🔧Diskon se-Juta khusus Bisnis Bengkel, Berakhir Hari Ini
00
Hari
:
00
Jam
:
00
Menit
:
00
Detik
Logo Bee Web

WIP Adalah: Fungsi, Rumus dan Contoh Laporannya

WIP adalah singkatan dari work in progress, jika diartikan dalam bahasa Indonesia berarti sedang dalam progres, berikut penjelasan lengkapnya
Penulis: Lutfatul Malihah
Kategori: ,
Dipublish Tgl: Tuesday, 14 November 2023

Dalam dunia manufaktur dan akuntansi, pemahaman yang kuat tentang WIP adalah kunci utama dalam mengelola proses produksi yang efisien dan menyeimbangkan keuangan perusahaan.

Pengertian WIP secara harfiah berarti "pekerjaan dalam proses," merujuk pada barang-barang yang telah memasuki tahap produksi tetapi belum selesai sepenuhnya dalam siklus akuntansi perusahaan. Memahami apa itu WIP dan bagaimana hal ini mempengaruhi proses bisnis.

Dalam artikel ini akan membantu Anda memahami apa itu WIP, ciri-ciri utamanya, fungsi dalam bisnis, serta cara menghitungnya.

Apa itu WIP?

Work In Progress Adalah

Ilustrasi proses WIP dalam perusahaan manufaktur (Credit: investinganswers.com)

WIP adalah singkatan dari work in progress atau dalam bahasa indonesia bisa diartikan sebagai sedang dalam proses.  Khususnya bisnis manufaktur dan sejenisnya yang melewati tahapan produksi. Dimana ketika produk sedang dibuat, melewati tahap-tahap produksi, namun belum sampai ke tahap akhir sebagai produk jadi.

Tidak hanya mengacu pada proses bisnisnya saja, WIP merupakan bagian dari inventaris perusahaan. Dalam perhitungan keuangan, nilai dari WIP diperhitungkan sebagai biaya produksi yang belum terselesaikan.

Perhitunganya mencakup biaya bahan baku, upah tenaga kerja, dan biaya-biaya lain yang telah dihabiskan namun belum menghasilkan produk jadi.

Kemudian dalam konteks produksi komponn WIP meliputi  semua komponen, bahan baku, atau sub-assembly yang telah dimulai dalam proses manufaktur namun belum menjadi produk jadi yang siap dijual.

Misalnya, jika sebuah perusahaan membuat mobil, bagian-bagian mobil yang sedang dalam proses perakitan, tetapi belum menjadi mobil yang siap untuk dikirim ke konsumen adalah contoh dari WIP.

Sedangangkan Work in Progress dalam istilah proyek mengacu pada tahapan atau bagian dari proyek yang telah dimulai namun belum selesai. Ini bisa berupa pekerjaan, tugas, atau aktivitas yang sedang dilakukan dalam suatu proyek namun belum mencapai tahap akhir.

Ini dapat melibatkan sejumlah aktivitas seperti pengumpulan data, perencanaan, desain, pengerjaan, dan pengujian yang masih dalam proses.

Baca Juga: Pengertian Inventory, Manfaat dan Cara Pengelolaannya

Apa itu WIP dalam Akuntansi Biaya?

WIP (Work in Progress) dalam akuntansi biaya merujuk pada nilai barang atau produk yang sedang dalam proses produksi tetapi belum selesai dalam siklus akuntansi perusahaan. Ini juga dikenal sebagai barang dalam proses atau barang setengah jadi.

Dalam akuntansi biaya, WIP merupakan bagian penting dalam mencatat biaya produksi yang masih tergantung pada produk yang sedang diproduksi.

WIP mencakup biaya-biaya yang telah dikeluarkan dalam tahap-tahap awal produksi, seperti biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung, biaya overhead pabrik, dan biaya lain yang terkait dengan memproduksi barang atau produk.

Fungsi WIP pada Perusahaan Manufaktur

Cara Menghitung Biaya Bahan Baku Produksi

Ilustrasi proses produksi (Credit: Freepik.com)

Fungsi-fungsi penting dari WIP (Work in Progress) dalam konteks perusahaan manufaktur dapat dijelaskan sebagai berikut:

1. Indikator Kemajuan Produksi

WIP adalah indikator yang penting dalam mengevaluasi sejauh mana produksi telah berjalan. Mengetahui seberapa banyak barang yang sedang dalam proses produksi membantu manajemen untuk melacak perkembangan proyek dan memperkirakan waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan produksi.

2. Dasar Perhitungan Biaya Produksi

WIP berperan penting dalam perhitungan biaya produksi. Barang-barang dalam proses produksi ini memiliki biaya yang telah dikeluarkan, termasuk biaya bahan baku, upah tenaga kerja, dan biaya overhead.

