Logo Bee Web

7 Perbedaan Debit dan Kredit dalam Akuntansi

Perbedaan debit dan kredit sebenarnya mudah dipahami. Terlebih, keduanya sama-sama harus ada dalam laporan keuangan perusahaan.
Penulis:
Rizal Arisona
Professional Reviewer:
Loly Meyca Sari Amrullah S. Ak
Kategori:
Terbit: 17 Apr 2023
Diperbarui: 29 Oct 2026

Banyak berbagi banyak rejeki :

Daftar Isi

Perbedaan debit dan kredit mungkin sudah tidak asing bagi yang terbiasa menyusun laporan keuangan. Keduanya menjadi bukti terjadinya transaksi baik keluar maupun masuk. Namun, penggunaannya ternyata tidak sesederhana soal bertambah atau berkurangnya uang.

Anda akan menemukan berbagai istilah yang berkaitan dengan debit-kredit dalam dunia akuntansi. Sebut saja aset, liabilitas, ekuitas, dan masih banyak lagi. Lebih jelasnya Anda dapat menyimak artikel ini hingga akhir pembahasan.

Sekilas Pengertian Debit dan Kredit

Perbedaan Debit Dan Kredit

Sebelum membahas lebih jauh tentang penggunaannya dalam akuntansi, apa itu debit dan kredit perlu Anda pahami dahulu. Asal kata debit adalah debere yang artinya pencatatan akuntansi saat aset atau harta mengalami pertambahan.

Sedangkan menurut para ahli ekonomi, debit tidak hanya mencerminkan terjadinya peningkatan aset, namun juga saat terjadi penurunan liabilitas (utang). Maka dari itu, debit tidak terbatas pada barang berbentuk, melainkan termasuk hal tidak berwujud.

Selanjutnya beralih ke istilah kredit yang dapat diartikan sebagai pencatatan keuangan saat hutang meningkat, sementara ekuitas (modal) berkurang.

Baca Juga: Kredit Adalah: Jenis, Penggunaan, dan Perbedaan dengan Debit

Pada dasarnya, debit maupun kredit dalam akuntansi sama-sama dipakai untuk mencatat transaksi keuangan. Selain itu, seorang akuntan harus memastikan bahwa nilai keseluruhan dari keduanya tidak berbeda (total debit = total kredit).

Tabel Perbedaan Debit dan Kredit

Cara paling mudah memahami perbedaan debit dan kredit adalah dengan melihat posisi pencatatan serta pengaruhnya terhadap setiap jenis akun.

Aspek Debit Kredit
Posisi pencatatan Sisi kiri akun Sisi kanan akun
Akun aset Menambah saldo normal Mengurangi saldo normal
Akun beban Menambah saldo normal Mengurangi saldo normal
Akun kewajiban Mengurangi saldo normal Menambah saldo normal
Akun ekuitas Mengurangi saldo normal Menambah saldo normal
Akun pendapatan Mengurangi saldo normal Menambah saldo normal
Fungsi dalam jurnal Mencatat perubahan akun pada sisi debit Mencatat perubahan akun pada sisi kredit

Perlu dipahami bahwa debit dan kredit bukan ukuran baik atau buruknya kondisi keuangan. Keduanya merupakan posisi pencatatan untuk menunjukkan perubahan pada akun.

1. Perbedaan Posisi dalam Jurnal

Perbedaan pertama terletak pada posisi pencatatannya.

Debit ditulis pada sisi kiri akun, sedangkan kredit ditulis pada sisi kanan. Aturan ini berlaku dalam jurnal umum maupun buku besar.

Contohnya, ketika perusahaan membeli peralatan secara tunai, jurnalnya adalah:

Akun Debit Kredit
Peralatan Rp3.000.000 —
Kas — Rp3.000.000
Total Rp3.000.000 Rp3.000.000

Peralatan dicatat di sisi debit karena aset tersebut bertambah. Kas dicatat di sisi kredit karena saldo kas berkurang.

2. Perbedaan Pengaruh terhadap Akun Aset

Aset adalah sumber daya yang dimiliki atau dikendalikan perusahaan dan memberikan manfaat ekonomi, seperti kas, piutang, persediaan, kendaraan, dan peralatan.

