Promo SERBU - Tambah Dongle Diskon 12% 
00
Hari
:
00
Jam
:
00
Menit
:
00
Detik
Penulis: Rizal Arisona

Pengusaha Pemula Wajib Tahu! Inilah Konsep dan Prinsip Akuntansi Dasar

Kategori: ,
Dipublish Tgl: Monday, 26 August 2019

Ada beberapa prinsip dasar akuntansi yang memiliki peran sebagai aturan atau pedoman dalam menjalankan sistem akuntansi. Konsep dan Prinsip Akuntansi ini akan membantu Anda dalam menjalankan bisnis. Semakin dalam Anda memahami tentang prinsip akuntansi, bisnis Anda akan semakin terhindar dari kesalahan penghitungan atau kerugian. Dengan menganut prinsip akuntansi dasar seperti yang ada di bawah ini, pembukuan akan semakin akurat. Pelajari lebih lanjut tentang prinsip akuntansi dasar di bawah ini.

Baca Juga: Pelajari 5 Tips Ini Jika Mau Sukses Bisnis BarberShop

1. Prinsip entitas ekonomi

Prinsip entitas ekonomi berarti sebuah bisnis merupakan entitas tersendiri, sehingga harus diperlakukan dengan tepat. Setiap bisnis terpisah dengan entitas ekonomi lain, bahkan dengan sang pemilik sendiri. Inilah alasan mengapa sangat disarankan untuk memisahkan rekening bank pribadi dengan bisnis.

2. Prinsip periode akuntansi

Konsep dan Prinsip Akuntansi

Gambar 1. Prinsip Periode Akuntansi (Sumber: Freepik.com)

Pembukuan akuntansi dilakukan setiap periode waktu tertentu, dan jangka waktu ini biasanya tidak berubah. sebagai contoh, suatu perusahaan bisa memiliki periode akuntansi selama satu tahun terhitung dari tanggal 1 Januari sampai 31 Desember. Untuk menghindari kesalahan penghitungan dalam menerapkan prinsip ini, pastikan semua transaksi yang terjadi dicatat sesuai dengan tanggal dan jangan sampai ada yang terlewat.

3. Prinsip biaya historis

Penerapan prinsip ini yaitu mencatat semua barang atau jasa yang ada dalam bisnis sesuai dengan biaya yang dikeluarkan untuk memperolehnya. Harga barang atau jasa ini pun sesuai dengan yang terjadi. Sebagai contoh, jika suatu perusahaan berencana menyewa gedung dengan harga 70 juta Rupiah namun ternyata berhasil bernegosiasi sehingga harga menjadi 60 juta Rupiah, maka biaya yang tercatat adalah 60 juta Rupiah.

4. Prinsip satuan moneter

Konsep dan Prinsip Akuntansi selanjutnya adalah mengenai prinsip satuan moneter. Prinsip akuntansi ini berarti semua pencatatan transaksi dalam pembukuan akuntansi diukur dengan mata uang. Semua hal yang termasuk dalam pembukuan bersifat kuantitatif (bisa diukur). Jika suatu hal tidak bisa dihitung, maka transaksi tersebut tidak bisa dimasukkan dalam pembukuan akuntansi.

5. Prinsip kesinambungan usaha

Dalam penerapan prinsip ini, suatu bisnis atau entitas ekonomi akan terus berlangsung, kecuali dilakukan pembubaran oleh pihak pemilik atau penghentian usaha karena peristiwa tertentu.

6. Prinsip pengungkapan penuh

Prinsip ini berarti laporan keuangan atau pembukuan akuntansi harus disajikan dengan informatif. Seandainya ada informasi penting yang tidak bisa dicantumkan dalam pembukuan akuntansi karena sifatnya kualitatif, maka informasi tersebut harus ditambahkan dalam bentuk informasi tambahan yang berupa catatan kaki atau lampiran.

7. Prinsip pengakuan pendapatan

Peningkatan dalam jumlah harta ditimbulkan oleh berlangsungnya kegiatan usaha seperti penjualan, penerimaan dari bagi hasil, dan sejenisnya. Pendapatan diakui jika ada nominal yang bisa diukur dengan mata uang.

8. Prinsip mempertemukan

Penerapan prinsip mempertemukan adalah semua pengeluaran yang terjadi harus dipertemukan (matching) dengan laba yang dihasilkan dari pengeluaran tersebut. Ini adalah kombinasi dari akuntansi akrual dan prinsip pengakuan pendapatan.

9. Prinsip konsistensi

Semua prinsip akuntansi yang digunakan dalam proses pelaporan keuangan harus dilakukan secara konsisten, dengan metode dan prosedur yang tidak berubah. Tujuan dari penerapan prinsip ini adalah supaya laporan keuangan antar periode bisa dibandingkan. Seandainya metode dan prosedur yang digunakan berbeda, tentunya hasil dari pelaporan juga tidak bisa menjadi patokan.

Meskipun demikian, prinsip akuntansi boleh saja diubah oleh suatu perusahaan asalkan kondisi tersebut benar-benar memaksa dan perubahan prinsip akuntansi bisa membawa keuntungan.

10. Prinsip materialitas

Walaupun prinsip akuntansi yang ada memiliki tujuan untuk menjadi aturan yang seragam bagi bentuk perusahaan apa pun, pada kenyataannya beberapa penerapan akuntansi tidak sejalan dengan teori. Jika hal ini terjadi, teori akuntansi boleh saja diabaikan apabila hal itu tidak akan memengaruhi pembukuan secara signifikan.

 

Manfaat Software Akuntansi yang Wajib Anda Tahu
Manfaat software akuntansi bagi perusahaan sudah tidak perlu kita pertanyakan lagi. Bagaimana sistem ini bekerja terbukti dapat menyajikan kemudahan dan […]
Baca Juga
Mau Beli Software Akuntansi Terbaik? Yuk Simak Kriteria nya Berikut Ini!
Semakin hari, pekerjaan manusia semakin mudah sebab kecanggihan teknologi. Satu dari bentuk kecanggihan ini adalah hadirnya beragam pilihan software akuntansi […]
Baca Juga
Pengertian, Fungsi dan Contoh Jurnal Penyesuaian untuk Bisnis
Dalam artikel ini, Anda akan belajar lebih banyak tentang jurnal penyesuaian dan menganalisa studi kasus dari contoh yang telah kami […]
Baca Juga
Software Akuntansi & Kasir No. 2 di Indonesia. Memudahkan Pemilik Bisnis dan Akuntan untuk mengerjakan dan menganalisa keuangan lebih cepat, mudah, dan akurat. Gratis Trial.
Chat via WA
Waktu Kerja
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Kontak
No. GSM klik bawah ini
Copyright © 2022 Bee.id
magnifiercrossmenu