25 Istilah Dasar Akuntansi yang Wajib Dipahami Pemula

Thursday, 28 October 2021
Rininta Oktaviana
Rininta Oktaviana
memahami-istilah-istilah-akuntansi-dasar-untuk-pemula

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Jika Anda mulai berpikir untuk  mengejar karir di bidang akuntansi, langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah memahami istilah dasar akuntansi. Membiasakan diri dengan beberapa istilah dasar akuntansi akan membantu Anda saat terjun ke lapangan.

Memahami istilah dasar akuntansi juga berlaku untuk pelaku bisnis apalagi yang belum memiliki manajemen akuntansi yang baik. Hal ini penting diperlukan untuk apabila Anda ingin mengajukan pinjaman ke bank.

Misalnya Anda memiliki bisnis yang menguntungkan dan menjanjikan, tetapi tidak pernah dilirik oleh bank atau badan keuangan lainnya karena tidak memiliki laporan keuangan, bahkan tidak mengerti sama sekali istilah dasar akuntansi.

Memahami Akuntansi Dasar untuk Pemula

memahami-istilah-dasar-akuntansi-untuk-pemula

Akuntansi Dasar untuk Pemula (Sumber: Freepik.com)

Sebagai seorang pelaku bisnis, memahami lebih dalam tentang akuntansi merupakan hal yang dapat membantu Anda untuk mengontrol kondisi perusahaan Anda. Dengan memahami akuntansi dasar, Anda akan lebih cermat dalam menjalankan usaha.

Akuntansi dapat melihat kondisi performa perusahaan dan memprediksi langkah perusahaan ke depan. Bahkan jika Anda bukan pemilik usaha, belajar akuntansi dasar juga akan membantu untuk mengatur keuangan.

Secara umum, akuntansi berarti suatu proses mencatat, mengklasifikasi, meringkas, mengolah dan menyajikan data, transaksi serta kejadian yang berhubungan dengan keuangan sehingga mudah dimengerti dan dapat digunakan oleh orang yang berkepentingan  untuk pengambilan suatu keputusan serta tujuan lainnya.

Proses Dalam Akuntansi

proses-dalam-akuntansi

Apa Saja Proses Dalam Akuntansi (Sumber: Freepik.com)

Akuntansi adalah sekumpulan proses yang berkaitan dengan proses keuangan yang terjadi pada bisnis atau organisasi. Prosesnya terdiri dari mencatat, meringkas, menganalisis, dan melaporkan data.

1. Pencatatan

Dalam ilmu akuntansi dasar proses pertama dan paling penting adalah pencatatan berbagai transaksi usaha. Pencatatan merupakan kegiatan dokumentasi atau mencatat transaksi pada satu periode tertentu. Pencatatan bisa disebut juga pembukuan karena meliputi proses mengenali transaksi dan memasukkannya sebagai catatan.

Dalam akuntansi biasanya terdiri dari banyak pembukuan sesuai kebutuhan guna kepentingan pencatatan yang terperinci.

Berikut adalah 3 tahap pencatatan transaksi keuangan:

1. Menggunakan sistem yang akan membantu Anda dalam mengelola catatan keuangan.

2. Melacak transaksi keuangan secara terperinci.

3. Menggabungkan laporan untuk menyajikan dalam satu set pada akhir laporan keuangan.

2. Meringkas dan Mengklasifikasi

proses-dalam-akuntansi-meringkas-dan-mengklasifikasi

Meringkas dan Mengkalsifikasi Data Mentah Sudah Menjadi Tugas Akuntan (Sumber: Freepik.com)

Dalam proses pencatatan data yang disajikan merupakan data mentah, sehingga di siniliah tugas akuntan mulai dijalankan. Akuntan bertugas mengklasifikasikan data dalam beberapa kategori dan meringkasnya kemudian menerjemahkannya menjadi data penting yang dapat dijadikan acuan dalam pengambilan keputusan usaha.

3. Pelaporan

Setelah akuntan mengklasifikasikan, meringkas dan menerjemahkan data mentah menjadi data penting, proses selanjutnya adalah menyajikan data tersebut dalam bentuk laporan keuangan yang kemudian diserahkan kepada pihak manajemen.

Pihak manajemen atau pemilik usaha harus tahu tentang berbagai transaksi yang terjadi dalam usahanya dan bagaimana nantinya menggunakan uang tersebut. Laporan keuangan ini dijadikan bahan acuan dalam pertimbangan dan pengambilan keputusan usaha. Biasanya laporan keuangan diserahkan tiap bulan, kuartal bulan atau tahunan.

