Logo Bee Web

Personal Branding Adalah: Tujuan dan Manfaat Bagi Bisnis

Personal branding adalah cara untuk membangun citra positif di mata masyarakat, bagaimana caranya bangun personal branding pada bisnis?
Penulis: Lutfatul Malihah
Kategori: ,
Dipublish Tgl: Wednesday, 21 December 2022

Personal branding adalah sebuah cara untuk membentuk persepsi diri demi membangun citra positif di mata masyarakat, yang akan sangat membantu perkembangan diri atau bisnis kedepannya. Personal branding pada bisnis sangatlah penting untuk dibangun dengan sengaja.

Citra sebuah bisnis juga berpengaruh pada rasa kepercayaan konsumen kepada pelaku bisnis, kenali personal branding lebih dalam untuk kemajuan bisnis Anda.

Arti Personal Branding Adalah ...

Personal Branding adalah

Kembangkan Citra Bisnis dengan Personal Branding yang Optimal (Sumber: Freepik.com)

Personal branding tidak hanya bisa dikaitkan dengan personal pribadi seseorang saja, tapi juga berkaitan tentang citra sebuah komunitas dan sebuah perjalanan bisnis. Dengan citra bisnis yang baik para konsumen atau pihak yang ingin bekerja sama tidak akan ragu lagi untuk menjalin hubungan.

Dalam buku The Master Book of Personal Branding (2019) karya Farco Siswiyanto Raharjo menjelaskan jika personal branding adalah sebuah cara seseorang untuk mengendalikan penilaian orang lain atas diri individu yang berkaitan.

Sederhana, personal branding adalah tindakan membentuk persepsi orang atau masyarakat tentang seorang individu, meliputi kemampuan, nilai, kepribadian, persepsi positif yang ditampilkan dalam diri individu. Dan hasilnya nanti akan memberikan persepsi positif masyarakat kepada seorang individu yang dapat dijadikan sebagai alat pemasaran.

Penerapan personal branding pada bisnis ini bisa diterapkan para akun sosial media pemasaran atau hal-hal lainnya yang berhubungan langsung dengan calon konsumen.

Manfaat Personal Branding Untuk Bisnis

Sebagai seorang pebisnis, Anda perlu membangun personal branding untuk penembangan bisnis, diantaranya:

1. Membangun Identitas Bisnis

Dengan membangun personal branding pada bisnis bisa menjadikan bisnis yang Anda bangun memiliki ciri khas sendiri, dan kualitas bisnis yang Anda bangun. Identitas bisnis ini juga bisa dikaitkan dengan tagline tertentu atau warna bisnis Anda.

Contohnya saja, tagline 'Satu untuk semua' yang langsung akan mencerminkan stasiun televisi nasional SCTV dan masih banyak lagi contoh lainnya.

2. Membantu Bisnis Terlihat lebih Unggul

Personal branding menjadi alat dan kesempatan Anda untuk memamerkan kualitas dari bisnis yang sedang dibangun. Sehingga, akan membuka kesempatan untuk lebih terlihat unggul dari pada kompetitor.

3. Membangun Kredibilitas dan Profesionalisme Bisnis

Dengan adanya personal branding, bisnis akan lebih dikenal dan jelas bergerak dalam bidangnya. Hal ini secara langsung akan meningkatkan kredibilitas dan profesionalisme bisnis.

4. Bisnis akan Menjadi Fokus

Pentingnya mengenali bisnis yang sedang dijalankan menjadikan personal branding sebagai cara untuk mengembangkan bisnis agar lebih fokus dan profesional.

5. Meningkatkan Banyak Pelanggan

Dengan terbentuknya citra yang baik dan profesionalisme dalam menjalankan bisnis akan berpeluang meningkatkan jumlah pelanggan. Mereka tidak akan ragu lagi untuk melakukan transaksi dengan bisnis yang sedang Anda bangun.