Pada akun aset, debit menambah saldo normal, sedangkan kredit menguranginya.

Contohnya, perusahaan membeli persediaan secara tunai sebesar Rp2.000.000. Persediaan bertambah sehingga didebit, sementara kas berkurang sehingga dikredit.

Sebaliknya, ketika perusahaan menerima pembayaran piutang, kas bertambah di sisi debit dan piutang berkurang di sisi kredit.

Jadi, satu transaksi bisa membuat satu akun aset bertambah dan akun aset lainnya berkurang.

3. Perbedaan Pengaruh terhadap Beban dan Pendapatan

Beban dan pendapatan memiliki aturan saldo normal yang berbeda.

Beban umumnya bertambah di sisi debit. Sementara itu, pendapatan umumnya bertambah di sisi kredit.

Misalnya, perusahaan membayar biaya listrik sebesar Rp500.000. Beban listrik bertambah sehingga dicatat di sisi debit, sedangkan kas berkurang sehingga dicatat di sisi kredit.

Contoh lainnya, perusahaan menerima pendapatan jasa sebesar Rp2.000.000 secara tunai.

Akun Debit Kredit
Kas Rp2.000.000 —
Pendapatan jasa — Rp2.000.000
Total Rp2.000.000 Rp2.000.000

Kas bertambah di sisi debit dan pendapatan bertambah di sisi kredit.

Perlu diingat bahwa penerimaan uang tidak selalu berarti pendapatan. Misalnya, uang yang diterima dari pinjaman akan menambah kas sekaligus menambah utang.

4. Perbedaan Pengaruh terhadap Utang dan Modal

Akun kewajiban atau utang dan akun ekuitas atau modal umumnya memiliki saldo normal kredit.

Artinya, penambahan utang atau modal dicatat di sisi kredit. Sebaliknya, pengurangannya dicatat di sisi debit.

Contohnya, pemilik menyetorkan modal tunai sebesar Rp10.000.000.

Akun Debit Kredit
Kas Rp10.000.000 —
Modal pemilik — Rp10.000.000
Total Rp10.000.000 Rp10.000.000

Kas bertambah dan dicatat di sisi debit. Modal bertambah dan dicatat di sisi kredit.

Jika perusahaan menerima pinjaman bank, pencatatannya menggunakan pola serupa: kas didebit dan utang pinjaman dikredit. Namun, pinjaman tidak boleh langsung dianggap sebagai pendapatan karena perusahaan memiliki kewajiban untuk melunasinya.

5. Perbedaan Saldo Normal Akun

Saldo normal adalah sisi tempat suatu akun biasanya memiliki saldo. Memahami konsep ini membantu menentukan apakah perubahan akun perlu dicatat di debit atau kredit.

Jenis akun Saldo normal
Aset Debit
Beban Debit
Kewajiban Kredit
Ekuitas Kredit
Pendapatan Kredit

Tabel tersebut berlaku untuk akun utama secara umum. Ada pula akun kontra yang saldo normalnya berlawanan dengan akun terkait, seperti akumulasi penyusutan yang mengurangi nilai tercatat aset tetap.

Karena itu, jangan menentukan posisi debit atau kredit hanya berdasarkan nama transaksi. Identifikasi akun yang berubah terlebih dahulu.

6. Perbedaan Pencatatan pada Transaksi yang Sama

Untuk memahami perbedaan debit dan kredit, perhatikan bagaimana satu transaksi memengaruhi dua akun sekaligus.

Misalnya, perusahaan membayar utang kepada pemasok sebesar Rp1.500.000.

Akun Debit Kredit
Utang usaha Rp1.500.000 —
Kas — Rp1.500.000
Total Rp1.500.000 Rp1.500.000

Utang berkurang sehingga dicatat di sisi debit. Kas juga berkurang sehingga dicatat di sisi kredit.

Contoh ini menunjukkan bahwa debit tidak selalu menandakan penambahan aset. Debit juga dapat mencatat pengurangan akun kewajiban.

