Logo Bee Web

Contoh Laporan Bisnis Sederhana dan Cara Membuatnya

Butuh contoh laporan bisnis sederhana dan cara membuatnya? Anda bisa cek selengkapnya pada artikel berikut ini
Penulis: Lutfatul Malihah
Kategori:
Dipublish Tgl: Tuesday, 31 October 2023

Laporan bisnis menjadi salah satu bagian yang tidak bisa dipisahkan lagi dalam proses berbisnis, dimana dari laporan ini akan memberikan pandangan yang berharga tentang kesehatan dan arah suatu perusahaan. Dalam artikel ini kita akan membahas secara mendalam mengenai contoh laporan bisnis, pengertian, fungsi, jenis dan cara membuatnya.

Pengertian Laporan Bisnis

Contoh Laporan Pertanggungjawaban Keuangan Sederhana

Dokumen yang menggambarkan dan menjelaskan kegiatan usaha biasa disebut laporan bisnis (Credit: Freepik.com)

Laporan bisnis adalah sebuah dokumen yang menggambarkan dan menjelaskan kegiatan usaha suatu perusahaan dengan tujuan menyediakan informasi tentang kondisi perusahaan yang sebenarnya. Laporan ini disusun secara rutin sesuai dengan kebutuhan masing-masing bisnis, seperti mingguan, bulanan, atau triwulanan.

Adapun tujuan utama dari laporan bisnis ini adalah untuk memberikan informasi mengenai kegiatan perusahaan dan kondisinya kepada para stakeholder. Oleh karena itu, bahasa yang digunakan dalam laporan harus jelas dan mudah dimengerti oleh semua pihak yang berkepentingan.

Dalam buku "Business Communications" karya William C. Himstreet dan Wayne M. Baty, laporan bisnis dijelaskan sebagai metode penyampaian informasi antar bagian organisasional atau lembaga dengan tujuan membantu pengambilan keputusan atau pemecahan masalah.

Pendapat hampir sama juga dijelaskan dalam buku "Effective Business Communications" karya Herta A. Murphy dan Herbert W. Hildebrandt, jika laporan bisnis didefinisikan sebagai laporan netral yang memiliki tujuan yang jelas dan rencana penyajian fakta kepada satu atau lebih pihak untuk tujuan bisnis tertentu.

Fungsi Laporan Bisnis

Ada beberapa fungsi utama dari laporan bisnis, yakni:

  • Sebagai alat untuk memantau dan mengendalikan operasional bisnis
  • Sebagai media pembantu dalam memaksimalkan penerapan kebijakan dan aturan perusahaan
  • Acan pemenuhan peraturan hukum, seperti laporan pajak, AMDAL dan sejenisnya
  • Dokumentasi pencapaian kerja
  • Sebagai analisis informasi dalam pengambilan keputusan bisnis
  • dst

Jenis-Jenis Laporan Bisnis

Laporan bisnis dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan hal-hal berikut:

1. Fungsi

Seperti jenisnya, laporan ini fokus pada fungsi utama dari laporan itu sendiri. Seperti:

  • Laporan informasi, berfungsi untuk memberikan serangkaian informasi mengenai fakta dan rangkuman data, tanpa analisis, kesimpulan dan rekomendasi.
  • Laporan analitikal, berfungsi sebagai dokumen penyajian fakta, analisis dan mentafsir data yang ada kemudian diberikan kesimpulan dan rekomendasi.

2. Jenis

Kedua adalah berdasarkan jenis informasi yang disajikan. Selain itu, laporan jenis ini mencerminkan cara informasi disampaikan kepada pembaca. Seperti:

  • Laporan Memorandum, jenis laporan ini biasanya disampaikan dalam bentuk format internal memo, dengan mencantumkan kepada, dari siapa, subjek dan tanggalnya.
  • Laporan Surat, disampaikan dengan menggunakan format surat pada umumnya, lengkap dengan kepala surat yang berisi alamat, nama perusahaan dst, kemudian salam pembuka, isi, penutup, tanda tangan dan referensi.
  • Laporan Cetakan, berisi judul, baris kosong, dan instruksi, yang semuanya dicetak.
  • Laporan Panjang, laporan formal yang berisi struktur laporan secara lengkap.

3. Frekuensi

Laporan ini dibedakan berdasarkan seberapa sering mereka disusun. Ini termasuk laporan harian, mingguan, bulanan, triwulanan, dan tahunan, tergantung pada kebutuhan dan prioritas bisnis

  • Laporan Memorandum: Menggunakan format memo internal dengan kepada, dari, subjek, dan tanggal.
  • Laporan Surat: Menggunakan format surat resmi dengan alamat, salam pembuka, penutup, tanda tangan, dan referensi.
  • Laporan Bentuk Cetakan: Memiliki judul yang sudah dicetak, baris kosong, dan instruksi yang harus diisi.
  • Laporan Panjang: Juga dikenal sebagai laporan formal, memiliki struktur yang lengkap dengan daftar isi, pendahuluan, metodologi, temuan, analisis, kesimpulan, dan rekomendasi.

