Web Logo Bee
Penulis: Rininta Oktaviana

Cara Membuat Jurnal Berdasarkan Jenisnya

Kategori:
Dipublish Tgl: Friday, 2 December 2022

Jurnal merupakan artikel yang diterbitkan secara berkala dan isinya sangat padat. Cara membuat jurnal tidaklah sulit. Meskipun mudah, tetapi membuat jurnal tidak bisa sembarangan dan harus disesuaikan dengan kaidah yang berlaku.

Hal ini membuat banyak bisnis yang ingin mengetahui cara membuat jurnal harian yang baik dan benar. Pasalnya, jurnal ini memiliki banyak manfaat untuk bisnis.

Secara umum jurnal memiliki cakupan materi yang luas dan berisi ilmu pengetahuan yang bisa dijadikan sebagai acuan penelitian. Ikuti beberapa tips yang akan dijelaskan berikut agar pembuatan jurnal bisa lebih efektif.

Cara Membuat Jurnal

Cara Membuat Jurnal

Ilustrasi Membuat Jurnal (Sumber: Freepik.com)

Seorang pebisnis atau pengusaha harus paham mengenai cara pembuatan jurnal. Pasalnya, manfaat yang bisa didapatkan dari pembuatan jurnal ini sangat banyak untuk usaha yang dijalankan.

Jika tidak membuat jurnal, dikhawatirkan catatan keuangan usaha menjadi berantakan dan tidak bisa dilakukan evaluasi. Pada intinya, cara pembuatan jurnal ini memang sama. Namun, bisa ada beberapa hal yang berbeda tergantung dari jenis jurnalnya.

  • Membuat Jurnal Umum

Jurnal umum digunakan untuk mencatat semua transaksi keuangan bisnis pada periode tertentu sesuai dengan urutan tanggal transaksi. Jenis jurnal ini kadang disebut juga dengan jurnal transaksi akuntansi.

Cara membuat jurnal transaksi yang tepat perlu mencantumkan nama transaksi, jenis akun, serta nominal saldo di debit dan kredit. Fungsi dari jurnal umum, yaitu:

  • Fungsi Pencatatan: Tujuan utama pembuatan jurnal supaya setiap laporan keuangan perusahaan seperti modal, biaya, dan pendapatan bisa tercatat secara lengkap.
  • Fungsi Historis: Semua transaksi dicatat berdasarkan tanggal transaksi secara sistematis dan kronologis.
  • Fungsi Analisis: Pencatatan yang tertulis dalam jurnal adalah hasil analisis transaksi yang berbentuk penggolongan nama akun, jumlahnya, pencatatan debit, dan pencatatan kredit.
  • Fungsi Informatif: Catatan yang ada pada jurnal berisi tentang informasi transaksi yang terjadi.
  • Fungsi Instruksi: Jurnal umum berfungsi memberikan perintah dalam proses pemasukan data ke buku besar (perintah mendebit dan mengkredit).

Berikut adalah cara membuat jurnal umum:

1. Memahami Persamaan Dasar Akuntansi

Rumus persamaan dasar akuntansi adalah Aset = Utang + Modal.

Kemudian rumus tersebut diperluas menjadi rumus berikut:

Aset = Utang + Modal + (Pendapatan – Beban).

Selain rumus dasarnya, perlu juga memahami lima akun beserta posisi saldo normalnya berikut:

Nama Akun Debit Kredit Saldo Normal
Aktiva (Harta/ Aset) + - Debit
Utang (Kewajiban) - + Kredit
Modal - + Kredit
Pendapatan - + Kredit
Beban + - Debit

2. Mengumpulkan Semua Bukti Transaksi

Ada banyak bukti transaksi keuangan, misalnya nota, faktur, dan invoice.

3. Mengidentifikasi Transaksi

Transaksi yang bisa dicatat adalah transaksi yang menyebabkan perubahan posisi keuangan dan bisa dinilai dengan satuan moneter.

4. Proses Pencatatan Jurnal Umum

Pada proses penjurnalan, sistem yang digunakan adalah double-entry system, di mana setiap transaksi yang dicatat akan berdampak pada posisi keuangan yakni debit dan kredit yang jumlahnya sama.

