Web Logo Bee
Penulis: Rininta Oktaviana

10 Prinsip Akuntansi untuk Membuat Laporan Keuangan

Kategori: ,
Dipublish Tgl: Thursday, 22 September 2022

Seorang pebisnis perlu membuat laporan keuangan secara rutin supaya keuangan perusahaan lebih terstruktur dan meminimalisir kerugian. Nah, pembuatan laporan keuangan harus mengikuti prosedur akuntansi berdasarkan 10 prinsip akuntansi.

Lantas, apa saja prinsip-prinsip tersebut? Mari kita bahas dan pelajari bersama-sama pada artikel ini.

10 Prinsip Dasar Akuntansi

Prinsip Akuntansi

Ilustrasi Meeting Akuntan (Sumber: Freepik.com)

Seperti yang sudah disebutkan, terdapat 10 prinsip akuntansi yang menjadi pedoman ketika membuat laporan keuangan untuk perusahaan. Berikut adalah kesepuluh prinsip dasar tersebut beserta penjelasannya.

1. Prinsip Biaya Historis

Prinsip biaya historis atau Historical Cost Principle adalah pencatatan akuntansi yang berdasarkan catatan biaya yang sebenarnya yang dikeluarkan perusahaan untuk memperoleh suatu produk.

2. Prinsip Entitas Ekonomi

Kedua, terdapat prinsip entitas ekonomi atau Economic Entity Principle yang berarti konsep kesatuan usaha. Dalam artian lain, akuntansi menganggap perusahaan adalah suatu kesatuan ekonomi yang mandiri dan terpisah dengan entitas ekonomi lainnya, bahkan dengan ekonomi pribadi pemiliknya.

Dengan begitu, prinsip entitas ekonomi dapat membedakan dan memisahkan semua pencatatan, baik kewajiban perusahaan atau kekayaan, dengan catatan pribadi pemiliknya.

3. Prinsip Kesinambungan Usaha

Sama seperti namanya, prinsip akuntansi ini menganggap suatu usaha ekonomi akan berjalan dengan cara berkesinambungan kecuali jika ada peristiwa yang tidak dapat dikendalikan dan mengakibatkan terhentinya sebuah usaha. Prinsip ini juga dikenal dengan nama Going Concern.

4. Prinsip Konsistensi

Prinsip Konsistensi

Ilustrasi Prinsip Konsistensi (Sumber: Freepik.com)

Pada prinsip konsistensi atau Consistency Principle, tidak melarang jika akan merubah suatu prinsip atau metode. Namun, jika terdapat perubahan prinsip, metode, atau selisih dalam laba perusahaan, harus dijelaskan pada laporan keuangan.

Hal tersebut juga bergantung pada perilaku dan sifat terhadap perusahan prinsip atau metode tersebut.

5. Prinsip Materialitas

Tujuan dari prinsip akuntansi yaitu membuat semua aturan menjadi seragam. Sayangnya, tidak seluruh penerapan akuntansi dapat mentaati teori yang ada. Bahkan, tidak jarang terjadi pengungkapan informasi yang sifatnya immaterial atau material.

Maksudnya adalah setiap informasi terkait akuntansi memiliki nilai nominal dan dapat dijual. Semua hal diterapkan sesuatu ranah akuntansi yang berorientasi terhadap pengguna laporan keuangan.

Baca Juga: 10 Karakteristik Laporan Keuangan untuk Pengambilan Keputusan

6. Prinsip Pengakuan Pendapatan

Pendapatan dapat berupa aktiva (aset yang masuk) atau aliran dana. Pada prinsipnya, apabila terdapat pendapatan yang masuk, maka perlu dicatat sebagai pendapatan pada umumnya atau seperti terjadi aktivitas usaha.

Aktivitas usaha yang dimaksud yaitu penjualan dari barang atau jasa.

7. Prinsip Mempertemukan

Prinsip mempertemukan atau matching memiliki kaitan dengan prinsip dasar pengakuan pendapatan. Perbedaannya terletak pada biaya yang dikeluarkan ketika transaksi. 

Tujuannya, supaya kita mengetahui, apakah perusahaan tersebut mengalami keuntungan atau kerugian, dinilai dari laporan keuangan yang dimilikinya.

Apabila beban lebih besar daripada pendapatan, maka perusahaan tersebut merugi. Sedangkan, jika beban lebih kecil daripada pendapatan, maka perusahaan tersebut untung.

