Logo Bee Web

Contoh dan Cara Analisis Transaksi dalam Akuntansi

Analisis transaksi adalah proses memeriksa dan mengevaluasi transaksi keuangan yang terjadi dalam suatu organisasi atau bisnis.
Penulis: Lutfatul Malihah
Kategori: ,
Dipublish Tgl: Wednesday, 14 February 2024

Analisis transaksi merujuk pada proses evaluasi dan pemahaman transaksi keuangan yang terjadi dalam suatu bisnis atau organisasi.

Tujuan utama dari analisis ini adalah untuk mendapatkan wawasan yang lebih mendalam tentang bagaimana transaksi keuangan mempengaruhi kesehatan keuangan perusahaan, serta mengidentifikasi trend atau pola yang mungkin memerlukan perhatian khusus.

Selain itu, analisis ini juga sebagai pijakan penting dalam manajemen keuangan perusahaan, menawarkan sudut pandang yang mendalam terhadap dinamika keuangan yang kompleks. Berikut penjelasan lengkapnya!

Apa itu Analisis Transaksi?

Sistem Pemrosesan Transaksi

Ilustrasi proses transaksi (credit: Freepik.com)

Kegiatan analisis transaksi adalah salah satu bagian penting dalam tahapan siklus akuntansi, dimana analisis ini digunakan untuk mengetahui bagaimana pengaruh dari transaksi terhadap akun[akun dalam akuntansi.

Sehingga, dapat membentuk sebuah persamaan dasar akuntansi. Dalam proses analisis keuangan ini data akan dibahas dan diolah, kemudian dicatat untuk dimasukkan dlam tahap pembuatan jurnal lanjutan. Bisa dikatakan proses analisis transaksi ini adalah tahapan awal dalam membuat laporan keuangan perusahaan.

Sederhananya, analisis transaksi adalah proses memeriksa dan mengevaluasi transaksi keuangan yang terjadi dalam suatu organisasi atau bisnis. Tujuan dari analisis transaksi adalah untuk memahami dan memastikan keakuratan, keabsahan, dan kelayakan transaksi keuangan tersebut.

Ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan perusahaan ketika melakukan analisis transaksi, yakni:

  • Memastikan bahwa data yang terkandung dalam transaksi adalah benar dan sesuai dengan kenyataan.
  • Memeriksa apakah transaksi tersebut mematuhi semua hukum dan peraturan yang berlaku.
  • Melacak dan mencatat setiap transaksi keuangan untuk menghasilkan catatan yang lengkap dan akurat mengenai keuangan perusahaan.
  • Menganalisis transaksi untuk mengidentifikasi potensi risiko keuangan atau fraud.
  • Memeriksa apakah pengendalian internal yang telah ditetapkan dalam perusahaan berfungsi dengan baik untuk mencegah atau mendeteksi kesalahan atau kecurangan.
  • Memastikan bahwa setiap transaksi mendukung tujuan bisnis perusahaan dan memberikan nilai tambah.

Tujuan Analisis Transaksi Keuangan Bisnis

Berikut 5 tujuan dalam melakukan analisis bisnis:

1. Mengetahui Posisi Keuangan

Analisis transaksi memainkan peran penting dalam memberikan wawasan mendalam terhadap posisi keuangan perusahaan selama suatu periode tertentu. Dengan menyelidiki data pemasukan dan pengeluaran, perusahaan dapat secara akurat menilai kesehatan keuangan mereka.

Ini bukan hanya alat untuk memantau kinerja keuangan, tetapi juga menjadi dasar bagi perencanaan keuangan jangka panjang, memberikan pemahaman yang lebih baik tentang arus kas dan kondisi keuangan.

2. Menganalisa Kelemahan Bisnis

Berikutnya, memungkinkan perusahaan untuk mengidentifikasi kelemahan dalam operasional mereka. Contohnya, ketika produk baru tidak dapat bersaing dengan produk lama dan menyebabkan kerugian.

Analisis transaksi dapat menangkap permasalahan ini secara dini, dengan penilaian cepat terhadap kelemahan, perusahaan dapat mengambil langkah-langkah korektif untuk mencegah dampak yang lebih besar terhadap kesehatan finansial mereka.

Baca Juga: Analisis Resiko Usaha: Penyebab, Jenis dan Cara Identifikasinya

3. Menganalisa Kekuatan Bisnis

Selanjutnya, membedah apa saja kelebihan yang dimiliki perusahaan. Dengan menggali data, perusahaan dapat mengidentifikasi kegiatan yang berkontribusi positif terhadap keuntungan.