6. Meningkatkan Pendapatan Bisnis

Dengan jumlah pelanggan yang meningkat secara tidak langsung juga akan meningkatkan pendapatan bisnis, sehingga bisnis yang Anda jalankan akan mudah berkembang.

7. Membangun Relasi Bisnis

Selain itu, personal branding juga akan meningkatkan kepercayaan pihak ketiga seperti konsumen atau investor sehingga relasi-relasi baru untuk perkembangan bisnis mudah terjalin.

Contoh Personal Branding Pada Bisnis

Contoh personal branding yang bisa diterapkan pada bisnis adalah dengan membanun tageline pendek yang bermakna, tagline ini akan menjadikan calon konsumen mengingat bisnis/ brand Anda dengan mudah.

Baca juga: Brand Adalah dan Cara Membangun Brand Yang Kuat

Berikut deretan contoh personal branding bisnis melalui tagline:

  • Brand Nike "Just Do it"
  • Brand Toyota "Moving Forward"
  • Brand Apple "Think Different"
  • Brand Nokia "Connecting People"
  • Brand L'oreal "Because You're Worth It"

Strategi dan Cara Membangun Personal Branding Pada Bisnis

Untuk membangun personal branding ada beberapa strategi dan cara yang bisa dilakukan, diantaranya:

1. Kenali Produk/ Bisnis

Sebelum melakukan personal branding, pastikan Anda sudah mengetahui seluk beluk produk dan bisnis Anda. Mulai dari pertanyaan apa hingga bagaimana.

2. Menentukan Citra yang Ingin Dikenal

Berikutnya adalah menentukan citra seperti apa yang akan dibangun dari produk atau bisnis yang sedang Anda jalankan. Mau dikenal profesional, ramah atau lainnya, sehingga proses personal branding akan lebih fokus dan terarah.

3. Menentukan Target Audience

Selanjutnya adalah menentukan siapa target audience yang akan dituju, jika target audience Anda adalah seorang anak muda anda bisa menjadi sosok yang ramah dan kekinian sehingga tidak terkesan jadul.

Target audience ini hampir sama seperti target pasar, jika Anda sudah menemukan siapa target pasar untuk bisnis Anda maka akan sangat mudah untuk menentukan siapa target audience nantinya.

4. Tahu Ciri Khas dari Produk/ Bisnis

Cara keempat adalah mengetahui ciri khas dari produk atau bisnis Anda, dan pastikan ciri khas ini adalah ciri khas yang baik dan benar-benar unik. Sehingga, produk Anda nantinya akan semakin mudah dikenal dan diingat oleh para konsumen. Seperti bisnis kedai kopi dengan gula aren dan sejenisnya.

Baca juga: 5 Tips Branding Kedai Kopi Agar Mudah Terkenal

5. Siapkan Tagline atau Kalimat Perkenalan Singkat

Selain mengenali diri, Anda perlu menyiapkan kalimat atau tagline yang mewakili ciri khas dari produk atau bisnis Anda. Pastikan setiap kalimatnya menarik dan mudah diingat.

6. Belajar dari Para Ahli

Selanjutnya, jangan ragu untuk belajar dari para ahli atau kompetitor lain. Amati dan pelajari bagaimana cara mereka membangun personal branding dan tiru sesuai dengan ciri khas bisnis/ produk Anda.

7. Lakukan Personal Branding Secara Online dan Offline

Pada prosesnya sebaiknya Anda melakukan dengan dua arah, yakni offline dan online. Online ini bisa dilakukan melalui media sosial sedangkan offline bisa Anda terapkan secara langsung untuk konsumen yang datang.

8. Minta Rekomendasi

Jika Anda memiliki rekan baik senior maupun junior yang sekiranya mampu untuk membantu Anda dalam melakukan personal branding jangan ragu untuk meminta saran bagi mereka.

Anda juga bisa meminta rekomendasi dari para konsumen atau calon konsumen melalui ulasan dan testimoni. Dengan demikian bisnis Anda akan mudah berkembang dan terus mengalami perbaikan.