Menghitung nilai WIP membantu dalam mengukur sejauh mana biaya produksi yang sudah dikeluarkan sehubungan dengan tahap-tahap produksi yang telah diselesaikan.

Baca Juga: Jenis-Jenis Biaya Produksi dan Contohnya

3. Dasar Penentuan Harga Pokok Penjualan

Nilai dari WIP juga digunakan dalam menentukan harga pokok penjualan. Dalam perhitungan harga pokok penjualan, biaya produksi yang telah terjadi, termasuk biaya yang terkait dengan WIP, dihitung untuk menentukan harga jual yang sesuai untuk produk-produk yang telah diselesaikan.

Rumus Menghitung Work in Process

WIP

Dengan pengelolaan proses produksi yang baik dapat mempengaruhi operasioal perusahaan secara keseluruhan (Credit: Freepik.com)

Cara Menghitung Work in Process (WIP) adalah langkah penting dalam mengelola inventaris perusahaan. Berikut adalah panduan tentang cara menghitung WIP dengan bahasa yang mudah dipahami:

1. Identifikasi Nilai-Nilai yang Diperlukan

Langkah pertama adalah mengidentifikasi nilai-nilai yang diperlukan dalam rumus perhitungan WIP. Ini mencakup:

  • Persediaan WIP awal (nilai barang dalam proses pada awal periode).
  • Biaya produksi (biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi barang dalam proses).
  • Biaya barang jadi (biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produk jadi).

2. Penjumlahan Biaya Produksi

Selanjutnya, jumlahkan biaya produksi yang dikeluarkan selama periode tertentu. Ini mencakup biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead yang diperlukan untuk memproduksi barang dalam proses.

3. Hitung Nilai WIP Inventory

Gunakan rumus berikut untuk menghitung nilai WIP Inventory:

WIP inventory total = (persediaan WIP inventory awal + biaya produksi) - biaya barang jadi

  • Persediaan WIP inventory awal adalah jumlah WIP yang masih ada dari periode sebelumnya.
  • Biaya produksi adalah total biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi barang dalam proses selama periode ini.
  • Biaya barang jadi adalah biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produk yang telah selesai dan siap dijual.

Contoh Kasus dalam Menghitung WIP

Mari kita gunakan contoh sederhana untuk memahami perhitungan WIP.

Misalkan:

  • Persediaan WIP awal (dari periode sebelumnya) = Rp20.000.000
  • Biaya produksi selama periode ini = Rp180.000.000
  • Biaya barang jadi = Rp150.000.000

Maka, kita dapat menghitung WIP inventory-nya sebagai berikut:

WIP inventory akhir = (Rp20.000.000 + Rp180.000.000) - Rp150.000.000 = Rp50.000.000

Dalam contoh ini, nilai WIP inventory pada akhir periode adalah sebesar Rp50.000.000. Nilai ini mewakili inventaris yang masih dalam proses produksi pada akhir periode tersebut, yang belum menjadi produk jadi.

Rumus ini membantu perusahaan dalam memantau dan mengelola nilai barang dalam proses produksi yang belum diselesaikan.

Contoh Sederhana Laporan WIP

Dalam prakteknya, laporan WIP (Work in Progress) sering kali dijelaskan sebagai bagian dari laporan neraca atau laporan keuangan lainnya. Laporan WIP ini menggambarkan nilai barang dalam proses produksi yang masih belum selesai pada titik tertentu dalam suatu periode.

Berikut contoh sederhana bagaimana laporan WIP mungkin disajikan dalam laporan keuangan:

Contoh Laporan Wip

Ilustrasi contoh laporan WIP (Credit: Freepik.com)

Penjelasan:

  • Persediaan WIP Awal: Merupakan nilai barang dalam proses pada awal periode laporan.
  • Biaya Produksi Periode Ini: Total biaya produksi yang dikeluarkan selama periode yang dilaporkan.
  • Total Biaya Barang Jadi: Total biaya yang terkait dengan produk yang telah selesai pada periode yang dilaporkan.
  • Total WIP Akhir: Nilai WIP yang tersisa pada akhir periode setelah menghitung biaya produksi dan menguranginya dengan biaya produk jadi.

Dalam laporan di atas, nilai WIP pada akhir periode adalah Rp50.000.000. Nilai ini mewakili estimasi inventaris barang dalam proses produksi yang belum selesai pada akhir periode tersebut.

