Logo Bee Web

Tangible Asset atau Aset Berwujud, ini Contoh dan Jenis-Jenisnya

tangible asset adalah aset berwujud yang menjadi bagian dari kekayaan bisnis dalam bentuk fisik dan dapat dirasakan dalam panca indra.
Penulis: Lutfatul Malihah
Kategori:
Dipublish Tgl: Thursday, 1 February 2024

Tangible asset adalah nama lain dari aset berwujud dalam sebuah bisnis yang berperan dalam dalam mendukung operasional bisnis, aset ini memiliki bentuk fisik yang dapat dilihat dan diraba.

Contohnya properti perusahaan, peralatan, inventaris dan sejenisnya yang menjdi nilai kekayaan fisik perusahaan, yang perlu dikelola dengan baik agar operasional bisnis tidak terganggu.

Sebab, manajemen aset ini tidak hanya untuk menjaga stabilitas finansial, tetapi juga untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memitigasi risiko yang mungkin timbul.

Apa itu Tangible Asset? Tangible Asset Adalah

Tangible Asset

Arti tangible asset adalah nama lain dari aset berwujud, contohnya peralatan dan inventaris kantor (Credit: Freepik.com)

Tangible assets adalah aset fisik dan keuangan bisnis yang digunakan untuk kepentingan penyediaan nilai untuk konsumen, contohnya peralatan produksi, sumber daya keuangan, real estate, bahan baku mentah dan sejenisnya.

Menurut Sugiama (2013) tangible adalah aset berwujud atau sumber daya berwujud yang menjadi bagian dari kekayaan bisnis dan dapat dimanifestasikan secara fisik dengan menggunakan panca indra, contohnya gedung, alat produksi, bangunan, tanah dan lain-lain.

Bisa disimpulkan jika intangible adalah aset berwujud yang menjadi bagian kekayaan bisnis dan digunakan untuk operasional bisnis, seperti gedung, peralatan produksi, bahan baku, dan lain sebagainya.

Perbedaan Tangible Asset dan Intangible Asset

Hal utama yang membedakan tangible asset dan intangible asset adalah wujud dari aset tersebut. Dimana tangible asset adalah aset yang dimiliki perusahaan dalam bentuk fisik yang bisa dirasakan oleh panca indra.

Sedangkan tangible asset adalah nilai pada alat milik bisnis yang digunakan untuk kepentingan produksi dan memiliki masa pakai, namun tidak dapat dilihat melalui panca indra. Contohnya, hak cipta, hak paten dan lain-lain.

Baca Juga: Mengenal Aset Tak Berwujud, Karakteristik, Jenis dan Contohnya

Karakteristik Tangible Asset

Berikut ini adalah beberapa karakteristik dari aset berwujud:

  • Memiliki bentuk fisik yang bisa dilihat dan dirasakan.
  • Digunakan secara aktif dalam kegiatan operasional
  • Hanya dimanfaatkan dan tidak dapat diinvestasikan dan diperjualbelikan.
  • Memiliki masa lebih dari satu periode akuntansi dalam rata-rata umur penggunaan aman.
  • Dapat memberi manfaat di masa yang akan datang

Jenis-jenis Tangible Asset

Dalam menyusun neraca ada 3 jenis tangible asset berdasarkan masa kegunaannya, yakni:

1. Tangible Asset yang Tidak Terbatas

Merujuk kepada aset fisik yang diharapkan memiliki masa manfaat yang panjang dan tidak memiliki batasan waktu yang jelas untuk penggunaannya.

Contohnya adalah tanah dan gedung yang dapat digunakan oleh perusahaan untuk jangka waktu yang sangat lama tanpa batasan signifikan.

2. Tangible Asset yang Sangat Terbatas

Berikutnya adalah aset berwujud yang memiliki masa manfaat yang relatif pendek atau terbatas, seringkali karena kemajuan teknologi atau kebutuhan bisnis yang cepat berubah.

Contohnya, peralatan teknologi informasi yang mungkin memiliki siklus hidup produk yang singkat atau peralatan kantor yang rentan terhadap perubahan tren desain.

3. Tangible Asset yang Tidak Bisa Digantikan

Selanjutnya adalah aset berwujud yang mungkin memiliki masa manfaat yang panjang, namun, karena alasan tertentu, sulit atau tidak mungkin digantikan jika rusak atau usang.

Contohnya bisa termasuk mesin atau peralatan produksi khusus yang dibuat sesuai dengan spesifikasi unik atau aset tertentu yang sulit ditemukan penggantinya.

Contoh Tangible Asset dalam Bisnis

contoh tangible asset

Salah satu contoh tangible asset adalah peralatan produksi (Credit; Freepik.com)

Tangible asset mencakup berbagai macam bentuk properti fisik dan sumber daya yang dapat diraba atau terlihat secara langsung. Berikut beberapa contohnya:

  • Properti dan Bangunan: Termasuk tanah, gedung, pabrik, dan fasilitas lainnya yang dimiliki oleh suatu organisasi.
  • Peralatan dan Mesin: Peralatan produksi, mesin, dan alat-alat lainnya yang digunakan dalam operasional sehari-hari suatu bisnis.
  • Inventaris: Barang-barang yang diperdagangkan atau digunakan dalam proses produksi, seperti persediaan barang jadi, bahan baku, dan barang modal.
  • Kendaraan: Meliputi mobil, truk, pesawat, atau jenis kendaraan lainnya yang dimiliki oleh perusahaan untuk keperluan operasional.
  • Perlengkapan Kantor: Termasuk peralatan kantor, komputer, printer, dan perangkat keras lainnya yang digunakan dalam lingkungan kerja.
  • dll.