4. Subjek

Selanjutnya laporan juga bisa dibagi berdasarkan subjeknya. Misalnya, laporan bisnis dapat berkaitan dengan keuangan, pemasaran, sumber daya manusia, atau operasi. Masing-masing subjek memiliki laporan yang fokus pada area bisnis tertentu. Biasanya disusun dalam bentuk berikut:

  • Laporan Akuntansi: Memberikan informasi tentang aspek keuangan dan akuntansi organisasi atau perusahaan.
  • Laporan Pemasaran: Memberikan informasi tentang strategi pemasaran dan performa produk.
  • Laporan Produksi: Memberikan informasi mengenai proses produksi dan hasil barang yang dihasilkan.

5. Proyek

Selanjutnya laporan bisnis berdasarkan konteks proyek atau inisiatif khusus, laporan proyek menggambarkan perkembangan dan pencapaian proyek tertentu. Ini mencakup informasi mengenai anggaran, jadwal, dan pencapaian tujuan proyek.

  • Laporan Pendahuluan: Mencakup persiapan, tujuan, dan rencana proyek serta pelatihan karyawan yang diperlukan.
  • Laporan Perkembangan: Memberikan perkembangan berkala proyek, mencakup pencapaian dan perubahan dalam pelaksanaan.
  • Laporan Akhir: Berisi hasil akhir dari proyek yang telah selesai dan bisa mencakup evaluasi serta rekomendasi.

6. Pelaksanaan Pertemuan

Berikutnya adalah contoh laporan bisnis yang berkaitan dengan hasil dari pertemuan atau rapat bisnis. Mereka mencatat apa yang dibahas, keputusan yang diambil, dan tindak lanjut yang harus diambil setelah pertemuan tersebut.

  • Agenda: Daftar topik dan jadwal untuk pertemuan yang akan datang.
  • Resolusi: Ringkasan hasil konsensus atau keputusan yang diambil dalam pertemuan.
  • Notulen: Catatan resmi yang mencatat semua peristiwa dan keputusan dalam pertemuan yang sudah berlangsung.
  • Laporan Pertemuan: Laporan dengan cakupan luas yang merincikan semua topik dan hasil pertemuan.

7. Keaslian

Beberapa laporan mungkin memiliki tingkat keaslian yang berbeda. Misalnya, laporan internal adalah dokumen yang hanya tersedia untuk anggota organisasi, sementara laporan eksternal adalah yang dibagikan dengan pihak luar, seperti pemegang saham atau regulator.

  • Laporan Otoritas: Dibuat atas permintaan atau kuasa dari pihak lain.
  • Laporan Sukarela: Dibuat atas inisiatif sendiri tanpa tekanan dari pihak lain.
  • Laporan Swasta: Dibuat oleh perusahaan atau bisnis swasta.
  • Laporan Publik: Dibuat oleh lembaga pemerintah untuk informasi publik.

8. Formalitas

Selanjutnya laporan bisnis juga dapat dibedakan berdasarkan tingkat formalitas. Laporan formal adalah dokumen resmi yang biasanya mengikuti aturan dan format tertentu. Sementara laporan informal mungkin lebih bebas dalam format dan biasanya digunakan dalam situasi yang lebih santai.

  • Laporan Formal: Panjang, kompleks, dan memiliki struktur yang terorganisir. Biasanya lebih dari 10 halaman dan membahas masalah yang rumit.
  • Laporan Informal: Ringkas, hanya mencakup inti informasi, seringkali tanpa elemen formal seperti daftar isi atau catatan kaki.

Contoh Laporan Bisnis Sederhana

Secara garis besar laporan bisnis sederhana dibagi menjadi tiga bagian, yakni

1. Pendahuluan

Contoh Bagian Pendahuluan Laporan Bisnis

Ilustrasi contoh bagian pendahuluan (Credit: Bee.id)

Pendahuluan menjadi pembuka dari laporan bisnis itu sendiri, sehingga sangat penting untuk menampilkan informasi yang jelas mengenai apa tujuan dari laporan ini, seperti mencantumkan dan mempertimbangkan beberapa hal berikut ini:

  • Pihak yang Menginisiasi atau Memerintahkan Laporan, orang atau entitas yang meminta atau memberikan kuasa untuk membuat laporan ini. Ini penting untuk menentukan tujuan dan konteks laporan.
  • Merinci masalah atau permasalahan yang akan dijelaskan dalam laporan. Ini membantu membatasi cakupan laporan.
  • Menentukan tujuan penulisan laporan untuk memastikan bahwa pembaca akan lebih mudah memahami konten yang disajikan.
  • Menentukan batasan atau cakupan laporan untuk menghindari informasi yang tidak relevan.
  • Penjelasan tentang metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dan informasi yang diperlukan untuk laporan.
  • Merinci sumber-sumber yang digunakan untuk mengumpulkan data. Ini dapat berupa wawancara, survei, sumber pustaka, atau data internal perusahaan.

