Pengusaha Pemula Wajib Tahu! Inilah Konsep dan Prinsip Akuntansi Dasar

Monday, 26 August 2019
Anggara Farhan
Anggara Farhan

Share

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram

Ada beberapa prinsip dasar akuntansi yang memiliki peran sebagai aturan atau pedoman dalam menjalankan sistem akuntansi. Konsep dan Prinsip Akuntansi ini akan membantu Anda dalam menjalankan bisnis. Semakin dalam Anda memahami tentang prinsip akuntansi, bisnis Anda akan semakin terhindar dari kesalahan penghitungan atau kerugian. Dengan menganut prinsip akuntansi dasar seperti yang ada di bawah ini, pembukuan akan semakin akurat. Pelajari lebih lanjut tentang prinsip akuntansi dasar di bawah ini.

Baca Juga: Pelajari 5 Tips Ini Jika Mau Sukses Bisnis BarberShop

1. Prinsip entitas ekonomi

Prinsip entitas ekonomi berarti sebuah bisnis merupakan entitas tersendiri, sehingga harus diperlakukan dengan tepat. Setiap bisnis terpisah dengan entitas ekonomi lain, bahkan dengan sang pemilik sendiri. Inilah alasan mengapa sangat disarankan untuk memisahkan rekening bank pribadi dengan bisnis.

2. Prinsip periode akuntansi

Konsep dan Prinsip Akuntansi

Gambar 1. Prinsip Periode Akuntansi (Sumber: Freepik.com)

Pembukuan akuntansi dilakukan setiap periode waktu tertentu, dan jangka waktu ini biasanya tidak berubah. sebagai contoh, suatu perusahaan bisa memiliki periode akuntansi selama satu tahun terhitung dari tanggal 1 Januari sampai 31 Desember. Untuk menghindari kesalahan penghitungan dalam menerapkan prinsip ini, pastikan semua transaksi yang terjadi dicatat sesuai dengan tanggal dan jangan sampai ada yang terlewat.

3. Prinsip biaya historis

Penerapan prinsip ini yaitu mencatat semua barang atau jasa yang ada dalam bisnis sesuai dengan biaya yang dikeluarkan untuk memperolehnya. Harga barang atau jasa ini pun sesuai dengan yang terjadi. Sebagai contoh, jika suatu perusahaan berencana menyewa gedung dengan harga 70 juta Rupiah namun ternyata berhasil bernegosiasi sehingga harga menjadi 60 juta Rupiah, maka biaya yang tercatat adalah 60 juta Rupiah.

4. Prinsip satuan moneter

Konsep dan Prinsip Akuntansi selanjutnya adalah mengenai prinsip satuan moneter. Prinsip akuntansi ini berarti semua pencatatan transaksi dalam pembukuan akuntansi diukur dengan mata uang. Semua hal yang termasuk dalam pembukuan bersifat kuantitatif (bisa diukur). Jika suatu hal tidak bisa dihitung, maka transaksi tersebut tidak bisa dimasukkan dalam pembukuan akuntansi.

5. Prinsip kesinambungan usaha

Dalam penerapan prinsip ini, suatu bisnis atau entitas ekonomi akan terus berlangsung, kecuali dilakukan pembubaran oleh pihak pemilik atau penghentian usaha karena peristiwa tertentu.

6. Prinsip pengungkapan penuh

Prinsip ini berarti laporan keuangan atau pembukuan akuntansi harus disajikan dengan informatif. Seandainya ada informasi penting yang tidak bisa dicantumkan dalam pembukuan akuntansi karena sifatnya kualitatif, maka informasi tersebut harus ditambahkan dalam bentuk informasi tambahan yang berupa catatan kaki atau lampiran.

7. Prinsip pengakuan pendapatan

Peningkatan dalam jumlah harta ditimbulkan oleh berlangsungnya kegiatan usaha seperti penjualan, penerimaan dari bagi hasil, dan sejenisnya. Pendapatan diakui jika ada nominal yang bisa diukur dengan mata uang.

8. Prinsip mempertemukan

Penerapan prinsip mempertemukan adalah semua pengeluaran yang terjadi harus dipertemukan (matching) dengan laba yang dihasilkan dari pengeluaran tersebut. Ini adalah kombinasi dari akuntansi akrual dan prinsip pengakuan pendapatan.

9. Prinsip konsistensi

Semua prinsip akuntansi yang digunakan dalam proses pelaporan keuangan harus dilakukan secara konsisten, dengan metode dan prosedur yang tidak berubah. Tujuan dari penerapan prinsip ini adalah supaya laporan keuangan antar periode bisa dibandingkan. Seandainya metode dan prosedur yang digunakan berbeda, tentunya hasil dari pelaporan juga tidak bisa menjadi patokan.

Meskipun demikian, prinsip akuntansi boleh saja diubah oleh suatu perusahaan asalkan kondisi tersebut benar-benar memaksa dan perubahan prinsip akuntansi bisa membawa keuntungan.

10. Prinsip materialitas

Walaupun prinsip akuntansi yang ada memiliki tujuan untuk menjadi aturan yang seragam bagi bentuk perusahaan apa pun, pada kenyataannya beberapa penerapan akuntansi tidak sejalan dengan teori. Jika hal ini terjadi, teori akuntansi boleh saja diabaikan apabila hal itu tidak akan memengaruhi pembukuan secara signifikan.

 

Banyak Berbagi Banyak Rejeki :

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
Share on telegram
Telegram
Share on print
Print

Artikel Yang Mungkin Anda Suka :