4. Menganalisis

proses-dalam-akuntansi-menganalisis-laporan-keuangan

Proses Terakhir Dalam Akuntansi yaitu Menganalisis Laporan Keuangan (Sumber: Pexels.com)

Sampai pada proses terakhir akuntansi, setelah melakukan pencatatan, klasifikasi dan meringkas, serta menyusun laporan keuangan proses terakhir adalah menganalisa atau menarik kesimpulan kondisi usaha. Manejemen berhak untuk memeriksa apakah bisnis dalam posisi positif atau negatif.

Seorang akuntan akan melakukan analisis berdasarkan perbandingan laba, penjualan, ekuitas, dan sebagainya untuk menentukan dan menganalisis kinerja, mengambil keputusan dan membuat pertumbuhan bisnis.

Baca Juga: Mengenal dan Mengetahui Sejarah Akuntansi

Persamaan Dasar Akuntansi

Akuntansi dasar meliputi konsep debit-kredit, penjurnalan, pemostingan jurnal ke buku besar, membuat neraca saldo atau neraca percobaan, dan menyajikan laporan-laporan keuangan Selain itu, Anda juga perlu memahami persamaan akuntansi dasar.

Pengertian persamaan akuntansi dasar adalah hubungan antara harta, utang, dan modal yang dimiliki perusahaan.

Tujuannya adalah sebagai dasar pencatatan pada sistem akuntansi yang artinya setiap kali terjadi transkasi harus dicatat dalam dua aspek yaitu sisi kiri (aktiva) dan sisi kanan (pasiva).

Persamaan dasar akuntansi adalah keseimbangan antara sisi aktiva sisi pasiva. Jika perubahan muncul akibat kejadian transaksi keuangan, maka keseimbangannya juga harus selalu dipertahankan.

Hal ini merupakan dasar untuk mencatat jurnal hingga penyajian laporan keuangan.

Komponen Dalam Persamaan Dasar Akuntansi

komponen-dalam-persamaan-dasar-akuntansi

Apa Saja Komponen Dalam Persamaan Dasar Akuntansi (Sumber: Pexels.com)

Masih banyak orang yang bingung dengan istilah-istilah dalam persamaan dasar akuntansi seperti aset, liabilitas dan ekuitas. Untuk mengetahuinya lebih lanjut maka akan dibahas secara lengkap di bawah ini.

1. Aset

Aset adalah kekayaan atau sumber daya yang dimiliki oleh suatu perusahaan yang diperoleh dari akibat peristiwa masa lalu. Dan manfaat ekonomi dari sumber tersebut akan digunakan untuk masa depan perusahaan nantinya.

Contohnya seperti bangunan gedung, kendaraan, tanah, dan lain sebagainya. Uang kas yang tunai maupun cek kontan juga termasuk dalam aset perusahaan. Bagian aktiva nantinya akan bertambah jika aset perusahaan bertambah, dan berkurang jika sebaliknya.

Aset perusahaan ini dapat mengalami penyusutan nilai seiring dengan berjalannya waktu. Penyusutan ini dapat terjadi dalam jangka waktu yang relatif pendek maupun panjang.

2. Liabilitas (Kewajiban)

komponen-persamaan-dasar-akuntansi-liabilitas

Liabilitas (Kewajiban) Dalam Persamaan Dasar Akuntansi (Sumber: Freepik.com)

Liabilitas adalah tanggung jawab perusahaan yang timbul akibat dari peristiwa masa lalu. Yang dimaksud tanggung jawab disini ialah utang perusahaan tersebut. Biasanya perusahaan berhutang untuk membangun atau menjalankan bisnis mereka

Contohnya kewajiban yang timbul akibat hutang perusahaan untuk mencari modal

Kewajiban ini biasanya bersifat harus segera dibayar pada deadline atau tenggat waktu yang telah ditentukan. Kewajiban juga hendaknya segera dibayar sesegera mungkin jika kegiatan bisnis sebuah perusahaan telah mendatangkan keuntungan. Bagian pasiva akan bertambah jika akun liabilitas meningkat, dan juga sebaliknya jika berkurang.

3. Ekuitas (Modal)

komponen-persamaan-dasar-akuntansi-ekuitas

Equity (Modal) Dalam Persamaan Dasar Akuntansi (Sumber: Freepik.com)

Akun ekuitas merupakan akun modal yang merupakan sisa kepentingan perusahaan setelah dikurangi dengan kewajiban. Singkatnya, bagian ekuitas diisi dengan sisa nilai modal setelah dikurangi dengan kewajiban. Dengan begitu, kedua bagian dari aktiva serta pasiva bisa memperoleh nilai yang seimbang.

