Logo Bee Web

Administrasi Keuangan: Pengertian, Fungsi & Prosesnya di Bisnis

Administrasi keuangan dalam bisnis memegang peranan krusial dalam mengelola sumber daya keuangan, apa saja komponen dan bagaimana prosesnya?
Penulis: Lutfatul Malihah
Kategori: ,
Dipublish Tgl: Wednesday, 10 January 2024

Administrasi keuangan dalam bisnis memegang peranan krusial dalam mengelola sumber daya keuangan, dimana tidak sekadar mencakup pencatatan transaksi keuangan, melainkan melibatkan serangkaian kegiatan strategis untuk kepentingan bisnis kedepannya.

Seperti perencanaan, pengadaan, penggunaan, pertanggungjawaban, dan pengawasan dana. Secara sempit administrasi keuangan dapat diartikan sebagai kegiatan pencatatan keuangan untuk kepentingan kegiatan operasional dalam bentuk pembukuan.

Apa saja komponen di dalamnya? Bagaimana proses pencatatan dan tips pengelolaannya? Simak selengkapnya pada artikel di bawah ini

Pengertian Administrasi Keuangan

Tujuan Manajemen Keuangan Dalam Bisnis

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai fungsi dan komponen dalam digunakan dalam penyusunan laporan administrasi keuangan, Anda perlu memahami apa pengertian administrasi keuangan menurut para ahli. Berikut diantaranya:

1. Menurut Mamesah (1995: 14)

Menurut Mamesah, pengertian keuangan adalah serangkaian kegiatan dan prosedur yang dilakukan dalam rangka mengelola keuangan secara teratur, sah, hemat, berdaya guna dan berhasil guna.

2. Menurut Siagian (1995: 56)

Kemudian menurut Siagian, administrasi keuangan adalah sebuah truisme suatu kekayaan bahwa jika biaya yang ada dalam sebuah negara yang giat melakukan pembangunan dalam kondisi selalu terbatas dibandingkan dengan banyaknya kegiatan pembangunan lain yang perlu dibiayai.

3. Menurut The Liang Gie

Sedangkan menurut The Liang Gie, pengertian administrasi keuangan adalah sebuah proses perencanaan, penyediaan dan penggunaan uang dalam organisasi atau perusahaan.

Dari beberapa penjelasan di atas dapat disimpulkan jika, administrasi keuangan adalah serangkaian kegiatan yang mencakup pencatatan, perencanaan, pengadaan, penggunaan, pertanggungjawaban, dan pengawasan terhadap seluruh aspek keuangan.

Fungsi Administrasi Keuangan dalam Bisnis

Mengutip sebuah jurnal berjudul Administrasi Keuangan karya Adek Siti Nurhalizah, administrasi keuangan memiliki beberapa fungsi, yakni:

1. Fungsi Investasi

Fungsi investasi dalam administrasi mencakup pengelolaan modal dan alokasi sumber daya ke dalam berbagai bentuk investasi. Tujuannya adalah untuk meningkatkan nilai perusahaan atau organisasi melalui keputusan investasi yang bijak.

Dalam hal ini investasi dikelompokkan menjadi 2 kelompok, yakni:

  • Investasi jangka pendek, meliputi investasi dalam kas, persediaan, piutang dagang dan lain sebagainya.
  • Investasi jangka panjang, meliputi gedung bisnis, mesin produksi, tahan, kendaraan dan lain sebagainya.

Baca Juga: Mengenal Investasi Jangka Panjang Kunci Bisnis Berkelanjutan

2. Fungsi Mencari Dana

Selanjutnya adalah mencari dana, dimana digunakan untuk memastikan adanya sumber daya yang cukup untuk operasional dan investasi.

Seperti melakukan identifikasi dan pengumpulan dana dari berbagai sumber, termasuk pembiayaan internal (seperti laba yang ditahan) dan pembiayaan eksternal (seperti pinjaman bank atau penerbitan saham).

3. Fungsi Pembelanjaan

Berikutnya adalah fungsi pembelanjaan, meliputi penggunaan dana untuk keperluan operasional sehari-hari dan investasi jangka pendek atau jangka panjang. Dana yang digunakan beragam, baik dari dana milik sendiri atau dari luar.

4. Fungsi Pembagian Laba

Terakhir adalah pembagian laba, dalam administrasi keuangan mencakup penentuan kebijakan dalam melakukan pembagian hasil usaha.

Pembagian laba ini tidak hanya bersifat sebagai akuntansi keuangan, tetapi juga sebagai strategi untuk mengembangkan usaha.