Seperti investasi yang sukses, aset yang bernilai, atau pengembangan produk yang berhasil. Informasi ini membantu perusahaan untuk memahami faktor-faktor yang mendukung pertumbuhan dan kinerja positif.

4. Dasar Pengambilan Keputusan

Keempat, memberikan dasar untuk pengambilan keputusan yang informasional. Perusahaan juga dapat dengan yakin mengambil langkah-langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi operasional atau melakukan ekspansi.

Misalnya, jika analisis menunjukkan adanya kesempatan untuk mengurangi biaya produksi atau melakukan investasi yang menguntungkan.

5. Evaluasi Bisnis

Hasil analisis transaksi bukan hanya alat untuk mengevaluasi kesehatan keuangan, tetapi juga menjadi bahan evaluasi kinerja tim dan individu.

Dengan menyediakan data yang akurat, perusahaan dapat melihat secara objektif bagaimana tim telah menjalankan tugasnya. Informasi ini menjadi dasar untuk rekomendasi perbaikan proses dan strategi untuk meningkatkan kinerja di masa mendatang.

Cara Melakukan Analisis Transaksi dalam Akuntansi

Nota Pembayaran

Langkah pertama adalah mengidentifikasi transaksi yang terjadi dalam satu periode (Credit; Freepik.com)

Berikut adalah langkah-langkah umum dalam analisis transaksi dalam akuntansi:

1. Identifikasi Transaksi

Identifikasi transaksi adalah langkah awal dalam analisis transaksi. Setiap kejadian atau aktivitas yang mempengaruhi posisi keuangan suatu perusahaan harus diidentifikasi sebagai transaksi. Ini dapat melibatkan penjualan produk, pembelian aset, pembayaran gaji, atau kegiatan keuangan lainnya.

2. Dokumentasi Pendukung

Setelah transaksi diidentifikasi, langkah selanjutnya adalah mengumpulkan dan mendokumentasikan bukti pendukung. Ini mencakup faktur, kwitansi, kontrak, atau dokumen lain yang membuktikan keaslian dan validitas transaksi.

3. Klasifikasi Transaksi

Klasifikasi transaksi melibatkan penentuan jenis transaksi dan akun akuntansi yang terlibat. Transaksi dapat diklasifikasikan sebagai transaksi penjualan, pembelian, pengeluaran, penerimaan, dan sebagainya. Penentuan akun akuntansi yang tepat penting untuk mencatat transaksi dengan benar.

4. Pengukuran Nilai Transaksi

Nilai moneter dari transaksi harus diukur dengan akurat. Hal ini melibatkan penggunaan mata uang yang tepat dan metode pengukuran nilai yang sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku.

5. Pencatatan dalam Jurnal

Transaksi kemudian dicatat dalam jurnal umum. Setiap transaksi memiliki entri jurnal yang mencatatnya secara rinci, termasuk akun yang terlibat, nilai transaksi, tanggal, dan penjelasan yang cukup.

Baca Juga: Cara Membuat Jurnal Berdasarkan Jenisnya

6. Penyusunan Buku Besar

Buku besar digunakan untuk mengumpulkan dan mengorganisasi catatan transaksi. Akun-akun diurutkan dalam buku besar, dan saldo akhir setiap akun dapat digunakan untuk membuat laporan keuangan.

Dalam beberapa kasus, transaksi memerlukan penyesuaian untuk mencocokkan catatan akuntansi dengan prinsip akuntansi yang berlaku dan kondisi keuangan aktual. Penyesuaian dilakukan sebelum pembuatan laporan keuangan.

7. Penutupan

Setelah semua transaksi dicatat dan laporan keuangan disiapkan, dilakukan proses penutupan akhir periode. Ini melibatkan menutup akun pendapatan, beban, dan dividen, dan menyesuaikan saldo laba atau rugi untuk periode tersebut.

8. Penyusunan Laporan Keuangan

Laporan keuangan, seperti neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas, dapat disiapkan berdasarkan data yang tercatat dalam akuntansi. Laporan ini memberikan gambaran menyeluruh tentang posisi keuangan dan kinerja perusahaan.

Contoh Analisis Transaksi dalam Jurnal Akuntansi

Berikut contoh analisis transaksi dalam akuntansi:

# Tanggal 01 Februari 20xx, Bapak A membuka bisnis rental dengan nama Bee Rental.

Ia menyetorkan uang sebesar 2 Miliar (Rp2.000.000.000) sebagai modal awal bisnis.