Biasanya akun ekuitas merupakan bagian dari aset yang dipegang oleh third party (pihak ketiga), seperti pemilik saham atau stakeholders. Kepemilikan tersebut bisa bertambah dan berkurang sesuai dengan kondisi real-nya.

25 Istilah Dasar Akuntansi yang Wajib Dipahami Pemula

1. Akuntansi (ACCG)

Cara sistematis untuk mencatat dan melaporkan transaksi keuangan untuk bisnis atau organisasi. Pemilik bisnis dapat menggunakan salah satu dari dua proses pada bagian akuntansi: akuntansi tunai atau akuntansi akrual.

2. Pembukuan (Bookkeeping)

Dokumentasi transaksi secara kronologis. Sebagai pemilik bisnis, Anda dapat mencatat dan memantau transaksi di jurnal pembukuan atau excel, atau menggunakan software akuntansi yang secara otomatis melacak dan memantau setiap transaksi.

3. Jurnal Umum (General Ledger)

Jurnal umum juga disebut buku besar, pada jurnal umum Anda melacak dan mencatat saldo akun per periode secara kronologis.

Anda harus memantau saldo akun, kredit, dan debit, yang kemudian digunakan untuk mendapatkan gambaran besar dari keseluruhan bisnis Anda.

4. Piutang Usaha (AR)

Jumlah uang yang harus dibayar oleh pelanggan atau klien untuk bisnis setelah barang atau jasa telah dikirim dan / atau digunakan.

5. Hutang Usaha (AP)

Jumlah uang yang harus dibayar perusahaan kepada kreditor (pemasok, dll.) Sebagai imbalan atas barang dan / atau jasa yang telah mereka kirimkan.

6.  Aset Tetap (FA)

Aset tetap (FA) bersifat jangka panjang dan kemungkinan besar akan memberikan keuntungan bagi perusahaan selama lebih dari satu tahun, seperti real estate, tanah atau mesin utama.

7. Aset Lancar (CA)

Aset lancar (CA) adalah aset yang akan dikonversi menjadi uang tunai dalam waktu satu tahun. Biasanya, ini bisa berupa uang tunai, inventaris atau piutang.

8. Neraca (BS)

Laporan keuangan yang merangkum aset perusahaan (apa yang dimilikinya), kewajiban (apa yang terutang) dan ekuitas pemilik atau pemegang saham, pada waktu tertentu.

9. Arus Kas (CF)

Pendapatan atau beban yang diharapkan dihasilkan melalui aktivitas bisnis (penjualan, manufaktur, dll.) Selama periode waktu tertentu.

10. Modal (CAP)

Aset keuangan atau nilai aset keuangan, seperti uang tunai atau barang. Modal kerja dihitung dengan mengambil aset Anda saat ini dikurangkan dari kewajiban lancar pada dasarnya uang atau aset yang dapat digunakan organisasi untuk bekerja.

11. Laba Bersih (NI)

Penghasilan total perusahaan, disebut juga laba bersih. Pendapatan bersih dihitung dengan mengurangkan total biaya dari total pendapatan.

12. Harga Pokok Penjualan (COGS)

Pengeluaran langsung yang terkait dengan produksi barang yang dijual oleh suatu bisnis. Rumus untuk menghitung ini akan bergantung pada apa yang diproduksi, tetapi sebagai contoh ini mungkin termasuk biaya bahan mentah (suku cadang) dan jumlah tenaga kerja yang digunakan dalam produksi.

13. Kredit (CR)

Entri akuntansi yang dapat menurunkan aset atau meningkatkan kewajiban dan ekuitas pada neraca perusahaan, tergantung pada transaksinya. Saat menggunakan metode akuntansi entri ganda, akan ada dua entri yang dicatat untuk setiap transaksi: kredit dan debit.

14. Debit (DR)

Entri akuntansi di mana ada peningkatan aset atau penurunan kewajiban di neraca perusahaan.

15. Biaya Penjualan (Cost of Sales)

Biaya tetap (FE) :pembayaran seperti sewa yang akan terjadi dalam irama yang dijadwalkan secara teratur.

Biaya variabel (VE): pengeluaran, seperti biaya tenaga kerja, yang dapat berubah dalam periode waktu tertentu.

Biaya masih harus dibayar (AE): biaya timbul yang belum dibayar.

Biaya operasi (OE) : pengeluaran bisnis yang tidak terkait langsung dengan produksi barang atau jasa misalnya, biaya iklan, pajak properti, atau pengeluaran asuransi.

