Logo Bee Web

7 Contoh Westernisasi pada Bisnis yang Perlu Anda Ketahui

Contoh westernisasi dalam bisnis cukup beragam, mulai dari karakteristik hingga bentuk bisnisnya, seperti adopsi bisnis franchise dan lainnya
Penulis: Lutfatul Malihah
Kategori:
Dipublish Tgl: Tuesday, 19 March 2024

Di era globalisasi ini, pengaruh budaya Barat semakin terasa dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia bisnis. Contoh westernisasi dalam bisnis biasanya mengacu pada adopsi nilai-nilai, ide, dan praktik bisnis dari negara-negara Barat, terutama Amerika Serikat dan Eropa.

Fenomena ini telah menjadi tren global dan membawa perubahan signifikan dalam cara perusahaan beroperasi dan bersaing di pasar internasional. Dalam prakteknya fenomena memiliki dampak positif dan negatif, yang perlu dipahami dan dipertimbangkan.

Lantas apa saja contohnya dan bagaimana dampaknya?

Westernisasi Adalah ...

Contoh Westernisasi Dalam Bisnis

Meniru dan mengadopsi unsur budaya dan nilai gaya hidup Barat adalah istilah dari westernisasi (Credit: Freepik.com)

Westernisasi adalah suatu fenomena di mana masyarakat atau suatu bangsa cenderung meniru, mengadopsi, atau terpengaruh oleh unsur-unsur budaya, nilai-nilai, dan gaya hidup yang berasal dari Barat, khususnya dari negara-negara Eropa dan Amerika Utara.

Hal ini dapat terjadi melalui berbagai cara, seperti melalui media massa, perdagangan internasional, migrasi, dan interaksi budaya secara langsung. Pengaruh Westernisasi dapat terlihat dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk mode pakaian, musik, film, makanan, bahasa, sistem politik, aspek pemasaran dan beberapa lainnya yang termasuk dalam aspek bisnis.

Baca Juga: Memahami Apa Itu Aspek Pemasaran dan Komponennya

Proses ini seringkali diikuti oleh perubahan dalam nilai-nilai sosial dan norma-norma budaya lokal, karena masyarakat yang mengalami westernisasi dapat mengadopsi pandangan dunia dan gaya hidup yang lebih sejalan dengan budaya Barat.

Secara umum, westernisasi sering dikaitkan dengan modernisasi, tetapi perlu diingat bahwa keduanya memiliki perbedaan yang dapat dilihat dari aspek-aspek tertentu.

Perbedaan Modernisasi dan Westernisasi

Modernisasi dan westernisasi sering disalah artikan sebagai hal yang sama. Berikut adalah 5 perbedaan utama antara keduanya:

1. Aspek yang Diubah

Modernisasi mencakup perubahan dalam berbagai aspek kehidupan, seperti teknologi, ekonomi, politik, sosial, dan budaya. Sedangkan westernisasi berfokus pada adopsi budaya dan gaya hidup Barat, khususnya dari negara-negara Eropa dan Amerika Utara.

2. Arah Perubahan

Selanjutnya dari arh tujuan perubahan, dimana modernisasi bertujuan untuk mencapai kemajuan dan kehidupan yang lebih baik, tanpa terikat pada budaya tertentu. Di sisi lain, westernisasi lebih mengarah pada peniruan budaya Barat, yang dapat menggeser budaya lokal.

3. Dampak pada Budaya

Selanjutnya, dari segi dampak dan budanyanya. Modernisasi cenderung lebih membuka peluang untuk pertukaran budaya dan kemajuan, tetapi dapat juga memicu hilangnya tradisi dan nilai-nilai lokal. Sedangkan westernisasi cenderung lebih sering menggerus budaya lokal dan identitas bangsa, dengan dominasi budaya Barat.

4. Faktor Pendorong

Perbedaan selanjutnya adalah dari faktor pendorong, dimana modernisasi didorong oleh keinginan untuk mencapai kemajuan dan adaptasi terhadap perubahan global. Sedangkan, westernisasi didorong oleh pengaruh media, globalisasi, dan kolonialisme.

5. Dampak pada Ekonomi

Terakhir berdasarkan dampaknya pada ekonomi, jika modernisasi dapat meningkatkan peluang ekonomi dan membuka lapangan kerja baru. Maka, westernisasi dapat menciptakan ketergantungan pada produk dan teknologi Barat, dan memicu eksploitasi ekonomi.