Maka, dalam analisis transaksi disebut dengan nilai aset berupa kas sebesar 1 Miliar di sisi dept dan sisi kredit terpengaruh dari setoran sebagai Moda A. Dalam pencatatannya ditulis dengan:

Contoh Analisis Transaksi 1

# Tanggal 05 Februari  20xx, Bee rental membeli 4 unit Mobil dari Dealer C, sebesar Rp 680.000.000 secara tunai.

Maka dalam pencatatan transaksi keuangan aset bertambah dicatat di sisi kanan (debet) dan pengurangan kas dicatat di sisi kiri (kredit)

Analisis transaksinya adalah dari transaksi ini perusahaan memiliki 4 mobil baru sebagai aset berupa peralatan dengan nilai Rp680.000.000, yang dicatat disisi debit akun.

Kemudian, dari transaksi ini dapat mempengaruhi kas, yang mana saldo akun kas berkurang sebesar Rp 680.000.000. Namun, jika transaksi dilakukan secara kredit maka akun yang berpengaruh bukan kas, melainkan utang/ kewajiban.

Contoh Analisis Transaksi 2

#Tanggal 07 Februari 20xx, Bee rental membeli 6 unit sepeda motor senilai Rp 123.000.000 secara kredit.

Sama seperti metode pencatatan pada transaksi sebelumnya, penambahan aset dicatat di sisi kanan dan pengurangan dicatat di sisi kiri.

Dalam analisis transaksi ini, terjadi penambahan aset berupa sepeda motor yang dicatat di sisi kanan senilai Rp 123.000.000 dan juga penambahan utang usaha karena dibayar secara kredit sebesar Rp 123.000.000.

Analisis Transkaksi 3

Lakukan analisis transaksi lebih mudah dan langsung terintegrasi laporan akuntansi tanpa harus jago aktunting dulu dengan Beecloud. Segera coba gratis sekarang dengan klik banner di bawah ini!

Fitur Analisa Bisnis Komplit Dari Beecloud

Pengertian Biaya Peluang: Cara Menghindari Kerugian
Dalam dunia ekonomi, pengambilan keputusan sangatlah penting dan bisa berdampak besar pada kesuksesan sebuah bisnis. Salah satu konsep yang sangat
Baca Juga
Berapa Gaji Kasir Cafe dan Bagaimana Cara Menghitungnya?
Gaji kasir cafe merupakan salah satu peran penting dalam industri cafe. Kasir tidak hanya melakukan transaksi pembayaran dengan pelanggan, namun
Baca Juga
Valas (Valuta Asing), Begini Pengertian dan Jenisnya
Valuta asing atau yang sering disebut dengan valas adalah parameter yang digunakan seseorang atau sebuah kelompok lembaga dalam melakukan transaksi
Baca Juga
Aplikasi Laporan Keuangan: Manfaat dan Rekomendasi Aplikasi Terbaik
Bagi pemilik usaha, menyusun catatan keuangan merupakan satu tantangan tersendiri. Sehingga Anda membutuhkan alat bantu untuk menunjang pencatatan keuangan agar
Baca Juga
Pengertian, Fungsi dan Contoh Jurnal Penyesuaian untuk Bisnis
Dalam artikel ini, Anda akan belajar lebih banyak tentang jurnal penyesuaian dan menganalisa studi kasus dari contoh yang telah kami
Baca Juga
Cara Membuat Laporan Penjualan Harian Sederhana dan Contohnya
Buat Anda pelaku bisnis tentu sudah tidak asing lagi dengan laporan penjualan harian. Laporan penjualan ini memiliki peranan penting untuk
Baca Juga
Customer Service Bee

148rb+ Pengusaha Sudah Pakai Bee

"Operasional makin lancar, bisnis terkontrol dan mudah discale-up"
Hubungi Tim Bee sekarang untuk konsultasi GRATIS
Logo Bee Web
Software Akuntansi & Kasir No. 2 di Indonesia. Memudahkan Pemilik Bisnis dan Akuntan untuk mengerjakan dan menganalisa keuangan lebih cepat, mudah, dan akurat. Gratis Trial atau Demo Gratis dengan Tim Bee.
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Chat via WA
Alamat Kantor
Surabaya: Jl. Klampis Jaya 29J, SurabayaBandung: Ruang 59 - Jl. Surya Sumantri No.59, Sukawarna, Bandung
Jakarta: Jl. Mampang Prapatan VIII No. 3B, Jakarta Selatan (Sementara Tutup)
Copyright © 2024 Bee.id
magnifiercrossmenu