10. Konsisten dan Jaga Reputasi

Hal paling penting dalam melakukan personal branding adalah tetap konsisten dan terus jaga reputasi dimana saja. membangun personal branding tidak bisa secara instan butuh proses yang tidak sebentar sehingga konsistensi dalam melakukannya akan menjadi penentu berhasil atau tidaknya.

Selain itu, jika personal branding sudah terbangun jangan pernah melakukan perubahan ke arah yang lebih buruk dan terus fokus untuk menjaga reputasi. Karena, sekali salah personal branding yang Anda bangun akan hancur begitu saja.

Masih bingung ingin memulai membangun branding dari mana? Gampang, coba lakukan pengelolaan bisnis secara profesional terlebih dahulu mulai dari pengolahan stok barang hingga transaksi penjualan.

Untuk mendukung kinerja semakin profesional Anda bisa menggunakan software akuntansi Beeaccounting, memudahkan mengelola bisnis mulai dari bisnis rental, reseller, restoran hingga bengkel dengan mudah dan tampak profesional ditunjang dengan laporan akuntansi langsung jadi.

Sehingga, personal branding yang akan Anda bangun juga semakin mudah dilakukan. Masih ragu? Ada gratis trial untuk Anda pengguna pertama.

Beeaccounting

Artikel Terbaru

Artikel Populer

Tips Bisnis

Coba Gratis

Follow Social Media Bee

Petty Cash: Pengertian dan Cara Mengelola dengan Benar
Petty cash atau kas kecil merupakan dana tunai yang dikelola oleh perusahaan untuk keperluan operasional sehari-hari dalam jumlah kecil. Meskipun
Baca Juga
Surat Jalan: Definisi, Fungsi, Jenis, dan Komponen
Ketika mengirim suatu barang, terdapat dokumen bukti pengiriman yang bernama surat jalan. Surat ini sangat penting, bahkan tidak boleh hilang
Baca Juga
Apa itu Owner? Tanggung Jawab dan Bedanya dengan C-Level
Sering kali kita mendengar dan membaca seseorang disebut owner. Sebenarnya, apa itu owner? Owner adalah kata yang berasal dari bahasa
Baca Juga
Apa itu Reimbursement? Ini Panduan dan Ketentuannya dalam PPh 21
Dalam dunia bisnis, konsep reimbursement atau penggantian biaya merupakan hal yang vital dalam menjaga keseimbangan finansial antara perusahaan dan karyawan.
Baca Juga
Fraud Adalah Penipuan dalam Bisnis, Mari Ketahui Faktornya!
Fraud adalah tindakan merugikan yang dilakukan untuk bisa mengambil keuntungan dengan cara tidak baik atau curang. Ada beberapa contoh fraud,
Baca Juga
Apa itu Bill Hotel? Contoh Bill Hotel Manual dan Simpel
Contoh bill hotel manual diperlukan untuk setiap hotel untuk proses pembayaran. Apa itu bill hotel? Saat Anda ingin check-in, hotel
Baca Juga
Customer Service Bee

148rb+ Pengusaha Sudah Pakai Bee

"Operasional makin lancar, bisnis terkontrol dan mudah discale-up"
Hubungi Tim Bee sekarang untuk konsultasi GRATIS
Logo Bee Web
Software Akuntansi & Kasir No. 2 di Indonesia. Memudahkan Pemilik Bisnis dan Akuntan untuk mengerjakan dan menganalisa keuangan lebih cepat, mudah, dan akurat. Gratis Trial atau Demo Gratis dengan Tim Bee.
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Chat via WA
Alamat Kantor
Surabaya: Jl. Klampis Jaya 29J, SurabayaBandung: Ruang 59 - Jl. Surya Sumantri No.59, Sukawarna, Bandung
Jakarta: Jl. Mampang Prapatan VIII No. 3B, Jakarta Selatan (Sementara Tutup)
Copyright © 2024 Bee.id
magnifiercrossmenu