🔧Diskon se-Juta khusus Bisnis Bengkel, Sisa 3 Hari
00
Hari
:
00
Jam
:
00
Menit
:
00
Detik
Logo Bee Web

3 Contoh Surat Hutang Piutang dan Panduannya Lengkap

Surat Perjanjian Hutang piutang adalah dokumentasi bukti yang menjembatani kedua belah pihak, simak contoh dan penjelasannya berikut ini
Penulis: Al Faris
Kategori:
Dipublish Tgl: Monday, 29 May 2023

Sebagai seorang profesional di dunia bisnis, sudah menjadi kegiatan biasa jika terlibat dalam transaksi hutang piutang dengan pihak lain. Dalam hal ini, surat perjanjian hutang piutang menjadi sangat penting untuk menjaga keamanan dan kepercayaan antara kedua belah pihak.

Namun, tidak jarang, keberadaan dari surat ini dianggap remeh. Padahal, tanpa adanya surat perjanjian yang jelas dan lengkap, kita bisa saja mengalami kerugian yang besar.

Misalnya, jika pihak penerima hutang tidak membayar hutang sesuai dengan kesepakatan, maka pihak pemberi hutang tidak memiliki bukti yang kuat untuk menuntut pembayaran. Yuk simak penjelasan lengkapnya berikut ini:

Apa itu Surat Perjanjian Hutang Piutang?

Surat perjanjian hutang piutang adalah sebuah dokumen resmi yang berisi kesepakatan antara pemberi hutang dan penerima hutang mengenai jumlah hutang.

Jangka waktu pembayaran, bunga, dan syarat-syarat lainnya. Surat perjanjian ini harus dibuat secara tertulis dan ditandatangani oleh kedua belah pihak sebagai bukti kesepakatan yang sah.

Apa Itu Surat Perjanjian Hutang Piutang

ilustrasi pembuatan surat pernjanjian hutang piutang (Credit: Freepik/tirachardz)

Selain itu, Surat perjanjian hutang piutang adalah perjanjian tertulis antara dua pihak, yaitu pemberi pinjaman (pihak yang memberikan hutang) dan penerima pinjaman (pihak yang menerima hutang).

Surat perjanjian ini memuat kesepakatan mengenai jumlah hutang, jangka waktu pembayaran, suku bunga (jika ada), dan syarat-syarat lain yang terkait dengan pengembalian hutang. Di dalamnya pihak yang memberikan utang disebut sebagai kreditur atau pemberi pinjaman.

Sedangkan pihak yang menerima hutang disebut sebagai debitur atau penerima pinjaman. Surat perjanjian ini digunakan sebagai bukti hukum untuk mengatur hak dan kewajiban kedua belah pihak terkait dengan hutang piutang yang terjadi.

Surat perjanjian hutang piutang sering digunakan dalam berbagai transaksi keuangan seperti pinjaman perbankan, pembiayaan kendaraan, atau pinjaman antara individu. Dengan adanya surat perjanjian ini, hak dan kewajiban kedua belah pihak menjadi jelas dan dapat menghindari potensi perselisihan di masa depan.

Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami betul isi dari surat perjanjian hutang piutang. Pertama-tama, kita harus memastikan bahwa semua informasi yang tercantum di dalam surat perjanjian tersebut sudah lengkap dan jelas.

Hal-Hal Penting Dalam Surat Hutang Piutang

Ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan sebelum menandatangani surat hutang piutang, berikut diantaranya:

1.Syarat-Syarat yang Diajukan

Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah bagaimana syarat yang diajukan oleh kedua belah pihak. Jangan sampai ada informasi yang terlewatkan atau tidak dijelaskan dengan baik, karena hal ini bisa menimbulkan kesalahpahaman di kemudian hari.

Syarat Surat Perjanjian Hutang Piutang

dalam pengajuan hutang piutang perlu adanya syarat (Credit: Freepik/katemangostar)

Syarat-syarat ini bisa berupa jangka waktu pembayaran, bunga, atau sanksi-sanksi jika terjadi pelanggaran kesepakatan. Pastikan bahwa syarat-syarat tersebut sudah disepakati oleh kedua belah pihak dan tidak merugikan salah satu pihak.

2. Bahasa yang Digunakan

Selanjutnya, selain persyaratan yang diajukan Anda juga perlu memperhatikan bagaimana bahasa yang digunakan. Bahasa yang digunakan haruslah formal dan jelas, sehingga tidak menimbulkan interpretasi yang berbeda-beda. Hindari penggunaan bahasa yang ambigu atau sulit dipahami.