Dengan merencanakan pembagian laba dengan bijak, perusahaan dapat menciptakan dana internal yang dapat digunakan untuk investasi dan pengembangan usaha.

Tujuan Administrasi Keuangan dalam Bisnis

proses administrasi keuangan

Salah satu tujuan dari adanya administrasi adalah untuk memperjelas keluar dan masuknya keuangan (Credit: Freepik.com)

Administrasi keuangan dalam bisnis memiliki beberapa tujuan utama yang mencakup berbagai aspek manajemen keuangan. Berikut diantaranya:

  • Memperjelas Proses Keluar Masuk Keuangan: Fokus pada pemahaman aliran dana perusahaan, memantau penerimaan dan pengeluaran untuk mengelola kas efisien dan menjaga likuiditas.
  • Membuat Transaksi Lebih Baik: Meningkatkan kualitas keputusan keuangan dengan analisis informasi, membantu manajer membuat keputusan lebih baik terkait investasi dan pembiayaan.
  • Planning untuk Periode Selanjutnya: Merencanakan keuangan jangka panjang dan jangka pendek, termasuk proyeksi pendapatan, pengeluaran, dan kebutuhan modal untuk menghadapi perubahan bisnis.
  • Mengurangi Kesalahan dalam Penyusunan Laporan: Mengurangi kesalahan dalam laporan keuangan, memberikan gambaran akurat tentang kinerja perusahaan.
  • Optimasi Struktur Modal: Fokus pada optimalisasi struktur modal, memilih sumber dana efisien, meminimalkan biaya modal, dan mengurangi risiko keuangan.

Komponen Administrasi Keuangan Bisnis

Melansir dari laman lembagakajianindonesia.or.id, dalam administrasi keuangan ada beberapa komponen yakni:

1. Penganggaran Keuangan

Komponen ini melibatkan penyusunan rencana anggaran yang mencakup perkiraan pendapatan dan pengeluaran.

Hal ini membantu perusahaan mengalokasikan sumber daya dengan bijak, memantau kinerja keuangan, dan menjaga konsistensi dengan tujuan bisnis.

2. Pengelolaan Keuangan

Selanjutnya adalah pengelolaan keuangan, seperti manajemen kas, pengelolaan hutang, dan kebijakan pembayaran. Dengan tujuan menjaga likuiditas, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, dan memastikan keberlanjutan keuangan.

3. Perencanaan Keuangan

Komponen ketiga adalah perencanaan keuangan, meliputi penyusunan strategi keuangan jangka panjang dan jangka pendek untuk mencapai tujuan bisnis. Seperti proyeksi pendapatan, analisis biaya, dan identifikasi kebutuhan modal.

4. Pencarian Keuangan

Berikutnya adalah pencarian keuangan, yakni melakukan identifikasi dan penarikan dana dari berbagai sumber, baik internal maupun eksternal.

Contoh dana internal seperti laba ditahan, sedangkan eksternal bisa seperti pinjaman dan investasi. Dengan tujuan memastikan ketersediaan dana yang cukup untuk mendukung operasional dan pertumbuhan.

5. Pengendalian Keuangan

Selanjutnya adalah melakukan pengendalian keuangan, komponen ini dilakukan dengan mengimplementasikan sistem kontrol internal.

Dengan tujuan untuk memastikan keakuratan, keamanan, dan keterpaduan data keuangan. Hal Ini membantu mencegah kesalahan, kecurangan, dan memastikan kepatuhan terhadap kebijakan perusahaan dan regulasi.

6. Pemeriksaan Keuangan

Berikutnya adalah melakukan pemeriksaan terhadap keuangan, seperti melakukan peninjauan independen atas catatan keuangan perusahaan untuk memastikan akurasi dan kepatuhan terhadap standar akuntansi.

7. Penyimpanan Keuangan

Terakhir adalah penyimpanan keuangan, yakni proses pengarsipan dokumen keuangan, seperti faktur, kontrak, dan laporan keuangan. Ini penting untuk memastikan ketersediaan informasi yang diperlukan dan mematuhi persyaratan hukum terkait.

