Logo Bee Web

Memahami Teori Keunggulan Komparatif, Contoh, Fungsinya

Keunggulan komparatif adalah kemampuan suatu negara untuk memproduksi produk dengan biaya peluang lebih rendah dibandingkan lainnya.
Penulis: Lutfatul Malihah
Kategori:
Dipublish Tgl: Tuesday, 12 March 2024

Keunggulan komparatif adalah konsep ekonomi yang mengacu pada kemampuan suatu negara atau entitas untuk menghasilkan barang atau jasa dengan biaya oportunis yang lebih rendah dibandingkan dengan negara atau entitas lainnya.

Dalam konteks globalisasi dan perdagangan internasional, keunggulan ini menjadi pendorong utama pertukaran barang dan jasa antar negara.

Konsep ini menekankan pada efisiensi sumber daya dan spesialisasi, kenali lebih dalam apa yang dimaksud dengan keunggulan komparatif dan prakteknya dalam bisnis.

Apa itu Keunggulan Komparatif?

Menurut laman investopedia.com, pengertian keunggulan komparatif adalah kemampuan suatu perekonomian untuk memproduksi barang atau jasa dengan biaya peluang lebih rendah dibandingkan dengan mitra dagangnya.

Dalam konteks perdagangan internasional, konsep ini menyoroti produk atau sektor yang dapat diproduksi oleh suatu negara dengan lebih murah atau mudah dibandingkan negara lain. Biaya peluang, atau potensi manfaat yang hilang, menjadi kunci dalam memahami keunggulan ini.

Suatu perusahaan memiliki keunggulan ini jika biaya peluangnya lebih rendah dibandingkan perusahaan lain dalam memproduksi barang atau jasa tertentu.

Dengan kata lain, keunggulan ini terjadi ketika suatu pihak memilih opsi terbaik dalam trade-off antara keuntungan dan kerugian, menghasilkan keuntungan terbesar secara keseluruhan.

Meskipun demikian, penerapan teori ini ternyata juga berpotensi mengakibatkan eksploitasi dan penipisan sumber daya negara.

Teori Keunggulan Komparatif

David Ricardo Penemu Teori Keunggulan Komperatif

Teori keunggulan komparatif dikemukakan oleh David Ricardo (Credit: bbci.co.uk)

Berdasarkan informasi dari Jurnal Keunggulan Komparatif-Kompetitif dan Strategi Kemitraan, teori keunggulan komparatif dikemukakan oleh David Ricardo yang juga dikenal dengan The Law of Comparative Advantage dalam bukunya On the Principles of Political Economy and Taxation.

Teori ini muncul sebagai tanggapan pandangan merkantilisme yang berkembang pada abad ke-16 hingga ke-17, terutama di Inggris yang saat itu sedang aktif dalam kolonialisasi. Pada periode tersebut, merkantilisme mendukung ide bahwa perdagangan internasional harus dilakukan untuk mengumpulkan sebanyak mungkin kekayaan bagi negara, terutama melalui kolonisasi dan eksploitasi sumber daya alam di daerah seberang laut.

Hal ini berlawanan dengan prinsipnya, menurut Ricardo, suatu negara seharusnya fokus pada kegiatan ekonomi di industri-industri yang memiliki keunggulan komparatif internasional. Berbeda dengan keunggulan absolut, keunggulan ini memungkinkan suatu negara untuk tetap melakukan perdagangan meskipun mengalami kerugian absolut dalam beberapa komoditi.

Negara dapat memproduksi dan mengekspor barang atau jasa yang memiliki kerugian absolut lebih kecil, sementara mengimpor komoditi dengan kerugian absolut yang lebih besar. Dengan melakukan spesialisasi produksi pada barang atau jasa yang memiliki produktivitas dan efisiensi tinggi, suatu bangsa, menurut teorinya dapat meningkatkan standar kehidupan dan pendapatannya.

Perbedaan Keunggulan Mutlak dan Komparatif

Perbedaan utama antara keunggulan mutlak dan komparatif adalah dari cara mengukur keunggulan ekonomi sebuah negara. Keunggulan absolut mengacu pada keunggulan yang tidak dapat dipertentangkan dari suatu negara atau bisnis untuk memproduksi suatu barang lebih baik, lebih cepat, dan dengan keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan pesaingnya.

Sebaliknya, keunggulan komparatif mempertimbangkan biaya peluang yang terlibat ketika memilih untuk memproduksi berbagai jenis barang dengan sumber daya terbatas. Ini tidak hanya berfokus pada satu produk, melainkan melihat keseluruhan produksi yang dapat dilakukan oleh suatu negara atau bisnis.