Demikian pula, kredit tidak selalu berarti utang bertambah. Kredit dapat mencatat pengurangan akun aset, seperti kas yang digunakan untuk membayar utang.

7. Perbedaan Fungsi dalam Sistem Pencatatan Berpasangan

Debit dan kredit bekerja bersama dalam sistem pencatatan berpasangan. Setiap jurnal harus memiliki total debit dan kredit yang sama.

Prinsip ini membantu menjaga keseimbangan persamaan akuntansi:

Aset = Kewajiban + Ekuitas

Misalnya, perusahaan membeli peralatan tunai senilai Rp3.000.000. Nilai peralatan bertambah dan kas berkurang dengan jumlah yang sama.

Pencatatan debit dan kredit membantu menggambarkan kedua perubahan tersebut secara bersamaan.

Namun, jurnal yang seimbang belum tentu sepenuhnya benar. Kesalahan dalam pemilihan akun, nominal, atau transaksi yang tidak dicatat tetap bisa terjadi meskipun total debit dan kredit sama.

Apakah Debit Berarti Uang Masuk dan Kredit Berarti Uang Keluar?

Tidak selalu.

Dalam pencatatan akuntansi, debit dan kredit ditentukan berdasarkan jenis akun serta perubahan yang terjadi.

Contohnya:

  • Menerima pembayaran pelanggan: kas bertambah dan dicatat di sisi debit.
  • Membayar biaya operasional: beban bertambah di sisi debit, sedangkan kas berkurang di sisi kredit.
  • Menerima pinjaman: kas bertambah di sisi debit dan utang bertambah di sisi kredit.
  • Melunasi piutang: kas bertambah di sisi debit dan piutang berkurang di sisi kredit.

Perlu dibedakan pula antara pencatatan akuntansi perusahaan dan mutasi rekening bank. Istilah debit atau kredit pada rekening bank dapat ditampilkan berdasarkan sudut pandang pencatatan bank sehingga tidak selalu sama dengan cara membaca jurnal perusahaan.

Bagaimana Cara Menentukan Debit dan Kredit?

Jika masih sering tertukar, gunakan langkah berikut saat mencatat transaksi.

  • Pahami transaksi dan nominalnya.
  • Identifikasi akun yang terpengaruh.
  • Tentukan apakah setiap akun bertambah atau berkurang.
  • Periksa jenis akun dan saldo normalnya.
  • Tentukan sisi debit dan kredit berdasarkan aturan akun.
  • Pastikan total debit sama dengan total kredit.
  • Cocokkan jurnal dengan bukti transaksi.

Misalnya, perusahaan membeli perlengkapan secara tunai. Akun perlengkapan bertambah sehingga didebit, sedangkan kas berkurang sehingga dikredit.

Cara ini lebih aman daripada menghafal bahwa debit selalu berarti pemasukan dan kredit selalu berarti pengeluaran.

Pakai Beecloud, Laporan Langsung jadi, Ga Perlu Mikirin Balace Lagi!

Software Beecloud

FAQ Seputar Perbedaan Debit dan Kredit

Apa perbedaan debit dan kredit yang paling mendasar?

Debit dicatat di sisi kiri akun, sedangkan kredit dicatat di sisi kanan. Pengaruh keduanya terhadap saldo bergantung pada jenis akun yang terlibat.

Mengapa aset bertambah di sisi debit?

Akun aset umumnya memiliki saldo normal debit. Karena itu, penambahan aset dicatat di sisi debit, sedangkan pengurangannya dicatat di sisi kredit.

Mengapa pendapatan bertambah di sisi kredit?

Pendapatan umumnya memiliki saldo normal kredit. Ketika pendapatan diakui, pencatatannya menambah saldo akun pendapatan di sisi kredit.

Apakah debit selalu berarti pemasukan?

Tidak. Debit dapat mencatat penambahan aset atau beban, serta pengurangan akun kewajiban, ekuitas, dan pendapatan.

Apakah kredit selalu berarti pengeluaran?

Tidak. Kredit dapat mencatat pengurangan aset atau beban, serta penambahan akun kewajiban, ekuitas, dan pendapatan.

Apa yang terjadi jika total debit dan kredit tidak sama?