Proses Administrasi Keuangan Bisnis

ilustrasi pencatatan bisnis

Proses administrasi keuangan setidaknya ada 4 tahapan, yakni perencanaan, pencatatan, pembuatan laporan dan pengawasan keuangan (Credit: Freepik.com)

Dalam melakukan proses administrasi keuangan bisnis, setidaknya ada 4 tahapan yang perlu dilakukan, yakni:

1. Perencanaan Keuangan

Tahapan pertama dalam proses administrasi keuangan bisnis adalah melakukan perencanaan, perencanaan ini meliputi:

a. Menentukan Tujuan Keuangan

Identifikasi dan tetapkan tujuan keuangan yang ingin dicapai oleh bisnis. Misalnya, pertumbuhan pendapatan, pengurangan biaya, atau investasi pada proyek tertentu.

b. Menyusun Anggaran

Rencanakan alokasi dana dengan menyusun anggaran yang mencakup pendapatan dan pengeluaran. Anggaran membantu mengendalikan pengeluaran

c. Memantau dan Mengendalikan Anggaran

Pantau secara teratur realisasi anggaran, identifikasi perbedaan, dan terapkan kontrol untuk mengendalikan pengeluaran agar sesuai dengan rencana.

2. Pencatatan Keuangan

Jika rencana sudah disusun berikutnya adalah melakukan pencatatan, pencatatan ini mencakup:

a. Mencatat Transaksi Keuangan

Catat semua transaksi keuangan secara akurat dan tepat waktu. Hal ini mencakup penerimaan dan pengeluaran dana serta transaksi keuangan lainnya yang relevan.

b. Mengklasifikasikan Transaksi Keuangan

Kelompokkan transaksi keuangan ke dalam kategori yang sesuai, seperti pendapatan, biaya operasional, investasi, atau pembiayaan. Ini membantu dalam penyusunan laporan keuangan.

c. Mengikhtisarkan Transaksi Keuangan

Buat ringkasan transaksi keuangan dalam jurnal umum atau buku besar untuk memahami posisi keuangan secara keseluruhan.

3. Pembuatan Laporan Keuangan

Selanjutnya adalah proses pembuatan laporan keuangan, ada 4 jenis laporan keuangan dasar yang wajib dimiliki perusahaan, yakni:

a. Laporan Laba Rugi

Hitung pendapatan, biaya, dan laba bersih selama periode tertentu untuk mengevaluasi kinerja keuangan.

b. Laporan Perubahan Modal

Catat perubahan dalam modal pemilik, termasuk investasi, dividen, dan laba atau rugi yang diinvestasikan.

c. Laporan Neraca

Presentasikan aset, kewajiban, dan modal pada suatu waktu untuk menilai kesehatan keuangan dan likuiditas perusahaan.

d. Laporan Arus Kas

Analisis aliran kas untuk memahami masuk dan keluar dana selama periode tertentu.

4. Pengawasan Keuangan

Terakhir adalah pengawasan, seperti melakukan beberapa hal berikut ini:

a. Memeriksa Keakuratan Data Keuangan

Lakukan audit internal untuk memastikan keakuratan catatan keuangan dan kepatuhan terhadap kebijakan dan regulasi.

b. Menganalisis Kinerja Keuangan

Evaluasi kinerja keuangan dengan menggunakan rasio keuangan, tren, dan perbandingan dengan target atau benchmark.

c. Membuat Rekomendasi Perbaikan

Berdasarkan analisis, buat rekomendasi perbaikan atau perubahan strategis yang dapat meningkatkan kinerja keuangan dan pencapaian tujuan bisnis.

Tugas Administrasi Keuangan dalam Perusahaan

Apa saja tugas seorang administrasi keuangan dalam perusahaan? Berikut diantaranya:

  • Menyusun strategi dan alokasi dana untuk mencapai tujuan keuangan perusahaan.
  • Menjaga likuiditas dengan memantau penerimaan dan pengeluaran dana perusahaan.
  • Memahami dan mengelola pembayaran kewajiban perusahaan seperti hutang dan pinjaman.
  • Membentuk kebijakan untuk mengarahkan penggunaan dana sesuai strategi perusahaan.
  • Manajemen surat-surat berharga perusahaan seperti saham dan obligasi.
  • Menyusun laporan keuangan untuk memberikan gambaran kinerja perusahaan.
  • Menyusun dan mengelola arsip dokumen keuangan untuk kebutuhan audit.
  • Merekam dan mengelola penerimaan pembayaran dari pelanggan.
  • Menganalisis rasio keuangan dan tren untuk mendukung pengambilan keputusan strategis.

Baca Juga: Tugas Administrasi Perkantoran Bukan Hanya Surat-Menyurat

Tips Melakukan Administrasi Keuangan yang Baik

Agar proses administrasi keuangan, Anda bisa melakukan beberapa tips sederhana di bawah ini:

1. Gunakan Software Akuntansi yang Tepat

Beeaccounting Catat Jual Beli Bayar Langsung Jadi Laporan Keuangan

Menerapkan software akuntansi dapat membantu mempermudah proses administrasi keuangan. Salah satunya adalah software akuntansi Beeaccounting.