Faktor Penyebab Westernisasi

Berikut adalah 5 faktor utama yang mendorong westernisasi dalam bisnis:

  • Meningkatnya interkoneksi dan perdagangan global memungkinkan penyebaran ide dan praktik bisnis Barat dengan mudah. Dimana perusahaan multinasional lebih leluasa memainkan peran penting dalam menyebarkan budaya dan praktik bisnis Barat ke berbagai negara.
  • Media massa, seperti film, televisi, dan internet, sering menampilkan budaya dan gaya hidup Barat yang glamor dan menarik. Hal ini dapat mendorong masyarakat di negara lain untuk meniru budaya dan gaya hidup Barat, termasuk dalam praktik bisnis.
  • Kemudian, dari kemajuan teknologi barat, seperti internet, software, dan peralatan, sering dianggap lebih maju dan efisien. Hal ini mendorong perusahaan di negara lain untuk mengadopsi teknologi Barat untuk meningkatkan daya saing mereka.
  • Sistem ekonomi kapitalisme, yang menekankan pada kompetisi dan keuntungan, diadopsi oleh banyak negara di dunia. Faktor inilah yang dapat mendorong perusahaan di negara tersebut untuk mengikuti praktik bisnis Barat yang dianggap lebih efisien dan menguntungkan.
  • Kemudian ada faktor kolonialisme, dimana negara-negara Barat memiliki sejarah panjang kolonialisme dan imperialisme, yang telah menyebarkan budaya dan praktik mereka ke berbagai negara.

Contoh Westernisasi dalam Bisnis

Keuntungan Bisnis Franchise

Franchise adalah salaj satu contoh westernisasi dalam bisnis (Credit: Freepik.com)

Berikut adalah penjelasan dari contoh-contoh westernisasi dalam bisnis:

1. Penggunaan Bahasa Inggris sebagai Bahasa Bisnis

Bahasa Inggris digunakan sebagai bahasa resmi komunikasi internal dan eksternal perusahaan.
Hal ini dilakukan untuk memudahkan komunikasi dengan perusahaan multinasional dan meningkatkan daya saing global.

2. Adopsi Model Bisnis Franchise

Contoh westernisasi berikutnya adalah penggunaan model bisnis franchise dari negara-negara Barat, seperti McDonald's, KFC, dan Starbucks.
Model ini menawarkan peluang bisnis yang terstruktur dan terbukti sukses di negara lain.

Baca Juga: 11 Rekomendasi Franchise Minuman Kekinian Paling Dicari

3. Penerapan Budaya Kerja Profesional ala Barat

Penerapan budaya kerja yang menekankan pada disiplin, efisiensi, dan individualitas.
Hal ini dapat meningkatkan produktivitas dan kinerja karyawan.

4. Adopsi Sistem Manajemen dan Teknologi Barat

Penggunaan sistem manajemen dan teknologi yang dikembangkan di negara-negara Barat, seperti SAP dan Oracle.
Sistem ini dapat membantu perusahaan meningkatkan efisiensi dan efektivitas operasional.

5. Strategi Pemasaran yang Terinspirasi dari Barat

Penggunaan strategi pemasaran yang populer di negara-negara Barat, seperti iklan digital dan influencer marketing.
Strategi ini dapat membantu perusahaan menjangkau target pasar yang lebih luas.

6. Penggunaan Nama dan Logo Berbahasa Inggris

Penggunaan nama dan logo perusahaan berbahasa Inggris untuk memberikan kesan internasional dan profesional.
Hal ini dapat meningkatkan daya tarik perusahaan bagi investor dan pelanggan global.

7. Penjualan Produk-Produk Barat yang Tidak Sesuai dengan Budaya Indonesia

Penjualan produk-produk Barat yang tidak sesuai dengan budaya dan kebutuhan masyarakat Indonesia.
Hal ini dapat memicu konsumerisme dan menggerus budaya lokal.

Dampak Westernisasi pada Bisnis

Westernisasi dalam bisnis memiliki dampak positif dan negatif. Penting bagi perusahaan untuk mempertimbangkan dampak-dampak tersebut sebelum mengadopsi praktik bisnis Barat. Apa saja? Berikut diantaranya:

# Dampak Positif Westernisasi pada Bisnis

1. Akses Pasar Global

Westernisasi dapat membuka peluang pasar baru bagi pengusaha lokal. Dengan memahami budaya dan preferensi konsumen Barat, pengusaha dapat mengembangkan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

2. Peningkatan Efisiensi dan Produktivitas

Mendorong pengusaha untuk menerapkan sistem dan teknologi yang lebih efisien dan produktif dalam bisnis mereka. Hal ini dapat membantu mereka untuk meningkatkan keuntungan dan daya saing

3. Memperkuat Daya Saing

Membantu pengusaha untuk meningkatkan daya saing mereka dengan menerapkan standar internasional dalam bisnis mereka. Hal ini dapat membantu mereka untuk bersaing di pasar global.