Kesimpulan

Setelah membahas pengertian, ciri-ciri, fungsi, rumus, dan contoh laporan WIP, penting untuk diingat bahwa pemantauan WIP sangat krusial dalam mengelola inventaris dan biaya produksi perusahaan. Menerapkan sistem pencatatan yang efisien dan teratur untuk WIP adalah langkah penting dalam menjaga keseimbangan keuangan dan efisiensi produksi.

Pakai Beecloud Berbisnis Jadi Lebih Mudah Dan Menguntungkan

Untuk mempermudah pencatatan dan pemantauan produksi, sangat disarankan menggunakan aplikasi pembukuan yang andal seperti Beecloud. Beecloud adalah solusi perangkat lunak akuntansi yang dapat membantu memantau WIP, mencatat biaya produksi, dan menyajikan laporan produksi secara instan.

Dengan fitur-fitur yang komprehensif, Beecloud dapat memberikan wawasan yang diperlukan dalam mengelola inventaris dan mengoptimalkan proses produksi perusahaan.

Menerapkan perangkat lunak akuntansi seperti Beecloud akan mempermudah pencatatan, meminimalkan kesalahan, dan memungkinkan perusahaan untuk mengakses informasi yang diperlukan dengan cepat.

Dengan demikian, perusahaan dapat lebih efisien dalam mengelola produksi, meningkatkan kualitas laporan keuangan, dan mengoptimalkan kinerja bisnis secara keseluruhan.

Artikel Terkait

10 Perbedaan Perusahaan Jasa dan Dagang Serta Persamaannya
Perusahaan dagang dan jasa adalah dua jenis perusahaan yang beroperasi di sektor ekonomi yang fokus pada dua hal yang berbeda.
Baca Juga
Cara Menghitung Rasio Likuiditas, Pengertian dan Manfaatnya
Rasio likuiditas merupakan rasio keuangan yang memiliki peran untuk membantu mengantisipasi pernyataan aset kas dan perusahaan di masa yang akan
Baca Juga
Derivatif Adalah, Jenis dan Dasar Hukumnya
Derivatif adalah salah satu opsi perjanjian kontrak yang digunakan sebagai instrumen investasi yang dapat digunakan. Instrumen ini juga diperdagangkan di
Baca Juga
10 Karakteristik Informasi Akuntansi dan Penjelasannya
Karakteristik informasi akuntansi memiliki beberapa hal penting yang harus memenuhi standar kualitas untuk menjadi berguna bagi pengambilan keputusan dan analisis.
Baca Juga
Cara Cepat Membuat Laporan Neraca Excel
Seperti diketahui bersama, excel sendiri memang banyak digunakan untuk membuat sebuah laporan, salah satunya adalah laporan keuangan, dalam hal ini
Baca Juga
Ini Dia! Daftar Pemakai Informasi Akuntansi Keuangan Dalam Dunia Bisnis
Pada dasarnya pemakai informasi akuntansi keuangan digunakan oleh berbagai pihak dengan tujuan yang berbeda. Maka dari itu,  sistem informasi akuntansi
Baca Juga

Artikel Populer

Wednesday, 15 March 2023
Model AIDA: Pengertian, Kelebihan dan Contohnya
Baca Juga
Wednesday, 28 June 2023
7 Contoh Positioning Produk Brand Ternama dan Strateginya
Baca Juga
Wednesday, 7 February 2024
4 Tahapan Proses Manajemen Strategi, Fungsi dan Komponennya
Baca Juga
Wednesday, 7 June 2023
Feedback Artinya: Jenis, Fungsi, beserta Cara Mendapatkannya
Baca Juga
Monday, 25 December 2023
Analisis Pasar: Tujuan, Metode, Faktor, Caranya dan Contoh
Baca Juga
Sunday, 4 December 2022
Berbagai Contoh Proposal Bisnis Lengkap dengan Rinciannya
Baca Juga
Customer Service Bee

148rb+ Pengusaha Sudah Pakai Bee

"Operasional makin lancar, bisnis terkontrol dan mudah discale-up"
Hubungi Tim Bee sekarang untuk konsultasi GRATIS
Logo Bee Web
Software Akuntansi & Kasir No. 2 di Indonesia. Memudahkan Pemilik Bisnis dan Akuntan untuk mengerjakan dan menganalisa keuangan lebih cepat, mudah, dan akurat. Gratis Trial atau Demo Gratis dengan Tim Bee.
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Chat via WA
Alamat Kantor
Surabaya: Jl. Klampis Jaya 29J, SurabayaBandung: Aer Space - Jl. Karang Tinggal No.41B, Cipedes, Bandung
Jakarta: Jl. Mampang Prapatan VIII No. 3B, Jakarta Selatan (Sementara Tutup)
Copyright © 2024 Bee.id
magnifiercrossmenu