Dalam praktiknya, keunggulan absolut dapat dilihat dalam efisiensi produksi satu jenis barang tertentu, sedangkan komparatif mencakup gambaran yang lebih luas tentang produksi barang dan jasa secara keseluruhan, dengan mempertimbangkan biaya peluang untuk berbagai opsi produksi.

Contoh Keunggulan Komparatif

Berikut adalah 5 contoh keunggulan komparatif:

1. Perdagangan Internasional

Contoh keunggulan komparatif berikutnya adalah dalam perdagangan internasional, dimana Negara A mungkin memiliki keunggulan dalam produksi produk pertanian, sementara Negara B memiliki keunggulan dalam teknologi tinggi.

Dengan melakukan perdagangan internasional, keduanya dapat memanfaatkan keunggulan ini masing-masing dan bertukar barang atau jasa yang lebih efisien.

Baca Juga: Manfaat Perdagangan Internasional serta Pengertian dan Jenisnya

2. Dalam Spesialisasi dan Diversifikasi Ekonomi

Berikutnya adalah dalam spesialisasi dan diversifikasi ekonomi, contohnya ketika Suatu negara dapat memiliki keunggulan komparatif dalam sektor teknologi informasi, sementara negara lain mungkin memiliki keunggulan dalam industri pertanian.

Dengan mengadopsi spesialisasi, negara-negara tersebut dapat meningkatkan efisiensi produksi dan meningkatkan perdagangan internasional.

3. Dalam Strategi Bisnis

Berikutnya dalam strategi bisnis, ketika sebuah perusahaan mungkin memiliki keunggulan dalam mengembangkan teknologi canggih.

Sementara perusahaan lain mungkin unggul dalam produksi barang konsumen. Dengan fokus pada keunggulan komparatif, setiap perusahaan dapat meningkatkan efisiensi dan daya saing di pasar global.

4. Contoh Keunggulan Komparatif Indonesia

Indonesia memiliki keunggulan komparatif yang signifikan dalam sektor pertanian, terutama pada komoditas seperti kelapa sawit, kopi, dan karet. Iklim tropis dan tanah subur di Indonesia menciptakan kondisi ideal untuk pertumbuhan tanaman tersebut.

Keunggulan ini memungkinkan Indonesia untuk menjadi salah satu produsen terkemuka dunia dalam sektor pertanian, memenuhi permintaan global akan produk-produk tersebut.

Selain itu, Indonesia juga memiliki keunggulan dalam sektor pariwisata dengan keindahan alam, warisan budaya, dan keanekaragaman hayati yang menarik wisatawan dari seluruh dunia.

Dengan memanfaatkan keunggulan ini, Indonesia dapat terus meningkatkan kontribusinya dalam perekonomian global melalui ekspor produk pertanian dan industri pariwisata.

5. Contoh Keunggulan Komparatif Amerika Serikat dan China

Amerika Serikat dan China keduanya memiliki keunggulan komparatif dalam sektor e-commerce dan perdagangan online. Perusahaan seperti Amazon di Amerika Serikat dan Alibaba di China menjadi pemimpin dalam perdagangan online global.

Kedua negara memanfaatkan teknologi digital untuk menghubungkan produsen dan konsumen secara efisien. Dimana mereka saling mendukung pertumbuhan ekonomi mereka melalui platform e-commerce yang besar dan inovatif.

Beecloud Ecommerce Untuk Toko Online Web

Fungsi Keunggulan Komparatif dalam Bisnis

Berikut beberapa manfaat dan fungsinya dalam bisnis:

  • Dalam bisnis memungkinkan perusahaan untuk mengidentifikasi dan fokus pada kegiatan yang dapat dilakukan dengan lebih efisien dibandingkan dengan pesaing.
  • Perusahaan dapat mengembangkan produk dan layanan yang lebih unggul dalam kualitas atau efisiensi dibandingkan pesaing.
  • Memungkinkan bisnis untuk memperluas cakupan pasar mereka melalui perdagangan internasional.
  • Dapat menjadi dasar untuk pertumbuhan dan diversifikasi portofolio bisnis.
  • Perusahaan dapat menggunakan keunggulannya sebagai dasar untuk menjalin kemitraan strategis atau kolaborasi dengan bisnis lain.

Kritik Terhadap Teori Keunggulan Komparatif

Mengutip dari grandmedia.com, ada 5 kritik dalam teori ini, berikut diantaranya:

1. Sederhana dan Terlalu Idealistik

Diasumsikan dalam konteks dua produk atau dua negara, yang jauh dari realitas perdagangan internasional yang melibatkan banyak negara dan beragam produk.

Kritik mengemukakan bahwa model ini terlalu sederhana dan idealistik, tidak mempertimbangkan kompleksitas dan diversifikasi dalam hubungan perdagangan internasional.