Software ini menyediakan fitur-fitur seperti pencatatan transaksi, pembuatan laporan keuangan, dan pelacakan anggaran, yang dapat meningkatkan efisiensi dan akurasi. klik banner di atas dan klaim gratis uji coba khusus pengguna pertama!

2. Lakukan Pencatatan Secara Akurat dan Teratur

Selanjutnya adalah menjaga pencatatan keuangan yang akurat dan teratur adalah kunci utama dalam administrasi keuangan yang baik.

Pastikan setiap transaksi dicatat dengan benar, termasuk penerimaan dan pengeluaran keuangan. Dengan pencatatan yang baik, perusahaan dapat memiliki gambaran yang jelas tentang posisi keuangan mereka.

3. Lakukan Analisis Keuangan Secara Berkala

Kemudian lakukan keuangan secara rutin membantu dalam pemahaman mendalam tentang kesehatan keuangan perusahaan. Dengan memonitor rasio keuangan, tren pendapatan, dan biaya.

Dengan demikian manajemen dapat mengidentifikasi potensi masalah atau peluang untuk perbaikan. Analisis berkala juga mendukung pengambilan keputusan strategis yang lebih baik.

4. Implementasikan Kebijakan Kontrol Internal

Dengan menetapkan kebijakan kontrol internal yang ketat akan membantu mencegah kesalahan atau kecurangan dalam administrasi keuangan.

Termasuk pemisahan tugas, otorisasi transaksi, dan pemeriksaan internal secara berkala untuk memastikan keandalan dan keamanan data keuangan.

5. Kelola Hutang dan Piutang Dengan Bijak

Terakhir adalah mengelola hutang dan piutang perusahaan secara efisien penting untuk menjaga likuiditas. Pertimbangkan kebijakan pembayaran yang tepat waktu kepada pemasok dan pantau piutang dari pelanggan.

Nah itu dia penjelasan mengenai administrasi keuangan, semoga bermanfaat dan sampai jumpa di artikel selanjutnya.

Pengertian dan Contoh Jurnal Penyesuaian Bisnis
Contoh jurnal penyesuaian banyak dicari oleh pebisnis seperti Anda. Seperti yang kita ketahui bersama jika pembukuan keuangan merupakan hal yang
Baca Juga
Contoh Laporan Keuangan Perusahaan, Lengkap dan Jelas!
Anda membutuhkan contoh laporan keuangan perusahaan? Segala sesuatu yang berkaitan dengan finansial memang harus tersusun dengan baik. Kesalahan dalam membuatnya
Baca Juga
Mengenal Apa itu Wirausaha? Ciri-ciri dan Tujuannya
Apa itu Wirausaha? Wirausaha adalah orang yang mengelola, mengorganisasikan, dan berani menanggung segala resiko untuk menciptakan peluang usaha dan usaha
Baca Juga
Contoh Neraca Lajur untuk Memudahkan Penyusunan Laporan Keuangan
Membahas dunia akuntansi tentu tidak akan habisnya. Bahkan jenis neraca saja banyak ada neraca pembayaran, neraca saldo bahkan ada neraca
Baca Juga
Apa Itu ROI dan Cara Mudah Menghitungnya
Dunia investasi memang tidak bisa dipandang sebelah mata, karena pada kenyataannya ada potensi keuntungan yang besar dan resiko kerugian. Kedua
Baca Juga
Berbagai Contoh Proposal Bisnis Lengkap dengan Rinciannya
Proposal bisnis merupakan suatu rencana bisnis yang ditulis dalam bentuk dokumen. Pelaku bisnis perlu membuat proposal bisnis sebelum memulai suatu
Baca Juga
Customer Service Bee

148rb+ Pengusaha Sudah Pakai Bee

"Operasional makin lancar, bisnis terkontrol dan mudah discale-up"
Hubungi Tim Bee sekarang untuk konsultasi GRATIS
Logo Bee Web
Software Akuntansi & Kasir No. 2 di Indonesia. Memudahkan Pemilik Bisnis dan Akuntan untuk mengerjakan dan menganalisa keuangan lebih cepat, mudah, dan akurat. Gratis Trial atau Demo Gratis dengan Tim Bee.
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Chat via WA
Alamat Kantor
Surabaya: Jl. Klampis Jaya 29J, SurabayaBandung: Ruang 59 - Jl. Surya Sumantri No.59, Sukawarna, Bandung
Jakarta: Jl. Mampang Prapatan VIII No. 3B, Jakarta Selatan (Sementara Tutup)
Copyright © 2024 Bee.id
magnifiercrossmenu