3. Hukum yang berlaku

Hal selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah aspek hukum dari surat itu sendiri, apakah sudah memenuhi aspek hukum atau tidak. Pastikan bahwa surat perjanjian tersebut sudah memenuhi persyaratan hukum yang berlaku, sehingga sah dan dapat digunakan sebagai bukti di pengadilan jika terjadi sengketa di kemudian hari.

Di Indonesia sendiri ada beberapa landasan hukum yang bisa digunakan, berikut diantaranya:

  • Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2011 tentang Jaminan Fidusia dan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Selain itu, ketentuan mengenai hutang piutang juga dapat ditemukan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata) Indonesia.
  • Undang-Undang Jaminan Fidusia mengatur tentang hak jaminan atas benda bergerak yang dimiliki oleh pihak yang berhutang (debitur) kepada pihak yang memberikan pinjaman (kreditur).
  • Undang-Undang ini mengatur tata cara pengikatan jaminan fidusia, pelaksanaan eksekusi jaminan, serta hak dan kewajiban pihak-pihak yang terlibat.
  • Undang-Undang Perlindungan Konsumen memberikan perlindungan kepada konsumen dalam transaksi konsumen, termasuk dalam hal-hal yang berkaitan dengan hutang piutang. Undang
  • Undang ini mengatur tentang hak dan kewajiban konsumen serta ketentuan-ketentuan perlindungan konsumen dalam transaksi jual beli, layanan konsumen, dan perjanjian konsumen lainnya.
  • KUHPerdata yang mengatur tentang perjanjian, kewajiban, tanggung jawab, pembuktian, dan penyelesaian sengketa dalam konteks hutang piutang antara pihak-pihak yang terlibat.

4 Contoh Surat Perjanjian Hutang Piutang

Berikut ini beberapa contoh surat perjanjian hutang piutang.

1.Contoh Isi Surat Perjanjian Hutang dan Piutang

Surat Perjanjian Hutang Piutang

Tanggal: [tanggal penandatanganan surat]

Pihak Pemberi Hutang (Kreditur):

[Nama lengkap]

[Alamat]

[Nomor telepon]

Pihak Penerima Hutang (Debitur):

[Nama lengkap]

[Alamat]

[Nomor telepon]

Kami, pihak Pemberi Hutang (selanjutnya disebut "Kreditur") dan pihak Penerima Hutang (selanjutnya disebut "Debitur"), dengan ini sepakat dan menyetujui ketentuan-ketentuan sebagai berikut:

1. Jumlah Hutang

Jumlah hutang yang diberikan oleh Kreditur kepada Debitur adalah sebesar [jumlah dalam mata uang] (di sini ditulis dengan huruf) yang terutang sejak tanggal [tanggal pengucuran hutang].

nomial uang

nominal uang sebagai ajuan pinjaman harus jelas (Credit: Freepik)

Jumlah hutang tersebut akan dibayarkan oleh Debitur kepada Kreditur dalam bentuk tunai atau melalui transfer bank ke rekening yang ditentukan oleh Kreditur.

2. Jangka Waktu Pembayaran

Debitur harus membayar seluruh jumlah hutang sebagaimana disebutkan pada poin 1 dalam jangka waktu [jumlah hari/bulan/tahun].

Pembayaran dilakukan dalam [jumlah cicilan atau satu kali bayar] dengan jadwal pembayaran sebagai berikut: [rincian jadwal pembayaran, jika ada].

3. Suku Bunga

Hutang piutang ini tidak dikenakan suku bunga. Jika Debitur tidak membayar hutang tepat waktu sesuai dengan ketentuan pada poin 2, maka Kreditur berhak menambahkan suku bunga keterlambatan sebesar [persentase] per [periode] atas jumlah hutang yang masih belum dibayar.

4. Syarat-syarat Lain

Debitur menjamin bahwa semua informasi yang diberikan dalam surat perjanjian ini adalah benar dan akurat.

Debitur setuju untuk memberikan jaminan berupa [jenis jaminan] sebesar [nilai jaminan] kepada Kreditur sebagai jaminan atas pembayaran hutang ini.

Kreditur berhak melakukan penagihan dan menggunakan hak-hak hukum yang sah jika Debitur gagal memenuhi kewajiban pembayaran hutang ini.

Baca juga: Contoh Surat Tagihan Dan Kegunaannya

5. Penyelesaian Sengketa

Segala sengketa yang timbul berkaitan dengan surat perjanjian ini akan diselesaikan secara musyawarah untuk mencapai mufakat. Apabila musyawarah tidak berhasil, sengketa akan dirujuk kepada Pengadilan Negeri yang berwenang.

Demikianlah surat perjanjian hutang piutang ini dibuat dan ditandatangani oleh kedua belah pihak dengan penuh kesadaran dan tanpa ada tekanan dari pihak manapun.