Jurnal perlu diperiksa kembali karena ada ketidakseimbangan pencatatan. Periksa nominal, akun yang digunakan, serta kemungkinan transaksi yang belum dicatat atau salah dimasukkan.

Kesimpulan

Perbedaan debit dan kredit terletak pada posisi pencatatan dan pengaruhnya terhadap setiap jenis akun. Debit berada di sisi kiri, sedangkan kredit berada di sisi kanan.

Aset dan beban umumnya bertambah di sisi debit. Sementara itu, kewajiban, ekuitas, dan pendapatan umumnya bertambah di sisi kredit.

Untuk menentukan pencatatan yang benar, identifikasi akun yang berubah, pahami apakah saldo bertambah atau berkurang, lalu terapkan aturan debit dan kredit. Dengan cara ini, pencatatan transaksi menjadi lebih mudah ditelusuri dan diperiksa.

Artikel Populer

Feedback Artinya: Jenis, Fungsi, beserta Cara Mendapatkannya
Suatu istilah yang dipakai masyarakat untuk menilai aktivitas seseorang ialah umpan balik atau feedback artinya dalam ba...
Baca Selengkapnya
[DOWNLOAD] Contoh Excel Laporan Keuangan Lengkap!
Membuat laporan keuangan dengan Excel bisa menjadi pilihan praktis bagi pemilik usaha yang ingin mulai mencatat pemasuka...
Baca Selengkapnya
10+ Contoh Kerajinan Pasar Lokal dan Potensi Bisnisnya
Kerajinan pasar lokal merupakan salah satu cerminan kekayaan budaya dan kreativitas masyarakat setempat, merefleksikan t...
Baca Selengkapnya
Apple to Apple Artinya Perbandingan, Ini Penjelasannya
Mungkin Anda pernah mendengar istilah apple to apple dan bertanya-tanya apa sebenarnya maknanya. Istilah apple to apple...
Baca Selengkapnya
(DOWNLOAD) Contoh Buku Kas Umum, Format dan Cara Mengisinya
Buku kas umum adalah catatan yang digunakan untuk mencatat seluruh transaksi uang masuk dan uang keluar dalam suatu usah...
Baca Selengkapnya
LOI Adalah Letter of Intent, Begini Contoh dan Cara Membuatnya
Sebagai pebisnis, ketika Anda ingin menjalin kerja sama, pasti langkah awalnya adalah menyampaikan maksud dan tujuan mel...
Baca Selengkapnya
Customer Service Software Akuntansi & Kasir Bee
Jam Operasional: senin - jumat jam 09.00 - 16.00 wib

Siap Mengubah Cara Anda Mengelola Bisnis

Sejak 2010, Bee telah berdedikasi untuk membantu Pengusaha di seluruh Indonesia dalam mengatasi tantangan laporan akuntansi dan keuangan. Kami siap mendukung kesuksesan bisnis Anda. Jangan ragu untuk menghubungi kami.
Logo Bee Web
Bee.id adalah brand dari PT BITS Miliartha, perusahaan penyedia software akuntansi terbaik dan aplikasi pembukuan usaha untuk membantu pemilik bisnis dan akuntan mengelola keuangan secara lebih cepat, mudah, dan akurat. Sebagai solusi akuntansi UMKM yang telah digunakan ribuan pengguna di seluruh Indonesia, Bee siap bantu bisnis Anda berkembang lebih efisien. Coba sekarang! Gratis Trial atau jadwalkan Demo Gratis bersama Tim Bee.
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Chat via WA
Kontak
No. GSM klik bawah ini
Logo GSM Telp
Alamat Kantor
Surabaya: Jl. Villa Kalijudan Indah H No. 18B, SurabayaBandung: Aer Space - Jl. Karang Tinggal No.41B, Cipedes, Bandung
Jakarta: Jl. Mampang Prapatan VIII No. 3B, Jakarta Selatan (Sementara Tutup)
Yogyakarta: Virtual Office, hanya melayani kunjungan ke lokasi
Banyuwangi: Virtual Office, hanya melayani kunjungan ke lokasi
Copyright © 2026 Bee.id
magnifiercrossmenuarrow-right