Baca Juga: Cara Menghitung Biaya Penyusutan Nilai dan Contohnya

Cara Menghitung Penyusutan Aset

Ada beberapa metode yang bisa digunakan dalam menghitung penyusutan aset:

1. Metode Garis Lurus

Cara pertama adalah menggunakan metode garis lurus, yakni proses perhitungannya mengasumsikan bahwa nilai penyusutan tetap setiap tahunnya.

Penyusutan Garis Lurus = (Nilai awal - Nilai Residu) / Masa Manfaat

Dengan karakteristik sederhana dan mudah dipahami, cocok untuk aset dengan penurunan nilai yang merata sepanjang masa manfaat.

2. Metode Saldo Menurun

Berikutnya adalah memberikan proporsi penyusutan yang lebih tinggi pada awal masa manfaat, dan secara bertahap menurunkan jumlah penyusutan. Metode ini dihitung menggunakan rumus

Penyusutan Saldo Menurun = (2/masa manfaat) x nilai buku awal

Cara ini cocok untuk jenis aset yang mengalami penurunan nilai yang lebih cepat pada awal masa manfaat.

3. Metode Jumlah Angka Tahun

Berikutnya, metode ini depresiasi dihitung dengan menggunakan angka tahun sebagai dasar penyusutan, memberikan proporsi lebih besar pada awal masa manfaat.

Dengan karakteristik memberikan penyusutan yang lebih besar pada awal masa manfaat, namun lebih rumit daripada metode garis lurus. Dalam hal inii dapat dihitung menggunakan cara:

Penyusutan tahun ke-n = (Masa manfaat - (n-1)/ Jumlah angka tahun) x (Nilai awal - Nilai residu)

4. Metode Hasil/ Satuan Produksi.

Berikutnya, penyusutan dihitung berdasarkan jumlah produksi atau satuan yang dihasilkan oleh aset, cocok untuk aset yang terkait erat dengan produksi dan memiliki penggunaan yang bervariasi. Rumus metode ini bisa dihitung dengan cara

Penyusutan Hasil = (Biaya aset - Nilai residu)/ total satuan produksi yang diperkirakan

5. Metode Jam Jasa

Kemudian penyusutan dihitung berdasarkan jumlah jam atau waktu penggunaan aset. Metode ini cocok untuk aset yang digunakan secara terputus-putus dan memiliki pola penggunaan yang dapat diukur dalam jam atau waktu.

Penyusutan Jam Jasa = (Biaya Aset - Nilai Residu)/ Total Jam Jasa yang Diperkirakan

Pemilihan metode penyusutan tergantung pada jenis aset, karakteristik operasional, dan preferensi perusahaan. Setiap metode memiliki kelebihan dan kelemahan yang perlu dipertimbangkan.

Anda bisa menghitung perhitungan biaya penyusutan aset ini lebih mudah dengan menggunakan software akuntansi beeaccounting. Untuk bisa memantau kondisi finansial bisnis secara real-time dan akurat. Klik banner di bawah ini untuk informasi selengkapnya!

Masih Bingung Cara Hitung Biaya Penyusutan Aset Beeaccounting

ROE adalah Return on Equity, Begini Fungsinya Untuk Bisnis
ROE adalah singkatan dari Return on Equity, yakni salah satu dari jenis return yang biasa terjadi di perusahaan, dua jenis
Baca Juga
Cost Center Adalah: Pengertian, Contoh dan Cara Kerjanya
Dalam era bisnis yang kompetitif dan terus berkembang, manajemen keuangan yang cerdas dan terstruktur menjadi kunci keberhasilan suatu perusahaan. Cost
Baca Juga
12 Contoh Wirausaha Berbagai Bidang & Contoh Usahanya
Jika Anda seorang pebisnis yang tengah mencari inspirasi dan pandangan segar dalam dunia kewirausahaan, tak ada yang lebih bermanfaat daripada
Baca Juga
Jenis Usaha Perseorangan serta Kelebihan dan Kekurangannya
Jenis usaha perseorangan menjadi bentuk usaha yang paling tepat untuk dipilih dalam bisnis skala mikro atau kecil. Cocok sekali untuk
Baca Juga
10 Perbedaan Perusahaan Jasa dan Dagang Serta Persamaannya
Perusahaan dagang dan jasa adalah dua jenis perusahaan yang beroperasi di sektor ekonomi yang fokus pada dua hal yang berbeda.
Baca Juga
Mengenal Rasio Aktivitas, Jenis dan Rumusnya
Dalam dunia bisnis, pemilik usaha selalu mencari cara untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas mereka. Salah satu metode yang digunakan adalah
Baca Juga
Customer Service Bee

148rb+ Pengusaha Sudah Pakai Bee

"Operasional makin lancar, bisnis terkontrol dan mudah discale-up"
Hubungi Tim Bee sekarang untuk konsultasi GRATIS
Logo Bee Web
Software Akuntansi & Kasir No. 2 di Indonesia. Memudahkan Pemilik Bisnis dan Akuntan untuk mengerjakan dan menganalisa keuangan lebih cepat, mudah, dan akurat. Gratis Trial atau Demo Gratis dengan Tim Bee.
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Chat via WA
Alamat Kantor
Surabaya: Jl. Klampis Jaya 29J, SurabayaBandung: Ruang 59 - Jl. Surya Sumantri No.59, Sukawarna, Bandung
Jakarta: Jl. Mampang Prapatan VIII No. 3B, Jakarta Selatan (Sementara Tutup)
Copyright © 2024 Bee.id
magnifiercrossmenu