[Tempat], [Tanggal]

Pihak Pemberi Hutang (Kreditur)

[Nama lengkap dan tanda tangan]

Pihak Penerima Hutang (Debitur)

Kesimpulan

Surat perjanjian hutang piutang adalah sebuah dokumen yang sangat penting dalam dunia bisnis. Anda harus memahami betul isi dari surat perjanjian tersebut, memperhatikan syarat-syarat yang tercantum di dalamnya, menggunakan bahasa yang jelas dan formal, serta memperhatikan aspek hukum yang terkait.

Penting juga untuk mencatat setiap pembayaran kredit yang Anda terima. Sehingga Anda bisa tahu mana saja kredit yang sudah terbayar lunas, terbayar sebagian atau belum terbayar. Untuk melakukan pencatatan ini, Anda membutuhkan software akuntansi seperti Beecloud.

Kontrol Limit Piutang Kredit Penjualan Beecloud

Di Beecloud dilengkapi laporan untuk memantau piutang dari semua customer Anda. Dan bisa juga mengatur limit kredit per customer. Misal customer A hanya boleh kredit penjualan maksimal senilai Rp. 10 juta.

Dengan demikian, Anda dapat menjaga keamanan dan kepercayaan antara kedua belah pihak dalam transaksi hutang piutang.

Artikel Terkait

Neraca adalah Laporan Keuangan, Kenali Bentuk dan Contohnya
Neraca adalah laporan sistematis mengenai akuntansi keuangan dalam sebuah perusahaan, yang sudah seharusnya menjadi makanan sehari-hari seorang akuntan. Laporan ini
Baca Juga
8 Cara Mudah Belajar Pembukuan Keuangan
Salah satu informasi yang wajib Anda ketahui ketika belajar pembukuan keuangan dalam dunia bisnis adalah bagaimana cara membuat pembukuan keuangan
Baca Juga
Mengenal E Wallet Serta Cara Kerja dan Jenisnya di Indonesia
Seiring berkembangnya teknologi manusia kian diberi kemudahan dalam berbagai hal, salah satunya saat melakukan pembayaran transaksi online digital. Transaksi digital
Baca Juga
Valas (Valuta Asing), Begini Pengertian dan Jenisnya
Valuta asing atau yang sering disebut dengan valas adalah parameter yang digunakan seseorang atau sebuah kelompok lembaga dalam melakukan transaksi
Baca Juga
Cara Memilih Aplikasi untuk Kasir Minimarket Gratis yang Terbaik
Aplikasi untuk kasir minimarket atau lebih dikenal dengan istilah Point of Sale (POS) merupakan salah satu inovasi dari teknologi yang dapat
Baca Juga
Prinsip Manajemen Keuangan yang Perlu Anda Ketahui
Dalam setiap perusahaan pastinya mempunyai orang yang ahli untuk mengatur keuangan. Dalam mengatur keuangan diperlukan yang namanya prinsip manajemen keuangan
Baca Juga

Artikel Populer

Wednesday, 15 March 2023
Model AIDA: Pengertian, Kelebihan dan Contohnya
Baca Juga
Wednesday, 28 June 2023
7 Contoh Positioning Produk Brand Ternama dan Strateginya
Baca Juga
Wednesday, 7 June 2023
Feedback Artinya: Jenis, Fungsi, beserta Cara Mendapatkannya
Baca Juga
Wednesday, 7 February 2024
4 Tahapan Proses Manajemen Strategi, Fungsi dan Komponennya
Baca Juga
Monday, 31 October 2022
7 Contoh Ekonomi Kreatif di Indonesia Saat Ini
Baca Juga
Wednesday, 18 October 2023
Contoh Matriks SWOT, Pengertian dan Strategi Penerapannya
Baca Juga
Customer Service Bee

148rb+ Pengusaha Sudah Pakai Bee

"Operasional makin lancar, bisnis terkontrol dan mudah discale-up"
Hubungi Tim Bee sekarang untuk konsultasi GRATIS
Logo Bee Web
Software Akuntansi & Kasir No. 2 di Indonesia. Memudahkan Pemilik Bisnis dan Akuntan untuk mengerjakan dan menganalisa keuangan lebih cepat, mudah, dan akurat. Gratis Trial atau Demo Gratis dengan Tim Bee.
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Chat via WA
Alamat Kantor
Surabaya: Jl. Klampis Jaya 29J, SurabayaBandung: Aer Space - Jl. Karang Tinggal No.41B, Cipedes, Bandung
Jakarta: Jl. Mampang Prapatan VIII No. 3B, Jakarta Selatan (Sementara Tutup)
Copyright © 2024 Bee.id
magnifiercrossmenu