2. Isi

Bagian Isi Laporan Bisnis Sederhana

Ilustrasi bagian isi laporan bisnis sederhana (Credit: Bee.id)

Kemudian pada bagian ini, berisi tentang ulasan mengenai permasalahan yang telah ditentukan. Ini dilakukan dengan rinci, didukung oleh fakta dan data yang telah dikumpulkan. Karena itu, bagian ini biasanya memiliki sejumlah halaman yang signifikan dan dapat mencakup diagram, tabel, grafik, dan elemen visual lainnya yang mendukung penyampaian informasi.

3. Penutup

Contoh Laporan Bisnis Sederhana Bagian Penutup

Contoh laporan bisnis bagian penutup (Credit: Bee.id)

Selanjutnya adalah bagian akhir dari laporan bisnis. Di sini, Anda melakukan rangkuman, menyimpulkan hasil temuan, dan memberikan saran atau rekomendasi untuk laporan selanjutnya. Penting untuk diingat bahwa kesimpulan ini harus didasarkan pada keseluruhan isi laporan dan harus sesuai dengan tujuan laporan yang telah ditetapkan.

Kesimpulan

Membuat laporan bisnis menjadi lebih mudah dengan software akuntansi Beeaccounting yang hanya perlu dibeli sekali. Dengan fitur-fitur canggih yang dimilikinya, software ini mampu mengubah pengalaman dalam menyusun laporan akuntansi.

Dari pembukuan hingga laporan keuangan, Beeaccounting menghadirkan kemudahan dengan cepat dan tepat. Laporan akuntansi langsung jadi, memberikan pemilik bisnis waktu lebih banyak untuk fokus pada pertumbuhan dan strategi bisnis mereka, tanpa harus terjebak dalam detail-detail administratif yang rumit.

Dengan Beeaccounting, laporan bisnis tidak lagi menjadi beban, tetapi menjadi alat yang memungkinkan pemilik bisnis untuk mengambil keputusan yang lebih cerdas dan efektif. Klik banner di bawah ini untuk informasi selengkapnya.

Beeaccounting, Software Akuntansi Sekali Bayar Lifetime, Cukup 1x Bayar

4 Tahap dan Cara Menghitung Harga Pokok Produksi
Apakah Anda pernah bertanya-tanya bagaimana toko ritel favorit Anda bisa mendapatkan harga yang mereka tetapkan untuk produk mereka? Dalam bahasa
Baca Juga
Cara Menggunakan Mesin Kasir ala Alfamart
Cara menggunakan mesin kasir penting untuk pengusaha dan kasir karena fungsinya menangani penjualan. Banyak pengusaha minimarket menggunakan aplikasi kasir agar
Baca Juga
4 Aplikasi untuk Meningkatkan Produktivitas Work From Home
Seperti yang sudah kita ketahui, dunia saat ini tengah mewabah sebuah virus yang begitu cepat menularnya. Berbagai negara sudah mengambil
Baca Juga
Cara Membuat Jurnal Umum Mudah Serta Contohnya
Jurnal umum adalah sebuah media yang akan digunakan untuk mencatat setiap bukti transaksi keuangan perusahaan dalam satu periode akuntansi. Tidak
Baca Juga
8 Tips Membangun Teamwork dan Bicara Tentang Team Building
Apa Itu Teamwork? Bisnis tidak bisa dijalankan seorang diri. Bisnis yang besar pasti memiliki kerjasama tim atau teamwork yang baik.
Baca Juga
9 Tips Jualan Online untuk Pemula Tersukses
Perkembangan dunia digital menjadikan bisnis jualan online semakin banyak diminati karena dianggap lebih praktis dan mudah dilakukan. Karena semakin banyak
Baca Juga
Customer Service Bee

148rb+ Pengusaha Sudah Pakai Bee

"Operasional makin lancar, bisnis terkontrol dan mudah discale-up"
Hubungi Tim Bee sekarang untuk konsultasi GRATIS
Logo Bee Web
Software Akuntansi & Kasir No. 2 di Indonesia. Memudahkan Pemilik Bisnis dan Akuntan untuk mengerjakan dan menganalisa keuangan lebih cepat, mudah, dan akurat. Gratis Trial atau Demo Gratis dengan Tim Bee.
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Chat via WA
Alamat Kantor
Surabaya: Jl. Klampis Jaya 29J, SurabayaBandung: Ruang 59 - Jl. Surya Sumantri No.59, Sukawarna, Bandung
Jakarta: Jl. Mampang Prapatan VIII No. 3B, Jakarta Selatan (Sementara Tutup)
Copyright © 2024 Bee.id
magnifiercrossmenu