  • Membuat Jurnal Penyesuaian

contoh jurnal penyesuaian

Contoh Jurnal Penyesuaian

Jurnal penyesuaian adalah bagian dari akuntansi dasar yang sumbernya berasal dari bukti transaksi dalam satu periode. Jurnal ini digunakan untuk menentukan saldo akhir yang akan dimasukkan pada catatan buku besar.

Jurnal penyesuaian perlu dibuat karena memiliki beberapa fungsi sebagai berikut:

  • Untuk menentukan akun pendapatan dan beban (akun nominal) yang sebenarnya dalam satu periode.
  • Menentukan saldo setiap akun yang dimasukkan ke dalam buku besar pada akhir periode, sehingga terlihat jumlah yang sebenarnya dari saldo harta dan kewajiban.
  • Mengetahui situasi yang sebenarnya dari akun harta, kewajiban, dan modal di akhir periode.

Berikut ini adalah beberapa langkah mudah cara membuat jurnal penyesuaian:

  1. Membuat neraca saldo
  2. Melakukan analisa pada setiap akun
  3. Mencari semua data transaksi yang sudah dicatat tetapi belum sesuai dengan keadaan yang sebenarnya
  4. Mencari data transaksi yang belum dicatat atau hilang
  5. Mulai mencatat ayat jurnal penyesuaian.

Baca Juga: Pengertian, Fungsi dan Contoh Jurnal Penyesuaian untuk Bisnis

  • Membuat Jurnal Khusus

Pada umumnya, jurnal khusus digunakan oleh perusahaan dagang untuk mempermudah dalam pembuatan laporan keuangan. Jurnal khusus berperan penting dalam mencatat semua bentuk transaksi dan dikelompokkan sesuai jenisnya.

Beberapa jenis jurnal khusus adalah:

  • Jurnal Penjualan: Digunakan untuk mencatat semua transaksi penjualan barang.
  • Jurnal Pembelian: Jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat setiap transaksi pembelian barang.
  • Jurnal Pengeluaran Kas: Jurnal ini digunakan untuk mencatat pengeluaran kas suatu perusahaan.
  • Jurnal Penerimaan Kas: Merupakan kebalikan dari jurnal pengeluaran kas, di mana jurnal ini dipakai untuk mencatat segala jenis penerimaan kas suatu perusahaan.

Inilah tahapan cara membuat jurnal khusus:

1. Jurnal Penjualan

Isi kolom penjualan dengan rincian sebagai berikut:

  • Tanggal, tahun, dan bulan transaksi
  • Bukti penjualan barang
  • Nama debitur
  • Jumlah yang tertera pada faktur
  • Syarat pembayaran.

2. Jurnal Pembelian

Untuk membuat jurnal pembelian, ikuti langkah-langkahnya sebagai berikut:

  • Catat waktu
  • Mencatat sumber data pemasok
  • Beri tanda chek (v) jika telah dicatat di buku besar
  • Catat seluruh jumlah pembelian
  • Tulis nomor dan nama akun
  • Sediakan kolom khusus untuk akun yang tidak tersedia.

3. Jurnal Pengeluaran Kas

Hal-hal yang perlu dicatat pada jurnal pengeluaran kas, yakni:

  • Sumber penerimaan kas
  • Jumlah piutang dagang
  • Nomor akun
  • Jumlah akun
  • Jumlah kas (yang diterima)
  • Jumlah potongan tunai (pembelian).

4. Jurnal Penerimaan Kas

Ada beberapa poin penting yang perlu dicatat dalam jurnal penerimaan kas, antara lain:

  • Sumber penerimaan kas
  • Jumlah kas yang diterima
  • Jumlah penjualan tunai
  • Jumlah piutang dagang
  • Nomor akun yang akan dicatat pada buku besar
  • Jumlah akun.
  • Membuat Jurnal Pembalik

Pengertian Jurnal Pembalik Fungsi dan Cara Menyusunnya dengan Mudah

Ilustrasi Membuat Jurnal Pembalik

Jurnal yang digunakan untuk membalik jurnal penyesuaian agar tidak terjadi akun ganda. Nama lain dari jurnal ini adalah reverse entry. Berikut 5 akun yang memerlukan jurnal pembalik:

  • Beban yang belum terbayar
  • Pendapatan perusahaan yang diterima di muka dan dicatat sebagai pendapatan
  • Beban yang harus dikeluarkan perusahaan di akhir periode
  • Pendapatan (sudah terjadi) tetapi belum diakui
  • Perlengkapan yang dipakai terus menerus dan dicatat sebagai beban.

