Logo Bee Web

Mengenal Inflasi dan Deflasi serta Dampaknya Bagi Bisnis

Inflasi dan deflasi adalah dua istilah dalam perekonomian yang dapat mempengaruhi bisnis. Bagaimana persiapan menghadapinya?
Penulis: Rininta Oktaviana
Kategori:
Dipublish Tgl: Monday, 24 October 2022

Mungkin masih banyak orang yang masih merasa asing dengan istilah inflasi dan deflasi yang sering terjadi. Beberapa orang sering kebingungan dalam memahami istilah ini. Keduanya memang tidak digunakan dalam pembicaraan oleh masyarakat awam.

Akan tetapi, pastinya Anda sering merasakan hal ini meski tidak mengerti istilahnya. Untuk itulah perlunya memahami mengenai inflasi dan juga deflasi untuk mengetahui dampaknya bagi usaha atau bisnis yang sedang dijalankan.

Apa itu Inflasi dan Deflasi?

Inflasi Dan Deflasi Adalah

Ilustrasi Inflasi dan Deflasi (Sumber: Freepik.com)

Inflasi adalah menaiknya harga barang atau jasa secara terus-terusan dalam jangka waktu tertentu. Apabila harga barang yang naik hanya satu atau dua jenis, maka tidak dapat dikatakan sebagai inflasi. Inflasi adalah kenaikan barang yang dapat mempengaruhi kenaikan barang lainnya.

Misalnya saja kenaikan harga bahan bakar minyak atau bensin secara terus menerus dalam periode tertentu. Hal ini pasti akan mengakibatkan naiknya harga barang lain yang melambung tinggi sehingga menyebabkan inflasi.

Sebaliknya, deflasi adalah penurunan harga barang terus menerus dalam jangka waktu tertentu. Apabila harga barang terus turun, maka akan berdampak pada produsen yang menghentikan produksinya.

Meski hal ini menguntungkan konsumen, akan tetapi secara perekonomian menjadi tidak sehat. Pada tahun 2019 BPS mencatat bahwa Indonesia pernah mengalami deflasi dimana harga bahan makanan turun terus menerus.

Baca Juga: Penjelasan Inflasi: Definisi, Penyebab, Dampak

Faktor yang Mempengaruhi Inflasi dan Deflasi

Faktor Mempengaruhi Inflasi Deflasi

Ilustrasi Uang Berbagai Negara (Sumber: Freepik.com)

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi adanya inflasi maupun deflasi di masyarakat. Hal ini sangat dipengaruhi oleh kebijakan pemerintah secara nasional, maupun kebijakan perdagangan di level internasional

Maka dari itu, peristiwa ini bukanlah hal yang dapat diatur oleh setiap individu, akan tetapi juga penyelenggara negara secara umum dan juga kondisi politik suatu negara.

1. Hutang Negara

Hal ini dapat mempengaruhi adanya deflasi dan inflasi biasanya terkait dengan pinjaman dan pengeluaran negara. Peningkatan hutang berarti pemerintah harus dapat mencarikan solusi untuk bisa membayar sehingga negara tidak bangkrut.

Caranya hanya dengan menaikkan pajak internal dimana objeknya adalah rakyat itu sendiri. Yang kedua adalah mencetak tambahan uang untuk melunasi hutang. Akan tetapi cara kedua bisa membuat inflasi semakin tinggi.

2. Kelebihan atau Kekurangan Pasokan Uang

Pasokan uang berlebih ini akan mengurangi nilai mata uang rupiah terhadap mata uang negara lain yang lebih kuat. Hal ini biasanya terjadi jika pencetakan uang secara berlebihan dilakukan oleh suatu negara.

Sebaliknya apabila kekurangan pasukan uang akan menurunkan harga barang agar terjangkau oleh masyarakat.

3. Efek Cost Push

Hal ini menjadi salah satu faktor utama dari apa yang menyebabkan inflasi. Ketika suatu perusahaan menghadapi peningkatan input pada bahan baku dan upah, mereka akan mempertahankan keuntungan.

Caranya adalah membebankan peningkatan biaya produksi tersebut kepada konsumen. Lalu kenaikan harga barang akan terjadi.

4. Peningkatan Produktivitas

Saat ada peningkatan teknologi tentu barang akan lebih mudah diproduksi. Harganya akan semakin murah. Beberapa inovasi ini sangat berpengaruh pada deflasi sebuah negara.

Untuk itu peningkatan produktivitas tidak selalu berdampak baik. Sebagai contoh misalnya pengrajin batik yang terbiasa memproduksi dengan kerajinan tangan, diubah menjadi menggunakan mesin. Hal ini akan mempengaruhi penurunan harga barang meski belum tentu bisa berpengaruh pada deflasi.