16. Ekuitas dan Ekuitas Pemilik (OE)

Ekuitas adalah bagian yang Anda atau mitra bisnis Anda miliki atau telah diinvestasikan dalam bisnis, dikurangi kewajiban yang dibayarkan.

Ekuitas juga bisa disebut “modal,” dan mungkin termasuk “investasi modal” dalam aset tetap untuk penggunaan jangka panjang, seperti bangunan yang Anda beli untuk kantor Anda.

Ekuitas pemilik biasanya dijelaskan dalam hal persentase saham yang dimiliki seseorang dalam kepemilikan perusahaan. Pemilik saham dikenal sebagai pemegang saham.

17. Buku Besar (GL)

Catatan lengkap dari transaksi keuangan selama umur perusahaan.

Baca Juga: Pengertian Persamaan Dasar Akuntansi

18. Laporan Laba Rugi (P&L)

Laporan keuangan yang digunakan untuk merangkum kinerja dan posisi keuangan perusahaan dengan meninjau pendapatan, biaya, dan pengeluaran selama periode waktu tertentu, seperti triwulanan atau tahunan.

19. Laba Atas Investasi (ROI)

Ukuran yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja keuangan relatif terhadap jumlah uang yang diinvestasikan. ROI dihitung dengan membagi laba bersih dengan biaya investasi. Hasilnya sering kali dinyatakan sebagai persentase.

20. Margin Laba Bersih (Net Profit Margin)

Berapa banyak uang yang dihasilkan bisnis Anda? Margin laba bersih mengungkapkan jawabannya setelah Anda mengurangi semua pengeluaran dan biaya.

Misalnya, jika biaya 30 ribu rupiah untuk membuat mainan 100 ribu rupiah lalu ditambah biaya bagian 20 ribu rupiah untuk pemasaran, margin laba bersih akan menjadi 50 ribu rupiah (100 ribu rupiah – 30 ribu rupiah – 20 ribu rupiah = 50 ribu rupiah).

21. Penyusutan (Depreciation)

Aset yang mahal, seperti gedung atau laptop, adalah investasi jangka panjang dalam bisnis Anda.

Namun, beberapa aset (seperti furnitur dan kendaraan) akan kehilangan nilainya seiring waktu karena usia,usang, atau karena tidak lagi berguna.

Penyusutan atau depresiasi menurunkan nilai-nilai aset tersebut.

22. Kelas Aset

Kelas aset adalah sekelompok sekuritas yang berperilaku serupa di pasar. Tiga kelas aset utama adalah ekuitas atau saham, pendapatan tetap atau obligasi, dan setara kas atau instrumen pasar uang.

23. Diversifikasi

Proses mengalokasikan atau menyebarkan investasi modal ke dalam berbagai aset untuk menghindari risiko yang berlebihan.

24. Akuntan Publik Bersertifikat (CPA)

Penunjukan yang diberikan kepada seorang akuntan yang telah lulus ujian CPA standar dan memenuhi pengalaman kerja yang diamanatkan pemerintah dan persyaratan pendidikan untuk menjadi CPA.

25. Kebangkrutan

Keadaan di mana individu atau organisasi tidak dapat lagi memenuhi kewajiban keuangan dengan pemberi pinjaman saat hutang mereka jatuh tempo.

Kesimpulan

Belajar akuntansi dasar sangat membantu para pemilik usaha baik perusahaan maupun UKM. Dengan memahami istilah-istilah dasar akuntansi Anda akan lebih mudah dalam menjalankan usaha.

Pembahasan di atas merupakan awal proses dalam akuntansi yang bisa Anda pelajari untuk bisnis Anda agar lebih maju kedepannya. Pecantatan transaksi keuangan salah satu hal yang wajib di perhatikan dalam bisnis agar tidak terjadinya kerugian.

Oleh sebab itu, Anda harus memeriksa dengan jelas catatan keuangan dalam bisnis Anda secara detail dan lebih terperinci. Agar terhindar dari fraud karyawan dan kesalahan dalam perhitungan.

Untuk memudahkan Anda dalam perhitungan transaksi keuangan, gunakanlah software akuntansi yang sudah terpercaya dan yang memiliki fitur yang lengkap.

Software Akuntansi Beeaccounting satu-satunya software akuntansi dengan 47 plugin sesuai bidang usaha Anda. Sistemnya pun sekali bayar , tanpa terkunci langganan.

Coba gratis Software Akuntansi Beeaccounting sekarang! Klik gambar di bawah ini~

Laporan Akuntansi-Pakai-Software-Akuntansi-Beeaccounting

Banyak Berbagi Banyak Rejeki :
Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on print
Print
Artikel Yang Mungkin Anda Suka :