Untuk cara membuat jurnal pembalik ini caranya cukup mudah yakni hanya perlu membalik posisi kredit dan debit pada jurnal penyesuaian.

  • Membuat Buku Besar

Buku besar ialah catatan data finansial perusahaan yang berisi akun kredit dan debit dan divalidasi dengan neraca saldo. Pembuatan buku besar harus akurat dengan menggunakan metode double entry (pembukuan ganda).

Dalam membuat buku besar, total saldo yang dicatat di kolom kredit harus sesuai dengan total saldo di kolom debit. Oleh karena itu, proses pembuatannya memerlukan tingkat kecermatan yang tinggi.

Cara membuat buku besar dari jurnal umum saling berkaitan sebab semua data transaksi yang ada di jurnal umum nantinya akan dipindahkan ke buku besar. Proses tersebut dinamakan dengan pemindahbukuan. Berikut beberapa tahapan membuat buku besar:

  • Mencatat nama akun
  • Mengisi tanggal transaksi
  • Mencatat kode akun
  • Mengisi kolom debit dan kredit sesuai dengan posisinya
  • Menghitung saldo.

Baca Juga: Pengertian Buku Besar, Fungsi, Manfaat dan Bentuknya

Kesimpulan

Bagi yang masih bertanya-tanya bagaimana cara membuat jurnal yang baik dan benar perlu memahami betul-betul uraian yang telah dijelaskan di atas. Ada baiknya mulai berlatih menyusun jurnal bisnis sendiri supaya bisa lebih memahaminya.

Dalam pembuatan jurnal dibutuhkan seorang akuntan yang handal agar segala transaksi dapat tercatat dengan baik. Bila Anda ingin yang lebih mudah, Anda bisa menggunakan software akuntansi online untuk mempermudah segala kebutuhan Akuntansi perusahaan Anda.

Banner Beecloud Bikin Laporan Neraca 1x Klik

Beecloud merupakan software akuntansi online yang bisa Anda gunakan di mana saja. Dengan menggunakan hp ketika Anda berpergian ke luar kota, Anda tetap bisa memantau operasional keuangan dari perusahaan Anda.

Coba gratis 14 hari, dengan klik gambar di atas atau klik di sini.

Biaya Peluang Adalah, Jenis, Manfaat, dan Cara Menghitung
Biaya peluang adalah biaya yang hilang karena digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang lain. Fungsinya ialah sebagai tolak ukur dari biaya […]
Baca Juga
Cara Membuat Rekapan Penjualan dan Contoh Rekap Penjualan Harian
Cara membuat rekapan penjualan dapat digunakan sebagai bahan evaluasi apakah penjualan dalam satu periode tertentu mengalami peningkatan atau penurunan, sehingga […]
Baca Juga
Mengenal Faktur Pembelian dan Kegunaannya
Faktur pembelian adalah salah hal yang punya peran penting dalam transaksi jual beli. Dalam transaksi jual beli pun biasanya ada […]
Baca Juga

148rb+ Pengusaha Sudah Pakai Bee

"Operasional makin lancar, bisnis terkontrol dan mudah discale-up"
Hubungi Tim Bee sekarang untuk konsultasi GRATIS
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Kontak
No. GSM klik bawah ini
Logo GSM Telp
Alamat Kantor
Surabaya: Jl. Klampis Jaya 29J, SurabayaBandung: Aer Space - Jl. Karang Tinggal No. 41B, Bandung
Jakarta: Jl. Mampang Prapatan VIII No. 3B, Jakarta Selatan (Sementara Tutup)
Copyright © 2023 Bee.id
magnifiercrossmenu