan akuntansi yang langsung jadi dengan hanya beberapa klik.

Anda dapat dengan mudah menghasilkan laporan keuangan seperti laporan arus kas, laporan laba rugi, dan neraca secara real-time, memudahkan Anda dalam menganalisis kinerja keuangan bisnis Anda. Klik banner dibawah ini untuk nformasi selengkapnya!

Beecloud Terintegrasi Laporan Akuntansi Langsung Jadi

Sekian informasi tentang contoh laporan keuangan perusahaan dagang, semoga bermanfaat dan sampai jumpa diartikel berikutnya

Aplikasi Kasir Rental dan Tips Bisnis Rental
Aplikasi kasir rental sering menjadi kebutuhan orang yang menjalankan bisnis penyewaan atau yang bisa disebut juga sebagai rental. Bisnis rental
Baca Juga
Cara Buat Akuntansi Sederhana untuk UKM!
Permasalahan paling krusial yang kerap kali terjadi pada bisnis UKM (Usaha, Kecil, dan Menengah) adalah keuangan. Sebab, masih banyak pelaku
Baca Juga
8 Macam Diskon, Cara Menghitung Diskon dan Contohnya
Setiap orang tentu sudah pernah mendapatkan diskon pada suatu pembelian, baik di toko offline maupun online. Akan tetapi, tidak banyak
Baca Juga
Cara Menghitung Akumulasi Penyusutan dan Contohnya
Pengusutan aset merupakan hal yang tidak bisa dihindari ketika menjalankan sebuah bisnis. Untuk itu pebisnis perlu mengetahui bagaimana cara menghitung
Baca Juga
5+ Cara Sukses Strategi SEM (Search Engine Marketing)
SEM adalah singkatan dari search engine marketing, strategi pemasaran yang menggunakan iklan berbayar yang digunakan untuk meningkatkan visibilitas merek di
Baca Juga
Struktur Laporan Keuangan Perusahaan Menurut PSAK
Struktur laporan keuangan perusahaan merupakan fondasi yang krusial dalam penyajian informasi keuangan yang akurat, transparan, dan terpercaya, sesuai dengan Prinsip
Baca Juga
Customer Service Bee

148rb+ Pengusaha Sudah Pakai Bee

"Operasional makin lancar, bisnis terkontrol dan mudah discale-up"
Hubungi Tim Bee sekarang untuk konsultasi GRATIS
Logo Bee Web
Software Akuntansi & Kasir No. 2 di Indonesia. Memudahkan Pemilik Bisnis dan Akuntan untuk mengerjakan dan menganalisa keuangan lebih cepat, mudah, dan akurat. Gratis Trial atau Demo Gratis dengan Tim Bee.
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Chat via WA
Alamat Kantor
Surabaya: Jl. Klampis Jaya 29J, SurabayaBandung: Ruang 59 - Jl. Surya Sumantri No.59, Sukawarna, Bandung
Jakarta: Jl. Mampang Prapatan VIII No. 3B, Jakarta Selatan (Sementara Tutup)
Copyright © 2024 Bee.id
magnifiercrossmenu