Beecloud Business Owner Fokus Scaleup

# Dampak Negatif Westernisasi pada Bisnis

1. Hilangnya Identitas Budaya Lokal

Dampak negatif westernisasi pada bisnis adalah dapat menyebabkan hilangnya budaya lokal dalam bisnis.

Hal ini dapat terjadi ketika pengusaha mengadopsi budaya Barat secara wholesale dan meninggalkan budaya lokal mereka. Hal ini dapat menyebabkan hilangnya identitas dan daya tarik bisnis mereka.

2. Eksploitasi Tenaga Kerja

Dapat menyebabkan eksploitasi tenaga kerja. Hal ini dapat terjadi ketika pengusaha Barat memanfaatkan tenaga kerja murah di negara-negara berkembang. Hal ini dapat menyebabkan pekerja mendapatkan gaji yang rendah dan bekerja dalam kondisi yang tidak aman.

3. Kerusakan Lingkungan

Berikutnya adalah westernisasi dapat menyebabkan kerusakan lingkungan. Hal ini dapat terjadi ketika pengusaha Barat menggunakan metode produksi yang tidak ramah lingkungan. Hal ini dapat menyebabkan pencemaran lingkungan dan kerusakan alam.

Nah, itu dia beberapa informasi mengenai contoh westernisasi dalam bisnis, dampak dan informasi lainnya. Semoga bermanfaat!

Fungsi dan Komponen Wajib dalam Kartu Nama Perusahaan
Kartu nama perusahaan atau yang disebut sebagai kartu bisnis adalah alat komunikasi bisnis yang penting. Kartu ini berfungsi sebagai representasi
Baca Juga
Apa itu Spin Off? Apa Bedanya dengan Split Off?
Spin off perusahaan adalah suatu strategi korporasi di mana sebuah perusahaan memisahkan atau membagi unit bisnis, divisi, atau anak perusahaan
Baca Juga
Customer Segmentation: Definisi, Jenis dan Fungsinya
Customer segmentation menjadi faktor yang sangat penting dalam penjualan produk. Hanya saja hingga saat ini, masih ada saja pelaku usaha
Baca Juga
8 Contoh Joint Venture di Indonesia yang Sukses
Dalam dinamika bisnis modern, strategi kolaborasi menjadi kunci penting bagi perusahaan untuk meraih kesuksesan dan menghadapi tantangan yang kompleks. Contoh
Baca Juga
Contoh Surat Keterangan Usaha dan Cara Pengajuannya
Surat keterangan usaha memegang peran sentral dalam mendukung keberlangsungan dan pertumbuhan berbagai jenis bisnis.Di indonesia sendiri setiap badan usaha wajib
Baca Juga
Manfaat Program Membership untuk Bisnis Anda
Artikel ini membahas tentang definisi membership dan keuntungan menjadi keanggotaan dalam hal menjaring data konsumen, meningkatkan loyalitas pelanggan, menarik daya
Baca Juga
Customer Service Bee

148rb+ Pengusaha Sudah Pakai Bee

"Operasional makin lancar, bisnis terkontrol dan mudah discale-up"
Hubungi Tim Bee sekarang untuk konsultasi GRATIS
Logo Bee Web
Software Akuntansi & Kasir No. 2 di Indonesia. Memudahkan Pemilik Bisnis dan Akuntan untuk mengerjakan dan menganalisa keuangan lebih cepat, mudah, dan akurat. Gratis Trial atau Demo Gratis dengan Tim Bee.
Jam Operasional
Senin - Jumat, 09:00 - 16:00 WIB
Sabtu, Minggu dan Tgl Merah LIBUR
Chat via WA
Alamat Kantor
Surabaya: Jl. Klampis Jaya 29J, SurabayaBandung: Ruang 59 - Jl. Surya Sumantri No.59, Sukawarna, Bandung
Jakarta: Jl. Mampang Prapatan VIII No. 3B, Jakarta Selatan (Sementara Tutup)
Copyright © 2024 Bee.id
magnifiercrossmenu