Cara Mengatasi Deflasi dan Inflasi Agar Tidak Mempengaruhi Bisnis

Cara Mengatasi Inflasi Dan Deflasi

Ilustrasi Uang Koin (Sumber: Freepik.com)

Dampak inflasi dan deflasi cukup parah apabila negara tidak bisa mengendalikannya. Maka dari itu cara mengatasinya juga harus dilakukan secara kolektif untuk mencegah kerugian negara.

  • Kebijakan moneter ekspansif yaitu kebijakan untuk meningkatkan jumlah uang yang beredar untuk menekan deflasi. Dengan cara ini, maka pengangguran dapat ditekan dan mampu meningkatkan daya beli masyarakat.
  • Kebijakan moneter kontraktif yaitu kebijakan untuk mengurangi jumlah mata uang yang beredar sehingga biasa menekan inflasi
  • Kebijakan fiskal ekspansif untuk meningkatkan output perekonomian.
  • Kebijakan fiskal kontraktif yaitu untuk mengurangi output perekonomian.

Perbedaan inflasi dan juga deflasi sangat mencolok sehingga keduanya tidak baik terjadi pada perekonomian negara. Untuk itu pemerintah harus tetap menjaga stabilitas perekonomian dalam negeri untuk menghindari berbagai hal tersebut.

Baca Juga: Pengertian Ekonomi Makro, Penjelasan dan Tujuan

Kesimpulan

Itulah pengertian inflasi dan deflasi juga dampaknya bagi bisnis dan perekonomian. Jika sangat parah, dan berlangsung selama bertahun-tahun, maka negara bisa masuk ke dalam fase resesi. Opsi terburuknya adalah kebangkrutan suatu negara.

Untuk menghadapi inflasi dan deflasi, sebagai Pebisnis Anda harus memulai dengan melakukan perencanaan keuangan. Melakukan perencanaan keuangan salah satunya bisa dengan melakukan pembukuan yang sesuai dengan standar laporan keuangan nasional. Selanjutnya pembukuan  ini dapat menjadi bahan evaluasi dan menyusun strategi bisnis ke depannya.

21 Des Cta Beeaccounting

Untuk mempermudah proses membuat laporan keuangan sederhana, Anda bisa mencoba menggunakan software akuntansi yang memiliki fitur yang bisa disesuaikan dengan jenis bisnis Anda. Beeaccounting memiliki 47 lebih plugin yang bisa membantu yang disesuaikan dengan kebutuhan usaha Anda.

Artikel Terbaru

Artikel Populer

Tips Bisnis

Coba Gratis

Follow Social Media Bee

5 Tips Mudah Memulai Usaha Rental Tanpa Modal
Beberapa tahun belakangan ini, bisnis rental mobil di Indonesia lebih sering diminati oleh banyak orang. Hal ini bisa dilihat dari
Baca Juga
Neraca adalah Laporan Keuangan, Kenali Bentuk dan Contohnya
Neraca adalah laporan sistematis mengenai akuntansi keuangan dalam sebuah perusahaan, yang sudah seharusnya menjadi makanan sehari-hari seorang akuntan. Laporan ini
Baca Juga
Software Toko Terbaik yang Perlu Anda Coba. Begini Tipsnya!
Memilih software toko terbaik agaknya susah-susah gampang. Ini merupakan tantangan untuk meningkatkan profit lebih banyak. Pasalnya, kini banyak sekali toko
Baca Juga
Laporan Keuangan Adalah Dokumen Penting, Apa Saja Jenisnya?
Mengenal laporan keuangan adalah, tujuan beserta fungsinya jadi sangat penting bagi Pengusaha. Karena laporan ini jadi hal yang sangat penting
Baca Juga
Cash Flow: Pengertian, Jenis Aliran, dan Cara Menyusunnya
Cash flow bisa dikatakan sebagai darah yang mengalir di dalam tubuh. Selama aliran lancar, maka tubuh bisa terus hidup dan
Baca Juga
RAB: Fungsi, Metode Penghitungan dan Cara Membuatnya
Apakah Anda pernah mendengar tentang RAB? Dalam dunia konstruksi, RAB atau rencana anggaran biaya, seringkali menjadi acuan untuk menghitung biaya
Baca Juga
Customer Service Bee

148rb+ Pengusaha Sudah Pakai Bee

"Operasional makin lancar, bisnis terkontrol dan mudah discale-up"
Hubungi Tim Bee sekarang untuk konsultasi GRATIS
Logo Bee Web
Software Akuntansi & Kasir No. 2 di Indonesia. Memudahkan Pemilik Bisnis dan Akuntan untuk mengerjakan dan menganalisa keuangan lebih cepat, mudah, dan akurat. Gratis Trial atau Demo Gratis dengan Tim Bee.
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Chat via WA
Alamat Kantor
Surabaya: Jl. Klampis Jaya 29J, SurabayaBandung: Ruang 59 - Jl. Surya Sumantri No.59, Sukawarna, Bandung
Jakarta: Jl. Mampang Prapatan VIII No. 3B, Jakarta Selatan (Sementara Tutup)
Copyright © 2024 Bee.id
magnifiercrossmenu