8. Prinsip Periode Akuntansi

Pengertian Standar Akuntansi Keuangan

Ilustrasi Menganalisa Laporan Keuangan (Sumber: Freepik.com)

Pembatas penghitungan dibutuhkan agar laporan keuangan menjadi rapi. Pembatas penghitungan tersebut berupa jangka waktu pelaporan keuangan yang terbatas pada periode waktu tertentu.

Periode akuntansi juga dibutuhkan supaya kurun waktu yang ada di laporan keuangan menjadi jelas. Jangka waktu ini bisa bermacam-macam dan ditentukan berdasarkan kesepakatan. Selain itu, penentuan jangka waktu juga harus konsisten antara jangka waktu satu dengan yang lainnya.

Satu periode catatan laporan keuangan dapat ditentukan dalam satu bulan, enam bulan, atau bahkan satu tahun. Apabila menggunakan periode akuntansi satu bulan, maka mulai dihitung ketika menjalankan usaha, yakni 1 Januari hingga 1 Februari.

9. Prinsip Pengungkapan Penuh

Prinsip akuntansi yang kedelapan ini memiliki nama lain Full Disclosure Principle yang artinya sebuah laporan keuangan memiliki pengungkapan penuh ketika menyajikan informasi dan dimaklumkan seluruhnya.

Jika terdapat informasi yang tidak disajikan, maka perlu diberi keterangan atau tambahan informasi (berupa lampiran atau catatan kaki) di dalam laporan keuangan.

10. Prinsip Satuan Moneter

Prinsip satuan moneter yaitu pencatatan transaksi harus disajikan berupa mata uang dan tidak melibatkan hal-hal non kualitatif. Jadi, semua pencatatan memiliki batasan pada segala yang dapat diukur dan dinilai menggunakan satuan uang.

Contoh dari transaksi non kualitatif yaitu prestasi, mutu, dan lain sebagainya. Hal tersebut tidak dapat dinilai dalam bentuk uang dan tidak dapat dilaporkan.

Baca Juga: Pengertian Akuntansi Pajak, Fungsi, Penerapan dan Contohnya

Kesimpulan

Nah, bagi Anda calon pengusaha yang sedang mempelajari 10 prinsip akuntansi, perlu memahami dengan baik dan membedakan dengan cermat terkait prinsip-prinsip yang sudah disebutkan di atas.

Prinsip akuntansi ini juga penting digunakan dalam membuat laporan keuangan. Tanpa laporan keuangan, perusahaan tidak dapat mengukur kinerja hingga perkembangan perusahaan selama periode yang diketahui. Sayangnya hal ini tidak disadari oleh beberapa perusahaan yang baru berkembang.

Beecloud, Software Akuntansi Online yang Bisa Mengontrol 48 Cabang dari 1 Tempat. Satu-satunya software akuntansi online yang didesain untuk kontrol banyak cabang. Dilengkapi ratusan variasi laporan yang tersaji cepat & akurat. Laporan Laba/Rugi, Neraca, Kas/Bank, Stok, Piutang. Memudahkan manajemen mengambil keputusan bisnis.

Coba gratis Beecloud sekarang! Klik gambar di bawah ini untuk info selengkapnya.

Beecloud Program Akuntansi Online Mengontrol 48 Cabang dari 1 Tempat

Beecloud Program Akuntansi Online Mengontrol 48 Cabang dari 1 Tempat

 

Mengenal Neraca Lajur, Cara Membuat Beserta Contoh
Neraca lajur merupakan lembaran kertas berkolom yang dipakai dalam kegiatan akuntansi secara manual. Sebuah perusahaan, baik itu jasa maupun dagang […]
Baca Juga
Bilyet Giro Adalah: Definisi, Syarat Formal dan Kelebihan
Bilyet giro adalah alat pembayaran nontunai yang bentuk fisiknya berupa kertas mirip cek yang lebih sering digunakan oleh para pelaku […]
Baca Juga
Cara Membuat Pembukuan Bengkel Motor Excel
Pembukuan bengkel motor excel merupakan salah satu dokumen penting yang sangat dibutuhkan oleh pemilik bengkel. Karena format excel dapat diterapkan […]
Baca Juga

148rb+ Pengusaha Sudah Pakai Bee

"Operasional makin lancar, bisnis terkontrol dan mudah discale-up"
Hubungi Tim Bee sekarang untuk konsultasi GRATIS
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Kontak
No. GSM klik bawah ini
Logo GSM Telp
Copyright © 2022 Bee.id
magnifiercrossmenu