Baca Juga: Diversifikasi: Pengertian, fungsi, Jenis dan Strateginya

2. Biaya Transportasi dan Ketidakmungkinan Asumsi Nihil Transportasi

Asumsi dalam teori keunggulan ini menyatakan bahwa biaya transportasi dapat diabaikan dinilai tidak realistis. Perdagangan antar negara selalu melibatkan biaya transportasi, yang dapat mempengaruhi harga jual dan mengubah perhitungan komparatif jika diperhitungkan.

3. Faktor Produksi Lainnya yang Tidak Diperhitungkan

Kritik menyoroti bahwa teori ini terlalu memfokuskan pada tenaga kerja sebagai satu-satunya faktor produksi yang relevan. Faktor produksi lainnya seperti modal, kewirausahaan, dan sumber daya alam tidak diperhitungkan secara memadai dalam model ini. Dimana teori ini mengabaikan kompleksitas sebenarnya dalam kegiatan produksi.

4. I-mobilitas Tenaga Kerja dan Mobilitas Global

Adanya asumsi bahwa tenaga kerja bersifat mobile dan dapat beralih dengan mudah antar sektor atau negara dinilai tidak selaras dengan kenyataan. Imobilitas tenaga kerja, khususnya dalam keadaan dimana pekerja memerlukan waktu untuk menemukan pekerjaan yang baru saat berpindah industri, tidak sepenuhnya diperhitungkan.

Selain itu, dalam era globalisasi, mobilitas global pekerja dapat mempengaruhi dinamika pasar tenaga kerja secara signifikan.

5. Tidak Inklusif terhadap Teknologi

Kritik selanjutnya menyoroti bahwa model keunggulan komparatif tidak memperhitungkan dampak teknologi pada perbedaan produktivitas tenaga kerja. Perkembangan teknologi dan perbedaan dalam kualitas modal barang tidak diperhitungkan dalam model, sehingga mengabaikan faktor-faktor ini yang sebenarnya dapat mempengaruhi keunggulan suatu negara.

Lembaga Keuangan Non Bank: Jenis, danFungsinya Bagi Bisnis
Tidak hanya bank, lembaga keuangan non bank juga berperan sebagai salah satu roda penggerak perekonomian. Layanan yang dihadirkan mampu mempermudah
Baca Juga
Apa itu Inflasi? Ini Arti, Penyebab, Dampak & Cara Ukurnya
Apa itu inflasi? Istilah inflasi mungkin sudah sering kita dengar, terutama saat mengakses informasi berita ekonomi dan keuangan. Inflasi sendiri
Baca Juga
Fluktuasi: Pengertian, Penyebab, Jenis, dan Contoh
Salah satu kejadian yang sering ada dalam sebuah perjalanan di bidang ekonomi yaitu instabilitas atau fluktuasi. Instabilitas ini lawan katanya
Baca Juga
Teori Ekonomi Mikro: Definisi dan Contoh Masalah di Indonesia
Teori ekonomi mikro adalah bidang studi yang mempelajari perilaku individu, rumah tangga, dan perusahaan dalam pengambilan keputusan ekonomi serta interaksi
Baca Juga
Mengetahui Tujuan Kebijakan Fiskal dan Contohnya
Kebijakan fiskal mengacu pada pemanfaatan pengeluaran pemerintah dan kebijakan pajak untuk mempengaruhi kondisi ekonomi negara. Tujuan kebijakan fiskal adalah menstabilkan
Baca Juga
Memahami Apa Itu Akuntansi Syariah Prinsip Dasar, dan Tujuannya
Tingginya keinginan masyarakat untuk dapat bertransaksi dengan aman dan nyaman sesuai syariat. Membuat sistem akuntansi syariah semakin populer dan diterapkan
Baca Juga
Customer Service Bee

148rb+ Pengusaha Sudah Pakai Bee

"Operasional makin lancar, bisnis terkontrol dan mudah discale-up"
Hubungi Tim Bee sekarang untuk konsultasi GRATIS
Logo Bee Web
Software Akuntansi & Kasir No. 2 di Indonesia. Memudahkan Pemilik Bisnis dan Akuntan untuk mengerjakan dan menganalisa keuangan lebih cepat, mudah, dan akurat. Gratis Trial atau Demo Gratis dengan Tim Bee.
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Chat via WA
Alamat Kantor
Surabaya: Jl. Klampis Jaya 29J, SurabayaBandung: Ruang 59 - Jl. Surya Sumantri No.59, Sukawarna, Bandung
Jakarta: Jl. Mampang Prapatan VIII No. 3B, Jakarta Selatan (Sementara Tutup)
Copyright © 2024 Bee.id
magnifiercrossmenu